
Kepala Zizi berasa berputar-putar. Bahkan ia tak sanggup membuka matanya. Ia terduduk di lantai sambil memejamkan mata dan menutup telinganya.
"Kamu kenapa Zi ?" tanya Rifki.
Zizi tak mampu menjawabnya. Ia merasa di sekelilingnya ada banyak makhluk halus yang sedang mendekat ke arahnya.
"Istighfar Zi" ucap Rifki
Suara Rifki seakan-akan hanyut oleh banyaknya suara yang Zizi dengar.
"Tenangkan pikiranmu, istighfar terus" komando Rifki.
Tapi suara Rifki benar-benar samar. Yang Zizi dengar dengan jelas ada alunan gamelan dan suara sinden yang terus mengalun-alunkan nada yang sangat halus dengan kidung jawanya.
NING NONG NING DUNGGG
NING NONG NING GUUNGGGG
Tiba-tiba saja Zizi berdiri dan matanya menatap ke satu arah. Tubuhnya mulai bergerak mengikuti irama yang ada di fikirannya.
Ia menari dengan sangat luwes sekali. Sontak saja semua yang ada di sana kaget dan ketakutan.
"Panggil pak ustad kemari" perintah gurunya.
Satu orang berlari keluar untuk memanggil pak ustad itu. Zizi terus saja menari dan terlihat menikmatinya. Sedangkan dari tadi Doni terus menerus memperhatikan Mega.
Tak tahan dengan Mega, Doni pun menariknya keluar dengan paksa.
"ih !! Lepasin ! Sakiiiit !! Kasar banget sih !" ucap Mega.
"Diam lu !! Dari mana lu dapatin simbol ini ??" kata Doni sambil menunjukan gambar yang ada di telapak tangan Mega.
Mega tak menjawab.
"Zidan ??? Lu berteman sama dia ?"
"Ga boleh ??"
"Itu hak lu ! Tapi harusnya lu telusuri dulu siapa Zidan !!"
"Anak IPS"
"Hapus tanda itu sekarang !!"
Baru selesai Doni bicara tiba-tiba anak-anak yang kerasukan itu mendekati mereka.
"Don !! Ini kenapa ??"
"Mereka lihat simbol itu lah gobl*k !!! Aarghhh"
"Terus gimana ??"
"Gua tadi bilang hapus !! Hapuus !!"
"Ya pakai apa ?? Ludah ?? iuh ! Jijik lah"
"Sudah terlambat !!"
"Gua ga tau kalau bakalan jadi begini !!"
"Lu gobl*k !!"
"Kasar banget sih ngomongnya !!!"
"Lebih baik kasar tapi jujur daripada kalem tapi menyembunyikan sesuatu !!"
"Apa maksud lu ??"
"Punya otak kan ?? Pikirlah !!"
Mereka berdua bener-bener terkepung oleh anak-anak yang kerasukan. Bahkan tidak hanya 5 anak saja, melainkan lebih dari 10.
Doni memejamkan matanya dan menarik nafasnya. Mata indigonya mode on. Ia mulai melihat ada banyak sekali makhluk di sana. Bahkan sekolahan itu nampak gelap oleh kabut hitam.
"Mega ?? Lu ko diem ??"
Saat Doni menoleh ke arah Mega ternyata ia sedang terpaku manatap Zizi yang sudah ada di sana juga.
"Mega ? Are you ok ??"
"Don ! Zizi serem banget, gimana ini ??"
"Jangan perlihatkan simbol itu, tetap sembunyikan !!"
"Tapi mereka udah pada tau !! Percuma lah Don !"
"Nurut ama Gue !! Jangan jauh-jauh dari gue !! Lu dalam bahaya !"
"Hiks hiks hiks !! Don gue takut !"
__ADS_1
"Sembunyikan simbol itu !!" teriak Doni.
"Iya !! Ga usah teriak ! Gua denger !!!"
"Sembunyiin cepeeet !!!"
Tiba-tiba ada makhluk yang menyerang Doni dari belakang. Ia melompat dan menendang Doni.
DUAAKKK
Doni tersungkur. Pandangannya benar-benar kabur. Kabut hitam dimana-mana.
"Mega !! Lu dimana ?? Lu baik-baik aja kan ?" teriak Doni.
Di sana hanya ada tatapan mata dari mata-mata merah yang menyala dan di kelilingi kabut hitam yang tebal.
"Mega ??!!"
Tiba-tiba ada bayangan yang cepat melintas di depannya. Doni kaget dan segera mencari kemana arahnya pergi.
"Apa yang bisa menangkal kabut ini ??" tanya Doni dalam hati.
Ia mencoba terus berjalan dalam kegelapan itu.
"Kemana semua orang ??"
Saat Doni sedang berjalan lagi-lagi ia di tendang dari belakang. Makhluk itu punya kecepatan lari yang sangat hebat. Doni menoleh ke belakang dan mencoba mencarinya.
Tiba-tiba kakinya ada yang menariknya dan membuat Doni terjatuh.
DUUAKKK
"Aduuuh !!"
Saat ia terjatuh ia melihat bahwa kabut hitam itu berada di atas mata kaki ke atas saja. Berarti ia masih bisa melihat dengan cara tengkurap. Karena di bawah sana benar-benar masih terlihat terang.
