Karisma Sang Pemilik Khodam

Karisma Sang Pemilik Khodam
Teman kost Doni dan Rifki


__ADS_3

***


"Ki ! Lu lama banget sih, ngapain aja sih di sana ?" tanya Doni.


"Di ajak makan dulu sama Zizi tadi"


"Enak bener lu, gue kelaparan nih, ga ada lauk di kost"


"Gua ada, tadi di beliin sama Zizi rendang kerang, tapi kalau mau di makan panasin dulu, katanya buat kita, satu buat lu satu buat gua"


"Ya udah mana ? Laper banget gua"


"Itu ada di tas, ambil aja"


Doni pun mengambil satu dari tas Rifki dan membaca petunjuknya.


"Tulisannya suruh di panaskan di microwave Ki !"


"Haduuh ni bocah ! Di wajan juga bisa lah Don !"


"Kirain harus ikuti petunjuk Ki ?"


"Sesuaikan lah sama kondisi kita"


"Oh, ok. Zizi udah ga apa-apa kan Ki ?" tanya Doni.


"Ga ko, tangannya juga udah ga kaku katanya"


"Syukurlah"


"Ya udah sana di panaskan ! Katanya laper"


"Ehh ntar Ki ! Di sini tulisannya HIDANGKAN SELAGI HANGAT DAN NIKMAT BERSAMA TEMAN LEBIH MENYENANGKAN, gua berarti ga boleh makan sendirian Ki !"


Rifki tepuk jidat.


"Edan !" ucap Rifki.


"Yang edan yang jual Ki ! Masa cuma isi setengah mangkuk harganya 70 ribu"


"Zizi aja yang beli ga protes Don ! Lu yang tinggal makan protes mulu"


"Hahaha, abisnya mahal banget, setengah mangkuk 70 ribu"


"Ya lu biasa makan tahlilan box rice, hahaha"


"Tahlilan box rice"


"Iya kan ? Hahahaa"


"Ada-ada aja namanya"


"Namanya juga anaknya pak ustad, hahaha, tiap malem jum'at kan dapat tahlilan box rice, hahaha"


Kemudian Doni pergi ke dapur untuk memanaskan makanan. Tak lama Doni kembali ke kamar sambil muntah-muntah.


"Lu kenapa Don ?" tanya Rifki yang sedang memegang buku.


"Oeeek !!"


Lalu Doni melempar makanan tadi dan menuju ke kamar mandi.


"Lah ?? Belum di masak ko lu muntah-muntah ?"


"Itu ! Oeekk !!" ucap Doni sambil menujuk ke arah dapur.

__ADS_1


Kemudian Rifki pun pergi ke dapur untuk melihat apa yang menyebabkan Doni muntah. Ia mencari-cari kesana kemari. Dan akhirnya ketemu juga di kolong meja dapur.


"Heemmm !! Pantes ! Lu makan ayam aja Doni muntah ! Lah ini lu makan tikus ! Udah kayak lele darat aja kamu ini !" ucapnya pada sesosok makhluk tak kasat mata.


Makhluk itu menatap Rifki tanpa berkedip. Kemudian ia menelan semua tikus itu dan mengelap darah yang ada dimulutnya. Rifki menelan ludah.


"Ko gua mual juga ya ? Oeek ! Ah elu !! Oekk !!"


Rifki pun segera menyusul Doni di kamar mandi. Namanya juga anak indigo, harus berteman dengan siapapun dong, termasuk makhluk halus.


Kadang ada yang datang dengan badan berlumuran darah dan sangat amis, tak jarang mereka sering di buat muntah, ada juga yang datang dalam keadaan tinggal beberapa bagian badan saja, yang lain katanya ilang dan belum ketemu.


"Ga jadi laper gue ! Oek !" ucap Doni.


"Hahahaa, seru tau ! ko bisa dia ngumpet di sana ?"


"Bukan ngumpet, pas gua masuk ke dapur dia lagi lari tuh nangkep tikus, kenanya di sana tuh tikusnya ! gua kira mau di buang kan ?, ehh tau-tau di gigit, oeek !! Aduuh lemes gue Ki !"


"Oalah, pantes saja, orang biasanya suka duduk di atas lemari, pas gue cari ternyata di kolong meja dapur, gua kaget lah"


"Tuh anak emang selalu bikin selera makan gua ilang tau ga ! Dari awal gua ke sini aja udah bikin ulahkan dia ?" tanya Doni.


"Oh iya, inget gua, pas dia makan ayamnya ibu kost di atas dinding tempat tidur lu ya ? Hahaha"


"Ayam masih seger ! Di gigit ya auto muncrat tuh darah ke gua. Kaget kan ? Darah apa nih ? Pas lihat ke atas, oalah elu !!"


"Hahaha"


***


Di kost putri.


Karena tangannya sakit Zizi jadi malas belajar. Ia hanya berbaring telentang menghadap langit-langit kamarnya. Dan ia merasa bosan.


Lalu terbesit di benak Zizi untuk memetik setangkai daun itu.


