
Selamat membaca ........🌹🌹🌹🌹
🌸🌸🌸🌸
Reza tiba di restoran favoritnya dan langsung memarkirkan motor kesayangannya dengan hati-hati. Ia segera masuk ke dalam restoran karena merasakan perutnya kembali lapar. Padahal sebelumnya ia sudah mengisi perutnya di sore hari saat masih berada di Rumah Sakit, namun ia sudah kembali lapar. Kedatangan Reza sontak menjadi perhatian semua wanita yang ada di restoran itu. Mereka bahkan tak segan-segan memuji ketampanan Reza di depan pacar mereka sendiri.
"Asli, ganteng banget tu cowok. Udah nikah belum ya?" Ucap wanita cantik berambut pirang dan langsung mendapat tatapan tajam kekasihnya.
"Aduh, aku mau dong temenin dia makan." Wanita cantik berambut pendek ikut berkomentar, kekasih wanita itu langsung pergi meninggalkannya di restoran.
Begitulah bisik-bisik dari para pengunjung wanita yang merasa kagum melihat ketampanan Reza. Tak ada yang mengira jika usia Reza sudah kepala tiga. Reza tetap memasang tampang dingin di hadapan semua orang, kecuali di depan ayah dan ibunya, ia akan selalu tersenyum manis.
Reza kesulitan mencari kursi kosong, karena restoran itu sedang ramai pengunjung. Kebanyakan dari pengunjung itu datang bersama keluarga, dan pasangangnya masing-masing. Seolah restoran itu memang disiapkan khusus untuk mereka yang sudah berkeluarga dan memiliki pasangan.
Reza mengarahkan pandangannya ke arah sudut ruangan dan tiba-tiba keningnya mengkerut, namun tetap terlihat tampan. Ia merasa seperti mengenal pria yang sedang duduk manis bersama seorang wanita. Karena posisi dari pria dan wanita itu yang berada di sudut ruangan dan terhalag oleh dinding pembatas yang menghubungkan dengan pengunjung lainnga, membuat Reza kesulitan melihat wajah mereka. Namun, jika dilihat dari kemeja yang dikenakan oleh si pria, Reza langsung mengenali siapa pemilik dari kemeja itu. Reza ingat betul dengan motif kemeja yang dikenakan oleh pria itu, karena ia sendiri yang menghadiahkannya kepada salah satu sahabat dekatnya ketika ia sedang berlibur ke luar negeri.
Tanpa menunggu lama, Reza langsung menghampiri keduanya yang sedang asik menikmati makan malam mereka. Reza langsung menjatuhkan bokongnya tepat di sebelah Doni, karena memang kursinya berjenis sofa. Ia duduk dengan santai sambil melipat tangannya ke dada. Doni langsung tersedak dibuatnya, ia tak menyangka jika Reza juga akan datang ke restoran itu. Ia pikir, Reza akan lebih memilih beristirahat di rumah setelah seharian lelah bekerja.
"Bro, Lo di sini juga?" Doni merasa gugup seperti pria yang sedang kedapatan selingkuh oleh kekasihnya.
"Iya, gue laper jadi ke sini." Jawabnya singkat dan terkesan santai sambil menatap tajam ke arah Afika.
Afika terus menunduk tak berani manatap Reza. Ia terus meremas tangannya yang ia letakkan di atas pahanya. Tangannya terus mengeluarkan keringat dingin. Ia takut jangan sampai Reza menceritakan kepada Doni tentang perselingkuhannya dengan pria lain.
__ADS_1
Ya, Reza pernah menangkap basah Afika ketika sedang bersama seorang pria di restoran. Saat itu, Reza sedang ada kunjungan ke Rumah Sakit di Bandung. Reza menginap di hotel yang dekat dengan Rumah Sakit yang ia tuju. Ketika Reza ingin makan malam di salah satu restoran yang tidak jauh dari tempatnya menginap, Reza melihat Afika sedang duduk menikmati makan malam yang terlihat sangat romantis bagaikan pasangan yang sedang kasmaran. Mereka bahkan tak malu untuk menunjuka kemesraannya di depan para pengunjung restoran yang juga sedang menikmati makan malam.
Reza sengaja duduk di meja yang berada tepat di sebelah Afika dan pasangannya. Afika langsung terkejut melihat Reza. Ia tak menyangka bisa bertemu Reza di Bandung. Wajah Afika langsung berubah menjadi pucat pasi. Reza langsung tersenyum sinis melihat kegugupan Afika.
