Kepingan Hati Seorang Istri

Kepingan Hati Seorang Istri
BAB 65


__ADS_3

Selamat membaca......๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Tepat pukul satu siang, Reza telah tiba di taman dekat rumah sakit milik keluarganya. Dari kejauhan, Reza bisa melihat dua orang anak buahnya telah duduk menunggunya di salah satu bangku taman yang berwarna hitam. Reza langsung segera menuju ke dua orang anak buahnya itu.


"Saya langsung saja, kemana uang yang saya transferkan tiap bulan dan seharusnya kalian berikan kepada anak dan istri saya?" Tanya Reza tajam, sambil menjatuhkan bokongnya di dekat kedua anak buahnya itu.


'Kami sudah yakin, pasti bos akan menanyakan hal ini." Jawab salah satu dari anak buah Reza yang berbadan tegap dengan kulit putih bersih dan berwajah lumayan tampan.


"Langsung saja, tidak usah bertele-tele!" Ucap Reza.


"Sebenarnya uang itu sudah kami berikan sesuai perintah dari anda, bos. Tapi istri anda menolak dengan alasan, ia tidak mau dikasihani. Ia lebih senang menerima uang, jika itu hasil dari kerja kerasnya sendiri dan bukan bantuan dari orang, apalagi itu diberikan karena rasa kasihan." Jawab anak buah Reza yang satu lagi. Pria dengan tubuh gempal, kulit sawo matang dan rambut gondrong, serta wajah yang sedikit menyeramkan layaknya preman pasar.


"Kenapa bisa begitu? Memangnya cara kalian ngasih ke dia itu gimana, sampe dia tidak mau menerima dengan alasan tidak suka dikasihani?" Tanya Reza dengan wajah bingung.


"Pertama, kami memberinya secara langsung dalam bentuk uang. Kami beralasan jika uang itu dari seseorang dan diberikan kepada keluarga yang tidak mampu. Karena dia menolak, kami menggunakan cara lain yaitu dengan meminta bantuan pada ketua RT setempat, dalam bentuk sembako. Tapi, lagi-lagi beliau menolak karena ternyata istri bos telah lebih dulu tahu jika itu dari kami. Kami takut nanti istri bos tahu rencana bos, maka kami putuskan menyimpan uang itu sampai bos kembali ke Indonesia. Tapi kami tetap membantu istri bos, dengan cara membeli jualan istri anda yang dititipkan ke warung tetangga." Jawab anak buahnya dengan tubuh tegap tadi.


"Benar begitu?" Tanya Reza dengan wajah tak percaya.


"Benar, bos. Kami berani bersumpah." Ucap kedua anak buah itu serentak sambil mengacungkan kedua jarinya yang membentuk huruf V. "Dan ini uang yang selama ini anda transferkan ke kami untuk istri anda, bos. Sepersen pun kami tidak berani memakainya." Lanjut salah satu dari anak buah itu sambil menyodorkan tas ransel hitam berisi tumpukan uang yang cukup banyak.


"Baiklah. Ambil saja uang itu untuk kalian berdua sebagai bentuk rasa terima kasih saya, karena kalian berdua telah melakukan tugas kalian dengan baik."


"Anda serus, bos?" Tanya mereka berdua tak percaya.


"Iya, saya serius. Ada apa memangnya?" Reza memandang wajah kedua anak buahnya itu dengan wajah bingung.


"Apa ini tidak kebanyakan bos?"


"Anggap saja itu bonus, kalian sudah menjaga anak dan istri saya dengan baik. Terima kasih banyak atas kerja samanya." Ucap Reza sebelum meninggalkan kedua anak buahnya yang masih tak percaya dengan apa yang barusan mereka dengar.

__ADS_1


"Iya, sama-sama bos. Senang bisa bekerja sama dengan anda. Jangan bosan-bosan untuk memakai jasa kami." Ucap salah satu dari mereka dengan suara yang sedikit keras karena Reza telah berlalu meninggalkan mereka dengan tas ransel berisi tumpukan uang untuk mereka berdua.


Setelah memastikan Reza telah menjauh dari pandangan mereka, tak lama kedua pria itu langsung bersorak kegirangan. Mereka tak menyangka akan menerima uang sebanyak itu.


"Alhamdulillah, akhirnya gue bisa beliin emak rumah baru yang lebih layak." Ucap pria berbadan gempal.


"Iya, gue juga. Akhirnya gue bisa beliin anak dan bini rumah baru, jadi gak ngontrak lagi dan bisa buat bini gue buka usaha." Ucap pria berbadan tegap itu tak kalah senang.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Reza tiba di rumahnya bersamaan dengan adzan ashar berkumandang. Reza langsung menuju kamarnya untuk membersihkan diri lalu berwudhu, kemudian ia menuju masjid bersama dengan ayahnya. Tapi seperti saat subuh tadi, lagi-lagi Reza harus berjalan di belakang ayahnya.


