
"Wahai Rabbku! Ampunilah aku, ibu-bapakku, orang yang masuk ke dalam rumahku dalam keadaan beriman, dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan.” (Q.S Nuh : 28).
Selamat membaca...........🌹🌹🌹🌹
🌸🌸🌸🌸
Di pagi yang terasa sejuk, dan sang surya yang masih terlihat malu-malu untuk memancarkan cahaya indahnya pada seluruh makhluk di bumi. Terlihat seorang wanita berperut buncit, sedang berdiri di depan jendela kaca yang berukuran sangat besar untuk menikmati sejuknya angin laut yang membelai lembut wajahnya. Disusul tangan kekar yang tiba-tiba melingkar tepat di atas perutnya untuk menyapa sang calon anak yang sedang menendang-nendang kecil dari dalam perut sebagai balasan atas sapaan sang ayah padanya.
Sepasang kekasih halal yang sedang menikmati indahnha ciptaan sang pemilik kehidupan dengan saling memberi pelukan hangat satu sama lain.
Impiannya untuk bisa melihat indahnya deburan ombak yang saling membalas menyapu lembutnya pasir pantai, kini bisa terwujud karena peran besar dari sang pujaan hati yang selalu berusaha keras untuk bisa mewujudkan setiap impian sederhana dari seorang wanita sederhana dan berhati mulia.
Lira, wanita Solehah yang berhasil merobohkan dinding kesombongan dari seorang Reza yang memiliki pandangan sempit tentang wanita kampung yang miskin. Lira yang tak pernah menaruh dendam pada lelaki yang dulunya selalu melayangkan pukulan demi pukulan di tubuh mungilnya serta cacian demi cacian yang melululantahkan hatinya. Lira lebih memilih mendoakan orang-orang yang menyakitinya agar diberikan jalan kebaikan. Karena Lira percaya, doa baik yang ditujukan untuk orang lain, makan kebaikan itu akan kembali pada orang yang mendoakan.
Seperti dalam sebuah hadist riwayat Imam Muslim, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda "bahwa ketika seseorang mendoakan orang lain secara diam-diam, maka malaikat akan mendoakan dirinya seperti apa yang dimintakan terhadap orang itu."
“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.” (HR. Muslim).
Semua doa-doa itu akhirnya terbukti. Tangan yang dahulu sering memukul tubuhnya dan menjambak rambutnya tanpa ampun, kini berubah menjadi elusan dan usapan lembut yang penuh kasih sayang di setiap waktu. Kini Lira sedang menikmati hasil dari segala doa dan kesabarannya selama ini. Banyaknya kebahagiaan yang telah diberi oleh Sang Maha Pemberi Rezeki pada wanita sesabar Lira.
"Sayang, nanti habis sarapan kita jalan-jalan yuk."
"Jalan-jalan ke mana, mas?"
"Kita pergi ke tempat wisata yang terkenal di Bali terus kita pergi belanja. Gimana, sayang mau kan?"
"Hmmmm, gimana ya?!"
Lira mengetuk-ngetukan jari telunjuknya ke dagu, berpura-pura sedang berfikir. Hal itu membuat Reza menjadi gemas melihat wajah polos nan teduh itu dan langsung menyium gemas pipi chubby Lira dari samping hingga membuat Lira memekik kegelian.
"Hahahahaha...Udah, mas. Ampun, geli."
"Masih mau nakal lagi? Hmm?"
Reza kembali menyium seluruh wajah Lira dari arah depan dengan tanpa ampun dan berakhir dengan sebuah cubitan gemas di pipi Lira.
"Iiihhh. Sakit, mas." Keluh Lira manja sambil mengusap kedua pipinya.
"Muka sayang, gemesin banget tahu. Mirip si kakak." Sahut Reza disertai tawa cengirnya.
"Berarti, Lira keliatan awet muda dong?!"
"Bukan awet muda sayang, tapi persis anak kecil." Jawab Reza sambil tertawa jail.
"Biarin, yang penting gak keliatan tua kayak mas."
"Apa sayang? Mas keliatan tua?" Tanya Reza tak percaya. "Masak ganteng gini, dibilang tua sih." Reza menyubit gemas pipi Lira.
