Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
90. Kelakuan Vivian


__ADS_3

Vivian merasa geram sekali setelah membaca semua laporan yang dia terima dari anak buah yang dia suruh untuk menyelidiki tentang kehidupan rumah tangga Stanley.


" Cih!!! Hanya wanita kampungan! Bagaimana mungkin bisa bersaing denganku untuk menjadi istri Stanley? Kau hanya beruntung karena aku meninggalkan Stanley waktu itu! Mari kita lihat, Bagaimana Stanley akan mempertahankan rumah tangga kalian setelah aku kembali masuk ke dalam kehidupannya."


Vivian tampaknya tidak belajar sama sekali dari kejadian sewaktu dia diusir oleh Stanley dan di blacklist dari mansion milik Stanley oleh para security yang menjaga kediaman Stanley.


" Sekarang aku harus masuk ke perusahaan Stanley. Dengan cara itu, sedikit demi sedikit aku bisa mempengaruhi Stanley agar melupakan istrinya yang sekarang sedang pergi meninggalkan dia!" monolog Vivian dengan penuh percaya diri. Seakan dirinya bisa menaklukkan Stanley dengan cara yang biasa dia gunakan untuk menjerat laki-laki kaya lainnya.


Vivian tampaknya melupakan tentang siapa Stanley yang memiliki sifat keras dan sangat sulit untuk dikendalikan apabila sudah marah.


Hari itu juga Vivian langsung menuju ke perusahaan yang dipimpin oleh Stanley. Berdasarkan laporan dari orang kepercayaan yang sudah dia tanam di perusahaan Stanley. Sekarang Stanley ada di perusahaan dan sebentar lagi akan melakukan perjalanan ke luar negeri untuk menandatangani perjanjian tender bersama rekanan bisnisnya yang lain.


Berdasarkan schedule yang telah ditunjukkan oleh orang kepercayaan Vivian bahwa Stanley akan menggunakan kapal pesiar bersama dengan para pengusaha lainnya selama satu minggu penuh.


Vivian dengan menggunakan channel yang dia miliki di dalam klub kapal pesiar di mana Stanley menjadi salah satu anggota VVIP. Vivian bisa masuk menjadi salah satu peserta yang akan ikut berlayar bersama Stanley ke Mexico.


Fic yang sekarang sudah kembali ke Jakarta menyertai kepergian Stanley menuju pelayarannya.


" Tuan, tampaknya pelayaran ini akan memakan waktu yang lebih lama. Tidak akan sesuai dengan schedule yang sudah dibuat oleh para pengurus club kapal pesiar. Mengingat sekarang cuaca buruk sering datang tanpa diduga." Fic melaporkan semua yang sudah dia selidiki selama beberapa hari belakangan ini.


Sejak kembali lagi ke Jakarta Fic mulai disibukan kembali dengan aktivitasnya sebagai asisten dari yang penuh dengan kegiatan yang menguras energi luar biasa.


" Aku percaya bahwa pengurus club pasti sudah mempertimbangkan segala posisi dan segala situasinya. Kita percayakan saja hidup kita kepada mereka!" Stanley mengulas senyum kepada Fic.


" Terima kasih karena kau mau kembali lagi bertugas seperti dulu. Kau tahu Fic? Aku sangat kesulitan ketika kau tidak ada disampingku!" Fic tersenyum sekilas kepada Stanley yang saat ini tampaknya sedang Mellow sehingga bisa mengatakan hal-hal yang sentimental seperti itu.


Saat mereka sedang membicarakan tentang bisnis apa saja yang akan dibahas di atas ke kapal pesiar tiba-tiba saja ponsel milik Stanley berbunyi. Fic kemudian mengangkat telepon dari Sakinah yang saat ini ingin berbicara dengan suaminya.


" Tuan, Nyonya Sakinah ingin berbicara dengan anda!" Stanley kemudian menggulurkan tangannya dan meminta ponsel yang saat ini sedang dipegang oleh Fic agar di berikan kepadanya.

__ADS_1


" Ya, sayang!! Bagaimana kabarmu?" tanya Stanley ketika dia melihat wajah istri tercintanya bersama dengan Putra mereka yang saat ini sedang digendong oleh Sakinah.


" Kabar Kami baik-baik saja sayang. Apakah benar kata Agnes kalau sekarang Kalian sedang pergi berlayar ke Meksiko?" tanya Sakinah dengan wajah cemberut seakan tidak menyukai rencana suaminya.


Stanley bisa merasakan aroma ketidaksukaan dari suara sang istri.


" Tenang saja sayang karena di sini semuanya adalah laki-laki. Kami hanya akan disibukkan dengan pembicaraan bisnis dan juga tender-tender yang akan di tangani selama satu tahun ke depan bersama para anggota klub kapal pesiar lainnya!" Stanley menjelaskan semua hal kepada Sakinah secara detail.


Akan tetapi tetap saja Sakinah merasa tidak nyaman dengan hal tersebut. Karena Sakinah sudah tahu apa saja yang dilakukan oleh para pebisnis itu ketika mereka berlayar selama berminggu-minggu di lautan.


Dulu ketika Sakinah masih berstatus sebagai pekerja Stanley. Dia sering mendengarkan pembicaraan para rekan-rekannya yang pernah mengikuti Stanley untuk berlayar.


Masing-masing dari setiap CEO, akan membawa dua orang wanita cantik yang akan mereka persembahkan kepada CEO yang menjadi target mereka untuk mendapatkan tender yang mereka inginkan.


