Kembar Genius Milik Ceo Galak

Kembar Genius Milik Ceo Galak
Anda ibu kandung suami saya kan?!


__ADS_3

Alan menggeleng, "Bukan, nama mama mas Rena. Bukan Arumi, siapa itu Arumi?" Heran Alan.


Kening Azalea mengerut, dia kembali mengingat wajah bu Arumi. Menurutnya, memang keduanya tak mirip. Mungkin, hanya perasaannya saja.


"Sudahlah, mas mau mandi dulu. Maaf kan mas yah sayang." Alan meraih wajah Azalea dan meng3cup bibirnya singkat.


Azalea hanya diam sembari menatap kepergian suaminya, dia heran dengan apa yang terjadi saat ini.


"Tau lah." Celetuk Azalea.


Malam hari, Alan dan keluarga kecilnya tengah makan malam. Namun yang beda, Alan mengajak mereka makan di sebuah restoran. Sesuai keinginan si kembar, jika keduanya itu ingin makan sate. Jadilah kini mereka makan sate di sebuah restoran besar.


"Enak sate nya loh," ujar Elouise sembari melahap satenya.


"Iya, enak kali. Nanti kesini lagi buat beli." Sahut Alexix.


Alan dan Azalea pun menikmati makanan mereka, tapi tidak dengan Caramel. Justru bayi itu enggan memakan sate saus kacang itu.


"Caramel enggak mau sayang?" Tanya Azalea ketika melihat putrinya yang tak kunjung memakan satenya. Padahal Azalea sudah mencabut daging dari tusuk sate itu.


"Nda ...." Tolak Caramel sembari menggelengkan kepalanya.


"Kenapa? Ini enak loh, Caramel coba nih. Mama suapin." Seru Azalea sembari mengarahkan suapan pada putrinya. Doa sudah menekan daging satenya agar mudah putrinya itu memakannya.


"Ndaaaa!!" Caramel seperti risih dengan sate, padahal sate itu sangat enak.


"Jangan di paksa sayang, mungkin dia merasa aneh sama bentukan bumbu satenya. Nih, berikan ini padanya." Alan memberikan sate yang belum di saus kan, sehingga sate itu masih berbentuk polosan.


Benar saja, Caramel menerimanya, dia memakan sate itu dengan lahap. Sementara Azalea, dia masih belum mengerti mengapa putrinya sangat tidak suka dengan sate bumbu kacang.


"Waktu kecil mas juga pernah begitu, geli ngelihat sate bumbu. Biarkan saja, nanti besar dia akan suka dengan sendirinya," ujar Alan.


Entahlah, Azalea merasa aneh. Suami dan putrinya sama-sama aneh menurutnya.


Saat asik-asik makan, Elouise melihat seorang anak yang dirinya kenal.


"Gerald!!!"


Sontak, Alan dan Azalea beralih menatap sosok anak kecil yang putranya panggil. Kening mereka mengerut, saat anak bertumbuh gemuk itu datang ke meja mereka.


"El juga disini," ujar anak itu dengan senyum mengembang.


"Iya, El juga disini. Sama mama papa, Gerald sama siapa?" Tanya Elouise. Sementara Alexix, dia menghiraukan anak itu dan fokus pada makanannya.


"Gerald sama nenek, sama mommy daddy juga," ujar Gerald.

__ADS_1


Azalea menatap lucu Gerald, pasalnya pipi anak bertubuh gemuk itu sangat bulat. Azalea ingin sekali mencubit pipi itu.


"Kenapa?" Tanya Alan ketika Azalea tak sengaja mencubit gemas lengannya.


"Lihat deh pipinya, gemes banget." Bisik Azalea.


Tatapan Alan beralih pada Gerald, raut wajahnya berubah datar. Bibirnya cemberut kesal.


"Susah susah aku nge gym biar badan kekar, eh yang di sukain istri malah pipi bakpau." Gerutu Alan dalam hatinya.


"Mas, kamu kalau gemuk lucu deh. Biar pipinya bisa aku mainin." Celetuk Azalea, membuat Alan bertambah panas.


"Ogah! Susah-susah aku nge-gym buat ngebentuk badan bagus begini, malah di suruh gemuk. Kamu gimana sih sayang. .. di luaran sana malah naksir sama cowok kayak aku. Kok kamu malah yang gendut!" Greget Alan.


Azalea kembali menarik tangannya dari lengan kekar suaminya.


"Emang aku ada ngomong kalau aku sika tubuh pria yang kekar? Itu kan asumsi kamu sendiri." Sewot Azalea.


