
***
Di dalam kelas.
"Cieee dapat bunga" ejek sofia.
Zizi hanya tersenyum.
"Enak ya jadi elu, sana sini banyak yang suka" celetuk sofia.
"Sama aja lah Sof"
"ya beda lah, ehh ngomong-ngomong itu bunga dari siapa ?" tanya sofia dengan nada penuh keingintahuan.
"Kak Bima"
DEGG !!
Sofia langsung menariknya dan meleparnya ke lantai.
"Udah aku bilang jangan deket-deket sama dia !!" ucap sofia marah.
"Dengeriin dulu sof"
Doni dan Rifki pun mendekat.
"Ha ha haa, itu bunga dari Bima atau dari Zidan ?" tanya Doni.
"Zidan ??" tanya sofia bingung.
"Dari kak Bima, tapi katanya dia di titipin sama Zidan" jawab Zizi.
"Zidan siapa Zi ?" tanya Sofia.
"Anak IPS" jawab Zizi.
"Lu nggak lihat sih tadi gimana awal mulanya bunga itu" kata Rifki.
"Bukan awal mula ! Tapi sejarahnya, ha ha haa" jawab Doni.
"Kenapa emangnya ??" tanya Zizi.
"Tadi Bima itu berlutut di hadapan Zidan sambil memberikan bunga itu" jawab Rifki.
"Lah ?? Terus kenapa kak Bima ngasihnya ke aku ?? Kalau ini dari kak Bima buat Zidan ??"
"Gimana sih ceritanya ? Ga nyambung gua" kata Sofia.
"Itu yang ngasih Bima atau Zidan ?" tanya Rifki.
"Bima"
Doni dan Rifki pun tertawa bersama.
"Berarti dia di tolak sama Zidan, ha ha haa" ucap mereka berdua.
Sedangkan Zizi dan sofia masih nampak kebingungan.
"Kak Bima suka sama Zidan ?? Gitu maksudnya ?" tanya Zizi.
Mereka berdua hanya mengangkat bahu.
"Masa iya kak Bima suka sama cowok ?" kata sofia.
"Zidan itu seperti apa sih ?" tanya Zizi penasaran.
Sofia mengambil bunga yang tadi ia lempar ke lantai. Di lihatnya bunga mawar warna kuning itu.
"Kenapa harus warna kuning ?" tanya Sofia.
"Ehh tunggu ! Bunga yang aku dapat pas kita di kantin juga warna kuning kan sof ?" tanya Zizi.
"Iya, apa itu tandanya tadi orang yang sama ?" tanya Sofia.
"Tapi waktu itu dia bilang yang ngasih bunga kelas 12. Terus namanya juga ga boleh di sebutin ? Lah ini dia nyebutin namanya" kata Zizi.
"Zidan kelas 11 ! Bukan kelas 12 !" ucap Doni sembari pergi meninggalkannya.
"Oh Zidan kelas 11 ?? berarti bukan dia Sof ? Orang lain"
"Tapi bunganya sama Zi" kata Sofia.
"Mungkin cuma kebetulan" jawab Zizi.
__ADS_1
"Ehh, zi ada kertasnya" kata sofia sambil mengambil kertas itu.
"Aku ingin menjadi temanmu, mau kah kau jadi temanku ? Jika iya temui aku jam istirahat di perpus, sendirian aja ya ? Salam Zidan"
Zizi dan Sofia saling menatap.
"Ga usah lah zi ! Aku takut kamu kenapa-napa" kata Sofia.
"Di perpus kan banyak anak Sof ? Mana mungkin dia berani macam-macam" jawab Zizi.
"Iya sih, tapi tetep aja khawatir"
"Selain itu, aku juga penasaran sama Zidan, seperti apa sih dia orangnya"
"Aku ikut ya ?? Dari jarak jauh deh, gimana ?"
"Tapi kan aku di suruh sendirian ?"
"Please, cuma memastikan kalau kamu ga apa-apa"
***
"Kapan kita ke alamatnya Zizi ?" tanya Mega.
"Perlu ya ?" tanya Zidan.
"Loh ???"
"Kamu tenang aja, aku udah cari tau ko tentang dia"
"Serius ?"
"Iya, Zilvana Ziya, anaknya bapak Slamet subur alias Slamet Irawan. Anak satu-satunya dan sangat manja. Ibunya bernamanya Asiyah. Ayahnya ini seorang yang begitu tegas dan kejam. Apalagi soal masalah agama. Banyak yang tak suka pada pak slamet ini karena dia selalu menentang dengan pamong desa atau pemerintahan di desanya."
"Anak satu-satunya ?"
"Iya"
"Jika ayahnya tegas lalu kenapa Zizi sendiri tumbuh sebagai gadis yang manja ?"
"Kalau soal itu aku ga tau, setahuku ayahnya mendidik agamanya juga sangat tegas. Mungkin di luar didikan emang sifat ayahnya ini lembut."
