
Fic merasa bahagia karena setelah kembali dari pelayaran. Dirinya diberikan cuti oleh Stanley selama satu bulan untuk bisa menghabiskan waktu bersama dengan Agnes.
" Aku sudah membelikan paket bulan madu untuk kalian berdua. Aku tahu bahwa kalian sudah lama sekali tidak pernah bersama dan pergi berlibur. Gunakanlah waktu ini untuk semakin mengikat cinta kalian berdua dengan kebahagiaan!" pesan Stanley ketika mengantarkan Fic dan Agnes menuju ke Jepang untuk acara bulan madu mereka yang ke dua.
" Anggap saja ini sebagai hadiah pernikahan kalian yang dulu belum sempat aku berikan. Hey Agnes!! Aku dulu tidak memberikan kalian hadiah pernikahan, bukan karena aku pelit ya! Tetapi gara-gara fix yang telah merahasiakan pernikahannya dari semua orang! Termasuk dariku!" Stanley tampak melotot ke arah Fic yang hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Sakinah langsung menarik tangan suaminya agar mengizinkan mereka segera masuk untuk check in jangan sampai nanti mereka ketinggalan pesawat.
" Sudahlah sayang biarkan mereka masuk ke dalam sana. Bisa-bisa mereka terlambat gara-gara acara ceremonialmu yang tidak ada akhirnya!" ucapan Sakinah sukses mengundang tawa bagi semua nya.
Akhirnya Fic dan Agnes pun berangkat menuju ke Jepang dan tanpa diketahui oleh mereka. Vivian pun menjadi salah satu penumpang pesawat itu. Entah apa yang sedang direncanakan oleh Vivian kali ini.
' Aku akan lihat bagaimana caranya kau bisa lari dariku ketika berada di dekat istri kamu yang bodoh itu!" monolog Vivian sambil tersenyum licik menatap mereka berdua yang tidak terlalu jauh dari tempat duduknya.
Hanya saja Fic yang tidak melihat ke sekeliling dan hanya fokus pada Agnes. Sehingga dia tidak menyadari kehadiran Vivian di dalam pesawat yang akan membawa mereka berbulan madu ke Jepang.
Sementara itu Stanley dan Sakinah sekarang sudah kembali ke Mansion milik mereka.
" Semoga saja dengan paket liburan itu, Agnes bisa memaafkanku karena sudah membuat suaminya berada di kapal pesiar selama 2 minggu untuk menggantikan aku!" Sakinah hanya tersenyum mendengarkan ucapan suaminya yang dia tahu sangat mempedulikan Fic lebih dari sahabat ataupun saudaranya sendiri.
" Aku yakin Agnes pasti mengerti bahwa semua itu adalah tugas suaminya sebagai asisten. Di mana seorang asisten handal, harus selalu siap untuk mewakili bosnya. Ketika sang Bos berhalangan untuk dapat menghadiri pertemuan bisnis!" Stanley hanya menganggukan kepala mendengar ucapan Sakinah yang ada benarnya.
Mereka pun kemudian memutuskan untuk pergi ke sebuah restoran untuk sekedar makan siang bersama. Menghabiskan waktu untuk mereka bisa tetap menjaga hubungan harmonis dan perasaan cinta di antara mereka berdua.
__ADS_1
" Nanti kalau Sean sudah sanggup untuk melakukan penerbangan jauh. Kita juga akan berangkat untuk berbulan madu lagi. Sayang! Bukankah kau ingat? Bahwa bulan madu kita belum sempurna?" tanya Stanley yang benar-benar tidak dimengerti oleh Sakinah.
" Entahlah sayang. Maaf kan aku! Karena aku sudah melupakannya. Mungkin karena begitu banyak masalah yang terjadi di dalam pernikahan kita. Sehingga aku tidak mengingatnya lagi soal bulan madu kita!"
Stanley sebenarnya sedikit kecewa karena sang istri melupakan kejadian penting di dalam hidup mereka. Akan tetapi Stanley terus mencoba untuk mengerti bahwa banyak sekali tekanan dan tanggung jawab seorang Sakinah. Setelah menjadi istrinya. Apalagi kejadian saat Penculikan yang berakhir mereka harus kehilangan anak pertama mereka karena keguguran.
" Tidak apa-apa sayang. Aku bisa mengerti tentang dirimu yang pasti sangat sulit untuk bisa tetap Survive dalam kondisi yang begitu riskan dan penuh bahaya. Maafkan aku yang tidak kompeten sebagai suamimu yang bahkan tidak bisa menjaga dirimu dan juga calon anak kita yang pertama!" ucapan Stanley sukses membuat Sakinah meneteskan air matanya karena mengingat kembali kejadian buruk yang membuatnya harus kehilangan calon anak pertama mereka yang keguguran karena siksaan mereka.