Usai menjalankan sholat berjamaah di masjid, Reza kembali ke kamarnya untuk menyusun beberapa pakaian dan peralatan mandi ke dalam kopernya yang berukuran kecil. Rencananya hari ini juga Reza akan menuju kampung halaman Lira untuk menjemput anak dan istri serta mertuanya kembali ke rumahnya.


Reza menuruni anak tangga sambil mengangkat koper kecilnya, menuju ruang keluarga di mana ayah dan ibunya berada. Reza menghampiri kedua orang tuanya untuk meminta izin sekaligus meminta doa restu, agar misinya untuk membawa anak dan istrinya berhasil.


"Ma, pa, Reza minta izin sekaligus minta doa restu mama sama papa, supaya niat baik Reza dilancarkan." Ucapnya sambil bersimpuh dihadapan kedua orang tuanya.


"Iya, nak. Mama doakan, semoga usaha kamu untuk membawa mereka pulang, dilancarkan oleh Allah." Balas Irma sambil mengusap kepala Reza dengan lembut. "Tapi, kamu ke sana nya sama siapa, Za? Tanya Irma.


"Gak, gak boleh. Kampung Lira itu jauh banget, mama gak mau nanti kamu kecapekan di jalan. Kamu perginya sama Jono aja, ya." Tolak Irma tegas.


"Reza gak papa kok, ma. Insya Allah Reza bisa nyetir sendiri."


"Pokoknya kalo mama bilang gak boleh ya gak boleh titik. Kamu harus pergi sama Jono."


Tak lama Irma berdiri meninggalkan Reza dan Martin, untuk menghampiri Jono yang sedang santai bermain catur bersama satpam rumah. Usai meminta Jono mengantarkan Reza menuju kampung halaman Lira, Irma kembali bergabung bersama dua pria beda generasi yang masih dalam mode diam tanpa ada yang berniat membuka suara.


"Mama udah minta Jono buat anterin kamu,


Pokoknya kamu gak boleh nolak, ngerti?"

__ADS_1


"Iya ma, iya. Kalo udah kayak gitu, Reza bisa apa?"


Reza membuang nafasnya kasar lalu berpamitan pada kedua orang tuanya. Reza menyium punggung tangan ibunya lebih dahulu, kemudian ia meraih tangan ayahnya untuk dicium. Setelah itu Reza keluar rumah menuju mobilnya yang sudah terparkir di depan rumah beserta Jono di dalamnya sebagai supirnya.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Selama perjalanan menuju kampung halaman Lira, Reza tak berhenti berdzikir dan berdoa. Sesekali ia mengusapkan tangannya yang sudah berkeringat dingin ke pahanya. Jantungnya juga berdetak lebih kencang, padahal untuk sampai ke kampung Lira masih membutuhkan waktu yang cukup lama.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan, akhirnya Reza tiba di kampung halaman istri kecilnya. Reza kembali gelisah dan deg-degan. Tapi karena mereka tiba pada malam hari dan merasa tak enak pada tetangga jika mereka harus bertamu ke rumah Lira malam-malam, meskipun itu rumah istrinya sendiri, tapi tetap saja Reza harus menjaga nama baik istri dan mertuanya agar terhindar dari fitnah. Akhirnya mereka pun memutuskan untuk mencari penginapan yang berada tak jauh dari rumah Lira. Dan akan bertemu Lira pada esok pagi.


Setelah mendapat penginapan sederhana yang berada sekitar 100 meter dari rumah Lira, mereka langsung menuju ke kamar masing-masing. Reza langsung merebahkan tubuhnya ke kasur. Rasanya ia sudah tak sabar untuk bertemu anak dan istrinya besok pagi. Reza mulai memejamkan matanya yang sudah terasa berat.


Suara adzan subuh berkumadang. Suasana kampung yang begitu sejuk pada subuh hari, sungguh menggoda iman untuk tetap berada dalam selimut tebal yang membungkus tubuh yang kedinginan diterpa sejuknya embun pagi.


Reza menguatkan imannya agar tak tergoda bujuk rayu setan yang terus berbisik di telinganya untuk mengabaikan panggilan Sang Pencipta dan lebih memilih tidur di balik selimut tebal yang menghangatkan tubuh.


Reza segera menuju kamar mandi untuk berwudhu setelah itu ia melaksanakan sholat sunah fajar, dilanjutkan dengan sholat fardhu. Usai sholat, Reza duduk besimpuh di atas sajadahnya. Ia berdoa memohon dimudahkan usahanya untuk membujuk istrinya agar bersedia kembali padanya.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Bersambung........๐Ÿ˜Š


Maaf ya kalau merasa digantung terus..


Sabar, pasti Reza akan bertemu kok sama Lira. Jadi mohon bersabar, ini ujian๐Ÿ˜


jangan lupa dukungannya ya....


LIKE


KOMEN

__ADS_1


VOTE, VOTE, VOTE SEIKHLASNYA BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT....


TERIMA KASIHโ™ฅ๏ธ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


__ADS_2