
Disaat Stanley sedang berusaha untuk menjinakkan bom yang dikatakan oleh Sakinah. Tiba-tiba saja semua lampu di ruang tamu menyala dengan terang benderang.
Prok Prok
Terdengar suara tepuk tangan dari Robert yang tampak begitu bahagia karena Stanley yang sudah masuk ke dalam jebakannya.
" Selamat datang tuan Stanley. Akhirnya kau datang juga ke sini. Kami sudah sangat lama menunggu kedatanganmu! Hahaha!" terlihat Robert dengan tawanya yang sangat menyebalkan menggema di seluruh ruangan.
Anak buah Stanley yang sebelumnya sudah disandera oleh Robert. Mereka semua tampak memicingkan matanya yang sudah lebam karena disiksa oleh anak buah Robert sejak kemarin.
Stanley mengerutkan keningnya melihat Robert yang begitu segar bugar. Saat Stanley melirik ke arah Mark yang sekarang sudah digiring oleh anak buah Robert ke dalam ruang tamu, Stanley seketika mengetahui apa yang tengah terjadi saat ini.
" Maafkan saya tuan kita ternyata telah masuk ke dalam jebakannya orang yang ada di dalam kamar itu ternyata bukan Robert dan Starla. Mereka adalah duplikat yang telah dipersiapkan oleh Robert untuk mengelabui kita!" ucap Mark merasa menyesal dengan kebodohannya yang tidak berpikir tentang hal itu akan terjadi.
Stanley hanya menanggukan kepalanya dan mengerti apa yang dikatakan oleh mark.
" Tenanglah Mark. Kita pasti akan bisa melawan b******* tengik ini!" ucap Stanley dengan mata berapi-api.
Terdengar suara tawa Starla dan Robert yang saat ini sedang berpelukan dengan begitu mesra. Ya hati kedua orang culas itu sedang merasa bahagia karena telah melihat Stanley yang saat ini sudah terjebak oleh mereka.
" Ternyata strategimu hebat sekali sayang. Sehingga bisa mengecoh bos besar kita sampai dia akhirnya dapat kita giring ke tempat ini!" puji Robert yang tampak begitu bahagia dengan hasil yang mereka dapatkan.
" Tidak usah banyak bacot! Katakan padaku apa yang kau mau dariku huh?" tanya Stanley yang sudah kehilangan sabarnya. Karena sejak tadi hatinya benar-benar merasa terhiris melihat keadaan Sakinah yang tampak begitu menyedihkan.
" Apakah kau yakin ingin mendengar apa yang kuinginkan? Apa kau yakin kok bisa memenuhi semua yang kuinginkan?" tanya Robert dengan tatapan mengejek kepada Stanley yang saat ini benar-benar sudah tersulut emosinya.
Fic yang sudah mulai pulih kondisinya setelah semalaman dia beristirahat. Sejak tadi dia berusaha melepaskan tali yang mengikat kedua tangannya.
Fic adalah seorang penjinak bom yang sangat mahir dan handal. Dia sangat yakin bisa menjinakkan bom yang telah ditanamkan oleh Robert di sekitar tubuhnya dan Sakinah.
Fic sangat mengerti kenapa Robert sampai melakukan itu. Hal itu adalah untuk menjamin keamanan bahwa Stanley tidak akan berbuat ceroboh untuk memisahkan Fic dan Sakinah dari tempat itu.
' Aku harus bisa melepaskan tali ini. Sehingga aku bisa menjinakkan bom, sambil menunggu Robert yang pasti saat ini sedang sibuk untuk bernegosiasi dengan Stanley!' bathin Fic.
Sakinah yang bisa melihat usaha Fic yang saat ini sedang berusaha untuk bisa melepaskan tali yang mengikat tangan dan kakinya. Sakinah pun berusaha untuk bekerja sama dengan Fic agar bisa membebaskan diri dari sandraan Robert.
Mereka berdua tahu kalau Robert akan menggunakan keselamatan mereka berdua untuk menjatuhkan Stanley. Agar mau menuruti Semua yang dia inginkan.
" Berhati-hatilah Sakinah. Jangan sampai tubuhmu tanpa sengaja menyenggol kabel-kabel itu!" bisik Fic dengan suara yang sangat perlahan.
Bagaimanapun Fic tidak mau kalau sampai Robert mendengarkan apa yang dia katakan kepada Sakinah.
