Karisma Sang Pemilik Khodam

Karisma Sang Pemilik Khodam
Lagi pada kenapa ?


__ADS_3

"Kenapa lu nyerang gua ??" tanya Doni.


Rifki tak menjawab, ia masih berdiri di depan mushola itu. Doni pun bangkit kemudian keluar. Tupih Muli pun menghajar Doni lagi, mau tak mau Doni pun harus melawannya.


Rifki memperhatikan serangan-serangan Doni. Rifki yakin Doni punya ajian baru. Beberapa menit memperhatikan tapi Rifki tak menemukan gerakan apapun yang ia curigai.


DUAKKK !!


Rifki tiba-tiba terjatuh. Ternyata Doni sudah ada di hadapannya. Rifki sedikit nyengir memegangi dadanya.


"Bukan gue yang mulai duluan" ucap Doni.


"(Tersenyum tipis) gue cuma mau tau aja, apa tujuan lu ke Zizi ?? gue ga mau dia sakit hati"


"Mana ada, orang yang sayang, tapi mau menyakiti perasaan pujaan hatinya"


"Mengakui juga kalau lu suka sama dia"


"Gue ga ada waktu buat ngomong sama orang kayak lu !!"


Dengan cekatan Rifki langsung menarik tangan Doni, Doni Pun menangkisnya lalu terjadilah perkelahian diantara mereka.


"Ga usah sok keras ! (mencekik leher Rifki) ilmu lu belum seberapa ! dan gue tegasin sekali lagi ! gue ga mau ribut sama lu !!"


Doni pun melepaskan tangannya dan pergi meninggalkan Rifki. Rifki segera menarik tangan Doni dan menghajarnya kembali.


"Lepasin Zizi !! gue ga rela lu ngelakuin itu !! gue ga segan buat ngebun*h lu kalau terjadi apa-apa sama Zizi !!" ucap Rifki sambil terus menojoki pipinya Doni.


Tiba-tiba ada tukang kebun yang melihat perkelahian mereka dan ia segera berlari untuk memisahkannya.


"Stop !! kalian ini apa-apaan sih !! jam pelajaran bukannya masuk kelas malah berkelahi kayak gini !!"


Doni pun bangun dan masih memegangi pipinya yang babak belur karena Rifki. Rifki masih memendam amarahnya.


"Ga malu kalian ini ?? kalian berdua ini anak-anak yang berprestasi di sini ! kenapa kelakuannya seperti ini ???"


"Rifki duluan pak yang mulai"


"Diem lu !!"


"Sudah sudah sudah !! ayo ikut bapak ke ruang BK !"


DEGG !!


"Jangan dong pak !!" ucap Rifki.


"Ga ada alasan !! ayo !!" ucap tukang kebun itu sambil menarik kedua tangan anak-anak itu.


***


Bell pulang sekolah pun berdering. Zizi dan yang lainnya pun bergegas meninggalkan sekolahan. Zizi dan Sofia pun berjalan menuju tempat parkiran.


"Ehh, ada anak paling cantik sesekolahan nih" ucap Santi.


Zizi dan Sofia saling pandang.


"Si tukang perebut cowok orang, hahaha" kata Mirna teman Santi.


Zizi masih diam di sana.


"Kakak-kakak ini bisa diam ga !" ujar Sofia sok berani.

__ADS_1


"Ngapain sih lu belain anak kayak dia ? bikin onar !!"


"Kakak yang bikin onar !! Harusnya kakak-kakak ini berterima kasih sama Zizi !! karena berkat dia penghuni ruang kelas 12 IPA 1 itu udah musnah"


"Apa ?? berterima kasih ?? dia lah penyebab semua masalah ini !! dia juga kan yang membangkitkan arwah Kanaya si penghuni ruang kelas 12 IPA 1 itu ? jadi ga usah sok jadi pahlawan kesiangan deh"


Sofia makin emosi mendengar ucapan itu.


"Dasar ga tau terimakasih kakak ini !!" ucap Sofia sambil menjambak rambut Santi.


"Aaah !! kurang ajar lu ya !!" jawab Santi sambil membalas menjambak rambut Sofia.


Terjadilah keributan di sana. Dua teman Santi malah mengeroyok Zizi. Untung saja tukang kebun melihat mereka dan segera memisahkannya.


"Ini lagi !!! udah jam pulang masih aja disini !! main tarik-tarikan rambut pula ! kurang kerjaan, apa masih kurang tugas dari guru ?? sampai-sampai nambah kerjaan ga guna kayak gini ?? hah ???!!"


"Itu pak ! kakak kelas yang mulai duluan !"


"Apa lu bilang ??"


Hampir saja mereka ribut lagi, namun tukang kebun itu segera meleraikannya.


