Kembar Genius Milik Ceo Galak

Kembar Genius Milik Ceo Galak
Tingkah jail Alan


__ADS_3

Cklek!


Azalea buru-buru masuk ke dalam kamar, pipinya sudah seperti udang rebus. Alan berhasil membuatnya salah tingkah seperti ini. Buru-buru dia menaiki ranjang dan menyelimuti dirinya.


Alan baru saja sampai di kamarnya, dia mengangkat sebelah sudut bibirnya saat melihat apa yang Azalea lakukan. Baru saja di goda seperti itu, istrinya sudah salah tingkah. Apalagi dia beneran melakukan nya? Bahkan, dengan santainya dia menutup pintu. Lalu, berjalan menuju lemari.


Azalea yang tadinya sudah memejamkan matanya, seketika membukanya sedikit. Dia ingin tahu apa yang Alan lakukan. Tampaknya, pria itu akan berganti pakaian, Karena berada di depan lemari pakaian.


Alan mengangkat baju yang ia kenakan, dan meloloskannya dari kepalanya. Mata Azalea terbuka lebar saat melihat otot-otot kekar suaminya itu.


"Gak usah liat medsos, yang di depan mata aja ada." Batin Azalea. Air liurnya bahkan hampir menetes karena sangking dirinya tak sadar.


Alan mengambil kaosnya yang lain, setelah itu dia memakainya. Pria itu sengaja mengganti bajunya yang sudah terkena asap rok0k. Karena dia ingin menjaga keluarganya, dengan memperhatikan setiap hal-hal kecil yang dirinya lalukan.


Azalea kembali memejamkan matanya saat melihat tanda-tanda suaminya akan berbalik. Dia berpura-pura tertidur, khawatir suaminya itu memergoki dirinya yang sedang mengintip.


Cklek!


Alan memutuskan keluar kamar, dia berjalan santai menuju kamar kedua putranya. Dia ingin tahu, bagaimana keadaan Elouise.


Cklek!


Alan memasuki kamar Alexix, dan langsung berjalan menuju sisi ranjang. Matanya menatap lekat Elouise yang tertidur sembari memeluk guling kecilnya. Tatapan Alan beralih menatap Alexix yang sudah berada di ujung ranjang. Khawatir putranya terjatuh, Alan pun membenarkan posisi Alexix.


"Yang satu kalem, yang satu udah kayak angin topan kalau tidur." Gumam Alan.


"Heee .. ekheee!!"


Alan mengalihkan tatapannya, di lihatnya Elouise merengek. Namun, matanya masih terpejam. Tangan mungilnya menggaruk pipinya hingga memerah. Alan pun langsung berinisiatif menahan tangan putranya itu agar tak kembali menggaruk.


"Lepacin!! Lebah na banak loh ini hiks ... banak kali lebahna. Jadi telampolin nanti pipina El hiks ...."


Alan duduk di tepi ranjang, dia beralih mengelus pipi Elouise hingga putranya itu kembali tenang. Sejenak, Alan memilih untuk memperhatikan Elouise yang kembali tenang. Khawatir putranya itu akan kembali gelisah.


Baru saja Alan tenang, tiba-tiba dia di kejutkan dengan Alexix yang terduduk. Bahkan, matanya menatap ke arah Alan. Mata nya masih sangat merah.


"Papa, tadi pacal na Lekci kemana?"


"Ha? Siapa? Pacaran sama siapa kamu?" Bingung Alan.


Alexix melihat kedua telapak tangannya, dengan bingung dia mencari-cari hal yang tidak Alan pahami. Lalu, anak itu mengepalkan tangannya. Kemudian, membukanya.

__ADS_1


"Lexi cari apa?" Tanya Alan heran.


"Uang na tadi, kemana yah?" Tanya Alexix. Tadi pacar, sekarang uang.


"Ngelindur kali yah." Batin Alan, menyadari apa yang terjadi pada putranya itu saat ini.


Tak lama, Alexix kembali merebahkan dirinya. Dia menghadap ke arah Elouise. Matanya pun terpejam, dan akhirnya Alexix kembali tertidur.


"Apa karena capek yah jadi pada ngelindur? Dari taman hiburan langsung belanja untuk keperluan sekolah." Gumam Alan.


Setelah memastikan kedua putranya tertidur dengan nyenyak, Alan pun kembali masuk ke kamarnya untuk tidur.


.


.


.


