Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
78. Fic kenapa?


__ADS_3

Fic merasa bingung dengan kondisi tubuhnya. Di periksa dokter juga ga di temukan penyakit apapun sehingga membuat Fic malah tambah pusing dibuatnya.


" Aku ingin pulang. Lebih baik aku beristirahat di rumah saja. Daripada di sini kepalaku malah tambah pusing karena mencium bau obat yang terlalu kuat!" ucap Fic kepada kepala pengawal yang menemaninya terus sejak kemarin. Fic merasa berterima kasih karena teman-temannya yang masih peduli dengan dia. Padahal selama ini selalu bersikap ketus terhadap mereka.


" Tapi Tuan Anda belum diizinkan untuk keluar oleh dokter. Sebaiknya patuhi intstruksi dari dokter agar anda bisa kembali dalam keadaan sehat." ucap kepala pengawas yang merasa khawatir dengan kondisi Fic.


" Aku yang paling tahu bagaimana kondisi tubuhku sendiri. Sudahlah kau tidak usah bawel! Cepat urus kepulanganku dari sini. Aku sudah mau mati bosan rasanya gara-gara berada di sini!" ucap Fic dengan melotot matanya kepada kepala pengawal.


Akhirnya karena merasa terpaksa dan juga merasa tidak senang dipelototin begitu oleh Fic, kepala pengawal pun akhirnya mengalah. Dia pun mengurus kepulangan Fic, walaupun tanpa izin dari dokter.


" Tampaknya istri anda sedang hamil, gejala yang anda hadapi saat ini. Kemungkinan karena berhubungan dengan istri Anda yang mungkin saat ini sedang mengidam berat dan mengharapkan kehadiran anda di sisinya!" ucap dokter kepada Fic ketika Fic tetap memaksa dan tidak mau menetap di rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.


Fic dan kepala pengawal begitu shock mendengarkan perkataan dokter.


" Kamu sudah punya istri Fic? Kok aku tidak tahu kalau kau punya istri?" tanya kepala pengawal kepada Fic yang langsung melotot.


Fic langsung berpamitan kepada dokter setelah mendengarkan perkataannya.


Di sepanjang jalan Fic terus berpikir tentang apa yang dikatakan oleh dokter kepadanya sebelum dia pulang tadi.


' Apa benar yang dikatakan oleh dokter kalau Agnes saat ini sedang hamil? Bukankah terakhir pertemuan kami, Kami sempat melakukannya sampe beberapa ronde?' batin Fic yang sedang memikirkan apa yang dikatakan oleh dokter.


Sontak Fic langsung mencari ponselnya dan mencoba untuk menghubungi Stanley.


" Ada apa Fic? Kenapa kau menghubungiku?" tanya Stanley yang saat ini sedang berada di kantor.


" Bos Apakah Agnes ada di situ?" tanya Fic langsung to the point.


" Tidak ada. Dia sudah mengundurkan diri dari perusahaan milik Sakinah Beberapa bulan yang lalu. Ada apa kau mencarinya Fic?" tanya Stanley benar-benar penasaran dengan Fic yang sejak kemarin sangat sulit dia hubungi.

__ADS_1


" Bisa anda tanyakan kepada Nyonya Sakinah. Sekarang di manakah keberadaan Agnes? Tolong tanyakan padanya sekarang Agnes ada di mana. Tolong saya bos!" ucap Fic sambil memohon kepada Stanley.


" Memangnya ada apa Fic? Kenapa kau buru-buru begitu?" tanya Stanley benar-benar merasa penasaran dengan asisten pribadinya yang tidak seperti biasanya.


" Saat ini aku sakit selalu merasa lemas dan loyo dokter mengatakan kemungkinan istriku sedang hamil. Tolong bos Aku ingin mengetahui keberadaan Agnes saat ini!" ucap Fic menerangkan segalanya kepada Stanley. Sehingga Stanley akhirnya mengerti apa yang saat ini sedang dihadapi oleh asisten pribadinya.


Stanley sebenarnya sangat terkejut mendengar Agnes ada kemungkinan sedang hamil. Sungguh dia tidak mengira kalau ternyata asistennya yang selama ini pendiam ternyata menghanyutkan juga.


" Baiklah kau tutup dulu teleponnya. Aku akan bertanya kepada istriku di mana keberadaan Agnes saat ini." bocah standing yang kemudian menutup panggilan telepon tersebut dan langsung menjadi Sakinah di ruangannya.


Stanley sudah melarang berkali-kali Sakinah untuk berangkat ke kantor dan memintanya untuk melakukan segala pekerjaan di rumah saja. Akan tetapi Sakinah tetap bersikeras ingin mengecek perusahaan dan pabrik miliknya sendiri secara langsung.


Stanley sangat mengerti Sakinah sangat sulit untuk diajak berkomunikasi karena sifatnya yang selalu keras kepala. Akhirnya hanya bisa mengawasi istrinya dari dekat dan selalu stand by, bersiap siaga kalau terjadi apa-apa dengan sang istri tercinta.


Setelah memastikan bahwa di kantor tidak ada siapapun, karena mereka sedang istrahat makan siang. Stanley kemudian masuk ke ruangan Sakinah dia ingin bertanya tentang Agnes sesuai dengan instruksi dari Fic yang sedang meminta tolong kepadanya.


