Kepingan Hati Seorang Istri

Kepingan Hati Seorang Istri
BAB 114


__ADS_3

"Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik bagi istrinya dan aku adalah orang yang terbaik di antara kalian terhadap istriku" (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)


Selamat membaca.......🌹🌹🌹🌹


🌸🌸🌸🌸


Semua tamu undangan beserta para wartawan yang sengaja diundang untuk meliput acara besar itu, menunggu Reza membuka suara. Sejak tadi, Reza enggan bersuara dan masih diam terpaku menatap wajah cantik istrinya dengan penuh cinta.


Malam ini, Lira terlihat sangat berbeda dengan balutan gaun pengantin syar'i berwarna gold indah, yang secara khusus Reza siapkan untuk wanita tercintanya. Meski Lira hanya memakai makeup tipis sesuai keinginannya, tapi ia masih tetap terlihat cantik dan menawan.


Di sebelah meja tempat Lira beserta keluarganya duduk, terlihat dokter Ambar bersama suami dan anaknya. Hadir pula Doni beserta anak dan istrinya yang Reza undang secara khusus bukan sebagai tamu, melainkan sebagai bagian dari keluarga.


Doni menggelengkan kepala melihat tingkah konyol sahabatnya. Doni merasa salut pada Reza yang sudah banyak berubah sejak menyadari perasaannya. Takdir hidup memang tak ada yang tahu. Allah memang Maha membolak balikkan hati setiap hambanya.


Siapa yang akan menyangka, jika Reza yang dulunya sangat membenci istrinya, bahkan dengan tega telah menorehkan luka yang teramat dalam di hati wanita lugu itu, kini ia justru sangat mencintai istrinya. Semua itu tak lepas dari kebesaran hati Lira yang masih bersedia memaafkan dan mau menerima Reza kembali.


Melihat Reza yang masih diam tanpa suara, Martin langsung berinisiatif untuk mendekati dan membisikan kalimat yang mampu mengembalikan kesadaran Reza. Martin tersenyum geli melihat tingkah putranya.


Reza langsung menetralkan perasaannya yang sempat kaku. Ia berdehem untuk mengembalikan kepercayaan dirinya lalu mulai memberi salam pembuka.


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu. Selamat malam semua. Terima kasih banyak kepada rekan-rekan bisnis dan keluarga besar yang telah bersedia hadir dalam peresmian MM Hospital. Alhamdulillah, proyek ini selesai tepat waktu sesuai dengan apa yang telah ditargetkan. Seperti apa yang sudah ayah saya sampaikan sebelumnya, MM Hospital ini tidak hanya memberikan pelayanan kepada kalangan atas saja, tapi kami juga akan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat kalangan menengah ke bawah. Mereka dengan mudah akan mendapat pelayanan saat ingin memeriksakan kesehatan mereka secara langsung kepada para dokter terbaik yang ada di rumah sakit kami.


"Saya juga ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada orang tua saya. Terutama kepada ibu yang telah melahirkan dan mempertaruhkan nyawa untuk melahirkan saya kedunia. Semoga Allah menempatkan beliau di sisi-Nya bersama dengan orang-orang Soleh dan solehah. Aamiin. Kepada ibu kedua yang sudah merawat dan membesarkan saya dengan sepenuh hati, seperti anak kandungnya sendiri, terima kasih banyak. Kepada ibu mertua saya, yang sudah memberikan banyak pelajaran tentang arti ketulusan dan memaafkan dengan sepenuh hati, terima kasih.


Reza menjeda ucapannya untuk menghela nafasnya lebih dalam. Jantungnya berdetak lebih kencang saat mata indah istrinya menatapnya sambil tersenyum tulus dan penuh bangga.


"Di depan anda semua, saya juga ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada bidadari serta belahan jiwa saya. Wanita sederhana yang dengan kebesaran hatinya, mau memaafkan kesalahan besar yang pernah saya lakukan. Saya tidak pernah menyangka, Allah begitu baik dengan menghadirkan wanita solehah yang begitu sabar ke dalam hidup saya. Karena dialah, saya bisa menjadi suami serta ayah yang bertanggung jawab pada keluarga kecil saya. Berkat doanya pula, saya selalu dilindungi dari segala banyaknya ancaman yang setiap saat mengintai nyawa saya. Andaikan bukan dia yang jadi istri saya, entah takdir apa yang akan saya lalui dalam dunia yang kejam ini."