"Minta daunnya ya ? Buat di taruh di kamar ? Biar aestetik, hehe" ucapnya pada ranting beringin yang berkibas tertiup angin.


Ia memetiknya, daun itu sangat segar sekali. kemudian ia menaruhnya di dekat jendela itu. Karena bosan lagi, ia pun menutup jendelannya.


CETEKK !


"Tidur ah"


Ia merebahkan badannya ke kasur. Dan ia baru ingat bahwa ada tugas yang harus di kumpulkan besok.


Ia bangkit lagi dan segera mencarinya. Kemudian ia tepuk jidat.


"Haduuh ! Ketinggalan bukunya ! Huufh ! Ga apa-apalah, besok berangkat pagi lalu kerjakan, untung saja bukan di jam pelajaran pertama"


Ia merebahkan badannya kembali. Tak lama ia pun terlelap.


TOK TOK TOK !! TOK TOK TOKK !!


Samar-samar Zizi mendengar ada yang mengetuk jendelannya. Tapi ia tak mempedulikannya, ia melanjutkan tidurnya.


TOK TOK TOK !! TOK TOK TOKKK !!


"Ko makin keras ??"


Ia membuka matanya.


TOK TOK TOKK !! TOK TOK TOKK !!


Dua jendela di ketok semua secara bersamaan. Mustahil bila ada manusia iseng jam 11 malam dengan posisi jendela di lantai 4.

__ADS_1


"KEMBALIKAN !! KEMBALIKAN"


Zizi sayup-sayup mendengar kalimat itu.


"Apanya ??" tanya Zizi dalam hati.


TOK TOK TOKK !! KEMBALIKAN !!


"Kembalikan ??" tanya Zizi lagi.


JEDOORR JEDOR JEDOORR !!


Suara ketukan itu makin keras dan makin kencang.


"Kembalikan apanya ??" Zizi masih bertanya pada diri sendiri.


Suara itu udah ga ada, tapi tiba-tiba lampu mati nyala sendiri.


"Eh ! Eh ! Ehhh !! Apa ini ??"


Zizi mencoba menenangkan diri. Ia berusaha membaca ayat kursi 7 kali. Lampu itu normal kembali. Tapi tak lama kamarnya pun bergoyang seperti ada gempa bumi.


"Oalah !! Apa lagi ini !! Ko bergoyang ? Padahal ga setel musik dangdut"


Ia benar-benar merasakan di guncang hebat. Bahkan ia pun sampai jatuh dari kasurnya.


DUAKKK


"Aduuh !!"


Kamar itu masih bergetar, hingga barang-barang dan peralatan yang ada di kamar semua berantakan. Kaca jendela pun ikut berirama.


"Ya Allah, ada gempa di mana ini ? Kenapa sedahsyat ini ?? Tolong hamba ya Allah"


Tiba-tiba jatuhlah daun beringin itu tepat di hadapannya. Zizi kaget.


"Jangan-jangan karena aku metik daun ini tadi, makanya suruh di kembalikan ? Tapi, gimana cara mengembalikannya ??"


Guncangan itu tiba-tiba berhenti. Zizi berdiri sambil mengambil daun itu, lalu membuka jendela dan memasrahkannya kembali kepada pemiliknya.


"Maaf kan aku ya ? Aku ga tau kalau sebenarnya aku ga boleh memetiknya, makasih sudah di izinkan memasukannya ke dalam kamarku, ini aku kembalikan, tapi maaf, ga bisa menempelkannya, jadi aku taruh saja ya di daun yang lain ?" ucapnya sembari tersenyum.


Kemudian ia menutup jendela itu.


CETEEKK !!


Zizi kaget dan terbangun dari tidurnya.


"Loh ?? Mimpi ya ?" ucapnya bingung.


Ia pun memeriksa sekeliling, semua aman, barang-barang pun masih pada tempatnya semua. Kemudian matanya tertuju pada daun beringin di depan jendelanya yang ia petik.


Zizi tersenyum, lalu ia bangkit dari tidurnya dan membuka jendela itu.


"Maaf ya pohon beringin ?? Hehe aku ga tau, jangan marah ya ? Aku janji deh ga akan nakal lagi sama kamu, mmmuuuaachh (mencium daun yang ia petik) ini, aku kembalikan, terima kasih"


Ia meletakan daun itu di antara daun yang lain. Angin pun datang meniup kencang pohon itu, daun yang di petik Zizi pun jatuh melayang ke bawah.


Zizi jadi merasa bersalah pada pohon itu. Tapi mau gimana lagi, itu sudah terjadi. Kemudian Zizi menutup kembali jendela itu.


Ia mengambil hp dan melihat jam di sana. Ternyata baru pukul 02 : 04. Zizi tidur lagi.


Belum lama ia tidur, ia pun mendengar suara gamelan. Benar-benar jelas.


"Siapa yang malam-malam begini menyetel lagu seperti itu ? Bukankah itu nada dari gamelan ??"

__ADS_1


__ADS_2