
Selamat membaca..........🌹🌹🌹🌹
🌸🌸🌸🌸
Tak terasa waktu terus berputar, dan hubungan antara Reza dan Anita telah memasuki tahap yang serius. Reza sudah berencana melamar Anita langsung ke orang tuanya. Namun sebelum itu, Reza akan menghubungi kedua orang tuanya yang sampai saat ini masih betah tinggal di Jerman. Sudah beberapa kali Reza menghubungi kedua orang tuanya, untuk meminta restu menikahi Anita, namun selalu saja gagal karena orang tuanya selalu menanyakan keberadaan Lira, menantu kesayangan mereka. Alhasil, Reza harus berbohong dengan mengatakan Lira sedang istirahat dan tak bisa diganggu.
Reza jadi pandai berbohong pada orang tuanya, semenjak Lira meminta izin untuk pergi dari rumah. Sempat ada rasa sesal di hati Reza, namun ia selalu mencoba menepisnya dengan membayangkan kebahagiaannya yang tak lama lagi akan ia raih bersama Anita.
-------''''---------
Saat mengetahui rencana Reza yang berniat ingin menikahi Anita, hari ini tanpa sepengetahuan Reza, Doni langsung menemui Anita di rumahnya. Tekadnya sudah bulat untuk membongkar status Reza yang selama ini sengaja ditutupi dari publik. Doni juga akan meminta pada Anita agar menjauh dari kehidupan Reza. Kalau perlu, Doni akan mengancam Anita jika wanita tetap kekeh mempertahankan Reza berada di sisinya.
Sebagai seorang sahabat, Doni merasa sudah cukup bagi Reza menderita karena Anita yang dulu tiba-tiba saja memutuskan hubungannya bersama Reza dan memilih pergi menikah dengan lelaki lain.
Saat Reza berada di posisi terpuruk, Doni lah yang setia berada di sampingnya memberi semangat dan kekuatan agar Reza kembali menjalani hidupnya yang lebih baik. Namun, saat Reza perlahan sudah mulai membuka hatinya dan mulai menerima keberadaan Lira di hatinya, Anita justru datang meminta kesempatan untuk mengulang kembali kenangan mereka yang dulu pernah putus karena kesalahannya.
Doni tak habis pikir dengan jalan pikiran Reza yang dengan mudah memaafkan Anita hingga rela melepaskan istrinya demi wanita yang pernah menyakitinya demi lelaki lain.
🌸🌸🌸🌸
Doni melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah Anita. Doni mengetahui rumah Anita, karena pernah sekali secara sengaja ia membutui Reza saat hendak ke rumah Anita. Tentu bukan tanpa alasan ia melakukan hal itu. Doni hanya ingin membantu menyelematkan rumah tangga sahabatnya dari kehancuran. Doni tak ingin melihat Reza menyesal dan kembali terpuruk karena memilih jalan yang salah. Doni bahkan tak peduli jika nanti Reza akan marah dan mungkin bisa saja memutuskan hubungan persahabatan dengannya. Doni hanya ingin membantu Reza agar tak salah dalam melangkah.
Doni telah tiba di depan pagar rumah mewah milik Anita. Tanpa berpikir lama, ia langsung turun dari mobilnya dan segera menghampiri Anita yang saat itu sedang menemani anaknya bermain di halaman rumahnya. Sementara Anita masih belum menyadari kedatangan Doni yang kini sudah berdiri tepat di belakangnya.
"Assalamu'alaykum." Doni mengucap salam.
Anita langsung menoleh ke arah suara dan saat itu juga ia terkejut melihat Doni yang tiba-tiba datang ke rumahnya.
"Wa'alaykumussalam. Kamu ngapain di sini?" Tanya Anita dengan wajah bingung.
__ADS_1
"Gue mau ngomong penting sama lo." Jawab Doni datar.
"Mau ngomongin soal penting apa? Sampe kamu mau repot-relot datang ke rumahku."
"Lo gak mau nyuruh gue duduk dulu?" Ucap Doni dengan memasang wajah datar saat Anita menatapnya.
"Maaf, aku lupa. Ayo, silakan duduk. Maaf, aku gak bolehin kamu masuk ke dalam karena lagi gak ada orang."
Doni langsung tersenyum mengejek mendengar alasan Anita yang menurutnya terdengar sangat lucu.
"Cih, lo larang gue yang masih berstatus lajang ini masuk ke rumah lo, tapi lo gak larang suami orang masuk bahkan duduk bersama di dalam rumah Lo yang sepi ini." Cibir Doni.
Namun, Anita mengerutkan dahinya merasa tersinggung dengan ucapan Doni. Suami orang? Siapa yang Doni maksud dengan suami orang? Pikir Anita. Ya, memang sampai saat ini Anita belum mengetahui tentang status Reza yang sudah menikah.
