
Raymond tahu bahwa Vivian telah mengalami banyak kesulitan dalam hidupnya karena seorang pria yang selalu menyakiti hatinya oleh karena itu Raymond tidak mau memaksakan Vivian untuk menerima cintanya.
Raymond berjanji bahwa dia akan bersabar untuk Vivian membuka hatinya.
Raymond menemani Tiara dan Vivian untuk berbelanja keperluan bayi yang akan dilahirkan oleh Vivian.
Raymond sangat senang sekali melihat keakuran Vivian dan Tiara, ibunya.
" Kita makan dulu ya. Ingatlah kau sedang hamil. Kau harus memperhatikan makanan dan juga istirahatmu!" Raymond mengingatkan Vivian.
Vivian hanya tersenyum mendengar yang dikatakan oleh Raymond. Vivian tahu bahwa semua itu adalah ketulusan yang diberikan oleh sahabatnya.
" Ayo kita makan dulu sayang. Setelah itu kita langsung pulang saja ya?? Mama lihat kamu sudah sangat lelah." Tiara akhirnya menggandeng tangan Vivian untuk menuju ke sebuah restoran.
Raymond merasa gembira Vivian menerima apapun yang diperintahkan oleh ibunya tanpa banyak protes ataupun penolakan.
Vivian walaupun selalu membantah kepada Raymond. Tetapi dia tetap menjaga perasaan kedua orang tuanya.
Hal itulah yang membuat Raymond sangat menyukai ketika kedua orang tuanya datang ke rumahnya untuk berkunjung.
" Mah, apakah perusahaan Papa tidak masalah kalau kalian di sini lama-lama?" tanya Vivian pada Tiara saat mereka sedang makan bersama di sebuah restoran.
" Tentu saja tidak masalah toh papamu juga di sini untuk mengecek perusahaan bukan hanya sekedar ingin bermain-main ataupun sekedar mengunjungi kalian!" Vivian merasa lega kalau ternyata hal seperti itu yang terjadi.
Vivian tidak mau kalau keluarga Raymond terlalu banyak berkorban untuk dirinya dan juga anaknya yang bukan keturunan Kingford.
" Kau jangan khawatir sayang. Untuk cucu kami kami pasti akan melakukan apapun!" Vivian merasa mencelos hatinya mendengarkan perkataan dari ibu mertuanya yang begitu tulus mencintai dan menyayangi anak yang ada di dalam kandungannya.
Vivian rasanya merasa berdosa karena telah menipu mereka dengan mengatakan bahwa anak di dalam kandungannya adalah milik Raymond.
__ADS_1
Hampir saja Vivian membuka perihal yang sesungguhnya tentang kehamilannya kepada Tiara. Kalau Raymond tidak menyentuh telapak tangannya dengan segera.
Raymond menggelengkan kepalanya sambil menatap Vivian dengan penuh permohonan.
" Mama mau pergi ke kamar mandi dulu ya?" Tiara meminta izin kepada keduanya.
Setelah kepergian Tiara terlihat Raymond yang berbicara kepada Vivian dengan wajah yang serius sekali.
" Aku mohon Vivian. Jangan lakukan itu! Kalau kau membuka tentang yang sesungguhnya kepada kedua orang tuaku bahwa anak yang ada di dalam kandunganmu bukan milikku, hal itu akan membuat mereka menjadi sedih!" Raymond berusaha untuk membujuk Vivian agar bersabar sedikit lagi.
Vivian benar-benar merasa tersiksa hatinya kalau harus terus-terusan menyembunyikan tentang kebenaran yang sesungguhnya dari kedua orang tua Raymond yang telah begitu baik terhadap dirinya dan juga calon anaknya.
" Aku tidak bisa terlalu lama menyimpan ini semua. Kau tahu kan?? Mereka terlalu baik dan aku tidak tega untuk menipu mereka!" Vivian bahkan sampai berkaca-kaca matanya di hadapan Raymond.
Raymond tetap bersikeras untuk tetap mengakui bahwa anak yang di kandung oleh Vivian adalah miliknya.
" Katakan sama Mama!! Apa yang sedang kalian sembunyikan?" tanya Tiara yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Raymond.
" Cepat katakan!" Tiara kemudian duduk di hadapan Raymond dan menatap putranya.
