Kepingan Hati Seorang Istri

Kepingan Hati Seorang Istri
BAB 54


__ADS_3

Selamat membaca.........🌹🌹🌹🌹


🌸🌸🌸🌸


Waktu terus berlalu, tak terasa satu bulan sudah Lira meninggalkan kediaman Martin. Selama satu bulan itu juga, hubungan Reza dan Anita semakin dekat. Hanya saja, hubungan mereka seolah berjalan di tempat tanpa ada kepastian. Selalu saja ada pertengkaran kecil di antara Reza dan Anita.


Reza yang sudah siap untuk menikah, meski belum mengantongi restu dari orang tuanya, harus bersabar menunggu jawabannya Anita. Sedangkan Anita masih belum ingin menikah karena ingin menjalani hubungan mereka agar lebih dekat lagi dari sebelumnya.


Selain itu, ada alasan lain mengapa Anita belum mau menerima lamaran Reza. Ada rahasia kehidupannya yang ingin ia sampaikan lebi dahulu pada Reza. Anita tak ingin jika Reza mengetahuinya dari orang lain dan itu bisa saja membuat hubungan mereka kembali renggang. Anita sedang menunggu waktu yang tepat untuk bisa memberitahukan kepada Reza tentang rahasianya. Untuk saat ini, Anita belum siap bercerita apa-apa karena takut nanti Reza akan meninggalkannya.


Meski Reza sudah pernah mengatakan kepada Anita, bahwa ia akan menerima masa lalu Anita walau seburuk apa pun itu. Namun, tetap saja itu tak bisa ia jadikan jaminan, rasa khawatir itu tetap ada di hati Anita.


--"---


Sore ini sepulangnya dari kerja, Reza langsung menuju ke salah satu mall terbesar di Jakarta. Reza berencana membelikan cincin berlian yang akan digunakan untuk melamar Anita. Reza sedang memilih-milih cincin dengan kualitas terbaik. Reza tak pernah mempermasalahkan soal harganya yang mahal, asalkan orang yang ia cintai bisa tersenyum bahagia, maka itu sudah cukup baginya.


Pilihan Reza jatuh pada sebuah cincin berlian yang terlihat simple namun tetap elegan dan mewah. Cincin dengan mahkota berlian sedang di tengahnya ditambah dengan berlian kecil-kecil yang menghiasi setiap lingkarannya hingga membuat cincin itu terlihat sangat indah.


Reza tersenyum puas melihat cincin berlian itu telah jatuh ke tangannya. Rencananya setelah membeli cincin, Reza akan memberi kejutan dengan langsung mendatangi rumah Anita. Selama ini Anita tak pernah mengajak Reza untuk berkunjung ke rumahnya. Reza pun tak pernah mempermasalahkan hal itu, karena menurutnya Anita juga butuh ruang untuk dirinya sendiri.


🌸🌸🌸🌸


Reza telah tiba di depan rumah pribadi milik Anita. Ia terus mengembangkan senyumnya, tatkala membayangkan wajah bahagia Anita ketika menerima cincin darinya. Mobil mewahnya telah terparkir sempurna di depan rumah Anita.


Sebelum turun dari mobilnya, Reza merapikan penampilannya di kaca spion. Tak lupa rambutnya disisir rapi, parfum mahal merek dunia disemprotkan ke tubuhnya, agar tetap meninggalkan kesan maskulin pada dirinya. Setelah merasa penampilannya telah sempurna, ia langsung bergegas bertemu Anita.


Melihat pintu rumah Anita terbuka lebar, Reza langsung memelankan langkahnya agar Anita tak mengetahui kedatangannya. Reza tersenyum geli melihat tingkah konyolnya seperti abege yang diam-diam datang mengapeli rumah kekasihnya.


Reza masih berdiri di samping pintu, menunggu sampai Anita keluar untuk menutup pintu rumahnya, maka saat itulah Reza langsung memberinya kejutan. Reza berdiri cukup lama, hingga samar-samar terdengar suara bocah laki-laki yang berlari menuju pintu.

__ADS_1


"Mami, pintunya belum ditutup. Nanti ada penculi masuk lumah kita." Teriak bocak laki-laki itu dengan suara cukup kencang.


"Iya, sebentar. Nanti mami tutup pintunya. Farel gak boleh keluar dari pintu ya, sayang." Jawab wanita itu dengan suara yang tak kalah kencang.


