Kembar Genius Milik Ceo Galak

Kembar Genius Milik Ceo Galak
Modusnya Reagan


__ADS_3

Mobil Reagan terhenti di sebuah rumah sederhana, tetapi rumah itu terlihat sangat nyaman. Reagan menyukai rumah sederhana, dengan taman bunga kecil di halamannya.


"Ini rumah kamu?" Tanya Reagan.


Airin mengangguk, dia tengah melepaskan sabuk pengamannya. Namun, entah mengapa dia kesulitan melepasnya. Melihat itu, Reagan pun mendekatkan dirinya pada Airin. Belum saja mendekat, Airin sudah memukul pipinya.


Plakk!!


"Awww!! Kok di tampar sih?!" Pekik Reagan.


"Mau modus kan kamu?! Kamu sengaja bikin aku kesulitan buka sabuk ini kan?!" Pekik Airin.


Reagan mengusap pipinya yang terasa panas akibat pukulan Airin. Dirinya hampir tertawa saat melihat raut wajah frustasi Airin.


"Kenapa susah banget siihh!!" Greget Airin.


"Sabar! Biar aku bantu! Jangan pukul lagi, kalau gak mau aku ajak ke pelamina." Celetik Reagan membuat mata Airin melotot.


"EH maksudnya ke rumahku maksud nya." Cetus Reagan.


Reagan pun membantu membukakan sabuk pengaman Airin. Wanita itu tampak sekali menjaga dirinya. Hal itu, tentu membuat Reagan semakin penasaran dengan Airin.


"Udah kan? Ngapain takut aku ngapa-ngapain kamu huh. Lagian, apa yang bagus dari kamu. Depan belakang tepos, gak sesuai dengan seleraku." Sindir Reagan.


"KAU?! DASAR PRIA PIKIRAN CETEK!!" PEkik Airin dengan kesal.


Airin bergegas keluar, hatinya merasa kesal dengan Reagan yang menghina dirinya. Karena kesal, Airin menutup pintu mobil dengan sekuat tenaga.


BRAAKKK!!


"Astaga!! Dasar cewek yah!" Pekik Reagan dengan kesal. Karena mobil ini, adalah mobil kesayangannya yang ia beli dari pengumpulan gajinya selama beberapa bulan.


Reagan hanya bisa menggelengkan kepalanya, sembari menatap Airin yang memasuki rumahnya. Sejenak, Reagan menyandarkan tubuhnya pada jok mobilnya. Lalu, dia melipat tangannya di depan d4da.


"Cantik, judes, haishh ... makin penasaran kan aku." Gumam Reagan.


Dertt!!


Dertt!!


Ponsel Reagan berdering, dia lalu mengambil ponselnya dari saku jas nya. Melihat siapa yang menelpon, senyum Reagan mengembang.


"Halo mommy ku sayang," Sery Reagan sembari memperhatikan rumah Airin.


"Bocah nakal, dimana kamu hah?! Sudah sore, belum pulang juga?! Pulang sekarang!! Mommy mau ke rumah sakit buat jenguk adik iparmu."


"Oh ya? Sakit lagi dia? Otw pulang mom, ini aku masih di depan rumah calon mantu mommy."


"APAAAA?!!"


Sementara di dalam rumah, Airin tengah memperhatikan mobil Reagan dari jendela rumahnya. Sedari tadi, wanita itu terus mengomeli Reagan.

__ADS_1


"Dasar pria modus! Ketemu yang bening dikit, langsung di lirik. Mungkin istrinya lagi nunggu di rumahnya, malah modus sama yang lain. Emang semua laki-laki sama aja!" Desis Airin.


Melihat mobil Reagan yang pergi dari depan rumahnya, membuat Airi langsung menutup rapat gordennya. Saat ia membalikkan tubuhnya, tiba-tiba dirinya teringat akan satu hal.


"Eh, terus motor aku gimana? Kan cowok tadi gak minta nomor aku, terus nanti ... aishh. .. dasar Airin b0doh." Airin memukul pelan kepalanya, dia merasa menyesal karena tak meminta nomor Reagan atau pun memberikan nomor nya.


"Motorku, terus gimana jadinya." Lirih Airin.


Dertt!!


Dertt!!


Ponsel Airin berdering, dia segera mengambil ponselnya dari saku celananya. Melihat siapa yang menelpon, Airin buru-buru mengangkatnya.


"Kak, pulanglah. Mama kecelakaan."


"APA?!"


.


.


.


Cklek!


"Papa!" Seru Elouise, dia berlari menuju brankar sang papa. Dirinya masih mengenakan seragam sekolahnya, begitu pun dengan Alexix.


"Sama abang lah, sama siapa lagi?"


