
Stanley membuka matanya tepat sekitar pukul 03.00 pagi. Dia melihatku sekeliling. Ternyata dirinya tertidur di ruang kerjanya.
" Ya Allah aku ternyata tertidur di sini. Sakinah pasti sedang mencariku sekarang." dengan lesu Stanley kemudian bangkit dari tempat tidurnya tadi, sofa bed yang ada di ruang kerjanya yang memang selalu dia gunakan ketika dia kelelahan bekerja dan malas untuk masuk ke kamar pribadinya.
Ketika Stanley sampai di depan kamarnya. Dia melihat 4 orang bodyguardnya masih stand by di depan pintu kamarnya.
Dua orang tampak masih melek dan dua orangnya lagi tampak ngantuk-ngantuk di kursi yang disediakan di sana oleh Kepala pelayan untuk mereka Istirahat kalau kecapean berdiri.
" Kalian semua pulanglah dan beristirahat. Pergilah berlibur ke tempat yang kalian mau. Pinta dana nya ke kepala pelayan. Katakan aku yang menyuruh. Setelah ini kalian tidak usah menunggu kamar ini lagi!" ucap Stanley dengan nada dingin sambil melewati para Bodyguard yang tampak bingung dengan perintah dari atasannya.
" Maafkan saya bos. Apakah kami telah melakukan kesalahan sehingga Bos tidak membutuhkan pekerjaan kami lagi?" tanya salah satu orang yang paling besar badannya dengan takut-takut.
Stanley melihat mereka berempat yang tampak begitu kelelahan. Karena sejak kemarin dia perintahkan harus siap siaga di depan kamarnya untuk menjaga sang istri yang selalu mengancam akan meninggalkan kediamannya.
Stanley menarik nafasnya dalam-dalam.
" Kalian tidak melakukan kesalahan apapun. Tapi tugas kalian sudah selesai. Aku tidak akan mengurung Istriku lagi. Sudahlah! Sana pulang. Istri Kalian juga pasti sudah menunggu kalian di rumah." ucap Stanley sambil mengibaskan tangannya mengusir anak buahnya untuk segera pulang ke rumah mereka masing-masing.
Setelah mengucapkan terima kasih kepada Stanley. Mereka semua pun kemudian langsung pulang menuju rumah mereka masing-masing dengan perasaan bahagia. Karena akhirnya bebas tugas juga.
Tugas menjaga pintu kamar bos besar adalah hal yang sangat berat untuk mereka. Dilematis sekali. Di satu sisi mereka harus melaksanakan tugas dengan baik.
Kalau sampai Nyonya besar yang mereka jaga sampai menghilang ataupun kabur. Maka nyawa pasti menjadi taruhan untuk mereka. Untung saja selama beberapa hari Sakinah dikurung di dalam kamarnya. Wanita itu tidak banyak memberikan kesulitan untuk mereka sehingga nyawa mereka sampai sekarang masih aman.
__ADS_1
Setelah melihat anak buahnya meninggalkan Mansion. Stanley pun kemudian masuk ke dalam kamarnya. Stanley melihat Sakinah yang saat ini sedang tidur meringkuk di atas ranjang mereka berdua.
Stanley langsung berbaring di samping sakinah dan memeluk tubuh istrinya yang sangat dia cintai.
" Aku harus bagaimana sayang? Untuk membuatmu bertahan di sampingku? Sungguh sayang. Aku sudah berusaha sangat keras untuk memenuhi semua keinginanmu itu. Akan tetapi aku pun tidak berdaya untuk mengendalikan semua anak buahku. Bagaimanapun di sebuah organisasi, pasti ada yang memiliki kekuasaan lebih tinggi dari pada aku. Aku tidak bisa memaksakan kehendakku sendiri di sana!" ucap Stanley dengan lirih. Tampak begitu sedih sekali. Suaranya bahkan sampai bergetar air mata tampak menetes di kelopak matanya.
Sakinah yang merasakan punggungnya terasa basah dan panas karena air mata sang suami yang menempel, seketika hatinya seakan luluh. Mendengarkan ucapan Stanley. Sedikit banyak membuat mata hati Sakinah terbuka tentang usaha sang suami untuk membuat dia merasa bahagia.