"Oh, gitu ya ?"
"Iya"
"Yang pertama sifatnya, dia yang baik, ramah sopan dan santun. Senyumnya yang selalu ia tebarkan itu yang membuat orang-orang mudah mengenalinya."
"Yang kedua ??"
"Yang kedua ? Dia itu punya khodam"
"Khodam ?? Apa itu khodam ?"
"Jin pendamping"
DEGG !!
"Pantas saja !!" gerutu Mega.
"Pantas saja apa ?? Tau apa kamu tentang khodam ??" tanya Zidan.
"Mampu membuat orang jatuh cinta dengan guna-gunanya !"
"Ha ha haaaa, lu pikir dukun ?? Itu semar mesem !! Kaya yang di pake Bima !"
"Beda ya ??"
"Jauh lah"
"Pantas saja"
"Apa ???"
"Ga mungkin aku ngomong ke Zidan kalau aku sering di ganggu makhluk halus jikalau berniat buruk terhadap Zizi" ucap Mega dalam hati.
"Khodam itu, ada yang baik ada yang jahat, tergantung dari pemiliknya sebenarnya" kata Zidan.
"Yang pernah ku dengar khodam itu ikut dari sejak kita lahir ya ?"
"Ada yang kayak gitu ada juga yang nggak, ada yang pake sebuah amalan, baru bisa mendapatkan khodam"
"Kalau Zizi sendiri ??"
__ADS_1
"Dia punya khodam yang udah ikut dia dari kecil ada juga yang di kirim oleh ayahnya"
"di kirim oleh ayahnya ?"
"Iya, ayahnya punya khodam harimau putih"
"Wow !! Khodam harimau putih ?"
"Iya"
"Dari mana ayahnya dapat ?"
"Dari kakeknya Zizi"
"Oh, turun temurun ?"
"Iya, banyak juga ilmu yang di kuasai oleh ayahnya Zizi. Dia juga berteman dengan orang-orang yang mempunyai ilmu di atas rata-rata"
"Ilmu di atas rata-rata ?"
"Iya. Maksudnya yang orang lain ga mampu menggapainya, teman-teman ayahnya ini hampir semuanya pendiam dan di cap sebagai orang-orang lemah. Tapi pada kenyataannya mereka kuat. Ada yang mampu terbang, mampu menghilang, ada yang bisa menyerupai benda yang ia pegang ada juga yang mampu menaklukan makhluk halus"
"Wow !! Luar biasa sekali ternyata"
"Iya, makanya aku tertarik juga sama Zizi apalagi Doni, haus dia dengan harimau itu"
"Doni ??"
"Iya Doni. Bukan Rifki. Rifki itu hanya melindungi Zizi saja dari Doni"
"Kenapa harus di lindungi ?? Bukannya Zizi udah punya pelindung sendiri ?"
"Itu kan hanya keinginan Rifki, mana tau Doni bakalan melakukan apa buat Zizi, Rifki tau kalau Doni haus akan khodam harimau putih. Khodam yang sangat ia dambakan. siapa tau bisa membahayakan Zizi, jadi Rifki berusaha melindungi."
"Tapikan Doni dan Rifki berteman ??"
"Ya emang berteman. Kamu perlu tau, bahwa sifat teman itu berbeda, kadang pura-pura baik tapi ada maunya, ya kayak kamu ke Zizi"
DEGG !
"Kok Zidan tau" ucap Mega dalam hati.
"Aku ingin mengenal Zizi lebih jauh"
"Mau menguasau khodamnya ?"
"Bukan"
"Lalu ??"
"Entahlah, pengin deket aja sama dia"
"Lu suka sama dia ?"
"Kalau di tanya suka atau nggak ? Ya aku suka, tapi bukan karna nafsu"
"Lalu ??"
"Nggak tau juga aku, tertarik aja sama dia, tapi belum ada rasa ingin memiliki"
"Oh gitu"
"Kamu sendiri sama Rifki gimana ?"
"Ga tau, Rifki ga suka sama aku"
"Kenapa kamu masih ngejar ?"
"Ga tau juga, pokoknya hatiku maunya dia"
"Terus, ada rencana apa buat dia ?"
"Aku ingin belajar tentang khodam !"
"Lu yakin ?? Lu kuat ?"
"Ya, ya yakinlah, kenapa ??"
"Khodam itu ga boleh buat main-main ! Apa lagi untuk balas dendam"
"Ng ng nggak ko, beneran pengin belajar"
"Sekarang gini, kamu cari tau dulu tentang arti dari 'Kanda pat' empat saudara yang menjaga dari lahir hingga mati ! Kalau sudah tau, beri tau aku, dan akan ku ajari tentang khodam !"
__ADS_1
Mega terdiam sambil menghafalkan kalimat "Kanda pat"