" Maafkan Vivian Mah!" Vivian ingin mengatakan sesuatu tetapi Raymond langsung mencegahnya dan tidak mengizinkan Vivian untuk berterus terang kepada ibunya.
" Tidak apa-apa mah. Vivian hanya merasa malu ketika ingin meminta sesuatu dari mama. Tapi aku udah jelaskan sama Vivian kalau mama pasti senang untuk menuruti apapun keinginannya demi cucu Mama yang tercinta!" Raymond berusaha untuk mengalihkan perhatian Tiara agar tidak terlalu memperhatikan raut wajah Vivian yang terkejut mendengar ucapan Raymond.
" Apakah benar seperti itu?" tanya Tiara mengkonfirmasi kepada Vivian.
Vivian hanya bisa mengelus dadanya karena perbuatan Raymond yang membuat dia menjadi kesulitan untuk menjelaskan semuanya kepada Tiara.
' Baiklah aku akan mengatakan semuanya kepada ibu mertuaku ketika kami hanya berdua saja. Kalau ada Raymond dia pasti akan selalu menghalangiku untuk jujur tentang anak ini,' Vivian akhirnya hanya bisa mengelus dadanya.
__ADS_1
" Benar Mah! Vivian ingin sekali mama memasakkan makan malam untuk kami sesekali. Karena Raymond bilang pada Vivian kalau masakan mama adalah yang terbaik!" Vivian akhirnya mengikuti keindahan remon untuk tetap menutupi semuanya.
Raymond Akhirnya bisa bernafas lega dengan keputusan yang sudah dibuat oleh Vivian. Dia bahkan tersenyum dan mencium telapak tangan Vivian dengan lembut.
" Katakan pada Mama sayang. Kau ingin masak apa? Oh tidak!! Maksud Mama kau ingin makan apa?" tanya Tiara yang begitu bahagia mendengarkan menantunya menginginkan masakannya.
" Terserah Mama saja. Aku tidak terlalu suka pilih-pilih makanan kok." Vivian akhirnya tersenyum kepada Tiara.
" Baiklah sayang. Sekarang kita habiskan makanan ini dan setelah itu kita akan pergi berbelanja untuk memasak makan malam." Tiara terlihat begitu bersemangat untuk mewujudkan apa yang diinginkan oleh menantunya yang saat ini sedang hamil.
Raymond bisa bernafas dengan lega karena ternyata ibunya percaya dengan apa yang dia katakan.
Tiara yang sebenarnya tadi mendengar semua percakapan antara Raymond dan Vivian. Soal identitas bayi yang ada di dalam kandungan Vivian. Akan tetapi Tiara memilih untuk berpura-pura tidak mendengarnya di hadapan mereka. Hal itu Tiara lakukan demi menjaga perasaan mereka berdua yang pasti mempunyai alasan kenapa mereka menyembunyikan semua itu dari dirinya dan suaminya.
Setelah menyelesaikan makan siang mereka mereka pun kemudian kembali ke mall dan berbelanja bahan-bahan makanan yang akan digunakan oleh Tiara untuk memasak makan malam sebagai keluarga kecil mereka.
Raymond merasakan bahwa kehidupannya begitu sempurna dengan semua kegiatan sederhana seperti itu.
Raymond berharap bahwa pernikahannya bersama dengan Vivian akan berjalan lancar dan dia bisa membuat Vivian menjadikannya sebagai suami yang normal seperti orang lain.
Raymond dengan begitu sabar menunggu perasaan Vivian terbuka untuknya.
Vivian tahu bahwa dirinya telah membuat seseorang merasa telah dibohongi.
Akan tetapi Vivian sadar bahwa dirinya benar-benar telah melakukan sebuah kesalahan yang sangat fatal dengan tetap menyembunyikan tentang identitas anaknya yang sesungguhnya.
Ketika Raymond sedang memasukkan semua bahan-bahan makanan yang tadi mereka beli ke dalam mobil. Terlihat Tiara yang mendekati Vivian yang saat ini Sedang menunggu Raymond untuk menjemput dirinya ke mobil.
Raymond benar-benar menjaga Vivian dengan baik dan tidak mau Vivian membawa barang-barang berat yang akan membuatnya kesulitan berjalan.
__ADS_1
" Katakan sama mama! Siapa ayah dari anakmu yang sesungguhnya?" tanya Tiara dengan menatap tajam kepada Vivian yang terkejut luar biasa mendapatkan pertanyaan itu dari Tiara.