
Terlihat Vivian mulai meneteskan air mata karena merasa sedih dengan kelakuan Stanley yang bahkan tidak mau melirik sekilas pun kepadanya.
" Apakah kamu sebenci itu kepadaku? Kau bahkan tidak mau melihatku sedikitpun. Aku jauh-jauh datang dari Swiss, hanya untuk menemuimu Stanley. Aku menempuh perjalanan panjang, karena aku merindukan kamu. Aku ingin kita melanjutkan kembali hubungan kita yang sempat terputus karena aku yang lebih memilih karirku!" ucap Vivian.
Stanley hanya tersenyum miring dan terus menggelengkan kepalanya. Dia benar-benar tidak mengerti. Bagaimana mungkin di dunia ini ada seorang wanita seperti Vivian?
" Dengarkan aku Vivian! Aku sekarang sudah mempunyai istri. Bahkan aku sudah memiliki seorang anak lelaki yang sangat tampan seperti aku. Jadi, tidak mungkin kita bisa kembali seperti dulu. Sudahlah! Sebaiknya kau pulanglah ke negaramu! Karena aku tidak ingin melihatmu!" Stanley terus berusaha untuk mengusir Vivian dari mansion miliknya.
Stanley mengambil ponselnya dan hendak menelpon kepala pengawal yang ada di dalam mansion miliknya.
" Kamu mau melakukan apa?" tanya Vivian merasa tidak tenang hatinya. Ketika dia melihat Stanley yang seperti sedang menghubungi seseorang.
" Cepat kalian kemari dan usir perempuan ini dari mansion milikku!" perintah Stanley kepada kepala pengawal yang saat ini masih berada di ruangan security.
Vivian benar-benar tidak percaya bahwa Stanley benar-benar mengusirnya dari Mansion miliknya.
" Apa kau benar-benar sudah menikah Stanley?" tanya Vivian seakan masih belum mempercayai ucapan Stanley.
Stanley sebenarnya sudah sangat malas untuk mengurus ataupun berbicara dengan Vivian. Apalagi ditambah dengan dirinya yang saat ini benar-benar sedang kelelahan dan ingin segera tidur.
" Aku benar-benar sudah menikah! Kau mau lihat buktinya? Hmm? Maka kau Lihatlah foto yang ada di dinding itu! Itu adalah foto pernikahanku bersama istriku!" tunjuk Stanley ke arah foto pernikahannya bersama Sakinah yang sudah membuat Vivian terkejut bukan kepalang di buat nya.
Vivian terlihat shock dan hampir saja jatuh karena tidak percaya bahwa Stanley benar-benar sudah mempunyai seorang istri.
Vivian pikir selama ini Stanley akan bersedih dan tidak bisa hidup tanpa keberadaan dirinya. Tetapi ternyata dia salah. Karena sekarang Stanley malah sudah menikah dan bahkan katanya sudah memiliki seorang anak lelaki dari hasil pernikahan mereka.
" Bagaimana mungkin kau bisa menikah dengan wanita lain? Bukankah kau bilang kalau kau hanya mencintaiku? Apa selama ini kau membohongiku? Katakan padaku Stanley! Kamu laki-laki bajingan! Dulu kau bilang padaku kalau kau tidak bisa hidup tanpa aku. Tapi kenapa sekarang aku mendengar kabar kalau kau menikah denganku seorang wanita? Huh? Kenapa Stanley?" tanya Vivian dengan histeris.
Beberapa saat kemudian muncul empat orang security dengan wajah garangnya menarik Vivian agar segera keluar dari mansion milik Stanley yang segera memberlakukan blacklist untuk Vivian agar tidak bisa masuk lagi ke Mansionnya.
__ADS_1
" Stanley! Kamu ada laki-laki yang paling keji yang pernah aku kenal!" Vivian terus saja mengatakan hal-hal yang membuat Stanley merasa mual dan kesal.
Bagaimana Tidak? Selama ini dialah yang telah memutuskan hubungan dengannya dan dia pula yang telah memutuskan agar Stanley tidak pernah datang lagi ke dalam hidupnya.
Akan tetapi, sekarang Vivian datang dan mengatakan ingin kembali mengulang kisah mereka yang sudah selesai? Stanley benar-benar kehabisan ide untuk mengerti pola pikir Vivian selama ini.
Sementara itu Vivian yang sekarang sudah berada di luar mansion tampak begitu geram dan marah terhadap Stanley.
" Kurang ajar!" umpat Vivian benar-benar tidak terima dengan perlakuan Stanley kepadanya.
Para security langsung melemparkan tubuh Vivian ke jalanan. Bahkan sampai tersungkur ke aspal dan membuat Vivian benar-benar tidak bisa melupakan kejadian itu yang benar-benar sudah mencapai-cabek harga dirinya sebagai seorang wanita.
" Pergilah dari sini dan jangan pernah kembali lagi ke mari! Karena mulai hari ini dan untuk seterusnya. Nona sudah di blacklist untuk mendatangi mansion ini! Jangan marah Nona! Ini semua sesuai dengan perintah dari Tuan Stanley! Jadi anda tidak usah merasa marah kepada kami!" setelah mengatakan itu kepala pengawal pun langsung mengunci pintu gerbang mansion milik Stanley dan tidak memperdulikan lagi tentang Vivian.
Terlihat Vivian yang mengambil ponselnya dan menghubungi Andien yang saat ini sedang berada di luar negeri bersama dengan suami barunya.
