Kembar Genius Milik Ceo Galak

Kembar Genius Milik Ceo Galak
Publish hubungan


__ADS_3

Dua minggu kemudian.


Sebuah pesta di gelar begitu meriah di sebuah gedung besar, dengan acra yang sangat mewah. Terlihat, sebuah mobil sedan berwarna putih sebanyak tiga buah berjalan beriringan dan berhenti di sebuah karpet merah.


Tak lama, pintu mobil di buka oleh seorang bodyguard. Keluarlah seorang oria tampan dengan jas hitamnya, yang tak lain adalah Alan. Sejenak, Alan memasangkan kancing jasnya. Lalu, dia mengulurkan tangannya pada sang istri.


Azalea turun sedikit kesulitan karena gaunnya, dia sedikit kesal karena harus memakai gaun yang ribet menurutnya.


"Mas, ini terlalu norak." Cicit Azalea.


"Tidak, kau bagus memakainya." Seru Alan.


Azalea merengut sebal, dia menggandeng lengan suaminya. Baru saja akan mengangkat wajahnya, untuk menatap lurus ke depan. Tiba-tiba saja, para awak media memotretnya, hingga flash kamera membuat matanya sakit.


"Tolong, beri kami jalan dulu." Linta Alan.


"Tuan, benarkah wanita di samping anda adalah istri anda? Kenapa anda sembunyi kan dia selama ini? Tuan, tolong jawablah!" Seru salah satu wartawan.


Alan tak menjawab, dia merangkul pinggang istrinya untuk melindunginya. Bodyguard pun membuka jalan untuk keduanya, dan akhirnya keduanya bisa memasuki gedung tanpa kesulitan karena awak media.


Sementara si kembar, keduanya masuk lewat pintu samping. Khawatir, keduanya terkejut dengan ramainya orang. Sehingga, Alan meminta beberapa bodyguard nya untuk membawa kedua putranya.


Hari ini, adalah hari dimana Alan akan mempublish pernikahannya dengan Azalea. Dan juga, untuk memperkenalkan Azalea sebagai putri dari seorang Erlangga Xaver.


Alan dan Azalea menaiki panggung, keduanya menghadap ke arah tamu. Banyak sekali kamera yang mengambil gambarnya. Membuat Azalea sedikit merasa silau di buatnya.


"Takut gak?" Tanya Alan dengan berbisik pelan.


Azalea menggeleng, "Nggak, cuman dag dig dug aja hatinya." Cicit Azalea. Maklum saja, ini pertama kalinya bagi Azalea menatap para awak media dan dia yang jadi bintang tamunya.


"Itu namanya takut." Pekik ALan.


Azalea tersenyum, ya dia juga sedikit takut. Takut dengan respon orang-orang terhadap dirinya nanti.


"OKE! PERKENALKAN, SAYA ERA SEBAGAI MC DI SINI. BERI TEPUK TANGAN UNTUK TUAN ALAN DAN JUGA ISTRINYA!!" Seru sang MC.


Prok!


Prok!


Prok!!


Di pojok ruangan, tampak si kembar menepuk tangannya dengan keras. Keduanya Tengah di pangku oleh sang opa dan oma nya. Raut wajah keduanya tampak senang. Begitu pun dengan Diandra dan juga Erlangga, keduanya begitu bahagia karena sebentar lagi publik akan tahu mengenai putrinya.


Reagan, pria itu sudah lama terbang ke Jerman. Sesuai perkataannya pada Azalea saat di rumah sakit kala itu.

__ADS_1


"Azalea cantik ya dad, memang turunan kita gak ada yang gagal." Bisik Dia dra.


"Kau benar." Seru Erlangga.


"Waaah mama tantik kali, papa juga danteng cedikit." Seru Elouise.


Sementara di panggung, Alan mulai memperkenalkan tentang siapa Azalea. Tangan Pria itu, menggenggam tangan istrinya. Tak akan dia biarkan tangan Azalea terlepas dari genggamannya.


"Di samping saya saat ini, adalah wanita hebat. Dia ... istri saya. Saya cerita sedikit, jujur saja. Awal kami menikah, tak ada rasa cinta. Semuanya berjalan begitu saja. Setelah anak kembar kami lahir, kami sempat berpisah karena suatu hal. Masing-masing, membawa satu anak. Kami menjauh sejenak karema problem yang tidak bisa kami ceritakan."


"Empat tahun lamanya, kami kembali bersama. Karena ... karena saat itu salah satu putra kembar kami terkena penyakit gagal ginjal kronis. Kami memutuskan untuk rujuk membeli, agar putra kami merasa memiliki keluarga yang utuh."


"Dan, di balik sakitnya dia. Ternyata, ada rencana yang tidak dapat saya tebak. Kami, saling jatuh hati. Dan memutuskan, untuk menjalankan pernikahan ini dari awal, yang pasti dengan cinta. Kami Kembali bersama, bukan hanya karena putra kami. Tapi karena cinta kami."


PROK!


PROK!


PROK!!


