
" Kembalikan anak itu kepada Raymond setelah itu Kau pergilah dari Swiss, kembalilah ke Indonesia. Karena aku ingin mendengar semua detailnya." perintah Fic kepada orang kepercayaannya yang dia perintahkan untuk bekerja di Swiss untuk mengawasi Amanda.
" Baik, Tuan! Akan saya kembalikan anak itu kepada tuan Raymond dan saya juga akan segera kembali ke Indonesia." ucapnya.
Fic kemudian menutup panggilan telepon. Setelahnya Fic terus melihat sebuah surat hasil tes DNA yang menyatakan bahwa Amanda memang adalah putrinya.
" Maafkan Papa anakku! Papa yang terlalu lemah sehingga tidak bisa memberikan masa depan untukmu di sisi papa." Fic kembali mengingat kebersamaannya dengan Amanda sewaktu mereka makan siang bersama di restoran waktu pertemuan mereka untuk yang pertama kali.
" Papa tidak berdaya. Karena Papa tidak mau kehilangan istri dan anakku yang ada di sini!" Fic menangis tersedu-sedu karena perasaan yang begitu sakit di hatinya.
***
" Maafkan saya ibu panti tetapi saya tidak jadi untuk memasukkan dia ke panti asuhan. Saya ingin merawatnya sendiri karena saya sadar kalau saya ternyata memang telah berbuat kesalahan." ucap orang suruhan Fic yang telah menculik Amanda dari kediaman Raymond.
Ibu panti asuhan terlihat sedih sehingga membuat orang tersebut menjadi kebingungan.
" Ada apa, Bu? Kenapa ibu menghela nafas begitu?" tanyanya heran.
Ibu panti asuhan menatap kepada dia dengan tatapan merasa bersalah.
" Maafkan saya tetapi anak kecil itu sudah diadopsi oleh keluarga yang kaya raya. Sekarang mereka sudah bermigrasi ke Italia. Saya tidak tahu di mana alamat pastinya karena mereka tidak memberitahukan kepada saya. Mereka hanya menelepon saya tadi malam, untuk mengabarkan pada saya kalau mereka sudah tidak ada di Swiss lagi," orang suruhan Fic menjadi terkejut dan langsung lemas seluruh tubuhnya.
Setelah mendapatkan keterangan itu orang kepercayaan Fic pun kemudian langsung menghubungi Fic dengan penuh rasa penyesalan atas keteledorannya.
" Maafkan saya tuan Fic tetapi Non Amanda sudah diadopsi oleh keluarga kaya raya dan mereka sudah bermigrasi ke Italia. Ibu panti asuhan tidak mengetahui alamat lengkapnya sekarang. Karena keluarga mereka tidak mau memberitahukannya." orang tersebut melaporkan kepada yang seketika merasa bersalah terhadap Amanda dan Raymond.
" Ya sudah kau pulanglah ke Indonesia. Aku takut kalau Keberadaanmu di sana berbahaya. Kalau sampai Raymond mengetahui tentangmu, habislah sudah!" ucap Fic yang langsung menutup panggilan telepon tersebut.
Fic menghela nafas berat karena frustasi. Fic terus mondar-mandir di dalam ruangannya memikirkan tentang Amanda.
Agnes yang mendengarkan semua penjelasan dari anak buahnya Fic dari balik pintu ruangan suaminya. Agnes hanya bisa menatap suaminya yang terlihat sedang begitu frustasi.
__ADS_1
" Kau mengatakan kalau kau tidak mencintai Vivian tapi kenapa kau begitu pusing memikirkan anaknya? Apakah Mark tidak cukup untukmu?" tanya Agnes yang tiba-tiba saja masuk ke dalam ruangan Fic.
Fic terkejut bukan kepalang mendengar apa yang dikatakan oleh Agnes.