" Baiklah sayang. Sekarang kita sebaiknya melupakan semua masalah buruk yang hanya memberikan kesedihan untuk kita berdua!" Stanley meraih telapak tangan sakinah dan kemudian menciumnya dengan lembut.
" Semoga kita bisa melewati hari-hari ke depan sana. Walaupun akan banyak rintangan di hadapan sana!!" doa Stanley untuk mereka berdua.
" Amien!" ucap Sakinah sambil tersenyum kepada Stanley.
' Aku sungguh beruntung karena telah mendapatkan cinta yang begitu indah yang diberikan oleh Sakinah untukku. Aku tidak perlu mengemis untuk dicintainya. Karena Sakinah akan mencintaiku dengan tulus. Aku juga tidak perlu mengemis untuk dia perhatikan, karena semua perhatiannya hanyalah untukku!' bathin Stanley merasa sangatlah bahagia.
Sementara itu Vivian yang terus setia, dia terus saja mengikuti Fic dan Agnes. Terus saja memantau kegiatan yang mereka lakukan selama berada di Jepang.
" Aku akan lihat seberapa cintanya kau kepada istrimu. Aku akan lihat seberapa besar cinta kalian berdua apakah akan sanggup menerjang badai yang akan aku arahkan untuk kalian?" monolog Vivian sambil tersenyum penuh kelicikan.
Pada saat Agnes dan Fic sedang berada di restoran. Vivian sengaja menjatuhkan dirinya di dalam pelukan Fic seakan tersandung dan itu benar-benar membuat Fic sangat terkejut karena mendapati Vivian yang ada di sana.
" Maafkan saya tuan tadi saya tanpa sengaja kesandung meja," ucap Vivian sambil melirik kepada Fic yang saat ini sedang melotot ke arahnya dengan penasaran.
__ADS_1
" Apakah kau baik-baik saja?" tanya Agnes Tanpa merasa curiga sama sekali.
" Aku hanya merasa kakiku sedikit sakit." Vivian kemudian mengedarkan pandangan nya ke seluruh restoran, " Aduh bagaimana ini ya? Kelihatannya sama meja sudah penuh. Apakah aku harus menahan lapar malam ini?" monolog Vivian sambil melirik sekilas kepada Fic yang sejak tadi terus melotot ke arahnya.
Agnes yang memang memiliki hati yang sangat baik dia pun kemudian meminta kepada Vivian untuk semeja dengan mereka berdua.
" Duduklah bersama kami. Tidak apa-apa. Toh kami juga hanya berdua. Di sini ada kursi 4 kau bisa makan bersama kami lagi pula tampaknya kita sama-sama dari Indonesia kan?" tanya Agnes sambil tersenyum ramah kepada Vivian yang saat ini sedang melirik ke arah Fic dengan senyum penuh kemenangan.
" Benar aku juga berasal dari Indonesia. Aku saat ini sedang mengikuti perjalanan bisnis bersama dengan suamiku yang tercinta. Akan tapi sayang dia saat ini sedang sibuk dengan kliennya. Dan melupakan aku," ucap Vivian dengan wajah sedih sambil menatap Agnes yang merasa iba terhadapnya.
Akhirnya mereka bertiga pun makan dengan tenang. Sementara itu di bawah meja terlihat Vivian yang terus menggoda Fic dengan menyentuh kaki laki-laki tampan itu yang saat ini benar-benar sedang kacau balau karena takut Vivian akan membuka rahasia mereka berdua di hadapan Agnes.
" Sayang, aku ke toilet dulu. Kau habiskanlah makanan kamu," Fic kemudian bangkit dan meninggalkan mereka berdua.
Vivian berpura-pura bersin dan kemudian dia pun meminta kepada Agnes untuk mengizinkan dirinya pergi ke toilet juga.
Vivian menunggu Fic yang saat ini sedang berada di dalam toilet. Setelah yakin kalau di sana tidak ada orang, Vivian masuk ke dalam toilet dan Vivian melihat Fic yang saat ini sedang mencuci tangannya.
" Aku merindukan kamu Fic, sangat rindu!" ucap Vivian sambil mencium bibir Fic dengan hasrat yang menggebu di dalam diringa. Fic masih terkesiap mendapatkan Vivian ada di toilet pria. Fic benar-benar terkejut melihat Vivian melakukan aksinya dengan begitu frontal dan tanpa rasa takut sama sekali.
" Apa yang kau lakukan Vivian? Bagaimana kalau ada yang masuk kemari?" tanya Fic tampak begitu frustasi dengan kelakuan Vivian yang benar-benar nekat lakukan hal gila seperti itu.
" Aku sudah mengunci pintunya dan memasang kode rusak. Jadi tidak akan ada yang ganggu kita di sini!" ucap Vivian yang kembali melakukan aksi gilanya mencium Fic yang benar-benar tidak berdaya menghadapi aksi seorang Vivian.
__ADS_1