Kembar Genius Milik Ceo Galak

Kembar Genius Milik Ceo Galak
Bu Lik


__ADS_3

Pagi hari, sebelum berangkat sekolah. Caramel bermain dulu bersama kucing nya, sembari Azalea menyuapkan sarapan pada putrinya itu. Sesekali, anak itu memeluk kucing itu hingga erat.


"Ci Gemblot, kucingna ciapa? Calamel lah. Beluntung kali kau gemblot, jadikan Calamel babumu. Enak hidupmu. Makan ada, minum ada, tidul tinggal tidul. Macam Calamel ini lah, punya papa kaya. Mau jajan tinggal teliak, tapi belahil nda di kacih." Celoteh Caramel.


Mendengar Celotehan putrinya, Azalea hanya bisa menggelengkan kepalanya. Jika Elouise dulu, sama hal nya seperti Caramel. Tapi, Caramel lebih membuatnya banyak bersabar di banding Elouise. Jika dia memarahi putrinya, suaminya akan pasang badan untuk putri kesayangannya itu.


"Sudah yuk, nanti Caramel telat." Ajak Azalea.


"Heum." Caramel memasukkan kembali kucing nya ke kandangnya.


"Gemblot, Calamel cekolah dulu. Nanti pulang, Calamel bawakan teman balu buat Gemblot yah. Bial ada temenna," ujar Caramel.


Azalea merapihkan penampilan Caramel, dia juga memberikan vitamin anak untuk putrinya itu. Wajar saja jika Caramel berisi, Azalea benar-benar memperhatikan asupan nutrisi yang baik untuk putrinya. Tak seperti Elouise dulu, kini Azalea memiliki banyak uang untuk memberikan nutrisi baik untuk putrinya.


"Ayo, sekalian antar abang kembar." Tiba-tiba Alan muncul dan langsung mengajak putrinya itu.


Caramel mengangguk, dia langsung meraih tangan Alan dan menggenggamnya. Sementara Alan, dia berpamitan dulu dengan sang istri.


"Aku berangkat sekalian yah sayang," ujar Alan pada istrinya.


"Ya mas, hati-hati. Nanti pulangnya, mampir beli mangga yah. Aku kepengen mangga," ujar Azalea dengan tersenyum manis.


Seketika, kening Alan mengerut dalam. "Mangga? Tumben." Gumam Alan.


Alan tak menghiraukannya, dia hanya mengangguk dan membawa putrinya pergi.


Singkatnya, Alan mengantar anak-anaknya ke sekolahan mereka masing-masing. Selama perjalanan, Caramel dengan riang berceloteh. Sementara kedua kakak kembarnya, hanya bisa menatap apa yang adiknya itu lakukan.


"Nanti becal, Calamel mau punya apotekel," ujat Caramel pada Elouise. Di bandingkan dengan Alexix, Caramel lebih dekat dengan Elouise. Sebab, jika Alexix. Sekalinya berbicara, ucapannya akan sangat pedas.


"Apoteker? Buat apa?" Tanya Elouise dengan kening mengerut.


"Apotekel cinta. Tanya cama Calamel tentang pelacaan abang, nanti akan Calamel beli tahu tentang cinta." Ujar Caramel sembari menatap Elouise dengan tatapan berbinar.


"Cinta? Ngerti apa kamu dengan cinta huh?" Sahut Alexix dengan nada tak bersahabat.


Seketika, Caramel mendelik pada Alexix. Dia berbicara pada Elouise, bukan Alexix. Mengapa abangnya yang satu itu turut menyahut. Membuat Caramel menjadi kesal.


"Citu napa nyambung-nyambung cih! Helan, cilik aja keljana! Bialin napa! Mau jadi apotekel kek, doktel kek, cus ...,"


"Belum kamu tangani, pasiennya udah meninggal duluan karena tingkahmu." Cetus Alexix yang mana membuat Caramel bertambah kesal.

__ADS_1


"CITU CILIK AJA KELJANA!! PANTECAN NDA LAKU-LAKU!!" Pekik Caramel dengan nafas memburu.


Sedangkan Alan yang menyetir, dia hanya bisa menggelengkan kepalanya. Sesekali, matanya menatap spion tengah. Melihat kelakuan putrinya yang begitu luar biasa.


"Sabar, sabar ... gak boleh gitu." Ujar Elouise sembari mengusap bahu adiknya.


"Gimana bica cabal! Ganti abang aja boleh nda cih. Helan, apa calahku lupana." Gerutu Caramel.


Caramel membenarkan posisi duduknya, dia mengibas rambut pendeknya dengan mata mendelik sinis pada Alexix. Sedangkan Alexix, dia hanya menahan tawanya. Dia sangat suka menjaili adiknya itu, wajah Caramel yang sedang kesal. Sangat lucu menurutnya.


Mobil Alan pun sampai di sekolah si kembar, keduanya langsung turun setelah berpamitan pada Alan. Setelah si kembar turun, Caramel pindah ke depan. Dimana dia duduk di samping Alan. Alan kembali melanjutkan perjalanannya menuju sekolah Caramel.


"Nanti bekalnya di makan, jangan jajan." Nasehat Alan selama perjalanan menuju sekolah.


