Karisma Sang Pemilik Khodam

Karisma Sang Pemilik Khodam
Mengembalikan Kanaya


__ADS_3

Perkelahian sengit kali ini Zizi yang dapat mengalahkan Mayang. Mayang terjatuh berkali-kali. Ia pun berlari ke arah sesajen di sana.


"Kanaya dengarkan aku !! Aku memanggilmu..."


Setelah itu Mayang mengkidungkan lagu kesukaan Kanaya. Angin bertiup sangat kencang. Sambil bernyanyi ia mengambil pisau untuk mengancam agar Zizi tak berani mendekat.


"Bisakah kita berdamai May ??"


Zizi menutup telinganya kuat-kuat. Kepalanya berasa berputar-putar. Doni, Rifki dan Zidan pun mulai terbebas dari jeratnya Mayang. Mereka berkumpul.


"Kotaknya !!"


Kotak yang ada di tangan Zidan bergetar hebat. Kertas yang menempel di sana pun terbang terbawa angin. Suara tawa terdengar lepas di ruangan itu.


Kotak itu pun terlempar ke lantai dan mulai terbuka. Angin menerbangkan kertas-kertas dan gordeng di sana. Muncullah sosok Kanaya dengan wujud yang menyeramkan.


Mereka berempat segera berlari untuk sembunyi. Rifki dan Zidan, lalu Doni bersembunyi bersama Zizi.


"Hahahaaaa.... Dimana pun kalian, akan ku temukan, hahahahaa...."


Doni dan Zizi bersembunyi di ruangan yang dekat dengan jendela. Sesekali mereka mengecek apakah Kanaya sedang menuju mereka atau tidak.


"Gimana ?" bisik Zizi.


"Aman"


"Coba cek lagi ?"


Doni pun mengeceknya. Dan....


"Kanaya ada di depan jendela" ucap Doni lirih.


Zizi melotot ke arah Doni.


"Coba cek lagi"


Doni pun mengeceknya kembali.


"Hiks... Hiks... Masih"


BAAAAAA !!


AAAAAAAAAA


Mereka berhamburan entah kemana. Zizi di cegat Mayang dan di tarik kakinya.


"Lepasiiiin !!!"


Mayang pun menghanjar Zizi habis-habisan di sana. Doni, Rifki dan Zidan pun di hajar oleh Kanaya.


"HAHAHAAAAAAA"


Mereka berempat tak lagi ada daya untuk melawan. Sudah benar-benar pasrah. Kanaya mendatangi Zizi dengan membawa pisau.


"Tidak !!" teriak Mayang.


Kanaya pun menoleh ke arah Mayang.


"Sudah cukup ia tersiksa. Ini akan menjadi pelajaran buat dia !"


"Beraninya kau !!" ucap Kanaya dengan suara yang berat.


Mayang pun di cekik oleh Kanaya dan pisau itu mengarah ke matanya. Jantung Mayang berdegup kencang. Tiba-tiba terdengar suara....


"Bismillahirrohmanirrohim, Kulya i'badiyalladzina asrofu wa alaa angfusihim laatadnatu mirrohmatillah, innallaha yahfidzzuna jamii'a innahu huwal ghofurrurohiim"

__ADS_1


AAAAAAAAA


Kanaya menjerit kepanasan. Zizi memberi kode kepada Zidan. Zizi segera bangkit dan mencari kertas serta pulpen. Sedangkan Zidan segera mengambil kotak.


Mereka berdua bekerja sama menyegel Kanaya.sedangkan anak-anak kost yang lain terus saja melantunkan kalimat itu.


"Bismillahirrohmanirrohim, Kulya i'badiyalladzina asrofu wa alaa angfusihim laatadnatu mirrohmatillah, innallaha yahfidzzuna jamii'a innahu huwal ghofurrurohiim"


AAAAAAAAAAA


"Bismillah Zi ! Ayo lakukan..."


Mereka berdua pun mengambil nafas. Zizi melantunkan ayat yang paling tinggi dari ayat-ayat itu. Yang membuat para makhluk halus akan merasa hancur berkeping-keping bagian tulang belulang mereka. Terpotong-potong bagian tubuh mereka. Merasakan hancur lebur saat mendengar kalimat itu di bacakan 3 kali.


AAAAAAAA


Zidan pun bersiap menyegelnya. Bersamaan dengan Zizi ia pun dengan perlahan memasukkan kanaya ke dalam kotak.


"Doni ! Buka portal ke dunia lain Don !!" teriak Zidan.


"Baik ! Ki... Tolong jaga yang lain agar tak ada yang ikut masuk ke dalam portal"


"Iya Don"


Doni pun bersiap membuka portal dunia lain. Portal itu mulai terbuka sedikit demi sedikit. Angin pun berhembus sangat kencang di sana. Banyak benda ikut tersedot ke arahnya.


