Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
103. Cinta itu indah


__ADS_3

" Ya sayang. Aku tahu bahwa semua yang kau lakukan adalah karena cintamu untukku yang telalu besar." ucap Stanley merasa bersyukur kepada Sakinah yang sudah tidak marah lagi.


" Aku tahu sayang. Bahwa aku memang terkadang terlalu berlebihan. Itu semua karena aku yang sudah tidak mempunyai cara lagi untuk bisa kamu dengarkan. Aku jadi bertindak terlalu berlebihan. Maafkan sekali lagi," Sakinah tampak bersalah karena sudah membuat Stanley khawatir dengan protes dirinya terhadap suaminya.


" Kau tahu bukan? Sean sangat membutuhkan kamu juga sayang. Dia setiap hari selalu mencarimu. Begitu pun aku, setiap hari selalu merindukan kamu. Aku merasa seakan menjadi selingkuhan kamu, karena kamu lebih mengutamakan urusanmu di luar sana!" Sakinah tampak sedih sekali.


Stanley merengkuh Sakinah dalam pelukannya. " Maafkan aku sayang. Oh bodoh nya aku selama ini. Aku ingin menyalakan Sinar di rumah orang lain tetapi ternyata aku telah memadamkan Sinar di rumahku sendiri karena telah membuatmu merasa bahwa aku tidak memperhatikanmu karena terlalu sibuk untuk mengurus masalah Fic dan Vivian. Kamu jangan khawatir sayang. Fic dan Agnes sekarang sudah pindah ke kampung halaman ibunya dan mereka akan di sana setidaknya sampai Agnes melahirkan dan bayinya cukup untuk bisa diajak ke Jakarta kembali untuk sementara itu aku akan memerintahkan anak buah untuk segera menangani Vivian agar segera menyingkir dari Jakarta. Aku berjanji bahwa semua ini tidak akan lama dan kita akan kembali normal lagi seperti dulu!" Stanley berusaha untuk meminta pengertian dan kesabaran dari istrinya.


" Ya, aku tahu bahwa Fic adalah orang yang selama ini selalu mendampingimu dalam suka dan dukamu. Jauh sebelum bertemu aku. Kalian telah melewati suka duka bersama. Ya, walaupun itu adalah tugasnya. Karena memang itu adalah pekerjaannya. Tapi tetap saja sayang. Kau adalah sahabat dan juga atasannya. Aku bisa mengerti semua itu. Hanya saja apa yang kau lakukan terlalu over. Sehingga Membuatku menjadi merasa seakan tersisih." Hati Sakinah terhiris rasanya ketika menyampaikan semua itu.


" Aku tahu sayang. Bahwa aku udah jahat sama kamu. Maafkan aku aku benar-benar minta maaf kepadamu. Percayalah bahwa aku tidak pernah menganggapmu tidak penting. Bagiku kau segalanya sayang. Aku hanya tidak mampu untuk membagi waktu. Kau tahu bukan sayang? Aku kalau sudah terlalu fokus jadi tidak ingat yang lain. Aku sadar kalau aku udah salah banget sama kamu. Aku janji ini adalah yang terakhir kalinya aku melakukan semua ini!" Stanley kemudian membingkai wajah sakinah dengan menggunakan kedua tangannya.


Mendekatkan dahi dan hidung mereka sehingga tak berjarak sama sekali. Sehingga akhirnya Stanley pun mengecup bibir sang istri tercinta yang sudah lama tidak dia kecup.

__ADS_1


Stanley baru sadar bahwa diri ini yang telah menganiaya istri dan juga anaknya pada saat dirinya terlalu sibuk memikirkan tentang Fic.


' Ya Tuhan! Tolong ampunilah diriku. Karena telah terlalu sibuk memikirkan asistenku. Akan tetapi aku lupa untuk menjaga hati istriku sendiri. Aku hampir saja menenggelamkan kapalku sendiri hanya untuk menyelamatkan kapal Fic yang hampir karam karena kesalahan yang dia buat sendiri. Seharusnya aku sadar bahwa Fic adalah seorang yang sudah dewasa dan dia bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Dia sanggup untuk mempertanggungjawabkan apa yang sudah dia mulai.' Stanley bermonolog dengan dirinya sendiri.