" Bukan itu maksudku! Aku tidak pernah mencintai Vivian kau bisa yakin itu dan aku juga tidak pernah menganggap malam itu sebagai hal yang serius. Akan tetapi anakku itu adalah sesuatu yang lain. Aku harus bertanggung jawab karena dia adalah darah dagingku sendiri!" ucapan Fic benar-benar telah menyakiti hati Agnes.
" Jadi anakku tidak kau anggap sebagai sesuatu yang lain?" tanya Agnes dengan penuh air mata yang menetes di kelopak matanya karena hatinya yang begitu hancur mendengar ucapan suaminya.
Fic kalang kabut sendiri mendengar ucapan istrinya," Sayang kau tahu bukan? Kalau itu bukan maksudku?" tanya Fic sambil menarik tangan Agnes dan memeluknya erat.
Fic mencium kening Agnes untuk menenangkan istrinya. Biasanya Agnes paling senang kalau diperlakukan seperti itu ketika dia sedang sedih.
" Sungguh aku tidak pernah membawa perasaan cintaku kepada Vivian. Aku hanya merasa harus bertanggung jawab dengan anakku yang merupakan darah dagingku sendiri. Akan tetapi aku sangat takut untuk membawamu kembali. Karena aku takut mengecewakanmu dan juga menyakiti hatimu. Sungguh, sayang. Aku tidak pernah berniat untuk menyakiti hatimu dengan masalah ini." Agnes menangis di dalam pelukan Fic laki-laki yang selama ini selalu dia cintai dengan segenap jiwa dan raganya.
Agnes masih belum sanggup untuk berkata-kata. Karena sekarang hatinya sedang sedih luar biasa.
" Percayalah. Aku mencarinya bukan karena aku mencintai Vivian. Cintaku selamanya hanya untukmu dan juga Putra kita. Aku hanya merasa bersalah kepada darah dagingku hanya itu, tidak kurang atau lebih!" ucap Fic dengan suara yang bergetar karena merasa bersalah yang luar biasa di dalam hatinya yang terus menggerogoti hidupnya.
" Bawalah anakmu kemari. Aku berjanji aku akan mengurusnya seperti anakku sendiri." ucap Agnes dengan suara yang gemetar.
Fic menangis semakin besar. Membuat Agnes menjadi terheran sendiri.
" Kenapa? Apa kau tidak mau kalau aku mengurus anakmu bersama Vivian? Apa kau tidak percaya denganku?" tanya Agnes yang melepaskan diri dari Fic pada dia ingin melihat wajah suaminya lebih jelas.
" Bukan itu maksudku sayang. Akan tetapi semuanya sudah terlambat." Fic kemudian duduk di sofa karena merasakan tungkainya yang begitu lemas dan tak sanggup untuk berdiri lagi.
" Kenapa?" tanya Agnes penasaran.
" Karena Amanda, dia sudah di adopsi oleh orang lain dan sekarang mereka sudah bermigrasi ke Italia!" Fic meraup wajahnya dengan kedua tangannya terlihat begitu merasa bersalah karena telah kehilangan anak kandungnya sendiri.
" Aku telah bersalah kepada Amanda dan juga Raymond. Entah bagaimana aku harus menanggung kesalahan ini seumur hidupku. Sayang aku benar-benar tidak sanggup lagi untuk menghadapi ini semua. Aku berharap Tuhan mengambil nyawaku agar aku bisa bebas dari rasa bersalah ini." Fic terlihat tubuhnya bergetar karena sedang menangis sedih dengan masalahnya yang tidak pernah berakhir.
__ADS_1
Agnes tidak sanggup melihat air mata sang suami yang sangat dia cintai.
" Mintalah bantuan kepada Tuan Stanley untuk melacak keberadaan orang tua baru Amanda. Kita akan menemukannya dan aku yakin kau pasti akan merasa senang." Agnes berusaha memberikan support kepada suaminya agar tidak sedih lagi.
