Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
96. Bermain Api


__ADS_3

Fic yang saat ini masih ada di kapal pesiar, semakin akrab dengan vivian yang selama ini selalu mengejar Stanley.


" Katakan padaku!! Kenapa kau selalu mengejar Tuan Stanley? Bukankah kau tahu bahwa dia sudah mempunyai istri bahkan sudah punya anak?" tanya Fic saat mereka malam itu berada di dak kapal sambil melihat rembulan yang bersinar sangat indah.


Pak jamal dan Abimana sudah terlelap tidur karena kelelahan yang luar biasa. Apalagi mereka juga belum terlalu bisa menyesuaikan dengan keadaan di tengah lautan.


" Kau tahu bahwa cinta itu tidak membutuhkan sebuah alasan bukan? Aku hanya mencintainya saja dan aku yakin bahwa Stanley pun masih merasakan cinta yang sama denganku!" demi mendengarkan ucapan Vivian Fic sampai tertawa terbahak-bahak.


Vivian mengerutkan keningnya melihat dirinya dan tertawakan oleh asisten Stanley yang saat ini sedang mewakili bosnya untuk menghadiri pertemuan penting antara para CEO yang ada di Jakarta.


" Kenapa?"


" Vivian! Astaga! Berhentilah untuk berhalusinasi! Tuan Stanley itu sangat mencintai Nyonya Sakinah. Lihatlah hanya karena istrinya marah mengetahui suaminya berada di kapal pesiar bersama para CEO lainnya. Tuan Stanley tanpa ragu langsung meninggalkan acara ini hanya untuk bersama dengan istrinya!" demi mendengarkan ucapan Fic, suasana hati Vivian menjadi kacau balau dan kesal luar biasa.


Fic bisa melihat amarah di wajah Vivian saat ini.


" Dengarkan aku Vivian aku pasti mengerti bahwa cinta tidak bisa dipaksakan!" ucapan Fic benar-benar sukses membuat Vivian merasa sedih.


Tanpa pikir panjang Vivian langsung mengambil wine yang ada di hadapannya tanpa yang tidak memperdulikan takaran lagi.


Fic berusaha untuk merebut gelas maupun botol wine yang ada di tangan Vivian. Tetapi malah wanita itu menangis semakin menjadi. Membuat Fic menjadi kerepotan dibuatnya.


" Kenapa sih Stanley kamu benar-benar begitu kejam? Padahal aku pun tidak terlalu benar-benar melupakanmu. Aku memang menikah dengan orang lain di luar negeri sana, akan tetapi cintaku tetap untukmu." Fic cukup terkejut mendengarkan pengakuan dari Vivian tentang dirinya yang telah menikah di luar negeri.

__ADS_1


Fic maupun Stanley selama ini tidak pernah mengetahui apa saja yang dilakukan oleh Vivian di luar negeri sana.


" Jadi kau sudah menikah? Dengan siapa?" tanya Fic yang benar-benar merasa penasaran kepada Vivian.


" Aku menikah dengan Yacob!! Akan tetapi Dia adalah seorang laki-laki yang kasar dan juga tidak pernah benar-benar mencintaiku. Oleh karena itu aku bercerai dengannya berapa bulan yang lalu! Hidupku tersiksa menikah dengan dia. Dia selalu membawa wanita ke dalam rumah kami Dia tidak menganggapku sebagai istrinya!" Vivian kemudian menangis di dalam pelukan Fic yang merasa bingung dengan situasi yang canggung seperti itu.


Akan tetapi untuk menyingkirkan Vivian pun Fic merasa tidak tega karena Fic melihat wanita itu saat ini sedang bersedih sekali.


Fic hanya bisa mengelus punggung Vivian dan meminjamkan bahunya untuk wanita itu bisa menangis dan melupakan semua perasaannya kepada laki-laki yang telah menyakitinya di masa lalu.


" Apakah menurutmu aku seburuk itu? Sehingga tidak ada laki-laki yang benar-benar mencintaiku! Fic! Aku juga ingin merasakan dicintai oleh seorang lelaki!" tiba-tiba saja Vivian langsung mencium bibir Fic yang saat ini sedang melihat bulan yang bersinar begitu terang benderang.


