
***
"Zi, gimana perkembangan Mega soal nyanyiannya ?" tanya Nia.
Zizi menoleh ke arah Mega.
"Udah bagus ko, cuma kurang di latih aja sih menurutku" jawab Zizi.
"Ga ko, suaraku jelek banget, kayak kaleng di pukulin tau ga ? Ha ha haa" kata Mega.
"Nggak ko, suaranya bagus, kalau sering di asah juga nanti tambah bagus malah, kayak Lyodra Ginting, hehe" ucap Zizi.
"Gimana kalau nanti kita latihan bareng ? Jam istirahat misalnya" kata Rita.
Lagi-lagi Zizi menoleh ke Mega.
"Aku sih terserah Zizi aja" ucap Mega.
"Boleh deh, nanti kita coba" kata Zizi.
"Sekarang aja gimana ? Pelan-pelan, mumpung gurunya belum ke sini" celetuk Rita.
"Nyanyi jawa tuh ga bisa pelan, nada dan cengkoknya harus pake suara yang jelas" kata Zizi.
Mega sebenarnya takut kalau harus mendengarkan Zizi menyanyi lagu jawa lagi. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Jadi, mau ga mau ya harus ia lanjutkan.
Walaupun Mega merasa ia sudah salah jalan. Ia mulai cemas karena kata Zidan Zizi itu punya khodam. Sudah pasti khodam itu tidak akan tinggal diam saat tau kalau sebenarnya Mega mau mencelakai Zizi.
"Apa aku tanyakan dulu kali ya ? Soal masalah ini sama Zidan ?" ucap Mega dalam hati.
"Sebenarnya apa yang di sembunyikan Mega dariku, dia terlihat menyimpan sesuatu ?" tanya Zizi dalam hati.
"Coba aku coba, e... Lagunya gimana ?" tanya Rita.
"Lingsir wengi" jawab Nia.
"Jangan yang itu, serem ah !" kata Rita.
"cublak-cublak suweng ? Ha ha haa" ucap Nia.
"Lagu yang di latih sama Zizi apa Mega ?" tanya Rita.
"Nyata kowe wasis" jawab Mega.
"Hah ? Ada ya ?" tanya Nia.
"Ada, itu lagu dari Jawa Tengah" jawab Zizi.
"Oh gitu ya ?" kata Rita.
Mendengar ucapan Zizi saja Mega sudah bergidik merinding saat Zizi mengucapkan judul lagu itu. Tapi Mega berusaha menutupinya.
Mega berusaha memainkan pulpen supaya ketakutannya tidak di lihat oleh teman-temannya. Kadang ia mencoba membuka-buka halaman buku saat mereka sedang ngobrol.
"Aku ke toilet sebentar ya ?" kata Mega.
"Nanti di cariin guru loh ? Ini udah bell masuk kelas !" kata Nia.
"Bentar doang ko" ucap Mega sambil berlari keluar.
"Tumben ga minta di temenin ?" tanya Rita.
Tak lama guru pun datang dan pelajaran pun di mulai. Tapi Mega tak kunjung kembali. Ia memang beneran menuju ke toilet, tapi niat sebenarnya adalah untuk bertemu Zidan.
"Biasanya dia muncul dimana pun aku berada, tapi ini kenapa ga ada ?" ucapnya dalam hati sambil terus melihat ke segala arah.
Mega masih berdiri di luar toilet itu. Ia ragu antara masuk atau tetap di luar. Ia mencoba melangkahkan kaki tapi ia tarik keluar kembali.
__ADS_1
"Masuk ga ya ?? Sepi banget lagi, di dalem ada orang ga ya ?" ucapnya dengan ragu-ragu.
Ia menarik nafas lalu mencoba memasuki ruangan itu. Langkah kakinya terdengar jelas olehnya sendiri di ruang itu. Ia mendekati tempat cuci tangan dan mulai bercermin.
"Zidan ? Apa kamu di sini ?" tanya Mega pada bayangannya sendiri di cermin.
SETTTTTTT
Sekilas terlihat bayangan putih lewat di belakangnya tepat dengan lampu yang berkedip-kedip.
"Tolong jangan nakut-nakuti aku ya ?" ucap Mega.
TAP TAP TAP
Suara derap langkah kaki mulai mendekat. Mega tetap memantau dari cermin. Ia tak berani berbalik arah. Karena dari pantulan cerminpun tak ada siapapun.
