Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
120. Makan siang


__ADS_3

Begitu sampai di restoran yang sudah dipesan oleh Fic. Mereka pun langsung pergi ke sana untuk menemui Raymond bersama tim nya yang lain.


Akan tetapi ternyata hanya ada Raymond dan juga bayinya peserta baby sister yang menjaganya.


Bayi Cantik itu benar-benar sangat menggemaskan. Fic bahkan terus menatap bayi itu seakan ada sesuatu yang menarik jiwanya untuk terus memperhatikannya.


Raymond terus memperhatikan reaksi dan respon fix ketika melihat Amanda. Ya, dia adalah Amanda Lorez putri dari alm. Vivian.


Raymond sengaja pulang ke Indonesia dan mencari keberadaan Fic. Raymond ingin mengetahui laki-laki seperti apakah yang sudah menyakiti hati Vivian bahkan sampai dia meninggal masih mempedulikan namanya.


" Wah cantik sekali!" Sakinah tampak begitu takjub melihat kecantikan Amanda.


Saat ini Sakinah belum melihat wajah Raymond karena Raymond yang duduk membelakangi pintu masuk restoran.


" Sayang rasanya akan menyenangkan kalau kita juga mempunyai seorang putri!" Stanley tentu saja merasa bahagia mendengarkan istrinya mengatakan hal demikian.


" Benarkah sayang?" tanya Stanley yang benar-benar membuat Fic cukup jengah melihatnya.


Bosnya yang sudah bucin tingkat dewa, di mana-mana selalu menebar Kemesraan.


" Raymond apa kabar!?" Stanley untuk menyalami Raymond gitu dia berhadapan dengan pemuda tampan itu.


" Hello!! Oh ya ampun!! Sakinah?? Benarkah ini dirimu?" Raymond auto benar-benar terkejut ketika melihat sahabat masa kecilnya ternyata berdiri di hadapannya sekarang.


" Ya ampun ternyata itu benar-benar dirimu! Raymond! Apa kabarmu kenapa kau lama sekali menghilang?" tanya Sakinah yang benar-benar excited bertemu kembali dengan sahabat masa kecilnya yang sudah lama sekali tidak bertemu.


" Kau tahu kan? Kalau aku tidak senang tinggal di satu tempat? Sejak lulus SMA aku langsung pindah ke Swiss dan mengurus bisnis keluarga aku di sana." Raymond Jelaskan kehidupannya selama berada di Swiss kepada Sakinah.


Ketika Sakinah dan Stanley melakukan perjalanan ke Swiss dan bertemu dengan Vivian di jalan. Mereka berdua tidak bertemu dengan Raymond secara langsung.


Mereka hanya melihat cincin kawin yang melingkar di jari manis Vivian. Dari situlah Stanley menyimpulkan kalau Vivian sekarang sudah mempunyai suami dan mengatakan itu kepada Fic.


" Kau benar-benar keterlaluan Raymond. Selam bertahun-tahun kau tidak pernah menghubungiku.Ya amoun?! Aku kira kau sudah mati tahu gak sih?" Raymond hanya tertawa menanggapi apa yang dikatakan oleh Sakinah.


Ehem ehem


Stanley berdehem mencoba untuk mengalihkan perhatian mereka berdoa yang sejak tadi begitu asyik mengobrol seakan tidak ada orang lain di antara mereka.


Sakinah seakan disadarkan bahwa di sana ada suaminya. Sakinah ketawa ketika melihat wajah suaminya yang kecut.

__ADS_1


" Oh sayangku!!" Sakinah langsung meraup wajah suaminya dengan kedua tangannya lalu memberikan ciuman kecil kepada Stanley. Ya suaminya paling senang diperlakukan seperti itu.


Sakinah sengaja melakukannya untuk membuat sang suami tidak marah dengan perbuatannya tadi yang sejenak merupakan kehadirannya karena merasa excited banget bertemu dengan Raymond kembali setelah beberapa tahun lamanya tidak pernah bertemu.


" Sayang!! Kenalkanlah dia adalah Raymond. Sahabat masa Kecilku yang dulu pernah aku ceritakan padamu." Stanley hanya tersenyum masam dan merasa cemburu melihat istrinya yang begitu bahagia bertemu dengan Raymond.


" Dia itu klienku tentu saja aku sudah mengenalnya!" ucap Stanley dengan Ketus.


Raymond hanya tersenyum melihat ekspresi Stanley saat ini yang amat lucu.


" Jangan khawatir sejak dulu Sakinah selalu menjadi sahabatku dan aku tidak pernah memiliki tendensi apapun dengannya!" Raymond berusaha menenangkan Stanley Yang sepertinya cemburu dengan dirinya.


" Sakinah perkenalkanlah putriku. Namanya Amanda Kingford!" Raymond sengaja merubah nama belakang putrinya di hadapan mereka karena dia tidak mau kalau sampai Fic menyadari nama belakang putrinya adalah sama dengan dirinya.


Bagaimanapun Raymond merasa bahwa saat ini belum waktunya untuk Fic mengetahui status Amanda sebagai Putri kandungnya sendiri yang telah dilahirkan oleh Vivian.


" Ya ampun putrimu sangat cantik sekali Raymond!! Gara-gara melihat dia aku jadi ingin sekali mempunyai seorang putri juga!" Raymond hanya tertawa mendengarkan apa yang dikatakan oleh sahabatnya.


" Nanti kalau sudah besar kau angkat saja dia sebagai menantumu Bukankah umur mereka hampir sama? Aku rasa hanya beda satu atau dua tahun saja!" ucap Raymond sambil tersenyum kepada Stanley yang hanya diam saja sejak tadi.