Rayuan wanita cantik selalu berlaku di atas kapal pesiar dan sakinah benar-benar merasa khawatir dengan suaminya.


Stanley merutuk orang yang sudah memberitahukan istrinya tentang perjalanan nya ke Meksiko dengan menggunakan kapal pesiar bersama rekan-rekan yang lain. Sehingga membuat hati Sakinah merasa terganggu dan tidak bahagia sekarang.


" Percayalah Sayang. Aku tidak akan melakukan hal yang akan membuatmu tidak senang. Aku di sini bersama dengan Fic kami berdua akan saling menjaga untuk tidak berbuat nakal dengan wanita lain! Percaya padaku!" Stanley berusaha keras untuk membujuk Sakinah agar tidak marah kepada dirinya soal perjalanan ke kapal pesiar.


Sakinah langsung menutup panggilan telepon tanpa berbicara apapun lagi.


Stanley tampak frustasi melihat Sakinah yang benar-benar marah kepadanya.


" Ah, Fic!!! kenapa kau harus bercerita kepada Agnes tentang perjalanan kita dengan kapal pesiar? Lihatlah sekarang apa yang terjadi kepada Sakinahku! Dia marah dan merasa cemburu dengan Perjalanan Ini!" protes Stanley merasa kesal sekali kepada fix yang tidak bisa merahasiakan perjalanan mereka kepada istrinya.


Fic bisa melihat kalau saat ini Stanley sedang frustasi luar biasa karena Sakinah yang menutup panggilan teleponnya begitu saja.


Terlihat Stanley yang lama sekali berpikir dan tidak mengatakan apapun.

__ADS_1


" Fic!! Cepat kau telepon Pak Jamal dan juga Abimana. Minta mereka untuk datang ke kapal pesiar sekarang juga!" perintah Stanley pada akhirnya.


" Untuk apa Tuan?" tanya Fic benar-benar merasa heran kepada bos besarnya.


" Cepat kau panggil mereka berdua kemari! Karena waktu kita sempit. Sebelum kapal pesiar ini berlayar!" ucap Stanley benar-benar sudah kehilangan kesabaran untuk menanggapi semua pertanyaan Fic.


Fic yang benar-benar tidak mengerti dengan keinginan Stanley akhirnya mengikuti apapun yang dikatakan olehnya.


30 menit kemudian Pak Jamal dan juga Abimana datang dengan tergopoh-gopoh.


" Ada apa Tuan Stanley? Kenapa menyuruh kami datang kemari tiba-tiba?" tanya Pak Jamal dengan nafas ngos-ngosan ketika berhadapan dengan Stanley.


Stanley bangun dari duduknya." Fic berikan semua berkas-berkas yang sudah kita persiapkan untuk acara kapal pesiar ini. Kalau kau ingin ikut dengan mereka. Ikutlah dan wakili aku menghadiri pertemuan membosankan itu. Tapi yang jelas aku akan kembali untuk menemui istriku!" mereka bertiga benar-benar terkejut mendengarkan keputusan Stanley yang sangat tiba-tiba.


" Tapi Tuan mereka pasti akan kecewa kalau sampai Tuhan tidak ikut bersama dengan kita semua dalam pelayanan ini!" Fic tampak protes dengan apa yang diputuskan oleh Stanley.


" Kalau kau mau marah, marahlah kepada istrimu. Kenapa dia sampai mengadu segala kepada Sakinah soal perjalanan ini? Sekarang aku harus segera kembali ke kampung halaman istriku dan membujuknya agar dia tidak marah padaku! Sudahlah Fic kau jangan cerewet seperti itu! kau akan ditemani oleh Pak Jamal dan juga Abimana dalam perjalanan ini!" setelah mengatakan itu, Stanley pun kemudian bangkit dari duduknya dan bersiap untuk keluar dari kapal pesiar yang sebentar lagi siap untuk berlayar.


" Tapi Tuan saya tidak membawa apa-apa. Tadi Tuan Fic tidak mengatakan apapun tentang perjalanan ini!" protes Pak Jamal yang keberatan dengan ide Stanley.


" Kau naik saja ke dalam kapal pesiar itu. Semua barang-barangku bebas kau gunakan. Bila perlu kau pakai saja untuk dirimu sendiri setelah acara ini selesai. Sudah aku mau pergi sebelum istriku mencoretku sebagai suami dia di dalam surat nikah kami!" Stanley kemudian langsung keluar dari kapal pesiar dan meninggalkan Jakarta pada hari itu juga dengan menggunakan helikopter miliknya.


Fic, Pak Jamal dan Abimana hanya mampu untuk menghela nafas berat. Saat mereka melihat kelakuan Bos besar mereka yang benar-benar absurd dan nyaris tidak pernah berpikir dua kali ketika memutuskan sesuatu.


" Ya ampun! Apakah s takut itu Tuan Stanley kepada istrinya? Dia bahkan sampai meninggalkan pertemuan seperti ini hanya karena istrinya marah dan tidak menyukai Tuan Stanley menghadiri acara semacam ini?" tanya Pak Jamal yang benar-benar kehabisan ide untuk mengomentari Bos besarnya.


" Akhirnya impianku untuk naik ke kapal pesiar bisa terwujud juga!" ucap Abimana tampak begitu berbinar dan sangat bahagia.


Fic dan Pak Jamal hanya bisa menggeleng kan kepala melihat kelakuan Abimana yang malah merasa bahwa kepergian Stanley adalah berkah untuk dirinya.

__ADS_1


__ADS_2