" Tante! Kenapa Tante tidak pernah bercerita padaku kalau Stanley sudah menikah dan bahkan mempunyai seorang anak?" tanya Vivian kepada Andien dengan amarah yang memuncak di hatinya.
" Maksud kamu apa Vivian? Kenapa kau tidak sopan seperti itu?" tanya Andien Merasa tidak senang kepada Vivian yang seakan tidak menghormatinya.
" Tante saat ini aku berada di depan Mansion Stanley dan dia mengusirku seperti mengusir seekor anjing! Apa Tante tahu? Hal itu sangat menyakitkan Tante!" ucap Vivian dengan air mata yang mulai menetes di kelopak matanya.
Andien bisa merasakan getaran kesedihan di dalam suara Vivian.
" Lagi pula. Kenapa kamu tidak datang dulu ke rumah tante sebelum mendatangi Stanley di Indonesia? Bukankah hubungan kalian sudah berakhir lama sekali? Lalu, apa yang sekarang sedang kau lakukan di sana?" tanya Andien yang merasa tidak suka dengan kelakuan Vivian yang menurutnya terlalu berbuat sesuka hatinya.
" Tentu saja aku datang ke Indonesia untuk membuat Stanley kembali menjadi milikku! Tante ingatkan? Kalau Stanley dan aku dulu pernah bertunangan?" tanya Vivian sambil tersenyum sendiri karena mengingat hubungan yang dulu begitu indah bersama Stanley yang amat menggilai dirinya.
Akan tetapi hubungan mereka terpaksa harus berakhir karena Vivian yang mendapatkan tawaran untuk menandatangani kontrak di Swiss sebagai seorang pianis.
__ADS_1
Stanley dulu sudah memohon dengan sangat kepada Vivian untuk tidak pernah melepaskan pertunangan mereka. Akan tetapi Vivian yang bersikeras tidak ingin melakukan LDR karena menurutnya hal seperti itu hanya membuang waktu dan sangat percuma.
Lebih dari 7 Tahun lamanya, mereka berdua tidak pernah berhubungan. Walaupun sekedar ber say Hello di media sosial. Karena Vivian telah memblokir semua akun milik Stanley sehingga membuat Stanley mana benar kehilangan kontak gadis itu.
Padahal Kejadian yang sesungguhnya adalah Vivian menikahi seorang jutawan yang ada di Swiss dengan alasan kontrak sebagai pianis dia meminta putus dari Stanley. Hal itu hanya untuk menutupi ketidaksetiaannya terhadap Stanley.
Sekitar 2 bulan yang lalu Vivian bercerai dengan suaminya. Karena suaminya menangkap basah Vivian yang sedang berselingkuh dengan manajernya.
" Kamu sebaiknya kembali ke Swiss dan jangan pernah mengganggu rumah tangga Putraku! Apa kamu mengerti Vivian?" tanya Andien yang benar-benar tidak menginginkan kalau sampai rumah tangga Stanley berantakan gara-gara Vivian.
Andien sangat tahu bagaimana hancurnya hati Stanley ketika Vivian yang tiba-tiba saja meminta memutuskan pertunangan mereka.
Padahal waktu itu Stanley sudah menyiapkan pernikahan untuk mereka berdua dengan sangat romantis sesuai dengan impian yang pernah Vivian katakan pada Stanley. Tetapi semuanya harus hancur karena Vivian yang lebih memilih untuk meninggalkan Indonesia dan mengajar impiannya yang katanya jauh lebih penting dari hubungannya bersama Stanley yang dia anggap sebagai remaja labil yang dianggap tidak pantas untuk dirinya.
" Kenapa Tante juga bersikap kejam padaku? Memangnya apa salahku tante?" tanya Vivian dengan air mata yang mulai menganak sungai di kelopak matanya yang biru.
" Kau tanyakanlah pada dirimu sendiri apa kesalahanmu terhadap putraku!" setelah mengatakan itu Andien pun kemudian menutup panggilan telepon tersebut.
Vivian benar-benar geram sekali dengan semua yang terjadi kepada dirinya sejak dia menginjakkan kaki ke Indonesia.
Impian indahnya ketika di pesawat yang berharap Stanley akan menyambutnya dengan tangan terbuka dan kemudian memintanya untuk menikah semuanya buyar. Hancur berkeping-keping.
" Aku akan merebut kamu Stanley!"
Terlihat tatapan Vivian saat ini yang sangat menakutkan. Mungkin kalau ada yang melihat hal itu, dia akan merinding dan lari terbirit.
Tatapan Vivian yang penuh dengan dendam dan kemarahan. Sehingga membuat aura negatif di dalam tubuhnya memancar dan membuat merinding yang melihat hal itu.
Vivian kemudian naik ke dalam mobilnya dan berkeliling Jakarta hanya untuk dapat segera menghapuskan rasa sakit hatinya terhadap Stanley yang benar-benar telah melupakan bahkan membenci dirinya.
__ADS_1
Vivian tidak pernah mengira hari ini akan tiba di dalam kehidupannya. Dia pikir Stanley selamanya akan mencintainya dan selamanya akan menunggu kedatangannya. Tetapi semua itu salah. Karena sekarang Stanley semakin keren dan semakin tidak membutuhkan dirinya. Hal itu benar-benar di luar ekspektasi Vivian yang merasa tinggi hati.