Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
36. Pulang


__ADS_3

Sakinah tampak sedang menyuapi Stanley yang kondisinya sudah mulai stabil.


" Kapan kau pulang?" tanya Sakinah yang tampaknya sudah mulai bosan terkurung di rumah sakit bawah tanah milik keluarga Craig yang terkenal sebagai mafia dengan banyak usaha ilegal yang menjadi bisnis utama mereka yang selalu mengalirkan pundi-pundi milyaran rupiah ke rekening Stanley sebagai pemimpin organisasi.


Oleh karena itu Robert sangat menginginkan posisi itu. Karena dengan bisa menggantikan Stanley maka kehidupan Robert secara otomatis akan terangkat.


Sampai saat ini Stanley belum menyelidiki. Siapakah wanita paruh baya yang sudah berani mati dengan mencelakainya.


" Kamu udah bosen buat layanin aku di sini ya sayang?" tanya Stanley yang selalu bersikap manja kalau sudah berhadapan dengan Sakinah. Padahal kalau sudah berhadapan dengan anak buahnya, apalagi kalau anak buah yang berhasil gagal melaksanakan tugas ataupun berani berkhianat pada organisasi yang dia pimpin. Maka Stanley wajahnya layaknya seperti malaikat maut yang tidak peduli dengan rengekan maupun tangisan mereka di depannya.


" Aku tidak bosan melayanimu di sini hanya aku bosan dengan lingkungan yang ada di dalam rumah sakit ini yang begitu pengap dan tidak menyenangkan." ucap Sakinah sambil menyuapkan buah apel ke mulut Stanley yang sedang tersenyum.


" Tempat ini adalah tempat yang paling aman di antara semua tempat yang dimiliki oleh organisasiku. Walaupun semua anggota pernah masuk ke tempat ini, akan tetapi mereka semuanya selalu ditutup matanya dan dipastikan tidak akan pernah tahu jalan mereka menuju tempat ini! Hanya aku dan Fic yang mengetahui dengan jelas lokasi rumah sakit ini. Bahkan para dokter dan suster yang bekerja pun ketika masuk dan keluar dari sini tetap harus selalu ditutup matanya." ucap Stanley menerangkan segalanya kepada Sakinah mengenai rumah sakit yang saat ini sedang ditempati oleh mereka.


Melihat kenekatan musuh yang berani secara terang-terangan mengirimkan seorang pembunuh untuk melukai Stanley. Jelas-jelas bahwa di luar sana sedang ada seseorang yang menginginkan kematiannya.


Oleh karena itu Stanley harus selalu waspada dan juga berlindung di tempat yang paling aman. Ketika dia berada pada posisi lemah seperti saat ini dan masih terluka. Sambil memulihkan kesehatan dan juga kekuatan.


Stanley tidak akan berani menyerang musuh. Sebelum dia merasa yakin bahwa dirinya di posisi akan menang. Akan tetapi ketika Stanley berpikir bahwa dia tidak memiliki kekuatan untuk melawan musuh, maka Stanley lebih memilih untuk memperkuat diri. Sampai akhirnya dia bisa menunjukkan kepada musuhnya bahwa dia adalah macan yang tidak akan bisa dikalahkan siapapun.

__ADS_1


Fic adalah anak buah yang sangat dipercaya oleh Stanley yang merangkap juga sebagai asisten rahasianya selain Robert yang sekarang sudah dibuang dari organisasi setelah usahanya menculik Sakinah dan mencoba membunuh dirinya.


Entah sekarang ada di mana Robert pengkhianat itu. Stanley sudah tidak mau memperdulikannya. Baginya yang penting penghianat itu sudah tidak ada di dalam organisasinya dan tidak menjadi duri di dalam daging bagi hidupnya.


" Ya sudah sayang. Bagiku yang penting sekarang kau cepat sehat. Aku akan mengikutimu dimanapun kau berada. Apalagi saat ini kondisi kehamilanku juga masih sangat rawan. Kalau sampai terjadi apa-apa Aku sangat takut kita akan kehilangan bayi kita!" ucap Sakinah terlihat sangat sedih ketika dia memikirkan tentang kondisi kandungannya.


Terakhir kali saat terjadi penyerangan di dalam penthouse milik mereka yang akhirnya mengakibatkan Stanley masuk rumah sakit karena ditikam oleh wanita paruh baya itu.


