Kembar Genius Milik Ceo Galak

Kembar Genius Milik Ceo Galak
Mantan VS Reagan


__ADS_3

Tatapan Farel beralih pada Airin, dia menatap wanita itu dengan tatapan lekat. Wanita yang dulu menjadi istrinya, sekarang telah menjadi mantannya.


Melihat tatapan Farel pada Airin, membuat Sindi cemburu. Dia meraih lengan Farel dan memeluknya. Dia berharap, Farel tak mempermasalahkan Airin yang tengah dekat dengan pengacara muda itu.


"Apa acara makan-makannya gagal? Kalau seperti itu, kami pulang saja. Masih banyak hal yang harus kamu lakukan," ujar Reagan.


"Tidak-tidak, ayo ... silahkan duduk." Sambut Sindi.


Mendengar itu, Farel menatap istrinya. Matanya menatap tajam Sindi yang melotot ke arahnya.


Berbeda dengan Reagan, dengan santainya Pria itu menarik kursi untuk Airin. DIa mempersilakan Airin untuk duduk di hadapan Sindi. Sementara, dirinya duduk di hadapan Farel. Suasana di kafe itu menjadi dingin, sebab adanya kedua belah pihak yang saling menatap tajam.


"Kenapa kau menatapku seperti itu tuan?" Tanya Reagan.


"Apa maksudnya ini? Dia mantan istriku, kenapa bisa bersamamu?" Tanya Farel dengan tangan terkepal kuat.


"Maksudmu ... Apa saya tidak boleh menjalin asmara dengan mantan istri klien saya? Tidak ada peraturan undang-undang yang mengatakan seperti itu. Justru, di undang-undang memperbolehkan seorang pria tampan seperti saya menikahi wanita cantik seperti nya."


Farel menatap tak percaya pada Reagan. Dia tak pernah menyangka, jika pengacara yang ia sewa sebelumnya tengah menjalin hubungan dengan mantan istrinya.


"Airin, aku pikir kamu tidak akan menikah lagi. Lagian, siapa yang ingin bersama dengan wanita yang tidak sempurna seperti mu?" Ujar Farel sembari bersedekap d4da.


Airin menatap datar Farel, dia sangat enggan melihat Farel dan Sindi yang menatapnya dengan tatapan mengejek. Tangan Airin Langung menggandeng lengan Reagan. Membuat tatapan Farel semakin tajam.


"Reagan, apa ada hal yang tidak sempurna dariku?" Tanya Airin dengan manja.


Reagan tersenyum, "No sayang, kamu sangat cantik. Orang yang melihatmu tidak sempurna, pasti matanya bermasalah. Aku akan menanggung biaya pengobatan orang itu nantinya," ujar Reagan membuat Farel bertambah kesal.


"Dia wanita yang tidak bisa memiliki keturunan!" Pekik Farel.


Reagan merasakan cengkraman lengannya sangat kuat, dan itu berasal dari tangan Airin. Tampaknya, wanita itu merasa sangat sakit kala Farel mengungkit tentang keadaan rahimnya.


"Oh, iya kah? Kita lihat setelah kami menikah. Jika kami memiliki anak, itu artinya. .. kualitas milikmu sangat buruk. Aku jadi ragu, apa mungkin. ... kau yang tidak bisa menghamilinya?"


"Jangan sembarangan!! Buktinya, aku bisa menghamili istri keduaku!" Sentak Farel.


Tatapan Reagan beralih pada Sindi, dia menatap wanita itu dengan tatapan rumit.


"Yakin jika dia mengandung anakmu?" Tanya Reagan.


"Apa maksud anda hah?" Bentak Sindi.


Mendengar bentakan Sindi, Reagan tertawa kecil. " Kenapa kamu sangat sewot sekali nona? Aku hanya bertanya saja, kecuali ... jika anda merasa. Itu artinya, sindiranku tepat sasaran. Benarkan?" Seru Reagan, dan mengedipkan sebelah matanya.

__ADS_1


"Kauu!! Farel! Usir mereka saja! Mereka sudah tidak sopan!!" Marah Sindi.


Reagan bangkit berdiri, dia juga menarik Airin untuk berdiri. Katanya menatap tajam kedua orang yang telah menyakiti wanita di sebelahnya itu.


"Tuan Farel, sepertinya kau harus memeriksa kembali seleramu. Wanita di sebelahmu kualitasnya sangat rendah. Wajahnya mirip wanita antagonis di ikan terbang. Jangan percaya akan keluguannya, kau akan termakan wajah palsunya."


Brakk!!


