
Mata Heru berbinar melihat Sofia tergeletak di tanah. Ia sedikit merasa bersalah. Zizi segera bangkit.
"Beraninya sama perempuan !! Banc* lu !!" maki Zizi kepada Heru dengan nada emosi yang tinggi.
"Kurang ajar !! Ngomong apa lu ??" pekik Heru.
PLAAAKKK
Heru menampar pipi Zizi dengan kerasnya.
AAAUUUHHH !!!
Zizi mulai geram, mukanya berubah merah dan menatap tajam ke arah Heru.
"Sudah cukup Her !! Aku muak lihat semua ini !!" ucapnya dari arah belakang Heru.
Heru menoleh ke arah belakang dan kaget.
"Harimau putih ???"
Harimau itu langsung menerkam Heru dan membuat Heru tak mampu melawannya.
DUAAAKKK !!
Harimau itu di tendang oleh Darmaji. Terlihat Harimau itu marah dan segera menyerang balik ke Darmaji dan Heru.
Heru mulai tergeletak lemas. Nafasnya mulai terputus-putus. Luka cakaran ada di mana-mana.
"Bodoh !!! Mengapa kau tak bisa melindungiku !! Aaaaahh ! Sakiiiiit !!" teriak Heru memaki Darmaji.
"Apa kau tak lihat situasi dan kondisinya !!"
"Lakukan sesuatu cepat !! Sakiiiit !!"
Darmaji mulai duduk bersila dan memejamkan matanya. Keluarlah asap hitam dari balik punggungnya.
"Gawat !!" teriak Doni.
Doni mencoba menguatkan diri untuk berdiri tapi tenaganya begitu lemah, bahkan ia tak mampu mengeluarkan khodamnya.
Asap itu makin membumbung tinggi dan besar. Heru mamperhatikan dengan sungguh-sungguh. Sedangkan Rifki hanya bisa menunduk pasrah.
Zidan mencoba mengumpulkan tenaganya sedikit demi sedikit. Zizi masih berada di samping harimau putih itu.
Muncullah makhluk hitam berbulu dan bermata merah menyala. Semua yang ada di sana pun kaget termasuk Mega dan Sofia.
"Njiiir !! Apaan itu Sof !!"
"Macam genderuwo"
"Itukah wujud khodam ???"
"Khodam ??"
Harimau putih itu tengah bersiap menerkam makhluk itu. Makhluk itu berusaha menghindar dan terjadilah perkelahian diantara para khodam.
"WAAARRGGHH !!"
Sementara Darmaji bersiap melawan Zizi yang kini di tinggalkan oleh harimau putih itu. Di tangannya Darmaji mulai mengumpulkan ajian untuk bisa mengalahkan Zizi.
"Hahahaha"
Selama ini Zizi memanglah tak pandai dalam skill bertarung. Ia hanya beruntung karena para khodam selalu melindunginya. Tak ketinggalan kawan-kawannya pun selalu ada di saat ia membutuhkan pertolongannya.
__ADS_1
"Bersiaplah Zizi" ucap Darmaji sambil melayangkan sebuah mantra pada Zizi.
"Tidaaaaaakkk !!" teriak Mayang sambil menghalau mantra itu.
Dan, akhirnya Mayang lah harus terkena mantra itu.
"Mayang !!" teriak Zizi saat melihat ia terjatuh di hadapan Zizi karena terkena mantra dari Darmaji.
"Ukhuk ukhuukk !!"
Zizi mencoba memangku kepala Mayang. Tapi darah malah keluar dari mulutnya. Doni semakin geram melihatnya. Namun ia tak mampu berbuat apapun. Aksesoris itu tak mampu ia cabut dari badannya.
"May" ucap Doni lirih sambil menundukkan kepalanya.
"Mamaaaaaaa !!!"
Semua mata menoleh ke sumber suara. Seorang anak kecil perempuan tengah berlari menghampiri Mayang.
"Diandra" ucap Zizi lirih.
Sayup-sayup Mayang membuka matanya. Ia bahkan tak mengenali anak itu. Diandra memeluk Mayang dan mengelus pipinya.
"Mamaa"
Mega melongo melihat pemandangan ini. Ia begitu heran melihat Diandra yang harusnya baru bisa berjalan namun ia sudah mampu berlari dan ucapannya mampu di pahami semua orang.
"Itu anaknya Mayang ?? Ko udah gede ya ??" tanya Mega dalam hati.
Diandra mulai menoleh ke arah Darmaji dengan tatapan penuh amarah.
"Kamu selalu saja menyakitinya !! Aku benci sama kamu !!" ucap Diandra.
Darmaji mengernyitkan dahi.
"Aku tidak ada urusan dengan anak bayi macam kau !" Ujar Darmaji.
DEGG !!
"Anakku ?? Kau !! (menoleh ke arah Mayang) jadi kau yang di tukar oleh seekor kucing waktu itu oleh Mayang ??!!"