"Eh?! Iya juga sih, tapi kan gak gitu juga konsepnya sayang!" Rengek Alan.


Sementara Elouise, dia masih berbincang dengan Gerald yang masih ada di sana.


"Aku balik ke meja dulu yah, nanti nenek cariin." Pamit Gerald.


Gerald mengangguk, setelah itu dia pergi kembali ke mejanya. Tatapan Elouise beralih pada sang mama, dirinya sedikit terkejut saat melihat tatapan mama nya padanya.


"Kenapa sih ma? Kok tatap El begitu? Kan El nda ada hutang." Celetuk Elouise dengan kesal.


"Tadi kamu bilang nenek siapa?" Tanya Azalea dengan sorot mata yang serius.


"Nenek Arum, Arumi." Jawab Elouise.


"Arumi ... dimana-mana selalu ada ibu itu yah." Gumam Azalea.


"HWEKK!!"


Sontak, mereka semua menoleh pada Caramel. Melihat anak itu yang sedang memuntahkan sesuatu, Azalea bergegas memasukkan jarinya ke dalam mulut Caramel.


Ternyata, bocah itu memasukkan semua potongan sate ke dalam mulutnya. Azalea sibuk mengeluarkan daging itu hingga tak tersisa di mulut putrinya.


"Air mas." Pinta Azalea pada suaminya


Alan memberikan air, Azalea pun meminumkannya pada putrinya. Sejenak, Azalea merasa bersalah. Dia lalai mengawasi putrinya itu. Padahal, dia tahu kalau Caramel tidak bisa di biarkan tanpa pengawasan.


"Ekheee ekhee hiks. ...,"

__ADS_1


Azalea pun memangku putrinya, dia ingin menyusui Caramel. Melihat itu, Alan dengan sigap mengambil kain penutup untuk istrinya.


"Adek keselek ya pa?" Tanya Elouise, terlihat sekali raut wajahnya tegang mendapati adiknya yang seperti itu.


Alan mengangguk, dia mencondongkan tubuhnya pada istrinya sembari berbisik.


"Aku ke kamar mandi dulu." Bisik Alan.


Setelah Azalea mengangguk, Alan pun mulai beranjak dari duduknya. Dia pergi dari sana menuju kamar mandi. Sedangkan Azalea, dia masih memperhatikan putrinya.


"Kenapa?"


Azalea terkejut, dia menoleh ke belakang. Lagi-lagi, Arumi ada di sana. Entah suatu kebetulan atau kesengajaan, Azalea selalu bertemu dengan Arumi belakangan ini.


"Biasa bu, Caramel selalu memasukkan makan semuanya ke dalam mulut nya. AKu ceroboh tadi, gak memperhatikan dia." Ujar Azalea dengan memaksa senyumnya.


"Kok bu lagi sih? Mama saja," ujar Arumi dan duduk di bangku yang Alan duduki sebelumnya.


"Nenek Arum!!" Pekik Elouise saat melihat keberadaan Arumi.


"Eh ... cucu nenek, sudah selesai makannya?" Tanya Arumi pada Elouise.


Azalea menyadari perkataan Arumi, seketika keningnya mengerut dalam. Lalu, tatapannya beralih pada Alexix yang sepertinya cuek dengan Arumi.


"Nenek, El suka kue buatan nenek. Kapan-kapan buatkan lagi yah!" Seru Elouise.


"Iya, nanti nenek buatkan lagi. Alexix mau juga di buatkan?" Tanya Arumi pada Alexix.


"Enggak." Jawab Alexix dengan cuek. Dia memang seperti itu, tak bisa dekat dengan orang baru. Berbeda dengan Elouise yang sangat akrab dengan orang baru.


Arumi hanya menanggapinya dengan senyum, dia tak ambil hati sikap Alexix.


"Bu Arumi." Panggil Azalea dengan raut wajah tak terbaca.


"Ya?" Sahut Arumi, sembari menatap Azalea.


"Kenapa anda seakan tahu kalau Elouise adalah putra saya? Kita baru saja bertemu, tapi kau mengetahui semuanya? Bukankah, seharusnya kamu terkejut dan menanyakan apakah Elouise putraku?" Tanya Azalea membuat mata Arumi terbelalak lebar.


Arumi berdiri, sehingga tatapan Azalea pun sedikit ke atas untuk menatap wanita paruh baya itu.


"Jawab pertanyaan ku dengan jujur, anda Mama Rena kan? Ibu kandung suami saya?!"


____


Seharusnya up semalem tadi, tapi akunya ketiduran😭😭 maaf yah kawan. Aku usahakan double up tiap hari.

__ADS_1


__ADS_2