Farel menggebrak meja dengan kuat, Reagan berhasil membangkitkan emosi pria itu. Inilah yang di sukai oleh Reagan ketika pria itu tengah merasa bosan.


"Pergi kalian dari sini!" Usir Farel.


"Gak masalah, terima kasih karena sudah berkenan mampir di mall milikku. Ayo sayang, kita pulang." Ajak Reagan.


Farel dan Sindi menatap kepergian Reagan dengan raut wajah terkejut. Bagaimana tidak? Mereka terkejut saat Reagan mengatakan mall ini adalah miliknya? Bahkan Farel yang seorang pemilik perusahaan pun belum mamou untuk membangun sebuah mall.


Sesampainya di mobil, Reagan langsung memasang sabuk pengaman. Sementara Airin, dia masih memikirkan kejadian tadi. Menurutnya, Reagan begitu keren mematahkan perkataan mereka.


"Memang benar kau yang punya mall ini?" Tanya Airin sembari menatap Reagan.


Reagan melirik ke arah Airin, dia sedikit terkekeh.


"Iya, milik adik iparku. Hahaha!!"


.


.


.


.


Reagan telah mengantar Airin kembali ke Mansion Alan. Sehingga, kini dia sudah kembali pulang ke rumahnya. Dengan santainya, Reagan masuk ke dalan rumahnya sembari memutar kunci mobilnya di jari telunjuknya.


"Janda yang putih janda yang putih berambut pirang." Seru Reagan dengan bernada.


BRUGH!!


"AWWW!!" Reagan mengusap pipinya. Matanya melotot saat melihat sebuah sendal yang sudah menghantam ke arah pipinya.


"Bagus yah! Di telponin di tolak! Di chat cuman di baca doang! Udah bosan hidup kamu yah!!"


Reagan menatap Diandra yang berada di ujung anakan tangga. Raut wajah mommy nya itu terlihat sangat sangar. Reagan meneguk kasar lud4hnya, dia merasa jika sudah tak ada harapan lagi untuk nya hari ini.

__ADS_1


"Mom, maaf. Tadi Reagan habis ...,"


"Cewek mana hm? Cewek mana yang kamu deketin? Kenapa gak di bawa ke mommy?" Tanya Diandra sembari berjalan menghampiri putranya.


"Cewek asli kok mom, bukan jadi-jadian." Cicit Reagan.


Mendengar itu, Diandra menghela nafas kasar. "Ya taauuu!! Gak mungkin juga kamu bawa cewek jadi-jadian. Sama-sama bentukannya, mana bisa mommy punya cucu kalau gitu." Pekik Diandra.


"Azalea tadi telpon mommy, katanya kamu dekat dengan adik tiri Alan. Memangnya adik iparmu itu sudah bertemu dengan mama kandungnya?" Tanya Airin dengan penasaran.


Reagan sudah menebak siapa yang memberitahu sang mama. Siapa lagi jika bukan Azalea. Adiknya itu pasti memberitahu segala sesuatu pada sang mommy.


"Iya, sudah. Adiknya cantik loh mah, Reagan suka." Ujar Reagan dengan tersenyum malu-malu.


Senyum Diandra mengembang, dia berdiri di sebelah putranya sembari menyenggolnya pelan dengan bahunya.


"Terus bagaiman? Dianya mau gak sama kamu?" Tanya Diandra dengan penasaran.


"Mau lah mom, masa gak mau. Cuman belum ngomong mau aja." Jawab Reagan.


Raut wajah Diandra berubah kesal, "Itu mah belum maaauuu!! Gimana sih kamu!" Kesal Diandra.


Tiba-tiba, Diandra teringat dengan kebiasaan putranya yang menyukai wanita yang sudah pernah menikah. Mendadak, dia jadi khawatir.


"Gadis kan?" Tanya Diandra dengan senyum mengembang.


Mendengar itu, Reagan tersenyum gamang. Dia menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal.


"Hehe enggak mom, janda satu hari."


"APAAAAA?! ASTAGAAA REAGAAANN!!"


Reagan menutup telinganya, suara sang mommy berhasil membuat telinganya merasa kesakitan.


"Kamu gak malu hah di tolak terus?! Coba cari gadis biar gak di tolak! Kenapa harus janda lagi sihh! mommy gak masalah jandanya, mommy masalah kamunya yang di tolak! Gak bakat kamu deketin janda!! Gak malu apa!" Pekik Diandra.


"Hehe gak malu mom, orang gak punya malu Reagan. Makanya gass aja."


"REAGAAANN!!"


____


Lengkap yah triple, up di kalian jam berapa nih? Semoga gak lama reviewnya😭😭

__ADS_1


__ADS_2