Kembar Genius Milik Ceo Galak

Kembar Genius Milik Ceo Galak
Seberapa banyak yang anda tahu tentang suami saya?


__ADS_3

Si kembar tengah menatap Alan dengan kening mengerut, mereka baru tahu jika papa mereka kecelakaan. Di kamar, semuanya berkumpul menemani Alan yang tengah memakan makan siangnya sembari di suapi oleh sang istri.


"Kecelakaan dimana?" Tanya Elouise pada papa nya yang sedang di suapi makan siang.


"Jembatan besar." Jawab Alan, dia kembali membuka mulutnya saat Azalea kembali menyuapinya.


"Mobilnya rusak nda?" Tanya Alexix.


Mendapat pertanyaan itu, seketika Alan menelan makanannya. Matanya menatap tajam Alexix yang penasaran akan jawabannya.


"Kamu gak tanya papa gimana keadaannya? Kok yang di tanya mobil?!" Pekik Alan.


"Ya bukan, kalau mobil nya rusak. Sayang, baru beli. Kalau papa kenapa-napa, tinggal minta mama cari papa baru."


"KAU!!"


Alexix segera berlari keliar, begitu pun dengan Elouise. Keduanya tertawa kencang, mengindahkan kekesalan Alan pada keduanya.


"Sayaang, dengarkan mereka bilang apa?!" Rengek Alan.


"Sudahlah mas, habiskan makanannya. Sebentar lagi aku mau keluar," ujar Azalea.


"Mau kemana?" Tanya Alan dengan nada tidak suka.


"Ke supermarket. Popok Caramel habis, cemilannya juga. Mau suruh maid mereka pasti lagi istirahat siang." Jawab Azalea.


"Aku ikut kalau gitu." Azalea menghela nafas kasar, suaminya ini ada-ada saja.


"Kamu lagi sakit, di rumah aja!" Ketus Azalea.


Alan merengut sebal, dia menelan makanannya dengan paksa. Lalu, meraih gelas air dan meminumnya hingga kandas.


"Sudah kan? Aku titip Caramel sebentar, mau kembalikan mangkok ini." Pamit Azalea.


Setelah kepergian Azalea, Alan beralih menatap putranya yang tertidur pulas di sampingnya. Seketika, ide jail terlintas di pikirannya.


"Hehe ...." Alan menc1umi pipi anak hadisnya dengan brutal. Membuat Caramel terusik dalam tidurnya.


"Ekhee ... Ekheee ...,"


"SAYAAAANGG!!! CARAMEL BANGUUUNN!!" Teriak Alan, tangannya dengan iseng mencubit pipi gembul putrinya.


Tentu saja Caramel menangis keras, hingga Azalea yang berada di dapur pun dapat mendengar tangisan putrinya.


"Kok bisa bangun?" Pekik Azalea, menghampiri putrinya itu.


"Enggak tau, bangun sendiri." Ujar Alan dengan polosnya.


Azalea meraih Caramel, dia menimang putri kecilnya yang tak kunjung diam. Tatapannya beralih pada Akan yang menatapnya tanpa salah.

__ADS_1


"Mungkin dia tahu kamu mau pergi, bawa aja," ujar Alan dengan santai.


"Gitu yah. .. tapi biasanya gak pernah nangis gini kok." Gumam Azalea.


Akhirnya, Azalea memutuskan untuk membawa putrinya ke mini market dekat rumahnya. Sementara Alan, dia tersenyum puas karena rencananya berhasil ia lakukan.


"Kalau bawa Caramel, kan orang taunya dia sudah punya anak. Hais, resiko punya istri yang wajahnya awet muda. Di sangka masih anak kuliahan terus padahal udah sold out." Gumam Alan.


Azalea sampai di supermarket, dia hanya berjalan kaki lantaran dekat dari mansion. Tanpa menunggu lama, dia masuk ke dalam Mengambil troli, dan memasukkan Caramel di dalam.


"Caramel duduk anteng sini yah, mama pilihkan buah untukmu dulu." Titah Azalea.


Azalea menepikan trolinya saat sampai di rak buah, dia mengambil plastik dan memasukkan buah apa saja yang akan dia beli.


Caramel menatap apa yang di lakukan sang mama dengan mata mengerjap lucu. Lalu, tatapannya beralih pada buah anggur yang ada di sebelahnya. Tangan gempalnya menggapai buah anggur itu, dia menariknya dengan kuat. Namun, karena tubuhnya yang mungil. Dirinya tak kunjung bisa menarik buah itu. Akhirnya, Caramel memakan salah satu buah anggur langsung dari tangkainya dan menariknya dengan giginya yang sudah bertumbuh banyak di bagian depan.


"Ini Naga, kamu suka naga kan Cara ... astaga!!" Azalea buru-buru memegang pipi Caramel. Namun, naasnya. Anggur itu sudah masuk ke dalam mulut putrinya.


Terpaksa, Azalea memasukkan sisa buah anggur yang putrinya makan tadi ke dalam trolinya. Padahal, Azalea tak niat membeli buah anggur. Sebab, si kembar maupun suaminya tak menyukainya. Tapi, entah mengapa Caramel justru terlihat sangat menyukainya.


"Apa kau akan menjadi pemakan segalanya, Caramel? Ini doyan, itu doyan. Aish ... seharusnya mama tak harus menulis list makanan yang kamu suka." Gumam Azalea.


"Mungkin ayahnya juga seperti itu."


"Eh?!" Azalea menoleh, matanya terbelalak lebar saat melihat wanita paruh baya yang beberapa hari lalu dia temui.


"Loh, nyonya kan yang kemarin ...,"


Azalea melipat bibirnya, sungguh canggung memanggil orang baru dengan sebutan mama. Namun, menolak pun dirinya tak enak.


