
Siapa dia? Ku pikir, sejak kemarin Azalea berkomunikasi dengan Reagan. Apakah Diandra pemilik toko kue itu? Mungkin Azalea sedang izin mengundurkan diri." Gumam Alan.
"Papa ngapain pegang-pegang ponsel mama?"
"Eh?!" Karena terkejut, ponsel yang Alan pegang terjatuh.
PRAK!!
Alan menatap ponsel itu dengan mata membulat, lalu dia membalikkan badannya menghadap ke arah Elouise dan membelakangi Alexix. Sama halnya, Elouise itu menatap ponsel yang terjatuh itu dengan tatapan terkejut.
"Papa ... ha ... ha ... nanti mama malah." ujar Elouise sembari menunjuk ke arah ponsel Azalea.
Cklek!
"Tadi aku dengar ada bunyi barang jatuh, apa yang jatuh?"
Degh!!
Elouise dan Alan saling pandang dengan mata melotot, wajah mereka mendadak pucat pasi.
Saat Azalea mendekat, Alan memundurkan langkahnya. Melihat ponselnya yang tergeletak di lantai dengan kondisi layar yang pecah, membuat tatapan Azalea beralih menatap Alan dengan tajam.
"Habislah cudah, mama malah lah tu." Ringis Elouise.
Azalea merunduk, dia mengambil ponselnya. Matanya memperhatikan keretakan yang di terjadi pada ponselnya itu. Dia mencoba menyalakannya lagi, beruntung ponselnya bisa kembali menyala. Hanya terjadi keretakan layar saja.
Lalu, tatapannya beralih menatap Alan dan juga Elouise.
"Kok bisa jatuh?" Tanya Azalea pada keduanya.
Elouise menatap Alan, kelihatan sekali jika sang papa tengah gugup. Alan berusaha menormalkan ekspresinya dengan berdehem pelan.
"Tadi aku mau bangunin Elouise, mungkin karena kaget Elouise gak sengaja dorong tanganku. Membuat lenganku menyenggol ponselmu. Maaf, nanti aku belikan yang baru." Penjelasan Alan membuat mata Elouise melotot seketika.
"Oh gitu, ya gak papa ... nanti tinggal ganti LCD nya aja." Ujar Azalea dnegan santai. Lalu, dia berbalik badan dan beranjak dari sana.
Elouise yang tak terima di salahkan pun ingin membocorkan kesalahan Alan, tetapi belum saja mulutnya berucap. Alan sudah membekapnya.
"Tolong sekali saja, papa malas ribut dengan mama." Bisik Alan agar anaknya itu mau menolongnya.
Terlihat, Azalea keluar ruangan. Mungkin wanita itu ingin ke kantin rumah sakit, atau mengambil sarapan. Setelah kepergian Azalea, Alan pun melepaskan bekapannya pada mulut Elouise.
"Tangan papa bauu tau nda!!" Pekik Elouise dengan kesal.
"Bau dari mana? orang wangi kok." Sahut Alan dengan cepat.
"Papa lupa cuci tangan yah?!" Pekik Elouise dengan jujurnya membuat Alan terbengong seketika.
__ADS_1
"Mana ada! Jujur amat nih anak yah! Orang papa belum buang air kok ya!" Kesal ALan.
Cklek!
Azalea kembali dengan nampan sarapan untuk Elouise di tangannya, bisa saja perawat yang mengantar. Namun, Azalea ingin mengambilnya sendiri.
"Hwek!"
"El?!" Azalea pikir putranya akan muntah, sehingga dia menaruh nampan itu dan menadahkan tangannya di bawah dagu Elouise.
"Mas! Kamu kok diem aja si! ambil ember kek!" Kesal Azalea.
"Tangan papa bau," ujar Elouise.
"Ha?" Seketika, Azalea menatap Alan. Pria itu masih mempertahankan wajah tegasnya.
"Apa? Tanganku wangi kok, wangi parfumku," ujar Alan membela dirinya sendiri.
"Bau be ....,"
"EEEHH!! LEXI BANGUUUNN!!" Seru Alan membuat Elouise dan Azalea mengalihkan pandangannya kearah Alexix yang berada di belakang Alan.
Benar, bocah itu bangun. Alexix terlihat kebingungan, wajah ngantuknya menatap satu persatu anggota keluarganya.
"Kok El ada di cana?" Tanya Alexix dengan suara seraknya.
"Balu bangun! Enak tidul yah ... El bukan guling. Kalau mau guling, becok beli. Janan El yang jadi gulingna." Kesal Elouise, dia nasih kesal karena tidurnya yang di ganggu oleh Alexix.