" Aku mohon jangan pernah membohongiku lagi!" ucap Aakinah dengan suara yang lirih. Akan tetapi Stanley bisa mendengarkan suara istrinya yang terdengar begitu gemetar.
Stanley merasa hatinya sangat terenyuh. Mendengarkan suara Sakinah yang seakan sedang menahan tangis.
" Aku sangat mencintaimu sayang. Sungguh! Aku tidak akan pernah melakukan sesuatu yang akan membuatmu bersedih lagi. Tolong percayalah padaku!" ucap Stanley sambil menghirup aroma tubuh Sakinah yang sangat dia rindukan.
Sakinah kemudian membalikkan tubuhnya dan menyusupkan wajahnya di dalam pelukan sang suami.
Secara perlahan Stanley mulai mencium bibir Sakinah. Meluapkan perasaan cinta yang selama seharian dia Tahan pernah melihat emosi dan kemarahan di wajah sang istri terhadap dirinya.
" Maafkan Aku sayang. Aku janji secara perlahan aku akan menutup semua bisnis haram yang dilakukan oleh organisasi yang aku Pimpin. Percayalah padaku sayang!" ucap Stanley sambil mencium kening Sakinah setelah mereka selesai bercinta.
Sakinah yang bisa merasakan ketulusan di dalam perkataan Stanley akhirnya hanya bisa mengangguk dan tersenyum kecil.
Sakinah berusaha untuk memberikan ketenangan kepada suaminya. Karena dia sadar hanya dengan melakukan itulah maka anak buah Stanley dalam keadaan aman dan tidak mendapatkan amukan dari sang suami.
__ADS_1
Sakinah tidak tega setiap kali melihat anak buah Stanley yang harus dihajar ataupun ditembak. Hanya karena suaminya yang tengah marah ataupun kesal ketika dirinya berbuat ulah ataupun marah terhadap sang suami. Sakinah benar-benar tidak bisa berpikir lagi mengenai tabiat sang suami yang aneh itu.
Mulai malam itu Sakinah berjanji kepada dirinya sendiri. Bahwa dia akan selalu berusaha menyenangkan hati Stanley. Sehingga kehidupan anak buahnya akan terjamin dan tidak perlu merasa ketakutan lagi bekerja kepada suaminya.
Keesokan paginya ketika matahari mulai menyingsingkan cahayanya dari kegelapan. Terlihat Sakinah yang mulai membuka matanya.
Sakinah terkejut ketika dia melihat Stanley yang sudah tersenyum kepadanya.
" Selamat pagi sayang!" Sakinah sampai merona pipinya mendapatkan ucapan selamat pagi dari Stanley yang tersenyum begitu bahagia.
Kebahagiaan Stanley pagi itu menular kepada dirinya sehingga dia pun akhirnya bisa menerima pernikahannya bersama dengan sang suami.
" Selamat pagi juga!" ucap Sakinah sambil bangkit dari ranjangnya dan berniat untuk pergi ke kamar mandi.
Tetapi Stanley menahan gerak langkahnya. Sakinah sekilas melirik kepada suaminya yang malah menggendongnya untuk masuk ke kamar mandi bersama.
Sakinah merasa senang. Karena akhirnya kebahagiaan itu pun kembali bisa dia rasakan bersama Stanley. Kemesraan dan juga cinta sang suami kembali bisa dirasakan di dalam kamar itu. Setelah selama beberapa hari kemarin hanya ada aura dingin yang begitu mencekam. Menyayat hatinya dalam kesepian dan kesendirian.
Pada masa mereka berdua melakukan perang dingin. Stanley memang jarang menemui Sakinah di kamarnya. Karena dia lebih disibukkan dengan pekerjaannya di luar.
Stanley hanya memantau Sakinah dari CCTV yang langsung terhubung ke ponselnya.
Jadi walaupun Stanley tidak datang ke dalam kamar itu. Akan tetapi Stanley mengetahui semua hal yang dilakukan oleh Sakinah di dalam kamar mereka.
__ADS_1
Stanley juga melihat bahwa Sakinah hampir setiap tengah malam selalu bangun dan melakukan shalat tahajud. Sakinah selalu mendoakan dirinya dalam keadaan sehat dan juga aman. Hal itulah yang membuat hati Stanley semakin menghangat dan semakin optimis bahwa dia bisa mendapatkan cinta sang istri yang tercinta.
.