"Oleh karen itu, saya sangat percaya dengan kalimat yang mengatakan 'di balik kesuksesan seorang pria, ada wanita hebat di belakangnya'. Terima kasih istriku. I love you."


Semua yang hadir dalam acara itu langsung berdiri sambil memberikan tepuk tangan meriah pada Reza. Mereka merasa terharu mendengar ungkapan hati Reza. Lelaki yang selama ini dikenal sangat dingin pada orang lain, ternyata begitu hangat pada keluarganya. Reza tak merasa malu untuk mengakui kesalahannya di depan banyak orang. Ia justru merasa bangga telah mengenalkan istrinya di depan banyak orang. Ia juga merasa lega karena telah mengungkapkan semua isi hatinya dan disaksikan langsung oleh seluruh masyarakat Indonesia.

__ADS_1


Reza turun dari podium, menjemput istri dan anaknya untuk ikut bersamanya naik ke podium. Lira menitikan air mata haru melihat besarnya cinta Reza padanya. Reza mengecup kening lalu memeluk hangat tubuh mungil istrinya di depan banyaknya pasang mata yang kagum melihat cinta mereka. Reza menghapus air mata yang mengalir di pipi mulus istrinya dengan lembut.


Reza menggendong tubuh mungil putrinya yang menggemaskan sambil menuntun tangan Lira menuju kedua orang tuanya yang sudah menunggu di podium untuk melakukan pengguntingan pita sebagai tanda telah diresmikannya MM Hospital.


🌸🌸🌸🌸


Usai penggutingan pita peresmian rumah sakit selesai dilakukan, acara pun dilanjutkan dengan rangkaian pesta pernikahan sebagai kejutan istimewa yang Reza siapkan untuk istrinya. Para tamu yang hadir pun langsung dipersilaka untuk menikmati hidangan yang telah disediakan.


Lagi-lagi Lira dibuat terharu melihat kejutan pernikahan mewah yang tak pernah ia impikan dalam hidupnya. Konsep pernikahan yang Reza siapkan begitu mewah dan elegan dengan banyaknya hiasan bunga mawar putih, kesuakan Lira. Kejutan itu masih terus berlanjut dengan ditampilkannya foto-foto serta video ia bersama keluarga kecilnya di layar yang berukuran cukup besar.


Lira sangat bahagia dengan apa yang telah Reza berikan padanya. Lira memeluk tubuh tegap suaminya yang berdiri tepat di sebelahnya sambil terisak. Ia tak menyangka, akan mendapatkan kejutan yang begitu membahagiakan dalam hidupnya.


"Terima kasih banyak, mas. Lira gak pernah nyangka mas akan melakukan semua ini. Mas juga udah nyiapin gaun indah dan pelaminan mewah seperti ini untuk Lira."


"Sayang, mas udah pernah bilang kan, semua yang mas berikan adalah hak sayang."


Reza merasa terluka saat melihat raut wajah istrinya yang begitu bahagia dengan kejutan pesta pernikahan yang ia berikan. Andaikan waktu bisa diputar kembali, Reza ingin mengulang pernikahannya dahulu yang terkesan sangat sederhana menjadi sebuah pernikahan yang Lira impikan. Namun, semua tinggallah kenangan. Kini Reza bisa menjadikan kenaangan buruk itu sebagai sebuah pembelajaran yang sangat berharga.


"Iya, mas." Lira mengangguk dan Reza pun mengecup kening Lira dengan mesra sebelum memulai foto bersama.


Reza merangkul mesra pinggang Lira sambil menatap mesra satu sama lain. Reza juga mengecup kening Lira saat sang fotografer mulai mengarahkan lensanya ke arah mereka. Setelah itu, Reza menggendong putri kecilnya yang terlihat begitu menggemaskan dengan gaun senada yang dikenakan ibunya, untuk ikut berfoto bersama. Barulah ketiga orang tua mereka, kedua adik angkat Lira, serta keluarga besar Doni dan Reza ikut mengabadikan momen bahagia itu dengan ikut berfoto bersama.