"Ihh, sakit. Nanti Lira marah, lho!"
__ADS_1
"Eh, jangan dong. Nanti gak ada yang sayang sama mas, gimana?"
"Biarin."
"Kok gitu sih, sayang?"
"Au ah, gelap."
"Ini udah pagi, sayang. Matahari udah muncul, tuh. Masak dibilang gelap sih." Goda Reza.
"Iihhh, nyebelin."
"Tapi cinta kan?"
"Iya, cintanya pake banget."
Mereka langsung saling berpelukan dan tertawa bersama. Sangat mudah bagi keduanya untuk menciptakan kebahagiaan, tanpa harus membeli tas mewah atau intan permata dengan harga selangit. Cukup dengan melakukan hal sederhana seperti saling bercanda saja, sudah sangat istimewah dan mampu mengalahkan harta berharga yang ada di dunia ini.
🌸🌸🌸🌸
Reza dan Lira telah siap dengan memakai pakaian santai. Tak lupa juga Inas, si balita menggemaskan ikut didandani dengan pakaian lucu yang sesuai umurnya. Mereka mengajak serta keluarga dan sahabat tercinta untuk menikmati destinasi wisata terkenal yang ada di Bali.
Reza mengendarai mobil yang sudah disewa untuk beberapa hari, seorang diri. Kali ini, Reza sendiri yang akan menjadi tour guide, karena ia sudah sering berkunjung ke Bali untuk urusan pekerjaan atau hanya sekedar liburan bersama teman-temannya, termasuk Doni.
Tempat pertama yang akan mereka kunjungi adalah Desa Wisata Penglipuran yang berada di Kecamatan Bangli. Hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam saja dari villa, untuk bisa tiba di Desa Wisata Penglipuran. Reza sengaja memilih desa itu sebagai tempat pertama yang dikunjungi, karena ada banyak hal menarik yang dapat dinikmati di sana. Misalnya saja rumah-rumah dengan arsitektur Bali yang berderet rapi, jalanan bebatuan yang bikin lingkungan masih asri dan lain sebagainya.
Puas berjalan-jalan, mereka memutuskan mencari masjid untuk melaksanakan sholat dhuhur berjamaah. Setelah sholat, mereka melanjutkan perjalanan dengan mencari restoran yang menyajikan makanan halal.
Pilihan mereka jatuh pada sebuah restoran yang bergaya tradisional serta menyajikan makanan halal yang menggugah selera yaitu Nasi Ayam Kadewatan Bu Mangku. Restoran itu bertemakan pendopo rumah khas Bali, yang kental dengan nuansa tradisionalnya serta halaman yang luas, membuat pengunjung menjadi tertarik dan penasaran untuk mengunjunginya.
Kedua balita menggemaskan, Inas dan Riri sudah tertidur karena kelelahan. Lira juga sudah terlihat lelah dengan memijat betisnya yang terasa pegal. Melihat hal itu, Reza langsung mengambil alih untuk memijat lembut betis Lira sambil menunggu pesanan makanan mereka tiba.
"Habis makan, kita langsung pulang aja Za. Kasian tuh Lira sama dua bocah itu udah pada kecapean banget." Ucap Irma dan mendapat anggukan setuju dari yang lainnya.
"Iya, ma. Habis ini, kita langsung pulang kok." Sahut Reza tanpa melepaskan pijatannya.
Rencana untuk mengunjungi beberapa tempat wisata lainnya, harus gagal karena Reza tak ingin mengambil resiko dengan mengorbankan istri dan calon anak keduanya. Mengingat kehamilan Lira yang semakin besar, membuatnya menjadi kesulitan berjalan dan mudah lelah.
Tak lama kemudian, pesanan mereka pun datang. Lira yang masih terlihat lelah dan malas untuk menggerakan tangannya, tanpa rasa malu langsung meminta pada Reza untuk menyuapinya. Tentu, dengan senang hati Reza memenuhi permintaan istri tercintanya.
Tak ingin kalah dari Reza, Doni pun melakukan hal yang sama pada istrinya. Awalnya Amel merasa malu, tapi setelah mendapat desakan dari kedua mertuanya, Amel pun menerima suapan yang penuh kasih sayang dari suaminya itu.
