
"Kenapa? Kamu bertanya kenapa?" Jessica tertawa sumbang, tatapannya terlihat berkaca-kaca. Dia menatap lekat pada mata Arley yang sama halnya dengannya.
"Anak ini, adalah bukti perselingkuhanmu dengan Sherly, Arley. Kamu mengkhianati pernikahan kita. Kamu menghancurkan pernikahan kita! Kamu menyakitiku!!" Sentak Jessica sembari menodongkan sebuah pist0l tepat di kepala Calandra.
Melihat itu, Reagan maju melangkah. Hal itu, membuat Jessica memundurkan langkahnya sembari menatap tajam pada Reagan.
"Jessica, dengar. Yang salah adalah suamimu, bukan Calandra. Dia adalah putraku, kami tidak ada urusannya denganmu. Aku mohon, kembalikan putraku. Dia putraku." Bujuk Reagan.
"Tapi, dalam tubuh anak ini. Terdapat bukti yang kuat tentang perselingkuhan mereka! Anak ini, membuat ku selalu terbayang perbuatan yang mereka lakukan." Pekik Jessica sembari menatap tajam ke arah Arley.
Arley menatap Calandra, bocah itu terlihat ketakutan. Arley kembali menatap Jessica, "Jessica, aku tidak ingat dengan apa yang terjadi sebelum kecelakaan itu. Kita akan bicarakan ini baik-baik. Tapi tolong, lepaskan dia." Bujuk Arley.
Jessica tak mengindahkannya, dia menatap Arley dengan kilatan penuh amarah. Dirinya terbayang-bayang akan pengkhianatan Arley pada nya.
"Dulu, kita saling mencintai. Kau mencintaiku sepenuh hati, dan kau memberiku duniamu. Namun, semenjak kau mengenal ibu dari anak ini. Kau membuangku Arley! Kau menghancurkan hidupku!" Sentak Jessica.
"Iya, kita akan bicarakan ini baik-baik." Ujar Arley kembali, dia khawatir dengan keadaan Calandra.
"Kecelakaan lima tahun lalu, membuatmu mengalami amnesia. Kau kehilangan seluruh ingatanmu termasuk wanita itu. Aku merajut kembali kehidupan kita sebelum ada dia. Aku memaafkan kesalahanmu, aku menerima kembali dirimu dengan hati yang lapang. Tapi tidak dengan wanita itu dan anaknya. Aku ingin, mereka menderita!" Jerit Jessica.
Jessica kembali menatap ke arah Arley, dia membenci pengkhianatan Arley. Namun, dirinya sangat mencintai pria itu. Jessica tak bisa melepas Arley bahagia begitu saja dengan wanita yang suaminya cintai. Dia mulai mencari tahu tentang wanita yang Arley cintai. Hingga akhirnya dia melihat dengan mata kepalanya sendiri, suaminya telah menduakan dirinya. Sakit, tentu saja. Jessica merasa dunianya runtuh.
"AKU HANYA KORBAN KEEGOISAN MEREKA! AKU YANG MEREKA KHIANATI. AKU MENJADI ANTAGONIS SEPERTI INI KARENA PENGKHIANATANNYA!!" Sentak Jessica sembari menatap tajam ke arah Arley.
Arley mulai maju melangkah, tapi Jessica justru memundurkan langkahnya dengan menarik Calandra untuk mundur. Melihat niatan Arley yang ingin maju, Alan pun berencana untuk mengalihkan perhatian Jessica.
"Jessica! Jika menurutmu, suamimu telah menduakanmu. Kenapa tidak kamu gugat saja? Hartanya sangat banyak, kamu bisa membagi barta dengannya bukan?" Seru Alan.
"Apa kau tengah meledekku?!" Pekik Jessica sembari menatap tajam Alan.
"Oh, bukan. Cuman kasih saran saja. Kau tahu, kau adalah wanita yang baik. Tak pantas kau di khianati. Aku sungguh kasihan denganmu. Tapi sayang, aku telah beristri." Perkataan Alan membuat Reagan sontak menoleh pada pria itu dengan kening mengerut.
__ADS_1
"Heh! Apa maksudmu, kamu ingin menikah dengannya?!" Pekik Reagan.
"Diamlah!" Bisik ALan.
Alan kembali menatap Jessica yang tengah memperhatikan mereka. Matanya sedikit melirik ke arah Arley yang mulai mengambil langkah maju mendekat ke arah belakang Jessica.
"Dengar, aku pernah melakukan kesalahan pada orang yang ku cintai. Sebuah rumah tangga akan hidup jika dua-duanya saling mencintai. Apa kau tidak lelah dengan semua yang kau lakukan ini? Kau pantas menemukan pria yang benar-benar mencintaimu." Bujuk Alan.
Arley telah tiba di belakang Jessica. Melihat Jessica yang lengah, Alrey langsung menarik tangan Jessica yang memegang senjata.
"ARGHH!!"
BUGH!!