"Maksud kamu apa? Aku gak ngerti." Tanya Anita masih dengan wajah geram merasa terhina.
"Serius, aku gak ngerti Don. Tolong kamu jelasin ke aku, apa maksud kamu yang aku ngebolehin suami orang masuk ke dalam rumah aku?" Anita masih mencoba mengontrol amarahnya agar tak pecah di depan anaknya.
"Orang yang gue maksud suami orang itu adalah Reza."
Mata Anita langsung terbelalak, ia menutup mulutnya dengan kedua tanganya merasa tak percaya dengan barusan apa yang ia dengar. Kenyataan apa ini?
"Kamu jangan bohong, Don. Reza belum menikah. Bilang sama aku kalo ini gak bener!" Ucap Anita dengan raut wajah tak percaya.
"Gue gak bohong. Itu memang kenyataannya kalo Reza memang udah menikah."
"Kamu pasti bohong kan, sengaja ngomong kayak gini biar aku bisa ninggalin Reza? Iyakan? Kamu emang gak pernah suka kalo aku deket sama Reza karena kamu takut, Reza bakal lebih milih aku daripada kamu." Balas Anita dengan percaya diri, namun hatinya mulai ketakutan. Ia tak ingin menjadi wanita yang masuk ke dalam rumah tangga orang lain dan merusaknya. Ia juga tak ingin menyakiti hati wanita lain, cukup ia saja yang merasakan sakitnya dikhianati oleh suaminya.
Doni langsung memberikan ponselnya pada Anita yang berisi foto pernikahan Reza bersama Lira. Dahi Anita langsung mengerut dalam. Ia merasa tak asing, seperti pernah melihat wajah wanita yang ada di dalam foto itu. Wajahnya persis dengan wanita ada di rumah Reza. Tapi yang membuat Anita heran, mengapa Reza tak mengakui wanita itu sebagai istrinya? Ia justru mengenalkan wanita itu sebagai pembantu.
__ADS_1
"Terserah, lo mau percaya atau gak, gue gak peduli. Yang jelas, Reza udah menikah dengan wanita yang jauh lebih baik dari lo, bahkan lebih Solehah."
Anita masih diam tak tahu harus berkata apa. Lidahnya terasa kelu. Ia tak habis fikir, ternyata selama ini ia telah dibohongi oleh Reza. Anita merasa kecewa pada dirinya sendiri karena keegoisannya, secara tak sengaja ia telah menyakiti hati wanita lain. Dan bodohnya, ia tak menanyakan tentang status Reza lebih dahulu. Jelas saja, usia Reza sudah sangat matang, jadi sudah pasti jika Reza telah menikah.
"Sebelum gue pamit, gue cuma mau bilang ke lo, jauhin Reza kalo lo memang masih punya hati nurani. Lo udah pernah dikhianati sama suami lo sendiri, jadi lo udah tahu kan sakitnya dikhianati itu kayak apa? Dan gue harap lo paham apa maksud gue."
Usai mengatakan kebenaran tentang status Reza, Doni langsung pergi meninggalkan Anita yang masih saja diam dengan tatapan kosong, hingga ia tersentak kaget karena anaknya menyentuh tangannya.
"Eh, iya ada apa sayang?" Tanya Anita kepada anaknya dengan lembut.
"Mami kenapa ngelamun? Kata papi, jangan kebanyak ngelamun nanti kesambet." Ucap Farel dengan raut wajah yang menggemaskan.
Anita langsung menarik anaknya ke dalam pelukannya. Ia mulai menangis merasakan sakit pada hatinya saat mendengar anaknya menyebut papi yang sudah pasti itu adalah Reza. Ia tak menyangka, ternyata selama ini ia telah menumpang kebahagiaan di atas penderitaan orang lain. Mengapa takdir seolah mempermainkannya? Di saat ia dan putranya merasa telah menemukan kembali kebahagiaannya bersama orang yang dulu pernah menjadi masa lalunya, ia justru seakan terhempas jatuh ke dalam dasar jurang yang sangat dalam. Sakit, tentu Anita rasakan. Namun, wanita yang secara tak sengaja telah ia sakiti justru jauh lebih menderita karenanya.
Anita ingin menemui Reza untuk membahas masalah ini. Ia tak ingin membuat dosa lebih banyak lagi dengan menikahi Reza yang jelas- jelas masih berstatus suami orang. Anita langsung menghubungi Reza saat itu juga dan memintanya untuk bertemu cafe tempat biasa mereka menghabiskan waktu bersama. Dan Reza menerima ajakan Anita dengan senang hati, karena ia juga berencana menyampaikan niatnya untuk menikahi Anita.
🌸🌸🌸🌸
Bersambung.......
jangan lupa
LIKE
KOMEN
VOTE VOTE VOTE.....
terima kasih😊
__ADS_1