
Raymond saat ini berada di dalam kamar Amanda, Putri kecil yang dia sayangi dengan sepenuh hatinya. Sementara berada di Indonesia Raymond tinggal di Mansion milik keluarga Kingford.
Raymond baru satu minggu berada di Indonesia dan langsung memutuskan untuk bekerja sama dengan perusahaan yang dipimpin oleh Stanley.
Raymond sudah menyelidiki tentang ayah kandung Amanda yang diceritakan telah oleh Vivian ketika menghembuskan nafasnya yang terakhir. Raymond ingin mengetahui laki-laki seperti apakah yang sudah membuat Vivian sampai patah hati.
Itulah yang membuat Raymond akhirnya memutuskan untuk menemui Fic tadi siang. Tidak disangka darah memang lebih kental daripada air. Fic tampaknya bisa merasakan ikatan darah itu sehingga dia begitu Menempel dan juga merasakan keinginan untuk bersama dengan Amanda.
Raymond bisa merasakan itu. Ketika acara makan siang itu langsung di mana Fic terus saja menatap Amanda dengan sendu dan selalu ingin bersamanya.
Tiara dan Raja sangat sedih melihat keadaan putranya yang bahkan menolak untuk menikah dan ingin fokus untuk mengurus Amanda, putra dari Vivian yang sudah meninggal.
" Mama benar-benar kecewa dengan kamu, Raymond!! Bagaimana mungkin kamu tidak mau menikah lagi?? Padahal Kamu adalah putra kami yang sangat kami banggakan. Bagaimana kami bisa menerima keturunan kami akan berakhir hanya gara-gara kamu? Kau kejam sekali pada kedua orang tua kamu!" Tiara saat ini sedang protes kepada putranya yang masih saja sibuk mengurus Amanda yang berada di dalam pelukannya.
Raymond menatap kepada ibunya yang saat ini sedang bersedih dan menangis karena masih belum berhasil untuk membujuk Raymond agar mau menikah.
" Raymond tidak mau menikah mah. Raymond takutnya nanti istriku tidak akan mencintai Amanda. Aku tidak mau kalau sampai cintaku kepada Amanda akan berubah hanya gara-gara mempunyai anak sendiri. Sudahlah, stop melakukan semua ini! Mama masih punya kakak dan juga adikku. Berhentilah untuk berharap denganku," Raymond kemudian menidurkan Amanda yang sekarang sudah terlelap di dalam pelukannya.
Tiara menatap sinis kepada Amanda yang sudah membuat putranya hanya mencintai dan menyayanginya sehingga menolak untuk menikah dengan wanita lain.
" Kalau kau berbuat seperti ini, kau hanya sedang membuat mamamu membenci anak angkatmu itu! Raymond jangan salahkan Mama kalau tidak menyukainya." Tiara pun kemudian meninggalkan Remon di dalam kamar Amanda.
__ADS_1
Raymond terkesiap mendengar apa yang dikatakan ibunya.
" Kenapa tidak ada satu orang pun yang bisa mengerti. Bagaimana perasaanku saat ini? Aku hanya ingin memenuhi janjiku kepada Vivian untuk menjaga putrinya. Apakah aku melakukan kesalahan?? Kalau aku tidak bisa mencintai wanita lain?" Raymond terus mengusap rambut Armada yang saat ini sedang tertidur pulas sambil memeluk tubuh Raymond yang gagah dan tampan.
Raymond tadinya hendak turun dari ranjang, akan tetapi Amanda malah terbangun dari tidurnya," Papa jangan tinggalkan aku! Tidurlah di sini," gadis kecil yang baru berusia 2 tahun itu begitu manja terhadap ayahnya.
Tiara karena merasa jengkel dengan Raymond yang tidak juga mau menikahi para wanita yang sudah dia pilihkan akhirnya hanya bisa melampiaskan emosinya kepada gadis kecil itu.
" Ya Sayang. Kau tidurlah. Papa tidak akan tinggalin kamu!" Raymond kemudian mencium kening putrinya dengan begitu lembut.
Raymond seakan melihat Vivian di dalam mata Amanda. Sungguh, kebahagiaan Remon hanyalah berada di samping Amanda dan dia tidak menginginkan yang lainnya.
" Papa kenapa Nenek senang sekali marah padaku? Lihatlah, tadi pagi Nenek memukulku." Amanda kemudian memperlihatkan kakinya yang lebam karena dipukul oleh Tiara.
