Kembar Genius Milik Ceo Galak

Kembar Genius Milik Ceo Galak
Merindukannya


__ADS_3

2 Tahun kemudian.


Terlihat sebuah mobil sedan putih terhenti di depan sebuah tangga, kaca mobil tersebut terbuka. Terlihatlah seorang wanita, memakai kaca mata hitam sedang memperhatikan ke arah tangga.


Matanya, fokus pada dua orang bocah yang sedang melangkah turun mendekatinya. Bibirnya melebarkan senyumannya, lalu memanggil kedua bocah itu.


"LEXI! EL!!" Teriaknya sembari melambaikan tangannya.


KEdua bocah itu adalah Alex dan Elouise, kini keduanya sudah berumur 7 tahun dan sudah bersekolah di sekolah dasar milik Annovra. Tampak, keduanya belum juga berubah. Alexix dan Elouise sudah bisa berkata huru R.


"Mama!!" Pekik keduanya dan bergegas berlari.


"Jangan berlari! Nanti kalian jatuh lagi!" Tegur Azalea.


Azalea kini menjadi wanita sukses, dimana dia sudah menjadi owner salon yang saat ini tengah Viral di bicarakan masyarakat. Semua usahanya, di dukung oleh orang-orang terkasihnya.


Alexix dan Elouise memasuki mobil sang mama, keduanya menghela nafas pelan setelah sampai di dalam mobil.


"Capek kali sekolah, mau kerja aja." Celetuk Alexix.


"Kau kerja, mau jadi apa? Mungut debu di jalan hah?" Pekik Elouise.


"Nda lah! Kerja jadi direktur di salon mama. Gitu aja pake nda tau segala!" Celetuk Alexix.


Azalea tersenyum, keduanya masih bertingkah sama aja. Tak ada bedanya dengan dua tahun lalu. Mengingat itu, Azalea menjadi merindukan kecadelan keduanya.


Wanita itu melakukan mobilnya, kaca mobilnya sudah kembali ia naikkan. Setelah sampai di lampu merah, Azalea menghentikan mobilnya.


"Gimana belajarnya, seru?" Tanya Azalea pada kedua putranya.


"Seru dari mana? Membosankan. Belajarnya itu itu aja." Celetuk Alexix.


"Betul!" Sahut Elouise.


"Kata bu gurunya, besok harus bawa orang tua." Ujar Alexix dengan wajah murung, begitu pun dengan Elouise.


Azalea dapat melihat wajah lesu kedua putranya dari spion tengah mobilnya. Azalea menghela nafas pelan, dia mengerti perasaan putranya.


"Biar mama yang dateng yah." Ujar Azalea dengan memaksa senyumnya.


Alexix dan Elouise tersadar, keduanya menatap sang mama dengan tatapan berkaca-kaca.


"Maaf mama, kami enggak bermaksud ...,"


"I'ts okay. Mama gak papa, oh ya! Nanti malam, kita makan di luar yuk. Mama ajak kalian makan makanan kesukaan kalian di taman kota. Bagaimana?" Seru Azalea mencairkan suasana.


Senyum Alexix dan Elouise mengembang, "MAUUU!!" PEkik keduanya.


Senyum Azalea merekah, bahagia putranya sangat sederhana. Hanya di ajak ke taman kota, putranya sudah begitu senang.


"Mama." Panggil Elouise sembari memeluk kepala kursi penumpang di sebelah Azalea.


"Ya sayang?" Sahut Azalea. Berhubung lampu sudah hijau, Azalea pun melajukan mobilnya kembali.

__ADS_1


"Mama rindu papa tidak?" Tanya Elouise.


Mendengar pertanyaan sang adik, sontak Alexix menepuk paha adiknya itu dengan mata melotot.


"Apa? Cuman tanya aja kok!" Seru Elouise dengan kesal.


"Kamu tuh buat mama sedih!" Pekik Alexix.


"Hei! Sudah-sudah!! Jangan ribut, kita mau sampai." Seru Azalea menengahi perdebatan keduanya.


Mobil Azalea memasuki gerbang rumahnya, dan terhenti di pekarangan. Setelah mobilnya terhenti, si kembar pun turun. Di susul dengan Azalea. Ketiga masuk ke dalam rumah yang masih sama seperti dua tahun lalu.


"Besok mama yang dateng sendiri?" Tanya Elouise.


"Iya, besok mama dateng." Sahut Azalea.


"Kalau gitu, El mau izin sama daddy dulu!" Seru Elouise dan berlari mendekati sebuah bingkai besar yang terdapat foto pria tampan dengan balutan jas hitam nya.


Azalea dan Alexix pun datang menyusul Elouise, ketiganya menatap bingkai itu dengan tatapan sendu.


"Papa lagi apa di sana? Rindu El sama mama nda?" Tanya Elouise.


"Aku nda di sebut?!" Pekik Alexix tak terima.


"Hais, bilang lah sendiri!" Seru Elouise dengan kesal.


Alexix menatap sang papa, tangannya mengusap gambar itu dengan mata beningnya yang berkaca-kaca.


