Kembar Genius Milik Ceo Galak

Kembar Genius Milik Ceo Galak
Kebahagiaan sementara?


__ADS_3

"Saya ingin mengambil pesanan, atas nama Alan Annovra." Jawab Alan membuat pegawai toko itu mengangguk.


Pegawai itu mengambil sebuah kotak berwarna biru, lalu dia menunjukkannya pada Alan.


"Ini ... Cincin dan kalung berlian limited edition yang tuan pesan."


Azalea mengamati apa yang Alan lalukan, pria itu mengambil kalung berlian yang memanjakan mata Azalea.


"Berapa duit itu yah? Kayaknya kerja sebagai pegawai di toko kue seumur hidup pun gak akan mampu beli beli berlian kayak gitu." Batin Azalea.


Saat asik memikirkan hal yang tak terjadi, tiba-tiba saja lehernya terasa dingin. Tersadar, jika Alan sudah berada di belakangnya. Suaminya itu sedang menyingkap rambut panjangnya, hingga menampilkan leher jenjangnya.


"Mas ...."


"Mana tangannya?" Tanya Alan setelah selesai memasangkan kalung itu pada leher Azalea.


Azalea masih mematung, dia sungguh syok dengan apa yang Alan lalukan untuknya saat ini. Karena tak mendapat respon darinya, Alan mengambil tangan Azalea. Lalu, dia memasangkan cincin berlian itu padanya.


"Maaf, waktu pernikahan kita dulu ... aku belum memberimu mas kawin yang sebenarnya. Kali ini, aku benar-benar ingin merajut kembali rumah tangga denganmu. Kalung serta cincin ini, sebagai simbol awal kehidupan bahagia kita."


Mata Azalea berkaca-kaca, air matanya seketika luruh. Melihat itu, Alan menggenggam kedua tangan Azalea dalam genggamannya.


"Setelah ini, aku ingin memperlihatkanmu pada publik. Mereka harus tahu, jika Alan Annovra sudah tidak sendiri lagi." Ujar Alan dengan tersenyum tulus. Membuat Azalea tak sanggup berkata-kata lagi.


"Apa ini artinya, kamu sudah mencintaiku?"


Alan tersenyum, dia mengalihkan pertanyaan Azalea dengan berbicara pada pegawai toko itu.


"Terima kasih, istri saya sangat menyukainya," ujar Alan.


Pegawai itu tersenyum,"Sama-sama tuan." Ujarnya.


Alan pun menggandeng tangan Azalea untuk keluar. Di sepanjang mereka melangkah, Mata Azalea menatap wajah tegas suaminya. Berbagai pertanyaan muncul di benaknya, dia tak bisa menebak isi pikiran suaminya itu.


"Kenapa mas ALan tak menjawab? Apa itu artinya, dia belum mencintaiku?" Gumam Azalea.


.


.


.


Alan tengah berada di ruang kerjanya, sehabis pulang tadi dia langsung mengerjakan pekerjaan kantornya di mansion. Sementara Azalea, dia memilih untuk merapihkan kamar Alexix yang belum sempat di bersihkan sebelum mereka berangkat tadi.

__ADS_1


Saat asik melihat layar laptopnya, dirinya di kejutkan dengan pintu yang terbuka secara kasar. Reflek, Alan langsung menatap tajam orang yang berani masuk tanpa izin darinya.


BRAAKK!!


"WOY! RUJUK KAGAK BILANG-BILANG!! PAJAK RUJUKNYA MANA!!"


Alan menatap kesal ke arah pria yang menyandang gelar sebagai teman setianya itu. Siapa lagi kalau bukan Brandon. Bahkan dengan entengnya, pria itu duduk di hadapan Alan sembari menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi.


"Tahu dari mana?" Tanya Alan yang kembali fokus pada laptopnya.


"Benarkan dugaan ku kalau Alexix itu berbeda, masa dia gak kenal sama om tampannya ini. Oh ya, mana Elouise. Pengen kenal juga, kayaknya lebih kalem dari Alexix." Celetuk Brandon.


"Sekolah." Jawab Alan.


"Jadi, yang sakit itu Elouise?" Tanya Brandon


Alan mengangguk, dia menghentikan kegiatannya. Lalu, matanya terfokus pada Brandon yang tengah heboh.


"Waaah keren! Azalea bisa menyembunyikan satu anakmu Lan! Gimana ceritanya bisa ketahuan?"


Alan mendelik sinis, dia kesal dengan Brandon yang banyak bertanya padanya.


"Panjang, yang terpenting sekarang putraku ada bersamaku. Gak usah di bahas lagi," ujar Alan membuat Brandon semakin penasaran.


"Terus, Kamu memutuskan rujuk dengan Azalea hm?" Tanya Brandon dengan menaik turunkan alisnya.


"Siapa yang rujuk? Aku dan dia belum bercerai."


"APA?!" Mata Brandon bahkan hampir keluar karena penuturan temannya itu.


"Ya, aku ingin si kembar punya keluarga yang lengkap." Terang Alan.


