Kembar Genius Milik Ceo Galak

Kembar Genius Milik Ceo Galak
Titipan Elouise yang menguntungkan


__ADS_3

Tengah malam, Alan baru kembali ke mansion. Pakaiannya sudah berantakan, kini dia hanya mengenakan kemeja yang sudah keluar dari celananya. Sementara lengan kemejanya, ia gulung sampai siku. Kedua kancing teratas kemejanya terbuka membuat d4da berotot pria itu sedikit mengintip.


Ketika masuk, maid sudah menunggu untuk membawakan tas dan jas nya. Alan memberikan jas dan tasnya itu, lalu menatap ke sekeliling mansion.


"Apa Alexix sudah tidur?" Tanya Alan.


"Sudah tuan, Den LExi sudah tidur sejak jam delapan malam tadi. Pengasuh yang anda bawa juga ada di kamar den Lexi." Terang maid itu.


Alan yang tadinya akan beranjak pergi seketika menghentikan niatnya. Dia mengungkapkan dirinya pada kedua maid tersebut.


"Siapa kau berani menganggap istriku seorang pengasuh?" Tanya Alan dengan suara dinginnya.


Tubuh Maid tersebut tersentak kaget, dia bergegas menundukkan kepalanya tanpa berani menatap Alan yang tengah menatapnya tajam. Sementara temannya yang lain, turut menatap takut Alan.


"Dengar ini, dia adalah Azalea. Nyonya Annovra, panggil dia Nyonya. Mengerti?! Jika ku dengar kau menyebut istriku seperti tadi, akan ku pecat kamu." Ancam Alan.


"Ba-baik tuan." Lirih Maid itu.


Alan bergegas pergi, meninggalkan maid yang habis dia tegur tadi melemas. KEdua teman maid yang lain bergegas merangkul temannya.


"Lain kali hati-hati kalau bicara." Tegur temannya.


"Mana aku tahu dia istri tuan, ku pikir dia pengasuh," ujar maid yang habis di tegur tadi.


Sementara Alan, dia menaiki undakan tangga menuju lantai dua. Sesampainya di lantai dua, langkah Alan terhenti di depan pintu kamar putranya. Tangannya terangkat dan memutar handle pintu.


Cklek!


Saat pintu terbuka, matanya pertama kali melihat dimana posisi Alexix berada di pelukan Azalea. Wanita itu memeluk putranya dnegan nyaman. Perlahan, Alan melangkah masuk.


Langkah Alan terhenti tepat di belakang Azalea. Dia mendudukkan dirinya di tepi ranjang, matanya tak lepas dari wajah cantik Azalea. Perlahan, tangan Alan terangkat. Lalu, tangannya menyingkirkan poni yang sedikit menutupi wajah cantik wanita itu.


Degh! degh! degh!


Alan tak mengerti, mengala jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya. Dia kembali teringat pesan putranya siang tadi.


"Titip buat mama,"


Alan terdiam, bagaimana caranya dia menyampaikan pesan Elouise pada Azalea. Jika dari kata, Alan akan mudah menyampaikan. Tapi kalau k3cupan, apakah ALan harus melakukannya?


"Gak papa kali, kan amanat dari Elouise. Amanat harus di sampaikan si?" BAtin Alan.

__ADS_1


Perlahan, wajah Alan mendekat pada wajah Azalea. Dia memejamkan matanya saat bibirnya sampai di pipi tirus wanita itu.


Cup!


Tak sampai disitu saja, Alan justru berharap lebih. Dia melepas k3cupannya di pipi Azalea dan beralih ke bibirnya. Setelah dapat yang dia inginkan, Alan kembali menegakkan tubuh nya. Tangannya memegang bibirnya dengan senyum yang tercetak jelas.


"Bayaran untukku." Batin Alan.


Kelakuan Alan, ternyata di lihat oleh seseorang. Bi Sari, dia mengintip di pintu dengan tangan yang menutup mulutnya. Dia yang berniat akan ke kamarnya, seketika terhenti saat melihat Alan yang memasuki kamar Alexix. Dengan penasaran, dia pun mengintip apa yang di lakukan oleh tuannya. Rupanya, tuannya itu mencuri sebuah hal yang membuat Bi Sari bahagia dalam hatinya.


"Benci sama cinta tuh beda tipis yah, berani c1umnya pas nyonya lagi tidur. Seharusnya tadi aku foto, terus kasih ke nyonya." Gumam Bi Sari.


.


.


.


Azalea bangun di pagi hari, dia bergegas membangun Alexix dan memandikan putranya itu. Setelah memandikan Alexix, Azalea pun memakaikan pakaian untuknya.