"Lexi kangen papa, papa baik-baik di sana yah. Lexi ... Lexi mau main lagi sama papa." Lirih Alexix.


"Papa pasti merindukan kita," ujar Azalea.


"Tapi, El rindu ...,"


"EKHEMM!!"


Ketiganya menoleh ke belakang, mata mereka terbelalak lebar saat melihat seorang pria tengah menggendong bayi perempuan di lengan kekarnya.


"Dengar-dengar, ada yang merindukan papa?"


"PAPA!!" Elouise dan Alexix berlari ke arah pria itu yang tak lain adalah Alan. KEduanya memeluk erat pinggang Alan dengan raut wajah yang bahagia.


Sementara Azalea, dia masih mematung. Dirinya tersadar, saat pria itu yang tak lain adalah suaminya memanggil dirinya.


"Sayang, kamu tidak merindukanku?" Tanya Alan.


Azalea tersenyum, dia mendekat pada Alan dan memeluk suaminya itu.


Yah, Alan berhasil selamat walau dirinya sempat mengalami henti jantung. Azalea sangat bahagia, sebab suaminya kembali bertahan. Kehidupan keduanya sangat membaik dan bertambah harmonis saat putrinya lahir ke dunia.


Sedangkan Karel, saat ini dia masih berada di dalam.penjara. Dia di vonis sepuluh tahun penjara karena kesalahannya. Pria itu juga telah meminta maaf dan menyesal atas perbuatannya. Alan dan Azalea pun memaafkan, tapi hukum tetap berlanjut.


Setahun yang lalu, Azalea melahirkan seorang bayi perempuan yang bernama Caramel Keisha Annovra. Bayi perempuan yang mempunyai lesung pipi, karenanya Alan menamakannya dengan Caramel.

__ADS_1


"EKHEEE!!!"


Caramel merengek, dia menendang kakinya hingga mengenai Alexix dam Elouise. Sontak saja, kedua abangnya itu menatapnya dengan tatapan kesal.


"PELIT KALI! INI PAPA KITA JUGA LOH!" pekik Elouise.


Caramel, menatap kedua abangnya dengan mata bulatnya. Dia menghiraukan perkataan sang abang, dan malah justru berbalik memeluk sang papa.


"Si manja papa." Seru Azalea dengan gemas.


Alan meraih pinggang istrinya, dia meng3cup pipi istrinya yang sangat dia rindukan selama 3 bulan ini. Karena, selama 3 bulan. Alan harus berada di inggris untuk membangun cabang perusahaannya di sana. Dia tak bisa membawa istri dan ketiga anaknya, karena khawatir di negara asing keluarga kecilnya sulit beradaptasi. Terpaksa, dirinya pergi tanpa membawa keluarga kecilnya.


"Kenapa kamu pulang gak bilang sih mas!" Kesal Azalea dengan bibir yang mengerucut.


"Aku kan mau buat suprise sayang," ujar ALan dengan lembut.


"Kamu bilangnya gak bakalan pulang sampe tahun depan, aku sedih dengarnya," ujar Azalea.


Alan tersenyum, dia mencubit gemas pipi istrinya itu. "Semaleman kita video call, masih sedih juga hm?"


"Ish!!"


.


.


.


Alan bermain bersama putrinya di atas ranjang, bayi itu tak pernah ingin jauh dari sang papa. Sangat manja sekali. Bahkan, ketika Alan berpamitan ingin ke kamar mandi sebentar. Caramel sudah menangis histeris, seperti takut akan di tinggal.


Jadilah, kini Alan menemani putrinya itu. Padahal, sejak tadi kedua anak kembarnya mengajaknya untuk membaca cerita bersama di kamar mereka sebelum tidur.


"Mel, tidur yuk. Sudah malam." Seru Azalea memanggil putrinya.


Caramel menatap sang mama sebentar, sebelum dirinya kembali asik bermain. Karema tak mempan, Azalea menidurkan dirinya di sebelah Caramel. Biasanya, jika dia sudah merebahkan dirinya. Caramel akan mendekat.


"Mel! Mel! Melt mama!" Seru Azalea.


Caramel menoleh, melihat sang mama yang sudah merebahkan dirinya sembari menepuk nutrisinya. Membuat Caramel memekik girang.


"EHEE!!" Caramel buru-buru merangkak mendekati Azalea sembari melempar mainannya menjauh. Lalu, dia menubruk tubuh sang mama dengan pekikan kecil.


"Iya-iya, sabar." Azalea memposisikan putrinya sebelum ia susui.


Alan menatap keduanya dengan senyum mengembang, hatinya terasa menghangat ketika melihat senyuman kedua cintanya.


"Yaudah, aku ke kamar si kembar dulu yah sayang." Pamit Alan.


Baru saja Alan akan beranjak, tiba-tiba tangisan putrinya terdengar. Tampak, Caramel mengerti apa yang papanya itu ucapkan.


"NO! NO NO! EKHEEE!!"


"Eh? Papa gak punya susu, mama yang punya. Kenapa nemploknya ke papa??"

__ADS_1


____


Hayooo siapa yang kena prank nih😪


__ADS_2