Sejak saat itu, Reza menjadi benci pada Afika yang selalu saja pandai bersandiwara di depan Doni. Reza ingin sekali memberitahu Doni tentang perselingkuhan Afika, namun ia takut Doni tak akan percaya padanya karena ia tak memiliki bukti. Reza tahu bagaimana besar cinta dan sayang Doni pada Afika. Ia tak ingin ikut campur hubungan Doni dengan kekasihnya. Reza hanya berharap, semoga suatu saat Doni dapat mengetahui kebusukan Afika, tanpa ia beritahu.
🌸🌸🌸🌸
Doni kembali bingung melihat Reza yang terus saja menatap tajam ke arah Afika. Doni menyadari jika saat ini, Afika sedang ketakutan. Namun, Doni mengira itu hanya karena Reza membenci Afika. Ia tak mengetahui tentang Reza yang mengetahui fakta rahasia perselingkuhan Afika.
Doni kembali bertanya untuk menghangatkan suasana yang terlihat sudah memanas di antara sahabat dan kekasihnya itu. "Ehem." Doni berdehem sebelum memulai percakapan. "Bini Lo mana bro? Kok gak diajak?" Tanya Doni serius tanpa bermaksud untuk mengejek Reza.
"Ngapain Lo nanyain bini gue?" Reza mulai mengeraskan rahangnya, bukan karena ia merasa cemburu , hanya saja ia tak terima ketika Doni menanyakan Lira di hadapan Afika. Karena selain keluarga dekatnya dan Doni, tak ada orang lain lagi yang mengetahui pernikahannya. Ia tak ingin pernikahannya diketahui orang lain termasuk Afika.
"Cih! Jangan Lo pikir karena Lo pernah nolongin dia, Lo jadi besar kepala." Ucapnya sinis.
"Oh, jadi Mas Reza udah nikah! Wah, bakal jadi info menarik nih. Heh, lo liat aja apa yang bakal gue lakuin." Gumam Afika dalam hati.
Perdebatan di antara Reza dan Doni harus berakhir ketika Afika tak sengaja menyenggol gelas yang berisi jus dan langsung mengenai kemeja Doni.
"Aduh, sayang maaf. Aku beneran gak sengaja." Afika benar tidak sengaja. Ia meraih tisu untuk membersihkan jus yang tumpah di kemeja Doni, namun tangannya langsung dihentikan oleh Doni.
Reza tersenyum sinis ketika mendengar Afika memanggil sayang pada Doni. Menurutnya, kata itu sangat tidak pantas keluar dari mulut manis tapi berbisa milik Afika .
__ADS_1
"Iya, gak papa kok sayang. Aku ke toilet dulu ya, mau bersihin kemeja aku dulu." Ucapnya menenangkan kekasihnya agar berhenti meminta maaf dak tak merasa bersalah. "Bro, gue ke belakang dulu ya." Lanjutnya sambil berlalu menuju toilet restoran yang berada di belakang.
Reza hanya mengangguk tanpa menjawab. Kini tinggal Reza dan Afika yang duduk dengan posisi saling diam. Tak ada percakapan yang terlontar dari mulut keduanya, hingga akhirnya Afika memberanikan diri untuk bersuara.
"Jadi benar, Mas Reza udah nikah?" Dengan berani Afika bertanya pada Reza yang masih dalam mode diam.
Reza menoleh tajam ke arah Afika yang sudah tersenyum mengejek memandangnya. "Jangan pikir Lo bisa menjadikan ini sebagai senjata untuk melawan gue. Tapi kalo Lo tetap nekad berani lawan gue, silakan. Jangan kira gue gak tahu tentang orang tua Lo di kampung yang sengaja Lo umpetin biar gak ada yang tahu kalo Lo cuma gadis kampung yang berusaha untuk menjadi Cinderella." Ucapnya dengan seringai mengejek di wajah tampannya.
Wajah Afika seketika langsung berubah pucat. Bagaimana bisa Reza mengetahui fakta tentang orang tuanya? Ternyata benar apa yang Doni katakan, ia tak boleh menganggap remeh Reza.
"Kenapa diam? Heran, gue bisa tahu tentang orang tua yang gak Lo akuin karena mereka miskin? Cih! Dasar anak durhaka."
"Gak usah ikut campur urusan gue." Ucap Afika tegas untuk menutupi ketakutannya.
Afika tak ingin Doni tahu kebenaran orang tuanya yang memang sengaja tidak ia akui. Setiap Doni menyananyakan keberadaan orang tuanya, pasti Afika akan menjawab orang tuanya sedang berada di luar negeri. Terdengar miris memang, namun itulah Afika, yang tak ingin ditahu tentang status keluarganya.
"Itu akan jadi urusan gue, kalo Lo berani macam-macam sama gue. Paham?"
Bersambung........
jangan Lupa dukungannya ya, dengan cara
LIKE, KOMEN, dan VOTE seikhlasnya...
__ADS_1
terima kasih😊