
Begitu sampai di kantor milik Sakinah, Fic langsung mencari keberadaan Agnes.
" Aih, di mana wanita itu?" Fic mulai kesal karena dari tadi tidak juga bisa menemukan Agnes.
Sampai saat ini Fic masih belum memiliki nomor telepon Agnes oleh karena itu dia tidak bisa menelponnya.
Ketika Fic melihat Sakinah dia pun kemudian bertanya tentang keberadaan Agnes.
" Maafkan saya Nyonya Sakinah. Apakah saya bisa mencari di mana Agnes?" tanya Fic kepada Sakinah yang merasa heran kenapa Fic mencari asistennya.
" Ada apa kau mencari Agnes? Kalau butuh sesuatu kau bisa langsung mengatakannya padaku!" ucap Sakinah.
Fic menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Tetapi dia lupa kalau itu adalah rambut palsu. Gara-gara perbuatannya itu sedikit banyak Sakinah bisa melihat perubahan dari rambut palsunya.
" Kenapa rambutmu Bisa bergeser?" tanya Sakinah pura-pura tidak mengerti.
Padahal Sakinah sudah tahu kalau laki-laki yang berdiri di hadapannya adalah Fic asisten dari suaminya. Sama seperti dia yang sudah mengetahui identitas James.
Fic terkejut mendapatkan pertanyaan dari Sakinah.
" Maaf nyonya kepala saya botak makanya saya menggunakan wig!" dusta Fic yang kemudian langsung meninggalkan Sakinah menuju ke kamar mandi untuk memperbaiki rambut palsunya.
Jantung Fic berdebar sangat kencang ketika melihat perubahan rambutnya yang begitu kentara.
" Dasar Fic bodoh bisa-bisanya, melakukan hal konyol seperti itu!" rutuk Fic kepada dirinya sendiri.
Setelah membereskan rambut palsunya, sehingga menjadi lebih kuat dan rapi. Fic kemudian keluar dari kamar mandi dan melihat Agnes yang melintas tidak terlalu jauh dari tempatnya berada.
" Agnes! Ayo ikut denganku Ada yang ingin aku bicarakan denganmu!" ucap Fic yang langsung menarik tangan Agnes menuju ke kamar mandi yang tadi dia gunakan.
" Ada apa sih ini jam kerja loh bukan jam pribadi!" tanya Agnes yang mulai kumat lagi sifat profesionalnya.
__ADS_1
Fic terlihat kesal dengan ucapan istrinya. Tetapi dia pun berusaha untuk menyabarkan dirinya sendiri.
" Ingat kau harus menjaga rahasiaku di kantor ini. Jangan memberitahukan apa-apa kepada Nyonya Sakinah tentang identitasku. Apa kau paham?" tanya Fic kepada Agnes yang kemudian hanya memutar bola matanya dengan malas.
Fic tidak mengerti maksud dari apa yang tadi dilakukan istrinya.
" Berjanjilah padaku Agnes. Kalau kau sampai membuka identitasku, aku pasti akan di gorok oleh Tuan Stanley, karena itu artinya aku sudah menggagalkan rencana dia untuk bisa bersama dengan Nyonya Sakinah!" ucap fix dengan wajah penuh pengharapan kepada istrinya yang sejak tadi Agnes hanya diam saja tidak mengatakan apa-apa.
Siapa yang menyangka kalau tiba-tiba saja Agnes malah menyambar bibir Fic dan menciumnya dengan begitu bernafsu.
" Sayang, ini Di kantor. Bagaimana kalau ada yang memergoki kita berdua?" tanya Fic yang menolak ketika Agnes minta untuk bercinta dengannya.
Akan tetapi Agnes tidak memperdulikan apa yang dikatakan oleh Fic karena saat ini dia benar-benar sedang merasa ingin bercinta dengan suaminya.
Fic mendorong tubuh Agnes, menjauhkannya dari dirinya terlihat Agnes yang begitu kecewa mendapatkan penolakan dari Fic.
Agnes kemudian meninggalkan Fic begitu saja dalam kebingungannya.
Fic kemudian mengikuti Agnes. Tetapi Agnes malah masuk ke dalam ruangan Sakinah sehingga membuat Fic menjadi menggagal kan niatnya untuk menemui Agnes.
Fic kemudian masuk ke kantor yang sudah disediakan untuk dirinya oleh Sakinah.
Fic ingin segera menyelesaikan semua pekerjaannya. Sehingga dia bisa kembali ke Jakarta. Karena jujur saja. Berdekatan dengan Agnes benar-benar membahayakan dirinya.
Agnes adalah tipe wanita yang sangat sulit untuk ditebak. Oleh karena itu walaupun mereka sudah menikah bertahun-tahun tetapi mereka bisa dikatakan seperti kucing dan anjing yang selalu saja ribut setiap mereka bertemu. Suasana hati Agnez pun sangat sulit untuk ditebak membuat Fic kesulitan untuk meraba-raba.
Fic kemudian memutuskan untuk menelpon Stanley melaporkan apa yang terjadi kepada dirinya kepada bos besarnya.
