Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
15. Luar biasa


__ADS_3

Renaldi terus menatap kepergian Sakinah dengan menggunakan mobil mewahnya. Tampak ada penyesalan di wajahnya. Setelah dia mengetahui bahwa Sakinah ternyata adalah wanita yang kaya raya.


Akan tetapi setelah dia mengingat ancaman Stanley kepadanya, nyali Renaldi seketika langsung menciut dan dia langsung menepis pikirannya untuk mendapatkan kembali Sakinah sebagai istrinya.


" Aku yakin kalau Sakinah pasti akan menolak Tuan Stanley yang seorang penjahat yang memiliki banyak Kasino di berbagai negara dan juga memiliki banyak bisnis ilegal di bawah tanah tidak mungkin menerima laki-laki seperti itu untuk menjadi suami barunya. Baru melihat aku yang bermain judi saja Sakinah sudah marah sekali apalagi Stanley yang merupakan pemilik dari Casino tersebut!" monolog Renaldi dengan penuh percaya diri ketika dia melihat yang sudah meninggalkan Stanley di parkiran pengadilan.


Sementara itu Stanley sudah mulai masuk ke dalam mobilnya dan bersiap untuk mengejar Sakinah yang saat ini sedang menuju ke apartemen miliknya.


" Aku harus mencegah Sakinah meninggalkan Jakarta. Aku tidak akan pernah membiarkan kehilangan wanita yang kucintai!" Stanley yang sudah bertekad akan memperjuangkan cinta sakinah dengan penuh kepercayaan diri dia langsung menekan pedal gasnya semakin dalam dan mengebut untuk mengejar cinta Sakinah yang sekarang sudah resmi menjadi seorang janda dari Renaldi.


Stanley yang sudah dibutakan oleh cinta. Dia tidak peduli dengan status Sakinah yang seorang janda. Dia malah semakin semangat setelah mengetahui bahwa Sakinah dan Renaldi ternyata tidak pernah benar-benar menjadi suami istri.


Stanley merasa bersyukur karena dia melihat secara langsung proses perceraian yang dilakukan oleh Sakinah dan Renaldi. Sehingga dia mengetahui semua yang terjadi di dalam kehidupan rumah tangga Sakinah bersama Renaldi selama 5 tahun lamanya.


Hati Stanley terenyuh ketika mendengarkan cerita Sakinah yang selama 5 tahun tidak pernah dianggap di dalam keluarga Renaldi.


Stanley berjanji kepada dirinya sendiri bahwa dia akan selalu mencintai Sakinah dan memperlakukan wanita itu sebagai seorang istri yang dicintainya.


Stanley berjanji bahwa dia tidak akan pernah membuat Sakinah bersedih apabila Sakinah menerima lamarannya nanti.


Stanley langsung hubungi pihak manajemen gedungnya. Meminta mereka untuk menahan Sakinah sampai dia datang ke sana. Stanley sudah memastukan bahwa Sakinah pasti sekarang sedang menghadap manajernya karena dia berniat untuk menjual apartemen miliknya sebelum dia kembali ke desa.

__ADS_1


" Tahanlah dia di kantormu sampai aku tiba. Aku akan segera sampai di gedung kita!" ucap Stanley sambil melajukan kendaraan menuju gedung miliknya di mana saat ini sakit nah sedang menghadap sang Manager persis seperti apa yang diperkirakan oleh Stanley.


Sakinah meminta kepada sang manager untuk mencarikan seorang pembeli apartemen miliknya.


" Barusan tadi ada orang yang menelpon saya kalau dia sedang mencari apartemen. Saya sudah merekomendasikan apartemen Anda. Tunggah sebentar, karena orangnya sedang dalam perjalanan!" ucap manajer itu sambil tersenyum kepada Sakinah yang merasa sangat senang sekali. Karena ternyata begitu mudah untuk menjual apartemennya kembali.


Sambil menunggu kedatangan pembeli apartemennya. Sakinah pun menelpon Bi Warsih yang mengatakan bahwa dia akan segera kembali ke desa dan sekarang dalam proses menjual apartemennya kembali.


