
Selamat membaca.........🌹🌹🌹🌹
🌸🌸🌸🌸
Reza baru saja keluar dari ruang operasi setelah berjam-jam ia berada di ruang steril nan menegangkan bagi pasien yang akan menjalani bedah. Ia bahkan telah melewatkan waktu makan siangnya. Hari ini setidaknya ada tiga pasien yang menjalani bedah operasi dan semuanya adalah pasien katarak.
Reza berjalan gontai menyusuri setiap ruangan. Sesekali ia tersenyum karena berpapasan dengan para rekan seprofesinya maupun para perawat yang sibuk mengekori dokter untuk mengecek kondisi pasien dari ruangan satu ke ruangan yang lain.
Berada di dalam ruang bedah selama berjam-jam membuat tenaga Reza terkuras. Tubuhnya terasa sangat lelah, apalagi ia sudah melewatkan makan siangnya. Saat tiba di ruangannya, Reza langsung memesan makanan lewat aplikasi. Ia tak punya tenaga meski hanya ke kantin.
Tak perlu menunggu lama, pesanan Reza datang. Reza memilih restoran yang berada di seberang Rumah Sakit miliknya, karena rasanya yang lezat. Ia memilih nasi ayam bakar madu sebagai menu untuk mengembalikan tenahanya.
Usai menyantap habis makanannya, Reza memutuskan untuk pulang karena memang sudah tidak ada pasien. Reza berpamitan pada Dito, lalu bergegas menuju mobilnya yang terparkir di tempat khusus untuk para petinggi Rumah Sakit. Reza melajukan mobilnya dengan santai. Suasana jalanan yang padat, karena sekarang memang sudah jam pulang kantor. Suara klakson terdengar saling bersahutan, seolah mengisyaratkan kepada yang lain bahwa mereka tak ingin berlama-lama di jalan dan ingin segera tiba di rumah agar bisa beristirahat.
Reza pun melakukan hal yang sama, membalas sahutan klakson dari pengendara roda dua yang berada tepat di sebelah kirinya. Ia juga ingin segera tiba di rumah karena tubuhnya seolah menuntut lebih dari sekedar rebahan di kasur empuk. Ia ingin sekali merasakan pijatan ditubuhnya yang terasa sangat lelah.
Saat jalanan mulai terlihat lengang, Reza memacukan kendaraannya lebih kencang. Ia tiba di rumah bertepatan dengan suara adzan Maghrib berkumandang. Reza langsung bergegas masuk ke dalam rumah. Ia membuka pintu menggunakan kunci rumah yang disegannyanya. Reza sengaja memegang kunci sendiri agar ia tak perlu repot untuk memencet bel. Reza berjalan cepat menuju kamarnya untuk membersihkan diri.
Di dalam kamar mandi mewah miliknya, Reza memanjakan tubuh lelahnya dengan berendam di bathtub yang sebelumnya telah ia campurkan aroma terapi di dalamnya. Reza memejamkan matanya untuk menikmati sensasi dari aroma terapi yang menyegarkan otaknya. Setelah merasa cukup, kemudian membilas tubuhnya yang sudah terasa segar di shower. Reza meraih handuk kimono lalu memakainya. Tidak lama ia berwudhu untuk melaksanakan sholat Maghrib di kamarnya, karena ia sudah terlambat jika harus sholat di masjid.
🌸🌸🌸🌸
Di dalam kamar Lira, sayup-sayup terdengar suara Lira yang sedang melantunkan ayat suci Al-Qur'an dengan begitu merdu. Ia membacanya dengan penuh penghayatan. Lira mengaji sambil menunggu waktu sholat isya tiba. Setelah membaca lembar demi lembar ayat suci Al-Qur'an, tak lama terdengar suara adzan isya. Lira menghentikan bacannya lalu memejamkan matanya untuk menikmati suara merdu dari sang muadzin. Adzan merdu itu pun selesai, Lira menadahkan kedua tangannya membaca doa setelah adzan.
"Allahumma robba haadzihid da'watittammah. Washolatil qooimah, aatil sayyidina Muhammadi wasilata Wak Fadhilah. Wassyarofa w darajatal'aaliyatar rofii'ah, wab 'atshu waqoomam mahmuudaniladzi wa'addah. Innakalaa tukhliful mii'aad.
__ADS_1
Artinya : "Ya Allah, Tuhan yang memiliki panggilan yang amat sempurna, dan sholat yang senantiasa didirikan. Berilah karunia kepada Nabi Muhammad berupa tempat yang luhur, kelebihan, kemuliaan, serta derajat yang tinggi. Tempatkan lah ia pada kedudukan yang paling terpuji sebagaimana yang telah engkau janjikan."
Diusapnya kedua tangannya ke wajah cantik nan teduhnya. Perlahan air matanya mengalir, tiba-tiba saja ia merindukan ibunya. Biasanya di saat seperti ini, mereka akan sholat berjamaah di rumah. Tapi di sini, ia hanya sholat seorang diri. Lira sangat merindukan kampung halamannya, terutama rumahnya yang selalu menjadi tempat berlindung bagi ia dan ibunya.