"Mama, Lekci mau cekolah," ujar Alexix di sela kegiatannya memakai pakaian.


"Memangnya Alexix enggak sekolah?" Heran Azalea.


Azalea mengangguk mengerti, mungkin nanti dia akan bicarakan kada Alan. Bagaimana pun juga, putranya butuh bersosialisasi dengan anak lainnya membuat mental putranya itu terbentuk.


"Nanti mama bicarakan sama papa yah, sekarang Lexi sarapan dulu. Mama nanti mau pulang sebentar untuk ambil pakaian," ujar Azalea sembari menyisir rambut putranya.


"Lekci mau ikut kalau gitu!!" Seru Alexix.


"Eh?! nanti izin dulu sama papa yah." Pinta Azalea


Senyum Alexix mengembang dan tanpa menunggu perintah, Alexix bergegas berlari keluar membuat Azalea panik. Lalu, mengejarnya.


"Alexix! jangan sekarang!" Lekik Azalea.


Namun, semuanya sia-sia. Alexix sudah masuk ke kamar Alan, Azalea pun turut mengejar hingga ke dalam.


"Eh, mana papa? Lagi di belenang kali yah?" Gumam Alexix saat tak mendapati Alan di kamarnya.


Tanpa mengajak Azalea, Alexix bergegas berlari keluar. Azalea yang akan menyusul putranya, dia mengurungkan niatnya. Kala, dia mendengar bunyi suara pintu kamar mandi yang terbuka.

__ADS_1


Cklel!


Azalea berbalik, dia mematung saat melihat seorang pria keluar dengan handuk yang hanya menutupi bawahnya. Azalea mematung, tubuhnya terasa sulit di gerakkan.


"Kamu?! ngapain kamu disini?!" Pekik ALan saat melihat Azalea berdiri di dekatnya.


"I-itu, ta-tadi a-anu ...,"


Azalea meneguk kasar ludahnya saat melihat tetesan air jatuh dari tubuh kekar milik Alan. Tubuh pria itu sangat proposional. Otot dadanya dan juga lengannya, membuat Azalea tak sanggup berkata apapun.


Melihat keterdiaman Azalea, membuat sebelah sudut Alan terangkat. Dia mendekat pada Azalea dan meraih linggang wanita itu.


"Kenapa? Kau terpesona dengan tubuhku hm? Apa lamu merindukannya? Kita bisa mengulang yang terjadi di antara kita lima tahun yang lalu. Kamu pasti merindukannya kan?" Bisik Alan.


Tersadar, Azalea segera mendorong tubuh Alan. Dia berbalik dan akan keluar pintu, tetapi sudah di dahului tangan Alan yang mendorong pintu hingga tertutup. Azalea bisa merasakan tubuh Alan yang berada di belakangnya sangat lah dekat dengannya, nafas pria itu pun terasa hangat di leher belakangnya.


"Katakan, kau ingin melihatku seperti ini kan hm? Makanya kau ada disini? Memang, semua wanita menyukai tubuhku. Bahkan, tanpa ku membayar mereka. Mereka akan dengan rela naik ke atas ranjang ku." Bisik Alan pada telinga Azalea.


Azalea tak sanggup untuk berkata, kakinya terasa seperti jelly saat ini. Jantungnya berdebar kencang, dia baru menyadari bahwa rasa yang sempat hilang itu kini kembali menempati hatinya.


Wajah Alan akan mendekat pada wajah Azalea, tapi sebelum itu terjadi. Sebuah suara melengking membuat keduanya terkejut.


BRUAK!!


BRUAK!!


"PAPA!! BUKAN PINTUNAAA!! MAMA ADA DI DALAM CI?! ITU MAMA LEKCI!! BUKAK PINTUNAAA!! JANGAN AMBIL KECEMPATAN!!" Teriak Alexix.


Seketika, Alan menjauhkan dirinya. DIa berjalan menuju lemari dan mengambil kaosnya. kemudian memakainya.


Cklek!


Azalea membuka pintu, kakinya langsung di tubruk oleh pelukan putranya.


"Mama, ayo kita belangkat cekalang." Pinta Alexix.


mendengar perkataan putranya, seketika Akan menyahut. "Kalian mau kemana? Lea, jangan macam-macam!" Sentak Alan.


Wajah sinis Alexix seketika kembali terlihat, "Apa lah papa ini, kita mau ke lumah mama buat ambil baju mama kok ya!" Pekik Alexix.


"Enggak usah! Kita ke mall aja, beli yang baru."

__ADS_1


"Apa?!"


__ADS_2