Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
100. Peringatan Stanley


__ADS_3

" Kita langsung saja dan tidak usah untuk berbasa-basi lagi!" Stanley langsung menatap tajam ke arah Vivian yang sedang mengerutkan keningnya.


" Katakanlah apa yang kau butuhkan dariku?" tanya Vivian dengan senyumnya yang sangat menyebalkan bagi Stanley.


" Sebaiknya kau segera kembali ke negaramu dan jangan pernah kembali lagi ke mari. Karena kami tidak menerima kedatanganmu!" Stanley menatap SMS kepada Vivian yang begitu terkejut mendengarkan pembukaan percakapan yang di berikan oleh Stanley.


Vivian tertawa sinis mendengarkan semua perkataan Stanley yang menghina dirinya.


" Sebenarnya siapa kamu? Hmm? Kenapa kamu merasa punya hak untuk mengusirku dari Indonesia?" tanya Vivian dengan tampang menyebalkannya.


Stanley tertawa terbahak melihat ekspresi Vivian yang sangat menyebalkan dan sok cantik.


Vivian bahkan sudah berdiri dan mendekati Stanley yang masih terlihat cuek terhadapnya.


" Kamu tidak usah berusaha untuk merayuku karena tidak akan pernah mempan!" ucapan Stanley benar-benar menohok hati Vivian.


" Kenapa kamu berpikir bahwa aku sedang merayumu?" tanya Vivian yang kembali mendekati Stanley yang kemudian bangkit dari duduknya.


" Dengarkan aku Vivian! Hanya dengan satu kali telepon aku bisa menghancurkan semua bisnis yang sedang kau geluti!" ucapan Stanley benar-benar menyakiti hati sebagai seorang wanita.


" Katakan padaku Stanley! Kenapa kau begitu membenciku padahal dulu kita pernah menjadi tunangan dan kita hampir saja menikah!" suara Vivian terdengar begitu serak dan seperti hendak menangis.


Stanley hanya menatap sinis semua yang dilakukan oleh Vivian kepadanya.

__ADS_1


" Sudahlah Vivian kau tidak usah bersandiwara di hadapanku! Aku bukanlah orang bodoh yang akan terpengaruh dengan air mata buayamu!" Vivian kemudian menjauh dari Stanley karena rasanya semua yang dilakukan seperti yang mental dan tidak berpengaruh apapun untuk Stanley.


" Segera kamu tinggalkan Indonesia dan jangan pernah mencoba untuk kembali lagi hanya untuk menggodaku ataupun menggoda asistenku! sekali lagi aku melihatmu macam-macam maka Yakinlah aku pasti akan langsung otw menghancurkan usahamu yang telah kau Rintis dari awal!" Vivian benar-benar tidak mengerti kenapa sampai begitu dibenci oleh Stanley.


Padahal Vivian sangat ingat kalau dulu Stanley sangatlah mencintainya bahkan sampai hampir gila karena ditinggalkan oleh dirinya saat dia memutuskan untuk menikah dengan pria lain.


" Kalau aku sampai mendengar lagi perihal kau yang mendekati Fic ataupun istrinya. Yakinlah bahwa pasti aku akan bertindak dan mengirimkan anak buahku untuk menghancurkan dirimu sampai tak bersisa!" Stanley kemudian meninggalkan restoran tempat di mana Dirinya melakukan pertemuan bersama dengan Vivian.


Vivian sampai saat ini masih bengong di tempat tidak bisa berkata-kata melihat semua perbuatan Stanley yang benar-benar telah menyakiti harga dirinya sebagai seorang wanita.


Vivian tidak pernah menyangka kalau Stanley begitu tega untuk berbuat seperti itu dan tidak pernah mengingat hubungan masa lalu di antara mereka yang begitu indah.


" Move on lah Vivian dariku ataupun dari Fic! Dan segeralah kembali ke negara kamu. Aku berharap kamu akan segera menemukan kebahagiaanmu sendiri dan tidak akan pernah mengganggu kebahagiaan orang lain! Aku tahu kalau kau tidak berbahagia dengan suamimu. Oleh karena itu kau datang kemari untuk mencariku. Tapi kamu salah! Kalau merasa aku akan menyambut kedatanganmu. Karena aku sudah tidak peduli denganmu!" ucapan Stanley benar-benar menyakiti hati Vivian sampai dia tidak bisa mengatakan apapun lagi karena begitu sesak hatinya.


" Apakah aku seburuk itu?? Sehingga kalian semua membenciku dan mengusirku? Apakah sebagai seorang manusia aku juga tidak layak untuk berbahagia?" tanya Vivian yang sangat sedih dan kesal menjadi satu.