Sakinah tidak lagi merasakan tubuhnya yang sedang sakit-sakit semua. Karena disiksa oleh Robert dan anak buahnya.
__ADS_1
" Kemarilah Fic! Aku akan membantu untuk melepaskan ikatan di tanganmu. Kita harus memanfaatkan di saat Robert dan Starla yang sedang sibuk bernegosiasi dengan suamiku untuk membebaskan diri kita!" ucap Sakinah.
Ruangan tamu itu sangat besar dan saat ini Robert dan Starla sedang mendekat ke arah Stanley. Karena mereka sedang berdiskusi dan bernegosiasi untuk kepentingan mereka. Dengan melakukan kenekatan yang luar biasa dengan mencari masalah kepada Stanley.
Sementara mereka bertiga saat ini sedang sibuk bernegosiasi. Fic dan Sakinah telah berhasil melepaskan ikatan yang ada di tangan dan kaki mereka.
Mereka saat ini sedang berusaha untuk menjinakkan bom yang ada di antara mereka berdua. Fic yang menjinakkan bom dan Sakinah yang mengawasi situasi agar tetap aman dalam pergerakan Fic.
Asalkan Fic dan Sakinah benar-benar sudah berada di tempat yang aman. Stanley pasti bisa memperjuangkan untuk lepas dari pemerasan yang saat ini sedang dilakukan oleh Starla dan Robert kepada nya.
Robert dan Starla meminta kepada Stanley untuk menandatangani surat-surat pelimpahan kekuasaan organisasi dan juga perusahaan milik keluarga Stanley atas nama Robert dan Starla.
Terlihat saat ini Stanley sedang membaca semua berkas-berkas yang diserahkan oleh Robert kepadanya. Secara sepintas, melalui ekor matanya. Stanley sedang melihat dan mengawasi usaha Fic yang saat ini sedang berjuang untuk menjinakkan bom yang ada di bawah kaki Sakinah.
Stanley percaya dengan kemampuan sahabat dan juga asisten kepercayaannya. Oleh karena itu Stanley sengaja berlama-lama membaca berkas-berkas yang tadi diserahkan oleh Robert dalam rangka memberikan waktu yang cukup untuk Fic bisa melaksanakan tugasnya.
Stanley kemudian menandatangani semua berkas yang diserahkan oleh Robert padanya. Hal itu untuk membuat laki-laki itu menjadi lemah dan mendapatkan euforia kebahagiaan karena sudah berhasil mendapatkan semua yang dia inginkan.
" Lihatlah sayang! Akhirnya kita berdua akan menjadi orang paling kuat dan paling kaya di negeri ini! Mulai sekarang, Aku bisa selalu memberikan apapun yang kau inginkan!" ucap Robert dengan penuh kebanggaan sambil melirik ke arah starla yang sedang tersenyum begitu senang.
Hati Starla benar-benar bangga karena semua usahanya telah berhasil. Sia juga sudah puas menyiksa Sakinah sampai tak berdaya. Starla merasa senang sekali ketika melihat Sakinah yang berkali-kali pingsan karena keadaannya yang drop.
Bahkan Starla sudah melihat darah yang mengalir di telapak kaki Sakinah. Bisa dipastikan kalau saat ini Sakinah sudah mengalami keguguran. Akibat terlalu sering disiksa oleh anak buah Robert sejak kemarin.
" Aku berhasil Sakinah. Aku sudah berhasil menjinakkan bom ini!" ucap Fic dengan suara lirih dan nyaris tidak terdengar. Akan tetapi Sakinah bisa mengerti apa yang dikatakan oleh Fic.
Sakinah tersenyum kepada Pic yang sudah berhasil menjinakkan bom yang ditanam oleh Robert untuk mengancam keselamatan mereka berdua.
Robert kemudian menganggukkan kepalanya kepada Mark dan Stanley yang ekor matanya saat ini sedang memperhatikan dia.
Dengan tertatih Fic kemudian berusaha untuk menyembunyikan Sakinah dari pengawasan anak buah Robert.
Begitu melihat Sakinah dan Fic sudah lolos dari tempat berbahaya itu. Mark kemudian menganggukkan kepalanya kepada Stanley. Stanley auto melemparkan kursi yang saat ini sedang dia duduki untuk menghajar kepala Robert yang saat ini sedang lengah dan tertawa begitu bahagia. Setelah melihat Stanley yang sudah menandatangani semua surat pelimpahan kekuasaan kepadanya.