Hari ini, Si kembar sudah mulai sekolah. Mereka sudah rapih memakai seragam, Tampak keduanya sangat bersemangat. Membuat Azalea begitu senang melihat ke antusias-an kedua putranya.


Alan akan mengantar keduanya, bersama dengan Azalea. Mereka ingin terlihat sebagai keluarga cemara, mengantar anak mereka ke sekolah bersama-sama.


"Lexi ingat, di sekolah nanti jagain adeknya. Ada dua bodyguard papa yang stay di sana. Dia yang akan menjaga kalian selama di sekolah. Ingat pesan papa." Titah Alan saat mereka berada di mobil, menuju ke sekolah si kembar.


Alan tak ingin melepas kedua putranya begitu saja. Mungkin, dia berhasil mendidik putranya agar tidak menyakiti anak lain. Tapi, belum tentu anak lainnya memiliki pemikiran sama dengan kedua putranya. Alan tak mau menyalahkan siapapun nantinya, dia yang harus lebih dulu bertindak. Jika masih ada yang berusaha menyakiti putranya, Alan yang akan turun tangan untuk membela putra kembarnya.


Mobil yang mereka tumpangi terhenti di depan gerbang. Setelah itu, pintu Alan terbuka oleh supir. Dia bergegas keluar, lalu membantu kedua putranya untuk turun.


"Kamu gak ikut turun?" Tanya Alan pada Azalea yang masih diam di tempat.


Azalea menggeleng, "Ramai orang, takut ada yang lihat," uhar Azalea.


Alan terdiam, hubungan keduanya memang benar belum di publish. Nantinya, akan menjadi trending jika sudah di publish.


"Papa! Celat ayo!!" Pekik Alexix.


"Oya, ayo."


Alexix dan Elouise melambaikan tangannya pada Azalea, "Dada mama!! Calangeee!!" Seru Alexix dan Elouise secara bersamaan.


Azalea turut melambaikan tangannya, dia hanya bisa menatap suami dan anaknya yang berjalan memasuki sekolah. Dengan Alan yang menggandeng tangan keduanya di sisi kanan dan kiri.

__ADS_1


"Tidak turun nyonya?" Tanya sang supir.


Azalea tersenyum, "Takut ada wartawan pak." Sahut Azalea.


"Loh, nyonya ini kan istrinya. Gak ada masalah to?" Ujar supir itu dengan bingung.


Azalea hanya menanggapinya dengan tersenyum tipis. Dia memang istrinya, tapi untuk saat ini hubungannya dan Alan hanya sekedar orang tua si kembar. Hingga pria itu sudah mencintainya. Azalea tak ingin terjebak kembali dengan kebaikan pria itu.


"Yah, istri. Istri yang di sembunyikan." Batin Azalea.


Tak lama, Alan kembali. Dia tengah sibuk menelpon seseorang, membuat Azalea memilih diam karena tak ingin mengganggunya.


"Nanti siapkan saja apa yang saya pesan, setengah jam lagi saya sampai."


Alan mematikan sambungan telpon itu, lalu tatapannya beralih pada sang istri yang sibuk menatap jalan.


"Tuan, kita langsung pulang atau ke kantor?" Tanya supir.


"Ke Jalan Sakura aja." Pinta Alan.


Supir itu mengangguk, dia pun mulai melakukan mobilnya. Sedangkan Alan, dia kembali menempelkan ponselnya pada telinganya.


"Halo, Kendrick.. Bisa kau handle kantor untuk saat ini?" Tanya Alan.


"Ya, tuan. Hari ini tidak ada meeting penting, tapi tuan Brandon ingin bertemu dengan anda siang ini." Sahut Kendrick.


"Ya, nanti siang suruh dia ke rumahku." Pinta Alan.


Azalea hanya mengamati jalanan tanpa berniat ingin menatap Alan. Setelah mobil terhenti, suaminya itu baru menyelesaikan pembicaraannya dengan Kendrick.


"Ayo kita turun." Ajak Alan.


"Ngapain kita kesini?" Tanya Azalea. Dia mengamati sekitarnya.


"Ikut saja!"


Alan pun membawa Azalea keluar, keduanya memasuki sebuah toko yang terlihat sangat mewah. Baru masuk saja, mata Azalea sudah di manjakan dengan berbagai berlian yang terlihat sangat berkilau.


"Ada yang bisa saya bantu tuan?" Tanya pegawai toko itu dengan ramah.


_____

__ADS_1


Masih ada satu lagi yah, atau dua lagi tergantung waktunya nanti😅


__ADS_2