"Sayang, mas masih ada satu kejutan lagi. Jadi sayang tutup mata dulu, ya." Ucap Reza lembut.


"Masya Allah, kejutan apalagi mas?"


"Pokoknya ini kejutan yang jauh lebih special untuk sayang dan mas yakin, kali ini pasti sayang akan suka." Sahutnya penuh keyakinan.


Lira hanya tersenyum lalu memejamkan matanya, menunggu kejutan istimewah selanjutnya yang telah Reza siapkan untuknya.


Kemudian muncullah seorang wanita cantik dengan balutan gamis kebaya gold yang senada dengan yang keluarga Reza kenakan. Wanita cantik itu berdiri tepat di belakang Lira sambil terus menyunggingkan senyuman manisnya.

__ADS_1


"Sekarang, sayang boleh buka mata terus liat ke belakang." Titah Reza dengan lembut.


Lira langsung membuka matanya dan membalikkan badannya sesuai apa yang diperintahkan suaminya. Mata Lira langsung melotot dengan mulut yang terbuka cukup lebar saat melihat wanita cantik yang berdiri sambil tersenyum manis di depannya.


Dengan perasaan bahagia bercampur haru, Lira langsung memeluk tubuh mungil wanita yang sudah menjadi sahabat baiknya sejak kecil.


"Masya Allah, Bela. Kamu apa kabar? Aku kangen banget sama kamu. Kok gak pernah hubungin aku, sih?" Tanya Lira di sela-sela tangisnya yang memeluk erat tubuh sahabatnya.


Ya, wanita cantik itu adalah Bela. Satu-satunya sahabat baik yang Lira miliki. Bela adalah wanita yang Reza temui beberapa waktu lalu, memintanya datang dalam acara peresmian rumah sakit milik keluarganya untuk memberikan kejutan pada Lira. Sejak mengetahui Lira memiliki satu sahabat baik, Reza langsung berusaha mencari tahu tentang Bela lewat Indah, ibu Lira. Saat tahu Bela akan kembali ke tanah air, Reza langsung menuju ke rumah orang tua Bela yang berada di kampung yang sama dengan Lira untuk meminta kontak Bela. Beruntung orang tua Bela dengan baik hati mau memberikannya. Setelah itu, mereka mengatur pertemuan di rumah Bela untuk memberikan kejutan pernikahan kepada Lira.


Dari Bela pula, Reza bisa mengetahui apa saja impian sederhana yang belum pernah sekalipun Lira capai dalam hidupnya. Sebagai suami, Reza berjanji akan mewujudkan semua impian sederhana Lira satu per satu. Reza sangat berterima kasih pada Bela karena telah membantunya dalam mewujudkan pernikahan yang Lira impikan yaitu dengan pelaminan yang dihiasi dengan banyak bunga mawar putih.


"Alhamdulillah, kabar aku baik. Maaf ya, aku gak pernah ngabarin kamu. Ponsel aku hilang pas aku tiba di Kairo." Jawab Bela penuh sesal. Ia juga sangat merindukan sahabat baiknya itu.


"Iya, gak papa. Tapi, kamu kok bisa ada di sini?" Tanya Lira dengan wajah bingung.


"Tanya aja sama suami kamu."


"Mas, maksud Bela apa?"


"Gak ada apa-apa, sayang. Mas hanya mau ngasih kejutan istimewah ke sayang."


"Terima kasih banyak, mas." Lira kembali memeluk tubuh Reza dengan mesra.


"Sama-sama, sayang."


Setelah itu, Lira mengajak Bela berfoto bersama sebagai kenangan manis bahwa mereka telah bahagia dengan keluarga kecil mereka masing-masing. Tak lupa juga Lira mengajak suami dan anak laki-laki Bela yang usianya hampir sama dengan Inas untuk ikut berfoto bersama keluarga kecilnya.


🌸🌸🌸🌸


Bersambung......😊

__ADS_1


__ADS_2