" Ah kenapa harus dijual Non? Kan sayang sekali. Apartemen itu bisa kita jadikan semacam basecamp ketika Non Sakinah ada keperluan ke Jakarta. Jadi tidak perlu repot untuk membeli ataupun mencari penginapan lagi. Kita bisa menyewakan apartemen itu ketika tidak menggunakannya. Bisa di jadikan investasi masa depan Non! Bibi sangat suka sekali dengan apartemen itu!" ucap Bi Warsih.


Sakinah kembali memikirkan apa yang dikatakan oleh Bi Warsih yang sangat dihormati dan sangat dia dengarkan pendapatnya. Karena Sakinah percaya dengan sudut pandang Bi Warsih yang telah sukses membesarkan perusahaan neneknya hingga seperti saat ini.


Sakinah benar-benar tidak bisa untuk menetap di Jakarta. Karena tidak ada alasan untuknya menetap dan dia pun tidak merasa nyaman untuk tinggal sendirian di Jakarta.


" Kau bisa menjadikan aku sebagai alasanmu untuk menetap di Jakarta!" ucap Stanley tiba-tiba sudah berada di hadapan Sakinah yang auto menengok ke arahnya.


Sakinah mengurutkan keningnya melihat Stanley yang berjalan dengan penuh percaya diri ke hadapannya dengan membawa kotak cincin di tangannya.


" Apa maksud kamu?" tanya Sakinah bingung.


Stanley langsung bersujud di hadapan Sakinah dan membuka cincin berlian yang ada di tangannya.

__ADS_1


" Will you marry me? My everything?" tanya Stanley dengan senyum yang mengembang di wajah tampannya.


Sakinah yang terkejut dengan kehadiran Stanley. Apalagi setelah melihat laki-laki itu bersujud di kakinya dengan membawa sebuah cincin berlian di tangannya. Saat ini sedang melamarnya. Ini benar-benar sangat gila bagi Sakinah. Luar biasa! Bagaimana mungkin dia yang baru saja bercerai sudah harus memulai kembali hubungan baru dengan laki-laki yang bisa dilihat kalau Stanley berusia lebih muda dari dirinya.


" Bangunlah Tuan Stanley! Apa yang kau lakukan ini? Jangan gila!" ucap Sakinah dengan wajah cemberut dan tidak senang melihat kelakuan Stanley yang menurutnya terlalu gegabah.


Bagi Sakinah yang sudah mengalami kegagalan rumah tangga dan penderitaan selama 5 tahun menjadi istri seorang Renaldi. Tidaklah mudah baginya untuk memulai kembali jatuh cinta terhadap seorang laki-laki. Apalagi dia mengetahui karakter Stanley seperti apa, dia hapal di luar kepala karena dia telah bekerja di perusahaannya hampir 3 tahun lamanya.


Bukan rahasia umum di kantornya kalau sifat Stanley sang casanova kelas kakap yang selalu berganti perempuan setiap malam untuk menghangatkan ranjangnya dan memuaskan hasrat gilanya yang besar.


Bagaimana mungkin Sakinah akan menerima Stanley sebagai calon suaminya? Tidak mungkin bukan? Kalau dia akan menjatuhkan dirinya ke lubang buaya? Setelah dia terlepas dari seekor harimau seperti Renaldi yang suka bermain judi dan perempuan malam.


Sakinah menggelengkan kepalanya dengan sangat pasti dan tegas. Kemudian dia langsung meninggalkan Stanley begitu saja.


Sang Manager sampai terperangan dibuatnya melihat bos besar nya ditolak begitu saja oleh seorang wanita yang datang kepadanya hendak menjual apartemen miliknya.


" Wah dunia sepertinya hendak berakhir. Bagaimana mungkin Casanova kami bisa berakhir begini mengenaskan?" tanyanya dengan mulut yang menganga karena belum percaya ada hal gila seperti itu terjadi di hadapannya.


" Sepertinya perempuan itu sudah bosan hidup. Karena dia berani menolak lamaran Bos Besarku!" ucapnya sambil terus menggelengkan kepala.


Sementara itu, Stanley yang melihat kepergian Sakinah dari hadapannya. Dia tidak marah sama sekali tetapi dia malah tersenyum seperti orang bodoh yang membuat sang Manager benar-benar sangat terkejut.

__ADS_1


__ADS_2