Reagan memasuki ruang rawat Alan dengan senyum mengembang. Melihat kedatangan Reagan, Azalea pun datang menghampirinya. Lalu, dia memeluk abangnya itu.


"Rindu kali abang sama adik abang ini." Reagan meng3cup pipi Azalea. Hal itu tentu mengundang kekesalan Alan.


"Sekali lagi kamu c1um pipi istriku, benda ini bakalan melayang ke arahmu!!" Pekik Alan, dia mengambil pisau buah yang ada di nakas.


"Eh ... eh slow bro," ujar Reagan dengan santai.


Azalea pun kembali mendekat pada suaminya, dia duduk di tepi ranjang. Matanya melirik ke arah Alan yang tengah membuang wajah karena merajuk.


"Mommy sama daddy gak ikut bang?" Tanya Azalea.


"Enggak, mereka nanti malam katanya. Mau ke kondangan dulu." Jawab Reagan.


"Ponakan cantik uncle mana nih?" Tanya Reagan, sembari menatap ke sekeliling ruangan.


Tatapan Reagan jatuh pada kaki gemuk seorang bocah yang bersembunyi di sudut sofa. Perlahan, Reagan pun mendekat, dan menarik kaki itu. Hingga membuat sang empu berteriak kaget.


"AAAA!!!"


Melihat siapa yang menggendongnya, senyum Caramel pun mengembang. Dengan manjanya, dia memeluk leher Reagan dan menaruh kepalanya pada bahu pria itu.

__ADS_1


"Lan, aku bawa pulang boleh?" Tanya Reagan, menatap Alan yang tengah memeluk manja Azalea.


"Bawa lah." Jawab Alan dengan santainya. Tentunya, jawaban Alan membuat mata Azalea melotot tajam.


"Mass!!" Pekik Azalea.


"Gak papa sayangku ... mana tahan dia sama Caramel. Palingan satu jam di balikin." Yakin Alan.


Azalea keberatan, dia tidak bisa jauh dari putrinya. Apalagi, Caramel masih menyusu. Walaupun bayi cantik itu sudah bisa nakan, tapi tetap saja Caramel masih asi.


"Jangan deh Mas, nanti dia cari susu. Bang Reagan kan gak punya." Ujar Azalea keberatan.


"Ck, bawa aja! Sekalian noh, sama si kembar juga. Kalau susu, kasih aja Formula. Biasanya di rumah juga gitu kan, asi kamu hayo. Formula juga hayo." Seru Alan.


"Mas!!" Azalea panik jika kedua putranya juga ingin ikut dengan Reagan.


Mendengar perkataan sang papa, sontak keduanya tersenyum lebar. "MAU!! MAU!!" Pekik keduanya membuat Azalea seketika menatap Alan dengan tajam.


"Tenang aja sih Lea, lagian ada mommy ini. Kalau mereka rewel, abang janji deh. Saat itu juga abang antar mereka kesini." Janji Reagan.


Azalea menatap kedua putranya yang sepertinya sangat ingin ikut dengan Reagan. Lalu, tatapannya beralih pada Caramel yang anteng di gendongan pria itu.


"Iya deh,"


"YEESSS!!" LEkik Alexix dan Elouise.


Azalea heran, mengapa keduanya terlihat bersemangat sekali.


"Yaudah, bawa sana." Usir Alan.


"Bang, nanti kalau Caramel mau nyusu. Buatin susu formula aja, merk nya X." Pesan Azalea.


"Oke!" Sru Regan. Kemudian, pria itu pun pergi dengan membawa Caramel.


"DAA PAPA!! DAA MAMA!!" Seru Elouise, dengan segera menyusul omnya itu. Begitu pun dengan Alexix.


Setelah kepergian mereka, Azalea mendadak murung. Melihat hal itu, Alan pun memeluk istrinya dengan erat.


"Kamu tahu gak sih kenapa Mas suruh Reagan bawa mereka." Tanya Alan.


"Enggak." Jawab Azalea singkat, dia sudah bete dengan suaminya itu.


"Kamu gak sadar yah, belakangan ini kamu tuh lebih perhatian sama anak-anak. Aku nya di anggurin terus. Setiap aku pulang kerja, kamu udah capek ngurusin anak-anak. Waktu kamu buat akunya kapan?"


Azalea terdiam, dia tidak merasa seperti itu. Bahkan, dirinya masih menyempatkan diri untuk melayani Alan setelah pria itu pulang dari kantor.


"AKu gak ngerasa loh." Ujar Azalea membuat Alan seketika mendelikkan matanya.


"Sayaaangg!!!"


___

__ADS_1


Masih ada up satu lagi yah🥰🥰🥰


__ADS_2