Mendengar itu, Caramel melirik sinis pada Alan. "Gimana mau jajan, uangna nda ada. Punya papa olang kaya, cama aja nda uangna. Pelit kali, apa calahku lupana." Kesal Caramel dan kembali menatap ke arah jalan.


Alan tersenyum tipis, dia bukannya pelit. Hanya saja, kesehatan Caramel lebih penting menurutnya. Dia takut kejadian Elouise kembali terjadi pada Caramel. Setelah Elouise sembuh, dia benar-benar ketat menjaga makanan anak-anaknya. Memang, penyakit Elouise tidak dapat di pastikan dari makanan yang anak itu makan. Tapi, apa salahnya untuk menjaga kesehatan?


Mobil Alan pun terhenti di sekolah Caramel, dia langsung turun dan membukakan pintu untuk putrinya. Seperti biasanya, Alan akan memakai kaca kata hitam agar tak terlalu di kenali orang-orang.


"Papa, Cala nda belangkat?" Tanya Caramel ketika tak menemukan mobil Reagan.


"Papa gak tahu, nanti Caramel cari aja di kelas yah," ujar Alan dan mengelus rambut putrinya.


Alan menghela nafas pelan, "Yasudah, papa temani."


Saat keduanya asik menunggu, tiba-tiba seorang guru muda tampak menyapa mereka. Guru itu terlihat cantik, dengan senyum yang ramah dia menyapa Alan dan Caramel.


"Caramel di anter papahnya yah," ujar guru itu pada Caranel.


Caramel menatap gurunya, dia melihat gurunya itu dengan kening mengerut. Caramel ingat siapa guru itu, sebelumnya guru itu tak seramah ini padanya.


"Pantesan Caramel cantik, ternyata turunan dari Papanya yah." Puji guru Caramel sembari mengelus kepala Caramel.


"Kalau dali Papa ya danteng jadina. Ya dali mama lah! Gimana cih." Ketus Caramel.


"O-oh iya, pasti mamanya juga cantik. Papanya ganteng dan mama nya cantik," ujar guru itu dengan salah tingkah.


Alan tak menanggapinya, dia hanya mengangguk cuek dan kembali menatap ponsel yang sedang ia mainkan.


"Papa Caramel gak berangkat ke kantor?" Tanya guru itu yang membuat Alan menoleh padanya.

__ADS_1


"Engg ...,"


"Bu Li


ik kenapa cih tanya-tanya telus?! Kemalin nda ada tanya Calamel, mukana galak kali. Kenapa cekalang manis kali macam gula di campul minyak." Pekik Caramel dengan kesal.


Entah turunan siapa, Caramel selalu panas jika ada yang mendekati orang tuanya. Terutama Alan, jika ada wanita yang berusaha akrab dengan pria itu. Bahkan, jika gurunya dia sendiri. Caramel tidak akan suka.


"Bu rik? Kok Caramel gak sopan ngomongnya yah? Mama nya Caramel gak pernah ajarin cara ngomong yang baik dengan Caramel?" Guru bernama Rika itu berusaha memahan amarahnya saat Caramel mengatakan Bu Rik padanya.


"Namana bu gulu ciapa?" Tanya Caramel.


"Rika." Jawab Caramel.


"Jadi Bu Lik kan? Telus, Calahna Calamel dimana? Ada calahna Calamel lupana?"


Bu Rika, terlihat melototkan matanya. Sedangkan Alan, sudut bibirnya terangkat. Tak perlu tes DNA, Caramel sudah pasti adalah putrinya. Gen Alan, sangat mendominasi putrinya. Membuat Caramel tumbuh menjadi pribadi yang sama seperti nya.


Tak lama, mobil Reagan datang. Melihat itu, Alan menegakkan tubuhnya dan menunggu abang iparnya itu keluar.


"Noh, Calandra sudah datang. Papa ke kantor yah." Pamit Alan


"Heum, janan gatal nanti di cana. Mama malah nanti." Peringat Caramel.


"Mana mungkin, mama mu yang terbaik sayang. Da ... Papa pergi yah." Alan pun menyempatkan untuk meng3cup pipi putranya. Lalu, dia berjalan menuju mobilnya.


Caramel melambaikan tangannya saat mobil Alan mulai berjalan pergi. Terlihat, Calandra menghampiri Caramel yang masih berdiri mengamati kepergian mobil Alan


"Gula nda macuk?" Tanya Calandra.


"Mau macuk, ayo Cala." Ajak Caramel sembari menggandeng tangan bocah laki-laki itu


Sebelum pergi, Caramel sempatkan diri untuk menatap Bu Rika yang masih berdiri di sana.


"Calan Calamel, Bu Lik ganti nama aja. Jadi Bu Cukma," ujar Caramel memberi saran.


"Eh ... janan deng. Nanti Jadi panggilna Bucuk lagi." Ralat Caramel, yang mana membuat Bu RIka menahan kekesalan pada muridnya itu.


____


Antusias banget kalian🤧🤧 terima kasih yah, sudah mendukung novel ini sampai menduduki peringkat like ke 2. Terharu banget🤧🤧

__ADS_1


Aku baca kok komentar kalian, tapi maaf. Belum sempat bales😭😭 Terima kasih atas dukungan kalian.


Sebagai bonus, masih ada up satu lagi. JAdi hari ini triple up yah😍😍😍


__ADS_2