Doni mencoba meraih kaki salah satu di antara mereka yang terlihat lewat di depannya.
"Aaargghh !! Siaaal !! Ga kena !!"
Ia mencobanya lagi. Tapi ia malah yang di tarik oleh makhluk besar penghuni sekolahan itu. Air liurnya yang terus menetes menimbulkan bau yang sangat menyengat.
Doni terus mencoba menggapai sesuatu, namun ia tak bisa.
"Sial ! Ini bukan dunia manusia !!" kata Doni yang baru saja sadar saat percobaannya selalu gagal.
***
GERIIITTT
"Yuk masuk !" ajak Heru kepada Deca dan teman-temannya.
Tapi saat ia baru melangkahkan kaki ia terkejut melihat Bima.
AAAAAAA
Semua yang ada di sana pun kaget.
"Bim ! Lu ngapain kaya kelelawar gitu ?" tanya Indra temannya Heru.
"Yank, itu Bima ko makan melati ya ?" kata Deca.
"Lah iya ya ? Ko makan melati ?"
"Mana mukanya pucet banget gitu lagi Her !"
"Gua juga heran dia doyan makan tapi ko pucet gitu ya ?"
Tiba-tiba Bima turun dan menatap ke arah Heru.
"Manusia yang tidak berguna !!" ucap Bima dengan menatap tajam ke arah Heru.
"Suaranya ??????" tanya Heru.
"Bima kesurupan Her !!"
"Waduh gimana ini ??"
"Aku ga suka ada minuman haram itu di sini !!!" teriak Bima.
"Tapi ini minuman favoritmu Bim" jawab Heru.
"Huahahahaaa"
Sontak saja Deca langsung memeluk Heru dan teman-teman yang lain pun ngumpet di belakang Heru.
"Bim ! Lu becanda kan ??" tanya Heru.
Bima terdiam.
__ADS_1
"Oeekkk !!"
Tiba-tiba Bima muntah lagi.
"Bim ??"
Sorot mata Bima makin tajam. Ia kembali makan melati itu dan duduk di sofa.
"Ooeekkk !!"
Heru bingung. Apa yang harus ia lakukan.
"Bim jangan di paksa kalau lu emang ga doyan melati" kata Heru.
PRAAAANGGG
Suara piring pecah itu membuat semua yang ada di sana menjadi diam memantung. Jantung mereka berdegup kencang.
Bima mendekati Heru dan mengambil semua minuman yang ada di kantong plastik itu.
PRAAANGG
PRAAANNGGG
PRAANGGGGG
Semua botol itu pecah dan hancur sebelum mereka nikmati. Heru hanya diam saja.
"Gua boleh cabut dulu ga Her !" kata Dani.
"Iya Her ! Adik lu kurang ajar ! kita iuran beli minuman tapi malah di pecahin gitu, rugi gua Her !" ucap indra.
"Ntar gua ganti, jangan pada pergi dulu, bantuin gua nanganin Bima"
"Panggil ustad aja yank"
"Ok ! Tungguin ya ? Gua pergi bentar" kata Heru.
"Huahahahaaa, pergi sana yang jauh jauuuhhh banget" ucapnya sambil melempari Heru dengan pecahan botol.
Tak lama pak Ustad pun datang. Ustad itu pun kaget saat melihat Bima sudah bergelantungam di langit-langit ruang tamu itu dalam keadaan terbalik tanpa tali.
"Astaghfirullahal adziiim"
"Iya pak, itu adik saya yang tadi saya ceritakan tadi"
Semua anak-anak yang ada di situ langsung berlarian mendekat ke arah pak Ustad.
"Dia kesurupan apa pak ustad ?? Hantu kelelawar ya ?"
"Batman dong"
"Hantu penunggu sungai pertigaan depan sana"
HAH ????
"Masih untung anak ini masih hidup, tidak di jadikan suami olehnya" kata ustad itu.
"Suami ? Dia masih kecil pak ustad"
"Hantu tak mengenal besar kecilnya manusia, yang mereka tau bahwa yang memasuki daerah kekuasaan mereka ya harus jadi milik mereka"
DEEGGG !!
"Ga pak ustad !! Adik saya ga boleh ikut mereka !"
"Baiklah, saya akan bacakan do'a pengusir jin"
"Kan dia ketempelannya setan ? Ko di bacain do'a pengusir jin ??"
"Huahahahaaaa, manusia bodoh !! Bodoh kamu bodoh !!!"
"(Berkomat kamit membaca sebuah do'a) Pergilah !! Jangan mengganggu anak ini !" ucap ustad itu.
"Anak ini yang menggangguku !!"
"Saya atas nama anak ini minta maaf atas ketidaktahuannya, mungkin dia hanya singgah sebentar untuk beristirahat"
"Tidak !! Dia memasuki daerahku tanpa izin ! Tanpa permisi !!"
"Audzubillahiminasyaitonirrojiim... Bismillahirrohmanirrohiim..."
"Tunggu tunggu tunggu !! Baiklah aku akan keluar dari tubuhnya tapi aku akan tetap bersama dengannya !" ucap Bima.
"Sampai kapan akan selalu bersamanya ?" tanya ustad itu.
"Sampai dia sadar dan mau minta maaf ! Hahahaha"
"oeekkk !!"
__ADS_1
Tiba-tiba Bima pingsan.
"Biiim ??!!!" teriak Heru.