Acara makan siang itu benar-benar berubah menjadi reuni antara sakinah dan Raymond.


Raymond hanya memperhatikan. Apa yang dilakukan oleh Fic kepada Amanda.


' Vivian Aku harap kau melihatnya di surga sana bawa sekarang putrimu sedang digendong oleh ayahnya sendiri. Maafkan aku yang tidak membuka identitas Amanda di hadapan ayahnya. Karena aku belum siap untuk kehilangan dia. Aku sangat mencintai Amanda seperti putriku sendiri dan aku harap aku bisa menjadi ayahnya sampai dia dewasa nanti dan akan memutuskan apakah akan mencari Ayah kandungnya atau tidak!' bisik hati Raymond yang tanpa terasa meneteskan air mata haru.


Stanley merasa terheran melihat Raymond yang terus memperhatikan interaksi antara Amanda dan Fic dengan air mata yang meleleh di pipinya.


' Aneh sekali!! Kenapa saya tadi aku memperhatikan Raymond terus merasa sedih saat melihat mereka berdua?' bathin Stanley mulai merasa curiga bahwa ada sesuatu yang disembunyikan oleh Raymond.


Akan tetapi Stanley tahu bahwa itu bukanlah urusannya. Akhirnya dia pun memilih untuk melupakan itu.


Setelah acara makan siang selesai Mereka pun kemudian berpisah untuk kembali ke pekerjaan mereka masing-masing.


" Raymond kapan-kapan datanglah ke Mansion kami. Kita bisa melakukan pesta barbeque ataupun pertemuan keluarga!" ucap Sakinah ketika mereka berpisah.


Stanley sejak tadi hanya menjadi pendengar saja pembicaraan antara mereka berdua bagaimanapun dia berusaha untuk menghormati istrinya yang baru bertemu dengan sahabatnya setelah berpisah begitu lama.


Stanley coba untuk mengerti bahwa istrinya pun pasti merindukan sahabatnya.

__ADS_1


" ayo sayang kita pulang kasihan Sean Yang Sudah terlelap sejak tadi!" Stanley kemudian memeluk pinggang sakinah dengan posesif dan memintanya untuk segera masuk ke dalam mobil.


Stanley sendiri kemudian berpamitan kepada Raymond. Fic sampai saat ini seperti merasa enggan untuk melepaskan Amanda.


Entahlah Fic benar-benar sangat bingung dengan perasaannya sendiri. Seperti ada sebuah magnet yang meminta Fic untuk mendekati gadis mungil itu.


" Ada apa Fic, apakah ada masalah dengan anak gadis kecil itu?? Sejak tadi aku terus memperhatikanmu. Sepertinya kamu sangat menyukai anak gadis itu!" Stanley menatap kepada asistennya yang saat ini sedang bengong dan tidak fokus.


" Fic?? Ada apa?" tanya Stanley lagi.


Fic ketika melihat Stanley yang tiba-tiba saja menyentuh bahunya.


" Entahlah Bos aku juga tidak mengerti. di sini rasanya seperti merasakan Sedih ketika melihat anak gadis itu. Aku tidak faham Bos. Entahlah ini adalah perasaan yang sangat sulit untuk aku jelaskan!" Stanley hanya menganggukan kepala menanggapi apa yang dikatakan oleh asistennya yang seperti orang linglung saat ini.


Sakinah yang sejak tadi hanya mendengarkan pembicaraan kedua laki-laki itu mulai menguap karena dia sudah mulai mengantuk.


" Sayang! Bangunkan aku kalau kita sudah sampai di Mansion!" ucap Sakinah berpesan kepada Stanley yang saat ini masih sibuk berbicara dengan Fic.


Stanley hanya mengangguk sambil menarik kepala istrinya masuk ke dalam pelukannya.


Stanley mengelus pucuk kepala Sakinah dan mengucapkannya dengan lembut.


Dalam sekejap saja Sakinah sudah terlelap dalam pelukan Stanley. Dengan Sean yang ada di pangkuannya yang juga tertidur seperti dirinya.


Pembicaraan antara Stanley dan Fic mengenai anak kecil yang dibawa oleh Remon terus berlangsung hingga mobil mereka sampai ke mansion keluarga Craig.


" Pulanglah Fic dan beristirahatlah. Aku melihat Kalau kau benar-benar sangat lelah saat ini!" perintah Stanley kepada Fic.


Fic hanya mengangguk. Kemudian dia memerintahkan kepada sopir Stanley. Untuk mengantarkan dirinya ke mension miliknya pribadi.


Begitu Fic sampai di mansion langsung disambut oleh Agnes dengan kebahagiaan. Akan tetapi Agnes merasa bingung melihat suaminya yang tidak bahagia terlihat dari wajahnya yang kusut.


" Kenapa sayang?? Kok kamu wajahnya mengkerut begitu persis seperti baju yang tidak pernah disetrika!" ucap Agnes yang merasa Penasaran melihat suaminya.


" Aku baik-baik saja aku hanya butuh istirahat!" Fic langsung masuk ke dalam kamarnya kemudian langsung tidur.


Agnes hanya mengerutkan keningnya melihat kelakuan suaminya yang tidak biasa.


" Kamu tidak mandi dulu Sayang?" tanya agnes sambil menggoncangkan tubuh suaminya.

__ADS_1


" Aku sangat lelah dan ingin tidur!" ucap Fic minta pengertian Agnes.


__ADS_2