Sebenarnya Sakinah merasakan perutnya sangat sakit luar biasa. Hingga akhirnya dia menyerah dan meminta diperiksa oleh dokter yang ada di rumah sakit itu. Akan tetapi Sakinah tidak mau menceritakan itu kepada suaminya karena dia tidak mau membuat Stanley merasa khawatir dengan kondisi tubuhnya yang saat ini sedang tidak fit.


" Bagaimana dengan Starla? Apakah kau tidak berniat untuk mencari pendonor darah yang lain? Jujur saja aku tidak senang melihat tatapan dia ketika menatapmu. Apalagi ketika dia mengaku sebagai kekasihmu Jujur aku benar-benar sangat marah sekali!" ucap Sakinah mengungkapkan semua perasaannya kepada Stanley yang saat ini sedang tersenyum kepadanya.


Stanley juga tahu kalau sampai saat ini Renaldi masih suka mencari informasi tentang Sakinah.


Tiba-tiba saja Stanley berfikir mungkin saja wanita paruh baya yang dikirimkan untuk membunuhnya adalah perbuatan dari Renaldi mantan suami dari Sakinah.


Stanley kemudian mengambil ponselnya bermaksud untuk menghubungi Fic agar segera datang ke ruangannya.


" Sayang bisakah kau keluar sebentar saja? Tolong ambilkan aku air hangat. Aku saat ini benar-benar sangat gatal tenggorokannya!" ucap Stanley meminta kepada Sakinah untuk keluar dari ruangannya.

__ADS_1


" Baiklah sebentar dulu ya!" ucap Sakinah yang kemudian keluar dari kamar perawatan Stanley.


Setelah Sakinah keluar dari kamar perawatan dirinya, setidaknya itu yang dipikirkan oleh Stanley. padahal yang sebenarnya Sakinah saat ini sedang berdiri di depan pintu kamar Stanley karena dia sedang penasaran dengan apa yang akan dibicarakan oleh suaminya dengan Fic sampai mengusir dia untuk keluar dari ruangan itu.


" Fic tolong kau selidiki tentang mantan suami dari Sakinah. Aku curiga kalau perempuan paruh baya itu adalah suruhan dia. Kau tahu sendiri kan? Kalau sampai saat ini Renaldi masih mencari keberadaan Sakinah dan ingin rujuk dengan dia?" tanya Stanley kepada Fic yang ada di seberang sana yang saat ini sedang mengurus tentang penyelidikan wanita paruh baya yang berani mati karena berani menusuk Stanley secara terang-terangan.


" Iya Tuan jangan khawatir. Saya pasti akan menyelidiki kasus ini secara tuntas dan bisa memberikan jawaban yang memuaskan untuk anda!" ucap Fic menenangkan Stanley yang tampaknya merasa tidak aman dengan kejadian terakhir kali yang menimpa dirinya.


Stanley memiliki golongan darah yang sangat langka. Oleh karena itu membuat dia terluka adalah sesuatu yang sangat membahayakan nyawanya. Kalau saja waktu itu Starla tidak sedang berada di Indonesia ataupun terlambat datang ke rumah sakit, maka bisa dipastikan keadaan Stanley pasti akan sangat berbahaya.


Untuk menjamin kehidupan Stanley bahkan Fic telah mengerahkan beberapa orang Bodyguard untuk selalu menjaga Starla agar wanita itu tidak terjadi apa-apa ataupun melakukan sesuatu yang akan mengotori darahnya. Sehingga akan merugikan Stanley ketika Stanley menggunakan darah yang ada di dalam tubuhnya.


" Pastikan kau selidiki diam-diam tentang Renaldi. Jangan sampai istriku mendengar apapun tentang laki-laki itu. Aku tidak mau kalau sampai Sakinah nanti merasa sedih mendengarkan tentang kelakuan mantan suaminya yang sampai saat ini masih berusaha untuk mendapatkan dia!" perintah Stanley kepada Fic yang langsung mengangguk.


Stanley dan Fic memiliki hubungan yang sangat erat. Bahkan mungkin lebih daripada Saudara. Mereka sudah melewati hidup dan mati bersama. Oleh karena itu ikatan di antara keduanya tidaklah sesederhana yang terlihat di permukaan.


" Baiklah Tuan anda jangan khawatir. Saya pasti akan merahasiakan semua hasil penyelidikan tentang Tuan Renaldi dari istri anda!" ucap Fic.


Setelah selesai berbicara dengan Fic, Stanley pun kemudian langsung membaringkan tubuhnya kembali dan menunggu Sakinah untuk membawakan air hangat yang tadi dia minta.

__ADS_1


__ADS_2