"Yakin hanya itu saja? Bukan karena hal lain?" Tanya Brandon dengan tatapan curiga.


"Hal lain apa?" Tanya Alan sembari menghembuskan asap r0koknya.


"Mungkin karena kamu sudah jatuh cinta sama Azalea? Buktinya saja, kamu tidak jadi menceraikannya. Padahal, itu hal yang mudah bukan?"


Alan dia tak menjawab,dia fokus menyesap r0koknya. Tak lama, dia mematikan nya. Alan menegakkan tubuhnya, menatap Brandon dengan tatapan sulit di artikan.


"Cinta .... ehm ... apa kau pernah dengar pepatah? jika pria hanya mencintai satu kali dalam hidupnya. Sisanya, dia hanya melanjutkan hidup." Tanya Alan membuat Brandon menatap serius ke arahnya.


"Alan, gak lucu mempermainkan perasaan perempuan!" Tegas Brandon.

__ADS_1


Alan tersenyum sinis, "Aku menahan Azalea untuk kedua putraku, bukan untuk hatiku. Dia mengajukan syarat, jika aku harus berubah. Dalam tanda kutip, aku harus bersikap baik selayaknya seorang suami padanya. Memberikan dia perhatian, kasih sayang, dan cinta. Semuanya bisa ku lakukan, kecuali satu."


"Cinta." Lanjut Alan.


Brandon menatap tajam Alan, dia tak setuju dengan apa yang Alan katakan. Baginya, pernikahan adalah sebuah komitmen yang di bangun oleh sepasang kekasih.


"Brandon, pertama kali ku jatuh cinta pada Selia. Dia wanita yang sangat membuat hatiku bergetar. Setelah pengkhianatan nya, apa kamu pikir ... Aku bisa kembali mencintai?"


Deghh!!


Tanpa mereka sadari, jika Azalea berada di balik tembok. Dia yang ingin berniat mengajak Alan untuk menjemput si kembar, harus menelan kenyataan pahit dengan apa yang pria itu katakan padanya.


"J4hat sekali." Batin Azalea menahan sesak di dadanya. Air matanya luruh tak terkendali, ingin rasanya dia marah dan menangis terisak saat itu juga. Sikap manis Alan selama ini, terngiang di kepalanya.


"Jadi selama ini, kamu berubah demi anak-anak. Bukan aku?" Lirih Azalea. Tubuhnya terasa lekas tak bertenaga, tapi Azalea berusaha untuk kuat.


Azalea menghapus kasar air matanya, matanya menatap lurus ke depan. Tanpa masuk meminta penjelasan, Azalea lebih memilih pergi untuk memulihkan keadaan hatinya yang kini hancur.


Sementara di dalam, Alan yang melihat wajah merah padam Brandon pun terkekeh. Temannya itu selalu jomblo, karena ingin mendapat pasangan yang tepat katanya.


"Lan, gak lucu! Kalau Azalea terus di buat sakit, ceraikan dia!! Dia bisa dapat pria yang lebih baik, gak br3ngsek kayak kamu!!" Pekik Brandon dengan tak terima.


"Siapa yang mau menceraikan wanita yang sudah ku cintai Brandon?"


Brandon terbengong, dia tak mengerti maksud Alan. Dia bahkan mengira, jika Alan hanya menjadi kan Azalea baby sitter kedua putranya. Namun, pemikiran Brandon di patahkan oleh Alan yang berkata hal yang membuatnya terbengong seketika.


"Seorang pria hanya mencintai satu kali seumur hidupnya, tapi apa kau lupa jika ada yang namanya cinta terakhir? Dan kini, aku baru sadari. Bahwa ... Azalea sudah berhasil mendobrak pertahan yang ku buat. Azalea, dia cinta terakhirku."


"SET4N! AKU SALAH PAHAM KAN JADINYAAA!!"


Alan tertawa kecil, melihat Brandon yang menatap kesal ke arahnya. Dengan santainya, Alan menyandarkan tubuhnya pada kursi kebesarannya. Dia berhasil mengerjai Brandon.


"Sepertinya aku sudah jatuh cinta sejak lama, malam ini aku berniat ingin memberikannya suprise. Aku akan mengatakan isi hatiku. Bahwa aku mencintainya, setelah itu ... aku dan dia akan ...." Alan menarik dasi yang ia kenakan, sembari menarik satu sudut bibirnya ke atas.


"Mau ni asbak melayang ke mukamu hah?" Pekik Brandon dengan kesal.


"Sudah ku bilang bukan? Menikah lah, kau akan tahu betapa serunya setelah menikah."


Alan tertawa kecil melihat tatapan sinis temannya itu, tapi tawanya tak berlangsung lama. Sebab, seorang bodyguard datang menghampirinya.


"Tuan, nyonya keluar dari mansion."


"APA?!"

__ADS_1


___


Mau di up semalem, malah lupa di ajuin😭😭😭 pantesan kok gak ada eh ternyata masih di draft😭😭


__ADS_2