Robert dan Starla benar-benar terkejut melihat keberanian Stanley yang sudah menghajar kepalanya bahkan sampai darah segar mengalir di pelipisnya.
" Kurang ajar beraninya kau berbuat kasar terhadap kami. Kau sepertinya sudah bosan hidup huh?" tanya Robert yang menahan rasa sakit karena pelipisnya yang tadi dipukul kursi oleh Stanley dengan sangat keras.
Sementara itu, anak buah Stanley mulai berjuang juga untuk benas dari sana. Setelah mendapatkan signal dari Fic dan Stanley bahwa waktu mereka untuk mulai berjuang sudah tiba.
Dengan keyakinan yang luar biasa. Semua anak buah yang tadinya pasrah dan menyerah kepada Robert. Akhirnya mereka pun bangkit dan berusaha untuk menyerang anak buah Robert yang masih tersisa di ruangan itu.
Ya, karena anak buah yang lain sudah disandera oleh Stanley di ruangan bawah tanah. Jadi mereka tidak akan bisa keluar dari sana sebelum dibebaskan oleh Stanley dan anak buahnya.
__ADS_1
" Berani-beraninya kau berkhianat kepada Stanley Craih! Kau rupanya sudah bosan hidup huh?" ucap Stanley yang sekarang berani untuk menghajar wajah Robert dengan telapak tangannya yang begitu kokoh dan kuat.
Sementara itu Starla yang mulai menyadari bahwa saat ini semua kondisi sudah tidak kondusif lagi untuk mereka. Dia kemudian dengan perlahan-lahan mengambil semua berkas yang tadi sudah ditandatangani oleh Stanley dan kemudian berusaha untuk kabur dari tempat itu tanpa perduli kepada Robert Siang saat ini sedang dihajar habis-habisan oleh Stanley dan anak buahnya.
Anak buah Robert sudah banyak yang berjatuhan dan terkapar di lantai. Mereka pun sudah diikat tangan dan kakinya oleh anak buah Stanley yang berhasil selamat.
" Sekarang kau rasakanlah apa yang telah kau perbuat kepada kami!" ucap Stanley dengan amarah yang memuncak di hatinya.
Sherly terus menghajar Robert secara membagi buta untuk melampiaskan kemarahan dan juga emosinya karena Robert sudah lancang menyiksa istri tercintanya.
" Ini adalah untuk kelancanganmu karena sudah menculik istriku!" ucap Stanley kesal
Bugh.
Stanley menghajar wajah Robert dengan sekuat tenaga yang dia miliki.
" Ini adalah untuk kejahatanmu karena sudah berani mengancam keselamatan istriku!"
Bugh
Sekali lagi Stanley menghajar perut Robert dengan sekuat tenaga.
" Stanley! Tolong maafkan aku dan Starla. Aku janji aku tidak akan mengulangi ini lagi. Aku akan mengembalikan semua aset yang tadi telah kau tandatangani tapi tolong lepaskan aku dan Starla!" pintar Robert dengan melipat kedua tangannya di depan dada.
Namun Stanley yang benar-benar geram dan sangat marah dengan kelakuan Robert. Stanley tidak tertarik sama sekali dengan air mata palsu yang diperlihatkan Robert kepadanya pada hari ini.
" Ini adalah untuk kejahatanmu karena sudah berani menyentuh tubuh istriku!"
Bugh
Bugh
Bugh
Entah sudah berapa kali Stanley menghajar Robert sampai babak belur dan tidak sadarkan diri.
Mark kemudian mendekati Stanley kemudian dia menarik starla yang tadi berusaha untuk kabur dari sana dengan membawa semua berkas-berkas yang sudah ditandatangani oleh Stanley untuk dirinya sendiri.
" Kau memang seorang wanita ****** yang benar-benar sangat lancang dan berani untuk mencari masalah denganku!" ucap Stanley.
Starla tampak begitu ketakutan melihat emosi di wajah Stanley yang tidak bisa dia hadapi.
" Stanley sayang. Tolong maafkan aku! Aku hanya mengikuti Robert yang membujuk aku. Aku tidak bersalah sama sekali dengsn masalah ini Stanley, aku mohon!" Ucap Starla berusaha meminta pengampunan dari Stanley.
__ADS_1