Lira segera istighfar, tak ingin terlalu larut dalam kesedihan. Ia yakin suatu saat kesabarannya akan membuahkan hasil yang bahagia.
🌸🌸🌸🌸
Reza berjalan menuju masjid yang berada tak jauh dari rumahnya. Masjid megah itu dibangun oleh Martin dan diberi nama Masjid Al-Karim. Masjid itu dibangun dengan tujuan, agar para penghuni perumahan mewah di lingkungannya dapat dengan mudah mengerjakan sholat tanpa harus pergi jauh ke masjid lain. Saat tiba di masjid, Reza langsung melaksanakan sholat Sunnah masjid sebelum ia melaksanakan sholat isya berjamaah.
Usai sholat isya, Reza bergegas pulang namun langkahnya langsung dihentikan oleh salah satu jamaah yang merupakan tetangga barunya yang belum lama tinggal di perumahan mewah itu. Pria paruh baya yang aktif sholat di masjid itu menghentikan langkah Reza yang hendak menuju pintu masjid.
"Assalamu'alaykum saudara, perkenalkan saya Ridwan. Saya penghuni baru di perumahan sini." Sapa Ridwan mengulurkan tangannya pada Reza.
"Maaf kalau saya lancang, apakah Mas Reza penghuni lama di sini? Karena baru hari ini saya melihat mas sholat di masjid ini?" Tanya Ridwan karena memang selama ia sholat di masjid ini, ia belum pernah melihat Reza.
"Iya pak, saya penghuni lama di sini. Hanya saja, saya jarang sholat di masjid karena saya selalu pulang malam. Jadi saya lebih sering sholat di tempat kerja atau di rumah." Reza tak merasa tersinggung mendengar pertanyaan yang dilontarkan Ridwan padanya, karena memang kenyataannya seperti itu.
"Oh begitu. Apakah Mas Reza sudah menikah?"
Rez tersentak, bingung apakah ia harus menjawab jujur atau harus berbohong.
"Iya, saya sudah menikah." Jawabnya terpaksa jujur.
"Wah, bagus kalau begitu. Karena besok subuh setelah sholat, akan ada ustadz yang mengisi ceramah tentang rumah tangga, lebih tepatnya kewajiban seorang suami terhadap istri." Ucap Ridwan antusias.
__ADS_1
Reza hanya tersenyum getir mendengar ucapan Ridwan yang terlihat sangat antusias itu. "Insya Allah pak, nanti saya akan datang." Jawab Reza dengan senyum terpaksa.
Ceramah tentang kewajiban suami? Sedangkan kewajibannya saja pada Lira saja belum pernah ia penuhi. Ia bahkan tak pernah menganggap Lira sebagai istrinya.
"Iya mas, nanti datang bersama istrinya ya." Ucapnya lagi dengan senyum yang masih mengembang di bibirnya.
"Insya Allah." Hanya itu yang bisa ia ucapkan hingga akhirnya ia berpamitan pulang. Tak ingin berlama-lama bersama Ridwan yang terus saja mengoceh tentang hubungan suami istri.
🌸🌸🌸🌸
Reza kembali ke rumahnya dengan perasaan yang sedikit kesal. Setiap mengingat ucapan Ridwan tentang rumah tangga, ia akan berubah menjadi sensitif. Pernikahannya tak sebahagia pernikahan orang pada umumnya, yang selalu menampilkan kemesraan di hadapan banyak orang. Ia menjalani pernikahannya dengan terpaksa dan penuh kebohongan. Ia menikahi seorang gadis muda dari kampung yang jauh dari kriterianya, hanya untuk menyenangkan hati orang tuanya dan berakhir pada penyiksaan batin dan fisik pada gadis itu.
Saat memasuki rumahnya, Reza melewati ruang tamu yang telah gelap karena lampunya sengaja di matikan oleh Lira. Reza langsung berjalan munuju kamarnya, bersiap-siap untuk keluar mencari makan di restoran yang menyediakan makan lezat. Ia tak berniat mencari tahu Lira sedang berbuat apa. Saat ini, ia terlalu malas untuk melakukan itu.
Reza mengganti baju Koko nya dengan pakaian santai, namun tetap menunjukkan karismanya. Ia memilih mengenakan kaos putih polos yang dilapisi jaket kulit berwarna coklat tua dan celana jeans hitam. Tak lupa jam tangan bermerk berwarna hitam melingkar sempurna di pergelangan tangannya. Serta sneakers berwarna hitam, yang membuat penampilannya lebih tampan dan muda dari usianya.
Reza keluar menggunakan motor Kawasaki ninja H2 berwarna hitam yang ia beli dengan harga 835 juta. Reza memang sangat hobi mengendarai motor, hanya saja ayahnya selalu melarangnya dengan alasan keselamatan. Malam ini ia sengaja keluar menggunakan motor, selain karena ingin menikmati suasana ibu kota dengan berkendara motor, ia juga ingin melepas rasa rindunya pada motor kesayangannya yang telah lama menghuni garasi rumahnya tanpa tersentuh sama sekali.
Bersambung......
jangan lupa dukungannya ya
like, komen, dan vote nya
terima kasih😊
__ADS_1