Fic sampai melotot sempurna mendapatkan perlakuan semacam itu dari Vivian. Hal yang benar-benar tidak diduga sama sekali oleh Fic. Bahkan ketika Vivian akhirnya melepaskan pakaian nya di hadapan Fic.


" Vivian Apa yang kau lakukan? Cepat kenakan lagi pakaianmu! Apa kau tidak malu kalau ada orang lain yang datang kemari?" tanya Fic pada Vivian Yang sepertinya sudah mulai terpengaruh dengan alkohol sehingga membuat Dia tidak memiliki rasa malu ataupun takut dengan sesuatu.


Fic melepaskan jaketnya untuk menutupi tubuh polos Vivian yang berada di dalam pelukannya.


Untung saja saat ini suasana kapal pesiar sudah sepi karena malam yang semakin larut Jadi apa yang dilakukan oleh Vivian tidak ada yang melihatnya karena mereka pun sudah sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing di dalam kamar mereka.


Fic yang takut kalau Vivian sampai sakit dia pun kemudian mengenakan jasnya kepada Vivian dan menggendong wanita itu ke dalam kamarnya agar bisa beristirahat.


" Kenapa kau menolakku? Padahal aku juga seorang wanita yang cantik. Aku juga mempunyai kekayaan yang banyak. Karena aku mendapatkan tunjangan yang besar dari perceraianku!" Vivian mengalungkan lengannya di leher Fic dan tiba-tiba dia kembali ******* bibir Fic dengan begitu berhasrat. Fic hanya terkesiap dan tidak membalas apa yang dilakukan oleh Vivian kepadanya sehingga membuat wanita itu kecewa sekali.

__ADS_1


Fic benar-benar kesulitan untuk menahan sesuatu yang dari tadi terus saja memberontak. Apalagi selama satu minggu ini dia tidak berhubungan dengan wanita membuat kepala Fic terasa pening luar biasa.


Di dalam kamar Vivian, Fic langsung menaruh wanita itu di atas ranjangnya tetapi Vivian tidak mau melepaskannya.


" Aku mohon temani aku! Aku butuh kamu!" Vivian kembali ******* bibir Fic seakan dunia hanya ada mereka berdua saja.


" Aku mohon Vivian Jangan bermain api! Aku sudah punya istri dan sebentar lagi aku juga akan menjadi seorang ayah!" Fic sekeluar tenaga masih berusaha untuk mengontrol dirinya dan juga menahan yang terus memaksa dan meringsek ke arahnya.


Vivian bahkan sudah melemparkan jas yang tadi dikenakan oleh Fic ke tubuhnya.


Kepala Fic benar-benar pening di buatnya.


" Aku mohon Vivian aja aku kan ini padaku!" namun suara Fic yang berat membuat Vivian merasa bahwa sebenarnya laki-laki itu menginginkannya tetapi masih menahan diri untuk tidak tergoda dengannya.


Secara perlahan Vivian mengarahkan tangan Fic menuju area-area sensitif miliknya.


Sehingga akhirnya Fic mulai terpengaruh dan terjadilah hal yang seharusnya tidak terjadi di antara mereka berdua.


Keesokan harinya Fic terbangun dengan keadaan tubuh yang begitu terasa pegal. Fic ingat bahwa tadi malam dirinya bercinta dengan Vivian sampai shubuh menjelang. Seakan mereka tidak akan pernah melakukan itu sebelum nya. Fic melirik ke arah Vivian yang sampai saat ini masih memeluk tubuhnya dengan erat.


Fic merawat wajahnya dengan kasar saat mengingat semuanya dengan begitu jelas.


Dia ingat tadi malam mereka berdua bercinta dengan sangat seru dan mengulang sampai berkali-kali. Seakan sedang balas dendam karena selama seminggu gak menyentuh wanita. Fic merasa sangat aneh dengan dirinya sendiri padahal selama bertahun-tahun dia berpisah dengan Agnes dia tidak pernah mengalami hal segila ini.

__ADS_1


" Fic!! Kamu bajingan!" rutuk Fic kesal luar biasa.


Saat Fic melihat Vivian yang membuka matanya. Dia pun pura-pura masih tertidur karena dia ingin tahu apa reaksi Vivian ketika terbangun dan melihat mereka bersama di atas ranjangnya. " Ah, kepala ku pening sekali!" ucap Vivian sambil memijat pelipisnya yang terasa begitu sakit.


__ADS_2