Diandra tak menjawab. Ia masih ingat saat itu dengan terpaksa Mayang harus membunuh seekor kucing dengan menggunakan batu yang ada di dekatnya. Sambil gemetaran ia mencoba berusaha sekuat tenaga membunuhnya agar bisa menggantikkan posisi Diandra.
"Kau datang kemari untuk menyerahkan sukmamu ?? Atau kau hanya ingin di akui sebagai anak olehku ?? Hahahaaa !!"
"Aku ga butuh ayah macam kau !! Selalu menggunakan kekerasan untuk sebuah masalah !! Lihatlah mama sekarang !! Dia terluka karenamu !!"
"Siapa yang mendidikmu sehingga kau tumbuh menjadi anak yang berani melawan ayahmu ??"
"Aku di didik oleh sikapmu !"
Darmaji mendekati Mayang. Zizi yang ada di sampingnya di dorong sampai jatuh.
"Aduuh !!"
Darmaji menarik rambut Mayang.
"Kau bisa apa jika kau melihat mamamu tak berdaya seperti ini ??"
Mayang sudah tak mampu mengeluarkan kata-kata lagi. Ia hanya bisa meneteskan air mata.
"Tidak akan ku biarkaaan !! Hiiaaakkkk !!!"
Lalu tiba-tiba saja Diandra menyerang Darmaji. Darmaji mencoba menangkisnya. Mereka berkelahi layaknya masha and the bear. Diandra sambil berlarian dan ketawa-ketiwi sedangkan Darmaji penuh emosi.
__ADS_1
"Anak si*lan !! Sini kau ! Jago juga kau rupanya ya !!" ucap Darmaji sambil ngos-ngosan.
Kemudian Diandra terdiam. Ia melayangkan sebuah jurus ke arah Darmaji. Tapi sayang jurusnya meleset karena Darmaji menghindari jurus itu, dan hampir saja jurus itu mengenai Rifki. Tapi Mega langsung menghalaunya.
"Rifki awaaaaaasss !!! Aaaaagghh"
Mega malah terkena jurusan itu.
"Mega !" teriak Zidan.
Mega pun terjatuh di pelukan Rifki.
"Ki ! Sakit Ki...."
"Bertahanlah Mega" ucap Rifki sambil berusaha menegakkan badan Mega.
Tapi Mega terlalu lemah, ia pun hampir jatuh ke tanah.
"Mega !"
Diandra melanjutkan menyerang Darmaji kembali. Kekuatannya seperti bukan kekuatan anak seusianya. Bahkan kini Darmaji mulai kewalahan. Darmaji akhirnya menggunakan tenaga dalam untuk sedikit menjaga jarak dengan Diandra.
"Hiaaakkk !!"
Diandra sedikit tersungkur ke belakang.
SRRRIIIITTTTTTT
Darmaji mengeluarkan jurusnya untuk menghabisi Diandra. Diandra memejamkan matanya. Saat Darmaji hendak menghentakkan kakinya Diandra sudah tak ada lagi di tempat.
"Kemana anak itu ?" tanya Darmaji sambil berputar mencarinya.
"Aku di sini... Hahaha"
"Aku di sini.... Hahaha"
"Aku di sini... Hahaha"
Suara itu benar-benar membuat Darmaji tak berkonsentrasi. Tiba-tiba Diandra muncul dan menendang Darmaji hingga ia tersungkur jatuh.
"Ukhuukk !!"
"Kak Zi !! Bisakah bacakan mantra ini" teriak Diandra sambil melempar sebuah keras.
Zizi segera menangkapnya dan membukanya. Lalu di bacakan mantra itu keras-keras. Suara dengung mulai memekakkan telinga. Bahkan Diandra sendiri mulai terlihat lemas. Tapi ia berusaha untuk tetap kuat.
Darmaji menutup kedua telinganya. Khodamnya pun mulai mengecil dan menghilang, kemudian terdengar suara pecahan beberapa aksesoris.
"Alhamdulillah... Gelangnya pecah"
Diandra bersiap untuk menghentakkan tangannya di dada Darmaji. Ia tak mau melewatkan kesempatan. Mumpung Darmaji masih dalam kondisi lemah.
Zizi mendekat ke arah Diandra.
"Mau di bantu ??"
Diandra menoleh dan tersenyum. Lalu mereka berdua pun bersama-sama menghentakkan tangannya di dada Darmaji.
AAAAAAAAAA !!!
Doni segera berlari ke arah Mayang. Menyuruhnya untuk duduk bersila bersama dan melantunkan sebuah sholawat serta do'a. Doni menyerap semua energi Darmaji dan membaginya kepada Mayang.
Seperti perjanjian mereka berdua, mereka akan mengambil khodam Darmaji. Mayang pun telah melakukan beberapa ritual, seperti puasa dan ritual lainnya.
__ADS_1
Mayang merasakan rasa sakit yang begitu hebat saat khodam itu di tarik dan hendak di kuasai olehnya. Sedangkan Darmaji masih mengerang kesakitan, di tambah lagi khodamnya di rebut paksa oleh Mayang dan Doni.
"Awas saja kalian berdua !!!"