
"Dimana aku ??"
Ia berada di sebuah lapangan yang luas. Di sana ada banyak orang berlalu lalang.
"Alhamdulillaah, sadar juga kamu zi" ucap Rifki.
Zizi mencoba bangun dari tidurnya. Ia mendengar dan melihat Rifki, tapi ruangannya berbeda. Bahkan ia rebahan di atas pasir. Di sana gersang tak ada pepohonan sama sekali.
"Dimana aku ?" tanya Zizi.
"Di UKS"
"UKS ??" tanya Zizi.
Zizi bingung karena yang ia lihat adalah sebuah lapangan yang luas. Tapi Rifki bilang ia di UKS.
"UKS alam ghoib ??" tanya Zizi dalam hati.
"Ini, minum dulu, jangan lupa ucap bismillah" kata Rifki.
Zizi mengambil gelas itu dan meminumnya.
"Bismillahirrohmanirrohim" ucap Zizi.
Rifki tersenyum.
CRIINGGG
Seketika ia berada di ruang UKS bukan di lapangan lagi. Makin heranlah dia. Lalu datanglah pak kepala sekolah dan Doni.
"Syukurlah kamu sudah bangun" kata pak Agung.
"Saya kenapa ya pak ?" tanya Zizi.
"Kamu itu pingsan dari jam 1 siang"
"Hah ?? Sekarang jam berapa ?"
"Jam 7 malam"
Zizi tepuk jidat.
"Yang lain dimana ? Yang lain ga apa-apa kan pak ?" tanya Zizi.
"Yang lain siapa ?"
"Mega"
Pak Agung bingung.
"Ga ada yang kenapa-napa ko Zi" kata Doni.
"Kamu sebenarnya pingsan kenapa ?" tanya pak Agung.
"Aku ga pingsan ko pak ?" jawab Zizi.
Pak Agung, Rifki dan Doni tersenyum melihat jawaban Zizi.
"Mungkin otaknya masih loading pak" ucap Doni.
"Kamu tuh bikin panik semua anak yang ada di kelas tau ga Zi" kata Rifki.
"Buat panik gimana ?"
"Ya tiba-tiba aja pingsan saat Mega maju kedepan"
"Bukannya Mega kesurupan ya ??" tanya Zizi.
__ADS_1
"Kesurupan ?? Ga ada yang kesurupan Zi"
Zizi benar-benar bingung. Apa yang sebenarnya terjadi ? Bahkan ia sampai tau kalau ibu kost mengumpulkan anak-anak dan di tanyai satu per satu siapa yang melanggar aturan.
Zizi masih terdiam memikirkan apa yang sebenarnya telah terjadi. Apakah ini hanya mimpinya ? Atau ini adalah sebuah pertanda ?
"Makan dulu ya Zi" kata Rifki mengagetkan lamunan Zizi.
"Ga usah Ki"
"Ini loh, buburnya masih anget, baru saja di belikan sama Doni"
Zizi menoleh ke arah Doni dan pak Agung yang sedang berbincang. Sepertinya memang tidak terjadi apa-apa. Mungkin ini hanya halusinasi semata.
"Aku harus pulang Ki ! Nanti pasti bu Lulu marah"
"Pak Agung sudah menelpon bu Lulu ko, katanya nunggu kamu bangun aja, ga apa-apa telat, cuma sekali ko, lagian kan karena ada halangan juga. Kecuali telat pulangnya karena di sengaja baru bu Lulu marah, katanya gitu Zi"
"Oh gitu ya"
"Habis makan nanti ku antar pulang"
"Ya udah deh"
Setelah itu Zizi pun di antar pulang sama Rifki. Mereka menuju parkiran motor. Di sana Zizi melihat ada sesosok bayangan hitam yang lewat dengan cepat.
"Ki bentar ki, kayak ada yang lewat"
"Ga ada lah Zi ! Ini udah malam. Udah ga ada anak di sini"
"Haduuh, mata gue kenapa sih ?" tanya Zizi dalam hati.
Zizi merasakan bulu kuduknya berdiri semuanya. Ia juga merasa ga aman. Berasa ada yang mengikutinya, mengintainya dan memperhatikannya.
Mereka pun menaiki motor dan pergi. Tanpa mereka sadari sebenarnya memang makhluk besar hitam itu mengintai mereka dan memperhatikan mereka terus menerus.
Makhluk yang tadi pagi di lihat oleh Mega. Makhluk yang besar dan hitam, yang air liurnya terua menetes, sorot mata merah tajam dan tingginya melebihi gedung sekolahan.