"Bubar bubar !! cape bapak ini ! tadi siang dua cowok berkelahi, sekarang cewek-ceweknya. haduuuuuh !!! bubar bubar bubar !!!"


Dengan terpaksa mereka pun membubarkan diri, sesekali sambil mengelus-elus kepala mereka karena sakit di jambak tadi.


"Kak Santi tuh kenapa sih Zi ?? dendam banget kayaknya ??"


"Sudah sudah ! gue juga ga tau"


"Elu ga pulang ??"


"Oh iya ya, tapi kayaknya sekolahan udah sepi, motornya Doni juga ga ada, udah pulang kali, besok aja lah, lu pakai aja dulu"


"Ga enak lah"


"Udah, enakin aja"


Zizipun akhirnya mendengarkan perkataan Sofia, mereka pun pulang ke rumah masing-masing, mereka berpisah di persimpangan jalan.


Di tengah perjalanan Zizi mulai merasa ada yang ga beres. Kakinya terasa sangat berat, jok motor bagian belakang pun terasa seperti ada yang membonceng.


PIIIIIIIMMMMMMM


Sontak Zizi panik dan segera meminggirkan motornya.


"Huuuu !!! gimana sih jalannya !! jangan sambil melamun dong !!! bahaya gobl*k !!"


Zizi heran dengan yang terjadi. Bahkan ia tak sadar kalau ia hampir saja menabrak pengendara lain dan orang yang sedang menyebrang.


"Gue kenapa ??"


***


Setelah selesai mengerjakan tugas, Zizi berbaring di tempat tidur. Ia menoleh ke arah sepatu milik Doni.


"Masa sih ?? kayaknya ga mungkin"


Ia pun mengabaikan perasaannya. Ia scroll hp sampai mengantuk dan ia pun tertidur. Tak lama ia merasa seperti ada yang menaiki tempat tidurnya.


Ia ingin bangun, tapi matanya susah untuk dibuka. Ia ingin tau siapa yang berada di kamar ini selain dia. Mengapa ia merasa ada yang menaiki tempat tidurnya.

__ADS_1


Antara sadar dan ga sadar ia melihat dua sosok tinggi besar sedang berada tepat didepan wajahnya.


"Astaghfirullah hal adziiim !!"


Sosok itu mengulurkan tangannya dan hendak mencekik Zizi. Zizi bener-bener tak mampu untuk bergerak sedikit pun.


Ia hanya bisa menarik nafas dan sesekali mencoba menahannya. Kedua makhluk itu pun secara bersamaan mencekik leher Zizi.


"Ziziiiiii !!!"


Mamanya Zizi terbangun dari tidurnya. Papanya pun kaget saat mendengar teriakkan itu.


"Ada apa ma ??"


"Mama mimpiin Zizi pa, apa dia baik-baik saja ?"


"Berdoa saja, semoga dia selalu dalam lindungan Allah"


"Perasaan mama ga enak pa, besok kita tengokin dia ya pa ?"


"Sebentar lagi dia kan juga pulang, libur semester"


"Tapi perasaan mama ga enak pa, mama selalu mimpiin dia, ini mimpi yang ketiga kalinya, dari kemarin mama mimpi kalau Zizi di kejar perempuan yang selalu membawa pisau"


DEGG !!


"Aku pun mimpi hal yang sama sebenarnya" ucap papa dalam hati.


"Besok kita ke sana ya pa ? mama kangen sama Zizi"


"Sudah, mama tidur lagi aja, berdoa aja buat Zizi semoga dia baik-baik saja"


"Tapi pa...."


"Sudah sudah ! papa mau ngrokok dulu di luar. Mama tidur lagi aja"


Papa pun mulai melangkah meninggalkan kamar itu. Ia duduk di kursi di luar rumah sambil menghisap sebatang rokok.


"Kenapa kamu nak ? Apa kamu baik-baik saja ? bahkan papa dan mamamu mimpi hal yang sama ternyata setiap harinya"


Rokok itu ia hisap kembali dengan fikiran yang melayang terbang memikirkan anaknya. Tiba-tiba ada yang mendatanginya.


"Mohon maaf"


Papa sangat kaget melihatnya.


"Kenapa kamu pulang seorang diri ?? bagaimana dengan anak saya ??" tanya papa dengan sangat panik.


"Ada yang menantangku, lalu memberikan sebuah kesepakatan"


"Kesepakatan apa ??"


"Jika aku kalah, aku akan pulang dan meninggalkan Zizi"


DEGG


Lemes rasanya mendengar kalimat itu. Bahkan ia terduduk pun sampai tak sadarkan diri. Pikirannya langsung jauh melesat.


"(Matanya berkaca-kaca) anakku dalam bahaya ??"


***

__ADS_1


__ADS_2