" Nenek yang melakukan ini padamu? Kenapa?" tanya Raymond ingin mengetahui alasan ibunya melakukan itu terhadap Putri kesayangannya.
Amanda Kemudian menceritakan semuanya kepada ayahnya," Karena aku tidak mau makan apa yang diberikan oleh Nenek. Oleh karena itu nenek memukulku. Aku tidak suka makanan yang dibawa oleh nenek. Aku lebih suka makan bersama papa," Raymond mengecup kening putrinya Yang merintih kesakitan karena kakinya yang dipukul oleh ibunya.
Melihat luka yang ada di kaki Amanda, auto membuat hati Raymond murka terhadap ibunya yang sudah begitu tega melampiaskan emosinya terhadap anak kecil yang tak punya dosa seperti Amanda.
" Baiklah sayang kau tidur dulu ya? Papa ada urusan sebentar di ruang kerja." dusta Raymond yang kemudian meninggalkan Amanda setelah gadis kecil itu mengangguk dan kemudian tidur dengan lelap.
__ADS_1
Raymond kemudian pergi ke kamarnya dan membereskan semua barang-barangnya.
Tiara yang masuk ke dalam kamar anaknya terperanjat melihat apa yang dilakukan oleh Raymond yang begitu sibuk mengepack barangnya." Apa yang sedang kau lakukan ini Raymond?" Tiara merebut semua pakaian yang tadi hendak dimasukkan oleh Raymond ke dalam kopernya.
" Kalau mama tidak bisa menerima putriku di rumah ini, lebih baik Kami pergi saja Mah. Aku tidak mau melihat putriku mati gara-gara disiksa oleh Mama!" Raymond terlihat emosi ketika berbicara dengan Tiara.
Tiara terkejut mendengar ucapan dari putranya tadi.
" Apa maksud perkataanmu Raymond? Bagaimana mungkin Mama akan membunuh putrimu, huh? Kau jangan mengada-ngada!" Tiara terlihat gugup di hadapan Raymond.
Raymond menghentikan semua yang dia lakukan tadi.
" Bukankah mamah yang sudah memukuli Amanda?? Bahkan sampai kaki kecilnya lebam-lebam dia kesakitan ketika berjalan. Kenapa Mama tidak punya welas asih terhadap anak kecil yang tidak punya dosa sama sekali? Huh, kenapa Mah? Kalau mama marah padaku, marahlah denganku. Jangan melampiaskan kepada Amanda yang tidak tahu apa-apa!" Raymond terlihat marah kepada ibunya yang sudah begitu tega menyiksa Putri kesayangannya.
Tiara benar-benar tidak bisa berkata-kata. Karena memang dia pun menyadari bahwa dirinya bersalah. Tetapi semua itu pemicunya adalah Raymond yang selalu membangkang dengan apa yang dia inginkan.
" Mama tidak bisa memaafkan Amanda! Karena dia sudah membuatmu tidak mau menikah lagi. Setelah meninggalnya Vivian. Kau lebih fokus mengurusnya daripada memikirkan Bagaimana untuk mendapatkan keturunanmu sendiri. Padahal dia bukan anak kandungmu sendiri. Mama benar-benar sangat kecewa denganmu!" Tiara mengungkapkan semua kegundahan hatinya memikirkan masa depan putranya yang masih belum bisa move on dari istrinya yang sudah meninggal sejak melahirkan Amanda.
" Berikan Amanda kepada ayah kandungnya dan mulailah hidupmu yang baru. Pokoknya mama tidak rela dunia akhirat kalau kau harus menghabiskan hidupmu hanya untuk mengurus anak orang lain!" Tiara kemudian pergi meninggalkan Raymond yang hanya bisa membeku di tempat.
" Maka Mama harus siap-siap untuk segera kehilanganku. Aku akan pindah dari mention ini bersama dengan Amanda dan sebaiknya Mama tidak usah menghalangiku!" Tiara tidak bisa berkata-kata lagi saat dia mendengar ucapan putranya sendiri yang seperti tidak punya perasaan terhadapnya.
__ADS_1
Raja yang baru saja pulang dari kantornya terkejut melihat ribut-ribut di dalam kamar cucunya yang dia sayang.
" Ada apa Mah malam-malam kok ribut begini?" tanya Raja.