" Aku sudah terlalu banyak merepotkan Tuan Stanley aku merasa malu kepadanya." ucap Fic yang keberatan dengan ide dari Agnes.
Agnes terdiam mendengarkan ucapan dari suaminya." Kalau begitu kita akan menyewa detektif sendiri dan menyuruh mereka untuk melacak keberadaannya. Setelah itu kita bawa Amanda untuk tinggal bersama kita!" ucap Agnes sambil memeluk Fic.
Fic yang tidak mengetahui kalau Sesungguhnya orang yang telah mengadopsi Amanda adalah kenalan Agnes sendiri. Merasa sangat berterima kasih padanya.
Agnes lah yang telah memberitahukan pasangan itu tentang keberadaan Amanda di Panti Asuhan dan menyarankan pada mereka untuk mengadopsinya. Setelah itu menyuruh mereka untuk pergi dari Swiss ager anak itu tidak diambil dari tangan mereka kembali.
' Maafkan aku kalau aku harus berbuat ekstrem seperti ini untuk membuatmu bisa melupakan tentang Amanda.' batin Agnes yang tidak sanggup harus kehilangan suaminya yang selalu saja sibuk memikirkan anak dari wanita lain.
Perasaan Agnes hancur lebur. Tetapi dia tidak sanggup untuk kehilangan Fic. Oleh karena itu dia hanya bisa melakukan hal itu agar suaminya kembali ke kehidupan mereka dan melupakan perihal Amanda.
Akan tetapi siapa yang menyangka kalau ternyata Fic begitu merasa bersalah dengan kejadian itu dan semakin membuatnya menderita bathin yang sangat besar.
Setelah kejadian itu Fic sakit dan akhirnya meninggal. Perasaan Fic yang hancur lebur karena merasa bersalah telah kehilangan anak kandungnya sendiri karena kecerobohannya dalam mengambil keputusan dengan menculik Amanda.
Agnes merasa bersalah karena tidak berterus terang kepada fix tentang perbuatannya yang menyuruh Orang kenalannya untuk mengadopsi Amanda.
' Fic. Semoga kamu memaafkan aku. Bukan itu maksudku. Aku tidak pernah bermaksud untuk memberikan luka batin yang besar untukku. Aku hanya ingin kamu melupakan Amanda dan hidup bahagia bersama putra kita. Tapi siapa yang menyangka kalau ternyata dirimu tidak bisa juga melupakan dia. Anak haram kamu bersama pelacur itu!' bathin Agnes berada di dalam pemakaman.
Stanley dan Sakinah menatap tanah merah yang sekarang menjadi tempat peristirahatan yang terakhir Fic.
Hati mereka sangat sedih karena tidak bisa menolong masalah Fic yang telah menggerogoti hatinya secara perlahan-lahan sehingga akhirnya membuat Fic harus menghembuskan nafas yang terakhir dalam penyesalan yang begitu besar.
' Maafkan aku Fic karena aku tidak kompeten dan tidak bisa menolongmu untuk dapat menemukan Amanda kembali. Sungguh Fic. Aku menyembunyikan rahasia ini darimu. Karena aku takut kau akan marah dan bersedih. Kalau mengetahui bahwa semua itu adalah rencana dari istrimu sendiri!' bathin Stanley sambil melirik kepada Agnes yang saat ini masih terisak di samping makam.
' Aku tidak pernah mengira kalau istrimu ada seorang wanita yang sangat keji yang tidak pernah memikirkan orang lain. Dia adalah definisi wanita yang sangat egois dan tidak pernah memikirkan kehidupan orang lain yang sudah dia permainkan. Entah sekarang bagaimana nasib Amanda. Aku pun tidak mengetahuinya. Karena sangat sulit untuk melacak keberadaan orang yang disuruh oleh Agnes untuk mengadopsi Amanda. Orang itu sangat kuat sehingga bisa menutupi identitasnya!' bathin Stanley menyesal.
__ADS_1