Calandra terdorong, Reagan yang melihat putranya sudah terlepas dari cengkraman Jessica pun buru-buru menghampirinya. Pria itu langsung mengecek kondisi putranya. Calandra memeluk erat sang papa seakan takut kehilangan.
"Cala takut Ayah, Cala mau pulang. Cala mau ketemu bunda." Isak Calandra dengan ketakutan.
Reagan segera membawa putranya ke gendongannya, dia mengelus bahu Calandra yang bergetar hebat. Dia tahu, putranya memang pemberani. Namun, pastinya peristiwa itu menyisakan kisah yang menyeramkan bagi memori Calandra.
Arley dan Jessica masih memperebutkan pist0l, keduanya tarik menarik hingga Jessica melepaskan pist0l itu saat Arley menariknya kuat. Perbuatan Jessica, membuat Arley terjatuh ke belakang. Kepalanya terbentur anakan tangga dengan cukup kuat.
BRUGH!!
"ARLEEEYY!!" sentak Alan.
Jessica akan kabur, tetapi para pasukan Lucian yang ada di sana segera menahan Jessica. Wanita itu berontak, mereka segera memborgolnya.
"LEPASKAN! LEPASKAN!!" Teriak Jessica.
Alan segera berlari ke arah Arley, dia segera membantu Arley duduk. Sedangkan Arley, memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit. Sebuah ingatan yang sempat hilang, kini kembali Arley ingat. Kisahnya dengan Jessica dan Sherly. Mengapa dia bisa menikah dengan Sherly dan mengapa bisa Jessica sampai seperti itu.
__ADS_1
Enam tahun lalu. Jessica dan Arley tengah berdebat di kediaman mereka. Tampak, wajah Arley merah padam. Matanya menatap Jessica yang tengah mengambil air untuk dia minum. Arley menarik tangan Jessica hingga membuat gelas yang di lengannya pecah.
"Kamu melakukan pengangkatan rahim tanpa meminta persetujuan ku?!" Sentak Arley dengan nafas memburu.
"Ar, sudah ku katakan. Aku tidak mau memiliki seorang anak. Lebih baik kita mengadopsi saja. Aku sudah meminta pihak panti asuhan untuk memberikan kita satu orang anak. Kenapa hal begini kamu anggap masalah sih. Sama-sama kita punya anak kan." Ujar Jessica dengan mudah.
Arley mengepalkan tangannya hingga kuku-kuku jarinya memutih. Tubuhnya bahkan bergetar karena menahan amarah yang menimpanya.
"Kenapa kamu tidak bertanya tentang pendapatku hah?! AKU INGIN SEORANG PENERUS!! KITA SUDAH MENIKAH EMPAT TAHUN LAMANYA. KAU TAHU KAN, AKU BUTUH SEORANG PENERUS YANG BERASAL DARI DARAH DAGINGKU SENDIRI! JIKA KAMU TIDAK MEMILIKI RAHIM LAGI, BAGAIMANA CARANYA KITA MEMILIKI ANAK HAH?!"
Jessica mengelus lengan Arley, tetapi pria itu justru menepisnya sembari membuang wajahnya.
"Aku sudah bilang padamu kan dari awal, aku tidak ingin memiliki seorang anak. Bukan menundanya. Melahirkan akan membuat tubuhku rusak, dan ini adalah pilihanku! Bukankah kau mencintaiku? Kau harus menghargai pilihan ku." Seru Jessica.
Sejak saat itu, Arley memilih diam. Pria itu pergi ke indonesia meninggalkan Jessica untuk perjalanan bisnisnya. Namun, setibanya di indonesia. Insiden pun terjadi, dimana saat gedung tempatnya datangi untuk merayakan keberhasilan rekan kerjanya sudah di pasangi b0m. Di sanalah, dirinya melihat penjinak b0m yang ternyata seorang wanita
Arley jatuh hati pada kecantikan wanita itu. Sifat pemberiannya dan pemilik senyum manis mampu membuat hati Arley kembali merasakan debaran cinta pada wanita selain istrinya.
Wanita itu berhasil menjinakkan bom tersebut, semuanya telah aman. Sebelum wanita itu pulang dan memasuki sebuah mobil, Arley datang dan memanggilnya.
"HEI! SIAPA NAMAMU NONA MANIS?!" Seru Arley.
Wanita itu menoleh, terpaan angin membuat rambut coklat bergelombangnya terkena terpaan angin yang cukup kencang. Bibirnya kembali melengkungkan senyuman manis.
"Sherly, namaku Sherly. Pria p4yah!" Seru Sherly sebelum akhirnya dia memasuki mobil dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Arley memegangi d4danya, senyum tipis terbit di bibirnya. Pria bule itu, kembali merasakan jatuh cinta.
"Tuan, sore kita harus kembali ke Am3rika." Ujar seorang asisten Arley.
Arley menoleh, "Tidak, aku tidak ingin pulang sebelum aku kembali bertemu dengan gadis itu. Dia ... sangat berbeda. Sepertinya, aku kembali jatuh hati."
__ADS_1