"Oh ya, gak sama suami?" Tanya wanita paruh baya itu.


Azalea menggeleng, "Enggak, suami saya baru aja habis kecelakaan semalam Jadi, dia tidak bisa menemani dulu." Terang Azalea.


Mata Arumi terbelalak lebar, raut wajahnya berubah khawatir. Azalea bisa melihat perubahan ekspresi wanita itu.


"Bagaimana keadaannya? Dimana suamimu di rawat?" Pertanyaan Arumi tentu saja membaik Azalea heran.


"Ehm suami saya ada di rumah, dia hanya mendapat luka jahitan di keningnya. Sekarang juga sudah membaik." Jawab Azalea.


"Sebentar yah!"


"Ha?" Azalea melongo saat melihat kepergian Arumi yang sepertinya buru-buru. Dia bingung, mengapa wanita itu memintanya untuk menunggu.


Tak lama, Arumi datang dengan beberapa makanan di tangannya. Azalea bahkan sampai tak bisa mengingat, makanan apa saja yang Arumi pegang saat ini.


"Ini Salmon, makan salmon bisa membuat luka cepat kering. Ini juga, sayuran hijau. pokoknya kamu ambil makanan yang bisa membuat luka cepat kering disini. Buat sop jagung juga, suamimu pasti sangat menyukainya. Buah jangan lupa, buah mangga dan apel."


Azalea melongo, melihat betapa antusiasnya wanita paruh baya itu memasukkan beberapa makanan pilihannya ke dalam troli Azalea. Dia sempat tertegun, saat menyadari jika beberapa kalimat Arumi menunjukkan jika wanita itu lebih tau segalanya tentang Alan ketimbang dirinya.

__ADS_1


"Hai cantik, oma gemas sekali padamu. Apa kau suka sekali anggur hm? Sedari tadi kau lahap memakannya, nurun dari ayahnya yah suka anggur."


Azalea mengerjapkan matanya, setahunya. Alan tak menyukai anggur. BAhkan, pria itu akan meminta maid untuk menyingkirkan anggur dari meja makan. Tapi, kenapa seolah wanita di depannya ini tabu segalanya tentang suaminya.


"Bayi mu biasa makan dengan apa?" Tanya Arumi sembari menatap Azalea.


Azalea kembali menormalkan ekspresinya, dia tersenyum tipis saat Arumi bertanya.


"Biasanya banyak sih, Caramel suka apa saja," ujar Azalea.


"Oohh, sama kayak bapaknya berarti." Gumam wanita itu.


Azalea tak salah dengar, dia mendengarkan dengan jelas apa yang wanita itu katakan tadi. Seketika, rasa kecurigaan Azalea memupuk.


"Tadi aku pikir, dia ibu-ibu yang suka menggurui ibu-ibu baru. Tapi, kok makin kesini seperti ... dia seakan-akan tahu banyak tentang mas Alan di banding aku. Gak mungkin kan kalau wanita paruh baya ini ... selingkuhan mas Alan." Batin Azalea berontak.


Menyadari kecurigaan Azalea, sontak Arumi menepuk lengan wanita itu. Bibirnya tersenyum lembut, menatap Azalea yang sepertinya mulai waspada terhadapnya.


"Jangan berpikir macam-macam, mama hanya menceritakan pengalaman mama saja. Jangan berpikiran negatif, sungguh mama tidak bermaksud jahat," ujar Arumi


Azalea menggeleng, dia menatap lekat mata Arumi hingga membuat Arumi sedikit merasa aneh dengan tatapan Azalea.


"Seberapa banyak yang anda tahu tentang suami saya?"


Deghh!!


____


KARYA BARU AUTHOR SUDAH HADIR YAH, BERJUDUL #CINTA ADALAH LUKA#


Deskripsinya


Elena Clarissa, menjadi baby sitter dari bayi seorang Ceo tampan bernama Arkan. Arkan adalah seorang duda yang di tinggal mati oleh istrinya setelah melahirkan bayi mereka. Selama setahun Elena menjadi baby sitter, tak menyangka jika dia dan Arkan terlibat perasaan. Keduanya jatuh hati, dan memutuskan untuk mereka.


Dua tahun sudah mereka menikah. Arkan semakin mencintai istrinya, begitu pun sebaliknya. Hingga, Elena mengetahui jika dirinya tengah mengandung. Dia sangat bahagia, tak sabar ingin memberitahukan hal ini pada suaminya. Apalagi, kabar ini lah yang selama ini Arkan tunggu darinya.


Naasnya, kecelakaan yang di alami Arkan membuat pria itu mengalami kelumpuhan dan Amnesia sebelum dia tahu jika Elena tengah hamil. Dia mengingat semuanya, tapi tidak dengan Elena. Dia melupakan istri yang tengah mengandung anaknya itu.


"Aku istrimu mas!"


"Tidak, istriku hanya Selia. Jika memang kita pernah menikah, aku akan menceraikanmu secepatnya."


Degh!


Bagaimana perjuangan Elena untuk membuat suaminya mengingat kembali tentangnya? Apakah Arkan tetap selamanya tak akan pernah mengingat Elena? Bagaimana dengan anak sambung Elen yang sangat menyayanginya?


Penasaran lanjutannya? Up setiap hari 2-3 chapter. Sesekali ada crazy up. Siapkan tisu, karena alurnya akan banyak mengandung bawang😁


Tapi tenang aja, celoteh cadel anak kecil akan di selipkan dalam cerita baru ini. Yang pasti nya, akan membuat perut kalian sakit😭😭

__ADS_1


Byee semua, author tunggu di sana🤗🤗


Baru dua chapter sih😅


__ADS_2