
Assalamu'alaikum saudara/saudari onlen. Maaf baru up lagi, karena dari awal hamil othor benar" harus istirahat total dan setelah itu banyak kegiatan yang othor lakukan. Alhamdulillah, Jumat, 6 Mei 2022 kemarin othor baru aja melahirkan anak laki", jadi semakin bertambah pula kesibukan di dunia nyata๐
Terima kasih untuk doa dari saudara onlen semua. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah. Aamiin.
Lanjut.......๐น๐น๐น๐น๐น
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
"Barang siapa yang tidak bersyukur kepada manusia, berarti ia tidak bersyukur kepada Allah." (H.R Ahmad dan Baihaqi)
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Kehidupan rumah tangga Reza dan Lira saat ini sangatlah berwarna. Terlepas dari berbagai cobaan diawal pernikahan mereka yang penuh dengan air mata. Apalagi sekarang dengan hadirnya Inas dan Haidar dalam hidup mereka serta ditambah Lira yang sedang hamil besar dan sedang menanti lahirnya anak ketiga, menambah lengkap kebahagiaan mereka.
Reza yang dulunya selalu bersikap kasar, kini berubah menjadi suami serta ayah yang bertanggung dan penuh kasih sayang. Sebisa mungkin Reza membagi kasih sayangnya dengan adil pada kedua anak-anaknya. Meski begitu, rasa sayang Reza pada Inas bisa dikatakan lebih besar karena mengingat ketika Lira mengandung serta melahirkan Inas, Reza tak menemaninya.
Seperti pagi ini, Reza menemani putri kecilnya berenang di kolam. Inas yang sejak kecil telah dikenalkan berenang oleh sang ayah pun sangat antusias. Apalagi, sangat jarang Reza bisa menghabiskan waktu bersama anak-anaknya karena harus mengurus berbagai pekerjaan kantor. Berbeda dengan Haidar yang lebih suka bermain mobil-mobilan daripada berenang.
__ADS_1
"Kakak, renangnya gak usah lama-lama ya. Kasian bunda, nanti nungguin kita nya kelamaan. Kan, kita mau beliin baju baru buat dedek bayi di perut bunda," tawar Reza pada sang putri kesayangan.
"Yaah! padahal kakak udah lama banget gak lenang," sahutnya dengan wajah cemberut.
"Kan renangnya masih bisa kapan-kapan,"
"Tapi, papa sibuk telus,"
"Maaf ya, papa jarang punya waktu main sama kakak sama adek juga,"
"Hmmm,"
"Habisnya, papa dali dulu begitu,"
Inas memang selalu menjadi orang pertama yang protes jika sang ayah terlalu sibuk dengan pekerjaan. Pernah sekali, Reza pergi keluar kota selama beberapa hari dan lupa berpamitan pada sang putri. Alhasil, Inas mogok belajar dan mengaji sampai Reza kembali pulang ke rumah.
Melihat wajah cemberut Inas yang menggemaskan, Reza langsung menggendongnya dan membawanya ke dalam kolam renang khusus anak-anak. Hal itu sontak membuat Inas menjerit sambil tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
Lira dan Haidar yang duduk di bangku tak jauh dari kolam renang, hanya bisa ikut tersenyum melihat tingkah mereka yang selalu membuat keributan kecil, namun membahagiakan.
"Adek gak mau ikut renang bareng papa sama kakak?" tanya Lira sambil mengelus kepala putra tampannya yang sibuk bermain mobil-mobilan barunya.
"Ndak mau. Adek mau main ajah,"
"Tapi liat tuh, papa sama kakak seru banget renangnya,"
"Bialin. Adek dak suka yenang, nanti adek dinin,"
Lira dibuat gemas oleh tingkah Haidar yang terbilang dingin di saat sedang asik bermain. Apalagi jika Haidar sedang sibuk dengan mainan kesayangannya, maka apapun yang dilakukan oleh orang di sekelilingnya, ia seolah tak peduli. Namun, hebatnya Haidar akan berubah menjadi anak penurut jika sudah diminta untuk belajar mengaji.
Bagi anak seusia Haidar, mengaji adalah sesuatu yang menyenangkan. Meski ia belum paham arti dari mengaji itu apa.
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Mau lanjut, tapi harus jagain baby lagi.
__ADS_1
see next time ya....๐