Kedua orang tua Reza dan Doni hanya menggelengkan kepala melihat tingkah kedua lelaki yang sudah memilki anak, tapi tetap saja tak pernah berubah.
🌸🌸🌸🌸
"Sayang, ayo sini mas bantu ke kamar mandi." Tawar Reza pada Lira saat mereka telah tiba di villa sekitar beberapa menit yang lalu.
"Lira masih capek, mas. Pengen rebahan dulu."
__ADS_1
"Buruan sayang, nanti keburu ashar lho."
Dengan perasaan malas, Lira bangun dari pembaringannya dan menerima uluran tangan Reza menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Reza menyiapkan air hangat yang sudah ditambahkan aroma terapi ke dalam bath up bundar yang berukuran cukup besar, agar tubuh Lira menjadi lebih segar dan rileks.
Setelah itu, Reza membantu Lira memakai baju santai yang nyaman untuk perutnya yang semakin buncit. Kemudian mereka menuju tempat tidur untuk beristirahat. Reza memeluk tubuh Lira dan mengusap kepalanya hingga tertidur. Rutinitias Reza membantu Lira membersihkan diri, itu sudah dilakukannya semenjak Lira hamil. Sedangkan mengusap kepala Lira, ia lakukan sejak Lira kembali ke dalam pelukannya.
❤️❤️
Malam pun tiba. Usai melaksanakan sholat isya berjamaah, Reza dan Doni serta para orang tua mengadakan pesta barbeque di halaman depan villa yang cukup luas. Kali ini, para suami yang menawarkan diri untuk memanjakan lidah para istri dengan masakan mereka.
Lira, Amel, serta ketiga ibu mereka hanya duduk di sofa empuk sambil mengawasi para pria yang sedang memanggang serta mengawasi kedua bocah yang sedang asik bermain boneka di atas karpet tebal tepat di depan mereka. Karena malam ini cukup dingin, para wanita dan anak-anak diwajibkan untuk mengenakan jaket tebal agar tak kedinginan dan masuk angin.
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya masakan para pria itu pun selesai. Dengan senyum puas, para pria itu meletakan hasil masakan mereka di depan para wanita yang sedang duduk bersantai di atas sofa empuk.
"Masakannya siap." Ucap Reza dengan semangat.
"Wah! Dari aromanya sih, enak. Tapi gak tahu deh, nanti rasanya gimana." Timpal Martha ragu.
"Ck, dicobain dulu dong ma, baru komen." Sahut Sigit tak terima.
"Baiklah-baiklah. Gitu aja udah ngambek si papa." Celetuk Martha. "Ayo Jeng Irma, Jeng Indah, dan dua mantu kesayangan mama, kita cobain hasil kerja keras para suami." Lanjutnya dengan semangat.
Para wanita pun menyicipi mahakarya para suami dan mengunyahnya dengan pelan agar bisa lebih menikmati rasanya. Sementara para pria, sedang menunggu dengan harap-harap cemas.
"Gimana? Enak kan?" Tanya Doni penuh percaya diri.
"Hmmm, kalo aku sih udah pas rasanya." Sahut Amel langsung membuat Doni tersenyum bahagia.
"Kalo menurut mama, bumbunya kurang terasa." Ucap Irma sambil terus mengunyah sisa potongan daging di garpunya.
"Kalo sayang, gimana?" Tanya Reza hati-hati.
"Lira sih, enak-enak aja mas. Lira kan belum pernah makan yang kayak ginian." Jawabnya polos.
"Terima kasih, sayang. Seenggaknya sayang suka sama masakan mas."
"Sama kayak jawaban Lira, ini enak kok. Jadi muka kalian gak usah lemes kayak gitu." Timpal Irma sambil tersenyum ke arah suaminya yang sudah memasang wajah lesu.
Mereka pun langsung menikmati hasil barbeque itu dengan hikmat. Malam panjang pun terasa begitu membahagiakan bagi kedua keluarga yang menyatu dari sebuah persahabatan.
🌸🌸🌸🌸
Bersambung......😊
hari ini otor bisa up karena masih memiliki sedikit waktu luang.
jangan lupa dukungannya ya...
terima kasih❤️
__ADS_1