***
TOK TOK TOK
"Syukurlah kamu pulang juga Zi, ibu sangat khawatir mendengar kabarmu dari kepala sekolah" sambut bu Lulu.
Zizi hanya diam saja. Tatapannya bahkan kosong. Ia berjalan menuju tangga.
"Mau di antar ke atas zi ?" tanya bu Lulu sedikit teriak karena Zizi sudah agak jauh.
Zizi masih diam saja. Bu Lulu menoleh ke gerbang.
"Dia di antar siapa ya ?"
Kemudian ia menutup lagi pintunya dan menguncinya. Bu Lulu mencoba mendongak ke atas untuk melihat Zizi, tapi Zizi sudah tak terlihat lagi. Ia pun beranjak dan pergi menuju kamarnya.
TOK TOK TOK
Lulu menoleh ke arah pintu.
"Siapa lagi ?" ucapnya sambil berjalan kembali menuju pintu.
"Assalamu'alaikum ? Maaf ya bu telat" ucap Zizi sambil bersalaman dan mencium tangan Lulu.
Sontak saja Lulu kaget dan bingung.
"Kamu baru pulang ??" tanya Lulu dalam keadaan linglung.
"Iya bu, maaf ya bu"
__ADS_1
"Kamu pulang sama siapa ?"
"Saya di antar teman saya" ucap Zizi sambil memperlihatkan Rifki yang hendak putar balik.
Lulu melihat ke arah gerbang. Dan benar, di sana ada seorang lelaki yang mengendarai motor. Anak itu menganggukkan kepala pertanda izin pamit pulang. Lulu melongo melihat pemandangan itu.
"Zi naik ke atas dulu ya bu ? Mau istirahat"
"Iya iya"
Kemudian Lulu mengunci kembali pintu itu sambil terus bertanya-tanya dalam hati. Ia masih sangat heran dengan kejadian ini.
"Terus yang tadi siapa ???" tanya Lulu.
***
Di rumah Bima.
Bima yang melihat kakaknya ga keluar rumah bertanya sambil membawa segelas soda. Soalnya tumben jam segini Heru masih betah di rumah.
"Lu ga keluar kak" tanya Bima.
"Gua baru pulang beg* !! Dari kemarin gua pergi !" jawab Heru.
"Hahaha ! Sorry sorry. Gua lupa, ehh lupa apa ga tau ya ??"
"Lu sendiri ga keluar ??"
"Haduuh ! Pengin keluar sebenarnya, tapi akhir-akhir ini badanku sering pegel. Cape banget. Dikit-dikit lelah, dikit-dikit cape" ucap Bima sambil duduk di samping Heru dan menaruh gelasnya di meja.
"Kurang darah kali lu"
"Apa iya ya ?? Coba deh nanti gua cari obat tambah darah"
"Beli aja di apotek" kata Heru sambil mengambil gelas soda milik Bima dan meminumnya.
"Ngantuk gua !"
"Tinggal tidur aja apa susahnya"
"Sebenarnya gua pengin tidur ! Tapi takut, tiap tidur mimpinya itu serem banget"
"Ya tinggal minum obat"
"Sama aja ! Mau gua dalam keadaan mabuk atau nggak gua selalu mimpi yang sama"
"Mimpi Mia khalif* ??? Hahaha"
"Kalau itu mah ga serem, gua nikmati kalau itu hahahaa, kalau mimpiin Mia mah gua tidur terooosss, ga usah bangun"
"Terus ??"
"Gua itu selalu mimpi kalau di pundak gua itu ada seorang wanita yang basah kuyup, dengan kain yang di balutkan di badannya, kain itu cuma menutup dari dada hingga paha, rambutnya menutupi wajahnya gitu, persis kayak yang nolongin gua pas gua nyemplung ke sungai waktu itu"
"Lu halu kali !!! Pengin banget ketemu sama yang nolongin lu waktu itu"
"Apa iya ??? Masa mimpiin itu tiap malem ?? Kan aneh"
"Lu mimpi kalau di pundak lu itu ada seorang wanita ? Makanya badan lu jadi sakit-sakit, pegel-pegel ??"
"Nah !! Masuk"
"Coba aja cari orang pinter buat ngramal lu, siapa tau beneran lu ketempelan setan sungai di sana"
"Wah ! Omongan lu serem banget sih, masa iya seorang Bima ketempelan setan"
"Bisa jadi kan ?? Lu aja di kejar Banaspati ko"
__ADS_1
Bima terdiam.
"Apa iya ya aku ketempelan setan ??"