" Ada apa Fic kenapa baru satu hari kau sudah menelponku?" tanya Stanley kepada anak buahnya.
Fic kemudian menceritakan segalanya kepada Stanley tanpa disembunyikan sedikitpun. Stanley sampai tertawa terbahak-bahak mendengarkan ceritanya.
__ADS_1
" Ya ampun jadi Agnes itu adalah istrimu Fic? Tapi kenapa kalian di kantor selalu saja bersaing dalam segala hal?" Tanya Stanley excited mendengarkan berita itu.
" Itu semua karena Agnes paling suka dengan persaingan dan dia selalu saja marah kalau misalkan dia kalah. Tapi kalau misalkan dia menang karena aku yang mengalah, maka dia pun marah. Entahlah! Semuanya serba salah kalau sudah berhadapan dengan dia!" keluh Fic kepada Stanley yang malah tertawa mendengarnya.
" Ya ampun Fic! Aku melakukan rencana ini adalah untuk diriku sendiri. Akan tetapi kenapa malah kau yang mendapatkan istrimu kembali? Sementara aku di sini malah harus kebingungan karena tidak bisa bertemu dengan istriku!" ucap Stanley protes kepada Fic malahan frustasi gara-gara masalahnya bersama Agnes.
" Ya Ampun bos! Aku tidak senang sama sekali. Bagaimana kalau sampai Agnes nanti membongkar rahasiaku di hadapan Nyonya Sakinah? Maka semua usaha yang sudah Bos lakukan seakan sia-sia begitu saja!" ucap Fic dengan nada penyesalan akan tetapi Stanley terlihat sama sekali tidak mempermasalah kan itu. Membuat Fic terheran.
" Santailah Fic. Kau Nikmati saja waktumu saat bersama dengan istrimu. Jangan terlalu khawatir dengan aku. Aku percaya kalau memang Sakinah adalah jodohku kami pasti akan bertemu lagi!" ucap Stanley sambil tersenyum bahagia.
Stanley percaya kekuatan cinta pasti akan selalu menang di atas segalanya.
" Kami sudah melewati banyak sekali rintangan. Aku yakin kami juga akan berhasil melaluinya saat ini!" Stanley kemudian melihat jendela di kantornya. Di mana ada burung yang saat ini sedang terbang melintasinya.
Hati Stanley menghangat seketika. " Aku akan membiarkan Sakinah terbang bebas sesuai keinginan dia, dan suatu saat dia pasti akan kembali ke sarangnya untuk mencari cintaku!" ucap Stanley terdengar puitis.
' Ah, si bos! Kalau sudah mulai kumat penyakit bucinnya membuatku jadi mumet!' bathin Fic merasa pusing sendiri.
" Ya sudah Bos aku kembali bekerja. Aku takut kalau nanti Nyonya Sakinah curiga, karena aku jarang melakukan inspeksi di lapangan. Kapan bos akan ke mari? Nyonya Sakinah selalu menanyakan Bos!" ucap Fic membuat Stanley tersenyum.
" Entahlah Ibuku masih berada di Jakarta. Aku tidak berani untuk pergi meninggalkan dia. Kamu jaga istriku di sana Fic. Dan kau sebaiknya segera perbaiki hubunganmu dengan istrimu. Apa kau mau selamanya hidup seperti itu?" tanya Stanley kesal.
" Aku mau Bos akan tetapi sangat sulit untuk membujuk Agnes. Dia adalah wanita paling keras kepala yang pernah aku temui. Susah juga Bos untuk menaklukan dia! Aih, pusing kepala saya Bos kalau sudah memikirkan tentang dia!" ucap Fic ketika dia kembali membayangkan apa yang terjadi tadi siang. Antara dirinya dengan Agnes yang berujung pada pertengkaran lagi.
Pipi Fic mendadak merona karena malu. Agnes marah padanya karena dia menolak Agnes yang ingin bercinta di kamar mandi.
' Ya ampun! Istriku ada-ada aja!' darah Fic mendadak berdesir begitu hebat setelah mengingatnya kembali.
" Fic kamu masih ada di situ atau tidak?" tanya Stanley ketika tidak mendengar jawaban apapun dari Fic karena Fic sedang sibuk melamun sendiri memikirkan tentang istrinya yang bersikap sangat aneh.
" Ya sudah Bos saya bekerja dulu!" setelah mengatakan itu Fic langsung menutup teleponnya dan kembali melanjutkan pekerjaannya yang sudah banyak sekali tertunda gara-gara masalah pribadi yang sudah membuat kepala Fic terasa mau meledak saja rasanya.
__ADS_1
Fic meraup wajahnya dengan kasar. Karena dia kesulitan untuk berkonsentrasi dengan pekerjaannya memikirkan istrinya yang sedang mengamuk.
" Aiya.. sungguh rumit berurusan dengan makhluk bernama wanita! Ga pernah benar rasanya diriku di depan mereka semua!" Fic kemudian berdiri dan meninggalkan kantornya.