"Cadal lah! El tidulna nda kayak olang m4ti, kayak citu!"
"APAAA?!!" Pelik Alexix, bersiap ingin turun dari brankar dan mendekati Elouise. Namun, sebelum itu terjadi. Alan menangkap Alexix dan kembali mendudukkannya di brankar.
"LEPACIN DADDY!! BIAL LEKCI HAJAL! ENAK AJA LEKCI DI BILANG OLANG M4TI!!" Sentak Teriak Alexix, dia berusaha melepas cekalan Alan di lengannya.
"APA?! BELANI CINI ... CINI ... EL NDA TAKUT!!" Seru Elouise berusaha untuk turun dari brankar, tetapi Azalea malah mencegatnya.
"El, nanti bekas jahitannya kebuka lagi loh." Azalea ngeri melihat tingkah gesit Elouise.
Azalea dan Alan tengah di buat kelimpungan oleh kedua anaknya yang kerap kali bertengkar. Namun, ketika di pisahkan keduanya tidak mau. Azalea heran, kenapa bisa seperti itu.
.
.
.
Alan sedang bersiap-siap akan memboyong keluarganya pulang, dia bahkan sudah menyiapkan kursi roda untuk Elouise. Sebenarnya, bisa saja dia menggendong Elouise. Hanya saja, dia khawatir Elouise akan kesakitan karena bekas jahitannya yang masih belum terlalu kering.
__ADS_1
"Ayo El, duduk di kursi roda dulu." Ajak Alan sembari menggendong Elouise dengan bridal style.
Setelah Alan mendudukan Elouise di kursi rodanya, dan memastikannya aman. Kemudian, Alan memastikan kesiapan Azalea dan juga Alexix.
"Sudah semua kan? Barang-brang biar bodyguard yang bawakan." Ujar Alan pada Azalea.
Azalea mengangguk, dia kembali mengecek ruangan. Takut ada barang yang tertinggal.
Cklek!
Kendrick datang dengan dokter Aryan dan juga seorang wanita bule. Azalea bahkan sampai terdiam membeku kala melihat kecantikan wanita itu.
"Cantik sekali, tubuhnya juga ideal. Pantas saja, Dokter Aryan juga sangat tampan." Batin Azalea.
Kendrick berjalan menghampiri Alan, dia membawa sebuah map dan juga kunci. Lalu, dia memberikannya pada Alan. Bos nya itu menerimanya dan berjalan mendekati Dokter Aryan.
"Sudah bersiap pulang?" Tanya Dokter Aryan.
"Iya dok, saya gak bisa terlalu lama disini. Masih banyak kerjaan yang menumpuk, si kembar juga kangen rumahnya." Jawab Alan.
Dokter Aryan mengangguk mengerti, "Oh ya ini ... sayang, kemarilah!"
Tatapan Alan beralih menatap wanita cantik yang di rangkul oleh Dokter Aryan. Alan tebak, jika wanita itu adalah istri dari Dokter Aryan.
"Dia Ariana, istriku." Dokter Aryan memperkenalkan istrinya.
Mendengar itu, seketika Alan meminta Azalea untuk mendekat. "Lea, ginjal baru Elouise adalah milik anak mereka." Tetang ALan.
Seketika, Azalea menatap Ariana. Mata nya wanita itu berkaca-kaca, begitu pun dengan Ariana. Azalea memeluk Ariana, begitu pun dengan sebaliknya.
"Thank you, thank you for giving your son's kidney to my son," Bisik Azalea menggunakan bahasa inggris.
(Terima kasih, terima kasih telah memberikan ginjal anakmu kepada anakku)
"Ternyata dia bisa bahasa inggris? Ku pikir dia tidak bisa." Batin Alan.
"Ya, sama-sama." Sahut Ariana.
Azalea dan Ariana sama-sama melepaskan pelukan mereka, lalu tatapan Ariana jatuh pada Elouise. Melihat itu, Azalea yang peka langsung membawa Elouise mendekat pada Ariana.
Arian berlutut di hadapan kursi roda Elouise, tangannya meraih tangan kecil Elouise dan menggenggamnya.
"You are very sweet," ujar Ariana. Matanya menatap Elouise dengan tatapan berkaca-kaca.
Tak mengerti dengan bahasa yang Ariana katakan, Elouise pun beralih menatap Azalea.
"Mama, bahaca apa itu. Aneh kali," ujar Elouise membuat Dokter Aryan tertawa kecil di buatnya.
__ADS_1
___
JANGAN LUPA DUKUNGANNYA 😘😘😘