" Baiklah sayang. Sekarang kita akan pergi berbulan madu ke Jepang untuk membayar hari-hari yang telah kulewati karena memikirkan masalah Fic." Stanley mengecup ringan bibir Sakinah sehingga Wajahnya merona karena malu.


" Aku tidak membutuhkan itu aku hanya membutuhkan dirimu berada di sampingku dan juga Sean. Percayalah sayang. Kehadiranmu di sini bersama kami. Itu sudah jauh lebih cukup dari apapun. Aku gak berharap apapun juga dari kamu sayang!" Sakinah menyandarkan kepalanya di bahu sang suami.


" Jangan suka menentang seorang wanita ya! Percaya sama aku. Dalam satu hari aku bisa saja membuatmu bangkrut! Kau tidak boleh melakukan kekuatan seorang wanita!" Sakinah tersenyum kepada Stanley yang menganggukan kepalanya dengan pasti.


" Tidak berani!! Aku yakin sayang. Kau bisa melakukan semua itu. Kalau kau memang menginginkannya. Tapi masalahnya di sini, kau tidak inginkan hal itu, bukan?? Karena aku tahu, kamu terlalu mencintaiku untuk memberikan masalah kepadaku. Betul kan?" Stanley tersenyum sambil mengecup kembali bibir Sakinah yang baru dia sadari bahwa dia telah meninggalkan Sakinah terlalu lama.


Ya! Stanley setiap hari selalu ada di rumah itu dan selalu bertemu dengan Sakinah dan Sean. Tetapi mereka tidak menghabiskan waktu bersama secara quality time. Mereka seakan terpisah oleh semacam tembok yang terbangun karena kesibukan Stanley yang mengatur segala hal, ini itu untuk mengatasi permasalahan Fic dan Vivian.

__ADS_1


" Baiklah sayang!! Kita mungkin akan berjalan-jalan ke kampung halamanmu? Lakukanlah apapun yang kau inginkan untuk membuat hatimu senang!" Stanley akhirnya hanya mengangguk pasrah dengan semua pengaturan yang sakinah buat untuk keutuhan rumah tangga mereka.


Mereka akhirnya sepakat untuk mengunjungi Andien di Swiss. Mereka menggunakan jet pribadi milim Craig group demi keamanan dan juga keselamatan keluarga kecil mereka di dalam perjalanan.


Ini adalah kali pertama Sakinah dan Sean menuju Swiss untuk bertemu dengan Andien. Andien benar-benar merasa bahagia ketika Sakinah mengabarkan tentang hal tersebut kepadanya.


" Benarkah Sayang kalau kalian akan datang ke Swiss untuk bertemu dengan kami?" Andien terlihat begitu excited dengan kabar gembira itu.


Selama ini Stanley selalu menjaga jarak dengan suaminya. Walaupun Andien tidak mengetahui. Kenapa sang putra kesayangan nya sampai melakukan hal demikian terhadap Ronald. Dengan kehadiran mereka ke Swiss, itu artinya ada kesempatan untuk mereka bisa berbaikan dan benar-benar menjadi keluarga yang utuh.


" Ya Mah!! Kami ingin melihat bagaimana kehidupan Mama di sana. Sekalian kami juga ingin berbulan madu untuk yang kedua kalinya jadi Mama harus menyiapkan trip yang sangat menyenangkan untuk kami!" Stanley tersenyum kepada Sakinah yang saat ini matanya sedang berbinar karena rencana yang dia buat telah disetuju oleh sang suami dan diakses oleh ibu mertuanya.


" Tenanglah Sayang pasti Mama akan membuatkan tapi yang menyenangkan untuk kalian bisa menikmati bulan madu kalian selama berada di sini. Mama kangen banget sama cucu mama. Aih senang sekali kami akan bertemu lagi!" Andien begitu bahagia mendengarkan kabar Itu. Dia bahkan sampai segera berbelanja untuk memasak makanan kesukaan putranya dalam rangka menyambut kedatangan mereka ke Swiss.

__ADS_1


__ADS_2