Reza mengenali suara wanita itu. Ia yakin betul itu adalah suara Anita, kekasihnya. Lalu bocah laki-laki itu siapa? Apakah dia anak Anita? Bukankah status Anita, seorang janda? Sudah pasti akan ada anak dari hasil pernikahannya. Tapi kenapa Anita tak pernah menceritakan tentang anaknya kepadanya? Apakah Anita sengaja menyembunyikan identitas anaknya darinya?


Banyak pertanyaan yang muncul di benak Reza, setelah mendengar seorang bocah laki-laki memanggil kekasihnya dengan sebutan mami. Reza masih berdiri mematung, tak lama ia tersentak kaget ketika tangannya disentuh oleh tangan mungil dari bocah laki-laki yang tadi menyebut Anita dengan sebutan mami.


"Om cali capa?" Tanya bocah itu dengan wajah polos.


Reza tak bergeming. Ia masih merasa terkejut dengan apa yang dilihatnya. Sementara anak itu masih berdiri menunggu jawaban dari Reza. Wajah anak itu terlihat sangat tampan. Hidung mancung, bibir berwarna merah yang sedikit tebal, tak mirip dengan Anita. Anita hanya kebagian matanya saja, bulat dan bening persis dengannya.


Anita keluar rumah karena tak lagi mendengar suara anaknya. Matanya langsung membulat sempurna melihat Reza sudah berdiri dan saling menatap intens dengan anaknya.


Reza langsung menoleh ke arah Anita, tatapan mereka langsung beradu. Terlihat jelas dari sorotan mata Reza yang meminta penjelasan dari wanita yang sekarang sedang berdiri mematung dengan wajah terkejut dan pucat.


"Aku bisa jelasin, yank." Ucap Anita setelah cukup lama mereka saling diam.


"Maaf, aku belum sempat cerita. Lebih tepatnya, aku belum ketemu waktu yang pas buat cerita hal ini ke kamu."


"Jadi karena ini, kamu belum siap nikah sama aku? Kamu pikir aku gak bisa nerima sebagai anak aku?"


Anita terkejut tak percaya dengan apa yang barusan didengarnya.


"Kamu serius, mau nerima dia sebagai anak sambung kamu?" Tanya Anita dengan raut wajah tak percaya.


"Apa kamu pikir aku seegois itu? Yang hanya menerima kamu, tapi gak dengan anak kamu?"


"Maaf, aku pikir kamu gak bisa nerima dia." Balas Anita dengan wajah menyesal.

__ADS_1


"Siapa pun dia, aku tetap akan menerima dia menjadi bagian dari hidupuku." Ucap Reza lembut.


"Terima kasih."


Anita menitikan air mata haru, tak percaya jika lelaki tampan di hadapannya itu mau menerima anaknya.


Reza langsung menaruh bocah laki-laki itu dipangkuannya. Ia menatap lekat wajah bocah tampan itu lalu mengelus kepalanya dengan lembut. Bocah itu memandang Reza dengan tatapan bingung, namun tak menolak dengan apa yang Reza lakukan padanya.


"Nama kamu siapa?" Tanya Reza lembut sambil menampilkan senyum ramah.


"Falel, om." Jawabnya dengan bahasa cadel khas anak kecil.


"Farel, dia belum bisa ngomong R." Timpal Anita sambil tersenyum.


"Oh, namanya Farel. Hmm, Farel mau nggak jadi anaknya om?"


Farel bingung tak menjawab, ia lalu menoleh ke arah Anita seolah meminta pertolongan. Anita hanya mengangguk sambil tersenyum sebagai jawaban.


"Falel mau, om." Jawabnya dengan wajah berbinar.


Selama ini Farel jarang bertemu dengan ayah kandungnya. Ia bahkan sudah tak mengingat lagi bagaimana rupa dari ayah kandungnya. Lalu Reza datang menawarkan diri untuk menjadi ayahnya, ia tentu langsung setuju.


"Berarti mulai sekarang, Farel jangan panggil om lagi, tapi panggil papi. Ayo, coba panggil papi."


"Iya, papi."


"Good boy." Ucap Reza sambil mengacak lembut rambut Farel.


Mereka langsung tertawa bersama, layaknya keluarga kecil yang bahagia. Anita langsung tersenyum haru menyaksikan pemandangan yang menurutnya sangat indah dan mengharukan itu.

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸


Bersambung........


__ADS_2