"Semuanya pegangan tangan yang erat ya !!"


"Bismillahirrohmanirrohim... Lempar kotaknya Zidaaan !!"


Kotak itu pun terlempar ke portal itu. Secara bersamaan Mayang ikut tersedot kedalamnya.


"Mayaaaaaang !!"


"Doniiii !!!!!"


Tapi kawan-kawannya bersyukur bahwa bisa menyegel Kanaya dan mengembalikannya ke dunianya.


"Huuufh ! Alhamdulillahirobbil 'alaamiin"


***


Suasana berkabung menyelimuti kost putri. Setelah acara pemakaman selesai banyak anak-anak yang lebih memilih pindah dari sana dan mencari kost lain dengan alasan takut.


Kini hanya tinggal beberapa anak saja yang masih tetap bertahan di sana. Sementara orang tuanya Aludra lah yang memegang koat itu.


"Besok lusa, adiknya Aludra datang ke sini, untuk menggantikan sebagai ibu kost di sini." ucap ibu separuh baya itu kepada Tasya.


Tasya hanya mengangguk dan terlihat lesu.


"Kalau adiknya Aludra ke sini ibu dan bapak akan pulang kembali ke rumah, kami sudah tak sanggup mengurus kost" ucapnya lagi kepada Tasya.


"Apakah adiknya bu Lulu masih kuliah ?" tanya Tasya.


"Tidak, dia baru saja bertunangan minggu lalu"


Tasya mengangguk-anggukkan kepalanya. Sementara ayah Aludra masih sibuk membantu anak-anak pindahan, bahkan mereka menyewakan mobil-mobil dengan bak terbuka untuk membawakan peralatan mereka ke tempat kost barunya.


"Sebaik itu ya mereka, gue jadi ga tega melihatnya" bisik Diana pada Zizi.


Zizi hanya tersenyum.


"Ya mau gimana lagi, mereka takut"


"Kan Kanaya udah ga ada, apalagi bu Lulu, dendam Kanaya udah selesai dong harusnya ?"

__ADS_1


"Semoga saja"


"Apa maksudmu semoga saja ?"


"Gue ada firasat lain" bisik Zizi.


DEGG !!


***


Di kost putra.


Terlihat Doni sedang menaruh barang-barang di luar kamar. Rifki sedari tadi hanya memperhatikannya saja. Tapi saat melihat sebuah ransel hitam marun ia langsung bangkit dan berlari ke arah Doni.


"Elu apa-apaan ? Ini semua barang-barang gue lu apain ?" tanya Rifki.


"Malam ini dan seterusnya gue ga mau tidur sama lu lagi" jawab Doni dengan santainya.


Sontak saja itu membuat Rifki marah.


"Ini kamar gue !! Kalau lu ga mau tidur sama gue ! Lu aja yang pergi dari sini !!" teriak Rifki.


Doni pun acuh tak acuh, kemudian menutup pintu kamar itu.


"Kurang ajar lu !! Doni buka pintunya !! Doon !!!"


Salah satu temannya mencoba menenangkan Rifki.


"Ki ! Udah ki !! Ke kamar gue aja ya ?"


"Pul ! Ini kamar gue !"


"Udah-udah !!"


"Don !! Lu ada masalah apa ama gue !! Ngomong sini ! Jangan diem aja ! Pengecut lu !!!"


"Ki !! Udah ki" ucap saipul sambil menarik Rifki menuju kamarnya.


Dengan terpaksa Rifki pun membawa barang-barangnya menuju ke kamar Saipul. Rifki masih terlihat murung dan duduk di ambang pintu.


"Udah Ki !! Kita maklumin aja, mungkin ini efek dari kehilangan Mayang" ucap Saipul.


"Lu pikir cuma Doni yang kehilangan !! Lu pikir gue ga sedih kehilangan Mega ?? Lu pikir gue ga stress ??"


"Yang sabar"


"Mayang masih ada kesempatan buat balik lagi ke sini ! Sedangkan Mega ? Nggak bisa Pul !! Ga bisa !!!"


"Iya, sudah-sudah, kita yang waras ngalah"


Rifki membuang muka dan benar-benar kecewa terhadap sikapnya Doni yang tiba-tiba saja berubah drastis.


"Yang membuka portal itu Doni sendiri, kenapa gue yang di giniin ??"


"Portal apa Ki ?"


"Portal dunia lain"


"Wah, kayak pintu ajaibnya Doraemon itu ya Ki"


Rifki melirik ke arah Saipul.


"Hehe, becanda, jangan gitu dong mukanya, nanti gantengnya ilang"


"Apaan sih lu !! Najis"

__ADS_1


"Hahahaaa.... Becanda ki, becanda ! Udah ah. Tuh beresin barang-barang lu ! Berantakan banget di kamar gua !"


"Males"


__ADS_2