' Aku memang Bos teladan dan kayaknya cuma aku yang mau melakukan perintah dari asistennya. Ah Fic beruntung sekali kau, karena memiliki Bos seperti aku!' bathin Stanley saat dia hendak masuk ke dalam ruangan Sakinah.


" Ada apa?" tanya nya sambil melihat ke sekeliling takut ada yang melihat Stanley yang masuk ke dalam ruangannya.


Stanley langsung mengecek bibir sakinah dengan lembut begitu masuk ke dalam ruangan itu.


" Aku merindukan kamu sayang! Kita pulang yuk, tengok dede bayi bentar!" ucap Stanley yang tiba-tiba melupakan niatnya untuk datang mencari Sakinah adalah untuk menanyakan Agnes pada istrinya.


" Ih apaan sih? Yang lain pada sedang makan siang kok kamu malah ajakin tengok dede bayi sih? Dasar mesum!" ucap Sakinah sambil tersenyum kepada Stanley yang langsung tersenyum padanya.


" Ayolah sayang! Aku rindu banget sama kamu. Aku janji bentar aja ya!" ucap Stanley yang memulai aksinya dengan mengendus endus leher Sakinah yang udah kegelian dengan aksi suaminya.


Saat Stanley hendak melakukan hal itu, tiba-tiba ponselnya berdering dari fix dan sontak membuat sandi jadi ingat tujuan awal dia datang ke ruangan itu.

__ADS_1


Fic pun kemudian menepuk keningnya, Sakinah mengerutkan keningnya melihat kelakuan suaminya yang aneh baginya.


" Gimana Bos sudah dapat informasi tentang Agnes?" tanya Fic di seberang sana kepada Stanley yang auto meringis di buatnya.


" Sebentar ini aku juga lagi bertanya kepada Safinah tentang keberadaan Agnes!" ucap Stanley yang jadi keki sendiri.


Sakinah akhirnya menyadari apa yang sedang dilakukan oleh suaminya dan dia hanya tersenyum melihat Stanley yang seakan merasa bersalah kepadanya.


" Jadi sebenarnya kau datang ke sini karena sedang mendapatkan tugas dari Fic? Tapi kau lupa dengan tugas tersebut karena kau punya agenda sendiri?" tanya Sakinah yang akhirnya hanya bisa tertawa geli dengan tingkah absurd suaminya yang selalu otak mesum kalau udah dekat dengannya.


" Iya sayang! Aku juga tidak mengerti kenapa kalau sudah berdekatan dengan kamu, otakku hanya ingin selalu tengok dede bayi aja. Ah, aku kayaknya udah bucin tingkat akut kepadamu dan sangat sulit untuk disembuhkan lagi!" ucap Fic mengacak rambutnya dengan frustasi.


Sakinah tertawa sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Stanley yang luar biasa ajaib itu. " Hahaha, kau ada-ada aja sayang!" ucap sakinah dengan senyum yang mengembang di bibirnya.


" Oh ya kau dapat tugas apa dari Fic? Kau bahkan rela sampai datang kemari." tanya Sakinah yang terus tertawa melihat Stanley yang wajahnya sampai memerah karena malu.


" Fic ingin bertanya di mana keberadaan Agnes saat ini. Karena dia curiga kalau saat ini Agnes sedang hamil anaknya dan Fic ingin menemuinya untuk bertanggung jawab!" ucap Stanley akhirnya menjelaskan semuanya kepada Sakinah tentang kondisi Fic saat ini.


" Jadi benar kalau Agnes itu adalah istri dari Fic?" tanya Sakinah seperti yang belum percaya dengan kenyataan itu.


Stanley kemudian menceritakan segalanya tentang Fic dan juga Agnes yang akhirnya membuat Sakinah mengerti yang saat ini sedang terjadi kepada mereka berdua.


" Pantas saja tiba-tiba saja Agnes meminta mengundurkan diri dari perusahaankun. Pasti ini ada hubungannya dengan Fic. Atau dia memang tidak ingin lagi bertemu dengan Fic sehingga dia sengaja menghindarinya?" tanya Sakinah pada Stanley yang masih sempat tangannya bertravelling kemana-mana membuat Sakinah menjadi kelimpungan sendiri gara-gara perbuatan suaminya.


" Terakhir Agnes keluar dari kantorku, dia menangis serius dan terlihat begitu sedih. Akhirnya aku menyuruh dia untuk beristirahat dengan melakukan cuti. Tetapi beberapa bulan kemudian dia malah menelpon ingin mengundurkan diri dari sini. Apa karna dia sedang hamil ya? Agnes mungkin tidak ingin Fic mengetahuinya?" tanya Sakinah pada Stanley yang masih fokus dengan keusilan dirinya dengan urusan dia sendiri pada tubuh Sakinah yang sekarang sudah mulai berantakan gar-gara perbuatan Stanley.


" Ah sayang! Kau ini bertanya malah ga dengerin jawaban aku!" ucap Sakinah yang mengalami kesulitan menahan hasrat gairah yang telah di bangkitkan oleh Stanley.


Ah suami mesumnya itu sekarang malah sibuk dengan urusan dia sendiri dan lupa kepada Fic. Setelah selesai dengan urusan pribadinya. Barulah terlihat Stanley mulai melaporkan apa yang dikatakan oleh Sakinah kepadanya secara rinci.

__ADS_1


" Fic Agnes sudah keluar dari perusahaan ini beberapa bulan sejak kepergiannya dari perusahaan Sakinah!" lapor Stanley pada Fic.


__ADS_2