Suara itu tiba-tiba senyap. Mega heran. Ia buru-buru keluar dari toilet itu. Tiba-tiba...
DUAKKK
Ia menabrak seseorang.
"Sorry sorry, ga sengaja" ucap Mega.
"Segede gini ga lihat lu ?" kata anak itu dengan nada marah.
"Maaf aku buru-buru" ucap Mega kemudian lari meninggalkan ruangan itu.
***
Bell pulang sekolah berbunyi. Semua siswa mulai ribut kesana kemari.
"Maaf ya Mega, tadi pas istirahat ga bisa nglatih kamu nyanyi, soalnya tugas banyak banget" ucap Zizi.
"Ga apa-apa ko, aku juga tau, kan kita juga sama-sama sibuk ngerjain tugas masing-masing" kata Mega.
"Lu mending cuma capek ! Lah gua laper juga, cemilan gua di ambil Rifki" kata Rita.
"Kelaperan juga dia" ucap Nia.
"Nanti malam ya kalau ada waktu" kata Zizi.
"Siiip, tenang aja" ucap Mega.
Tiba-tiba di tengah perjalanan Zizi di panggil kakak kelas.
"Zilvana !!" panggil anak itu dengan nada kenceng karena jarak mereka agak jauh.
Zizi, Mega dan yang lain pun menghentikan langkahnya kemudian menoleh ke arahnya.
"Siapa zi ?" tanya Nia.
"Ga tau" jawab Zizi.
"Ya udah, kita pulang duluan ya ?" tanya Mega.
"Ok !" jawab Zizi.
"Daaagh Zizi !" kata Rita.
"Daaagh semuanya" balas Zizi.
Anak itu pun kemudian menghampiri Zizi.
"Zilvana kan ?" kata anak itu.
"Iya kak, ada apa ya ?" tanya Zizi.
__ADS_1
"Aku Safira, bisa ikut sebentar ga ke belakang ?"
Zizi menoleh ke belakang lalu menganggukkan kepala. Mereka pun mulai berjalan ke sana sambil ngobrol-ngobrol.
"Oh, kakak ini anak IPS ?"
"Iya, dan"
Ia menghentikan ucapannya. Zizi menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Safira.
"Dan ??? Apa kak ?" tanya Zizi.
Tiba-tiba ia mendorong Zizi sampai jatuh.
"Dan aku pacarnya Bima !!!"
"Aduuh"
"Gara-gara kamu !! Bima mutusin aku !! Kamu tuh jadi anak gatel banget sih !!" ucapnya sambil terus mendorong badan Zizi.
Posisi Zizi masih dalam keadaan jatuh di tanah, dan ketika hendak mencoba berdiri ia selalu di dorong oleh Safira. Hingga posisinya tetap dalam keadaan jatuh dengan kedua siku tangannya mulai berdarah karena terbentur kerikil kecil.
"Maaf kak, kakak salah faham !"
"Salah faham ?? Udah jelas-jelas semua anak di sekolahan ini juga tau ! Kalau Bima naksir sama kamu !"
Zizi mencoba bangun tapi lagi-lagi Safira menjatuhkannya. Posisinya kini Safira berada di atas perutnya Zizi walau pun ga nempel ( Paham lah ya ? Posisinya gimana ? Hehe ).
"Woy !!"
Safira langsung menoleh ke belakang.
"Bima ?"
***
Di UKS.
Bima mencoba mengobati siku tangannya Zizi yang berdarah.
"Aduuh kak, periih"
"Tahan tahan, aku tiupin ya ?"
"Udah kak udah, ga apa-apa ko"
"Emang bener-bener tuh Safira, sorry gara-gara kakak kamu jadi kaya gini"
"Ga apa-apa ko kak"
"Aku ambilin minum dulu ya ? Kamu tunggu sini"
"Iya kak, makasih kak"
Tak lama Bima pun datang membawa minuman untuk Zizi. Karena kedua tangan Zizi sakit ia pun membukakan botol minuman itu dan meminumkannya ke Zizi.
"Maaf ya kak, malah jadi ngrepotin ?"
"Nggak ko, santai aja, ini kan penyebabnya gara-gara kakak juga"
Tak lama Zizi pun merasa mengantuk. Rasanya berat sekali matanya. Ga kuat kalau harus di tahan.
"Kamu kenapa zi ?"
"Aku ngantuk kak, aku tiduran dulu ya ?"
Bima tersenyum.
__ADS_1