" Aku hanya ingin di cintai dan aku juga hanya ingin merasa bahagia bersama pria yang aku cintai. Di mana letak salahku?" Vivian terus menangis tersedu-sedu.


Fic yang sejak tadi terus memperhatikan pertemuan antara Vivian dan Stanley. Fic hanya bisa menatap Vivian dari jarak jauh.


" Maafkan aku Vivian tapi hubungan kita memang salah. Tidak seharusnya kau hadir di dalam hidupku saat ini! Aku harap kamu bisa menemukan kebahagiaanmu yang Hakiki dan tidak perlu menangis lagi untuk pria brengsek seperti aku!" monolog Fic yang merasa kan hatinya merasa sedih ketika melihat Stanley telah membuat Vivian sampai nangis kejer.


Fic kemudian memilih untuk meninggalkan restoran dan mendatangi Stanley yang sudah menunggunya sejak tadi di dalam mobil.

__ADS_1


" Ya ampun!! Kamu ke mana saja Fic? Dari tadi aku sudah menunggumu!" Stanley bahkan sampai melotot kepada Fic yang hanya bisa tersenyum sedih.


" Jangan Katakan padaku kalau kau tertarik dengan Vivian. Sehingga kau perlu menangis untuk tidak bertemu lagi dengan wanita itu!" kata-kata Stanley benar-benar menohok hati Fic yang sampai saat ini masih belum mengerti tentang perasaannya sendiri terhadap Vivian yang sejak dulu sudah dia kenal baik.


" Sudahlah tidak usah membahas lagi tentang Vivian. Aku hanya takut kalau sampai Agnes mengetahui tentang dia. Astaga! Rumah tanggaku bersama dia bisa hancur gara-gara ini!" Fic tampak begitu frustasi memikirkan tentang kedua wanita yang masuk ke dalam hidupnya secara bersamaan.


" Kau sudah tahu betapa berbahayanya seorang Vivian. Kenapa kau masih bermain api juga dengan perempuan itu?" tanya Stanley sambil menggelengkan kepalanya karena benar-benar merasa heran kepada fix yang biasanya seorang yang pintar dan juga perfeksionis. Kenapa tiba-tiba menjadi seperti orang bodoh yang tidak bisa berpikir?


" Fic!! Bisa dikatakan semua masalah dalam hidupku maupun di dalam perusahaan kita, semuanya mengandalkan otakmu yang cerdas. Tapi kenapa ketika masalah mendatangimu. Seperti yang tumpul otakmu? Kenapa Fic?" tanya Stanley yang benar-benar merasa aneh terhadap Fic.


Fic hanya bisa menghela nafasnya dengan berat. Karena dia pun tidak mengerti kenapa dia sampai bisa melakukan hal bodoh seperti itu yang akhirnya hanya bisa meyesalinya.


" Aku hanya berharap agar Agnes tidak pernah mengetahui masalah Vivian dan semoga kejadian malam itu tidak membuatku anak! Oh bos!! Hanya mengingatnya saja sudah benar-benar membuat kepalaku pening dan frustasi sekali!" Fic meraup wajahnya dengan kasar.


Stanley hanya bisa menggelengkan kepalanya dan menepuk bahu sahabat dan juga asistennya yang sekarang sedang kalut dan kalah dalam melawan seorang Vivian.


" Yah wajarlah kau kan memang seorang manusia yang tidak akan mungkin sempurna dalam segala hal! Jadikanlah kejadian ini sebagai sebuah pelajaran yang sangat berharga untuk hidupmu. Ingatlah Fic! Ada calon anak yang sedang menunggumu dan kau sebentar lagi menjadi seorang ayah! Kau harus bisa mengendalikan Hawa nafsumu sendiri kalau tidak kau akan tenggelam dan hancur karena hal itu!" Stanley terus berusaha untuk menasehati Fic.


Fic sangat tahu apa yang disampaikan oleh Stanley adalah sebuah kebenaran yang Hakiki dan dia pun tahu bahwa dia telah melakukan sebuah kesalahan besar yang sangat fatal.


Konsekuensi dari semua itu adalah dia akan kehilangan Agnes dan calon anaknya. Kalau sampai istrinya tahu tentang hubungan onw night stand nya bersama dengan Vivian yang dia lakukan tanpa sengaja.


" Sudahlah! Ayo sekarang kau sebaiknya pulang lebih cepat dan berikanlah perhatian dan cintamu untuk Agnes dengan lebih banyak. Sehingga dia tidak merasa kalau kau saat ini sedang mendua hati dengan wanita lain!" Stanley memberikan ijin Fic untuk pulang cepat.

__ADS_1


__ADS_2