Orang-orang banyak yang bertepuk tangan, membuat mata Azalea berkaca-kaca menahan tangis. Begitu pun dengan Alan. Mengingat kisah mereka yang begitu di penuhi dengan keegoisan, membuat keduanya banyak belajar dari kisah yang laku.


"Tapi, bersyukur nya. Kini, putra kami sudah sembuh. Dia sudah mendapatkan donor ginjal dari seorang anak hebat. Anak itu adalah putra Dokter Aryan. Dokter Aryan, jika kau melihat siaran ini. Aku ucapkan, terima kasih. Karena berkat ginjal putramu, aku masih melihat kejailan putraku hingga kini." Seru Alan.


"Dan satu lagi, istri saya adalah putri kandung dari Erlangga Xaver. Kalian pasti kaget bukan? Sama, kami juga." Terang Alan.


"Ceritanya panjang, intinya putri tuan Erlangga sempat hilang saat itu. Dan kini, mereka bisa kembali di pertemukan dengannya." Terang Alan.


Alan tak membiarkan Azalea berbicara, sebab sedari tadi wanita itu sudah menangis. Khawatir, Azalea tak mampu menahan tangisnya saat berbicara.


Setelah selesai acara, Alan turun dari panggung bersama Azalea. Dia datang menghampiri mertuanya dan juga kedua putranya.


"Lexi, El. Kalian nanti naik ke panggung yah, untuk memperkenalkan diri," ujar Alan ketika sampai di hadapan putranya.


Mendengar itu, keduanya menatap ke arah panggung. Sontak, keduanya langsung menggelengkan kepalanya.


"Nda mau lah, kayak pajangan yang di beli aja kalau beldili di citu. Nda mau di jual Lekci." Celetuk Alexix.


"Kok pajangan?!" Bingung ALan.


"Iya lah! Kayak di oblal, iya kan El?" Seru Alexix, meminta pendapat Elouise.


"Iya betul, kayak di oblal." Sahut Elouise.


Alan hanya bisa menggelengkan kepalanya, dia beralih duduk di sebelah Erlangga. Lalu, menepuk tempat di sebelahnya untuk sang istri.

__ADS_1


"HEY BRO!!"


Mereka tersentak kaget saat mendengar teriakan sang sahabat, sontak Alan Langsung berdiri dan memukul keras bahu sahabatnya itu.


"Ngagetin aja!" Pekik Alan


"Hehe, cuman mau kenalin aja. Calon istriku. Cahaya! sini!"


Brandon memanggil seorang wanita cantik dengan dress abu-abu berjalan menghampiri Brandon. Melihat wanita itu, Alan dan Azalea saling tatap.


"Kenalin, dia Cahaya. Cahaya hatiku." Seru Brandon dengan heboh.


"Keliatan seneng banget udah lepas menjomblo." Sahut Alan.


"Iya nih, seneng banget malah. Eh btw, selamat yah. Di tunggu ponakan girl nya!" Heboh Brandon.


"Ya, lagi otw." Balas Alan.


Brandon, memutar bola matanya malas. "Otw mulu, jadinya kagak." Sindir Brandon.


Saat Alan akan membalasnya, ponselnya berdering. Lalu, pria itu mengambil ponselnya yanga ada di saku celananya


"SIapa?" Tanya Brandon.


"Dokter Aryan. " Seru Alan dengan senyum mengembang. Tanpa lama, Alan langsung mengangkatnya.


"Halo dok ...,"


"ALAN! Alan, dengarkan saya. Apakah kamu kenal dengan Taun Karel?" Tanya Dokter Aryan dengan panik.


Kening Alan mengerut, dia menatap Brandon yang sepertinya penasaran dengan percakapan mereka.


"Ya, kenal. Dia mantan pegawai saya sebelum saya pecat, kenapa?" Tanya Alan.


"Alan! Perhatikan Elouise!! Jangan sampai dia hilang dari pengawasanmu!!" Seru Dokter Aryan.


"Elouise ada kok, dia ada di ayah mertua sa ... dad! Kemana Elouise!!" Pekik Alan, saat tak mendapati keberadaan Elouise.


Erlangga menatap Alan dengan raut wajah bingung, "Dia sedang ambil kue bersama Alexix, memangnya kenapa?" Bingungnya.


Sepertinya dokter Aryan mendengar jawaban Erlangga, hingga tak lama dokter itu berteriak.


"ALAN!! CEPAT HAMPIRI PUTRAMU!! KAREL, DIA AKAN MEMBUNUH ELOUISE!! KARENA GINJAL YANG SEHARUSNYA KU BERIKAN UNTUK ANAKNYA, TAPI KU BERIKAN UNTUK PUTRAMU!!"


"Apa?!" Tatapan Alan beralih pada putranya, tak jauh dari kedua putranya berdiri

__ADS_1


Ada seorang pria berpakain hitam dengan masker di wajahnya, tampak sedang menodongkan oistol ke atah outranya.


"TIDAAAAKK!!!"


__ADS_2