
Vivian yang merasa sakit hati dengan peringatan dari Stanley akhirnya berusaha untuk mencari celah agar dia bisa mendekati Agnes.
" Setidaknya aku hanya ingin memberitahukan kepada istrinya Fic bahwa suami tercintanya tak sebaik itu!" Vivian yang tampaknya sudah kehilangan akal sehat karena rasa sakit hati yang terlalu besar. Akhirnya Vivian mulai melewati hari-harinya dengan terus saja mengawasi kegiatan Agnes dan Fic.
Niatnya adalah ingin mendatangi fix sama seperti ketika mereka berada di Jepang.
Akan tetapi penjagaan Stanley terhadap mereka berdua benar-benar sangat ketat bahkan Bodyguard ada hampir 10 orang lebih yang terus mengawasinya dari keramaian maupun kesenyapan.
Para bodyguard yang sudah diberitahukan wajah Vivian oleh Stanley. Seketika langsung waspada dan menghentikan wanita itu untuk mendekati Agnes maupun Fic.
" Sial sekali! Kenapa sangat sulit untuk mendekati mereka berdua? Apa yang harus aku lakukan untuk bisa membuat mereka berpisah? Pokoknya aku tidak terima kalau melihat Fic dan istrinya bahagia!" Vivian terus meratap mereka berdua dengan penuh amarah dan kebencian di hatinya.
Perasaan iri dengki dan juga rasa sakit hati karena telah diberikan peringatan begitu keras oleh Stanley membuat Vivian menjadi wanita yang nekat.
Fic benar-benar menjalani hari yang sangat berat sekali selama beberapa bulan. Hanya untuk menghindari wanita bernama Vivian untuk mendekati istrinya tercinta.
" Fic!! Sebaiknya kau dan istrimu kembalilah ke kampung halaman Agnes dan tinggallah di sana dulu. Aku akan mengatur keberangkatan kalian berdua ke sana. Sambil kalian bisa mempersiapkan kelahiran Agnes. Agar istri kamu bisa melahirkan dengan tenang tanpa gangguan siapapun!" Stanley memberikan saran kepada Fic.
Fic benar-benar frustasi sekali melihat teror yang terus diberikan oleh Vivian ke dalam hidupnya yang dulu setenang lautan dalam.
" Selama kau berada di kampung halaman istrimu aku dan anak buahku akan segera membereskan Vivian agar tidak mengganggu kamu dan istri kamu lagi!" Stanley memberikan janjinya kepada Fic.
Sakinah yang tanpa sengaja melintasi ruang kerja suaminya sepintas lalu mendengarkan percakapan mereka berdua.
' Ada apa sih sebenarnya dengan mereka berdua? Kenapa sekarang sering sekali berbicara secara rahasia seperti itu? Benar- benar sangat aneh dan ganjil!! Ya Tuhan!! apa jangan-jangan suamiku memiliki wanita lain di luar sana dan sedang meminta tolong kepada teks untuk menyembunyikan dia?" monolog Sakinah yang auto parno dan berpikir buruk melihat gelagat suaminya dan juga asistennya yang sangat tak biasa.
Ruang kerja Stanley memang memiliki kedap suara. Sehingga pembicaraan mereka tidak bisa didengarkan dari luar. Kalau tidak berada secara langsung di dalam ruangan tersebut.
__ADS_1
Sakinah hanya melihat mereka melalui jendela ruang kerja suaminya yang akhir-akhir ini terlihat begitu sibuk dan memiliki waktu yang sangat sedikit untuk keluarganya.
" Fuc kau tahu kan? Aku tidak bisa untuk terus mengurus masalahmu yang sepertinya tidak pernah ada habisnya. Kita harus segera memotong rantai bahaya ini sebelum Sakinah berpikir yang macam-macam tentang kesibukanku akhir-akhir ini!" Stanley kemudian menyandarkan punggungnya di kursi kerjanya yang selalu nyaman baginya.
Fic terlihat murung mendengarkan ucapan dari Stanley yang terasa sangat mengiris hatinya yang terdalam.
Fic sangat sadar bahwa apa yang dia lakukan memang salah. Karena sudah merepotkan Bos besarnya dalam urusan pribadinya. Padahal seharusnya dialah yang mengurus masalah kehidupan Stanley, bukan malahan sebaliknya seperti sekarang.
" Baiklah Bos saya setuju agar kami pindah sementara ke kampung halaman istriku. Ya, kebetulan sebentar lagi Agnes juga akan melahirkan. Mungkin kalau bersama dengan ibunya Agnes akan merasa jauh lebih aman!" Fic akhirnya setuju untuk menerima usul dari Stanley.
Fic terlihat menarik nafasnya dalam-dalam. Dia tahu bahwa dia telah begitu banyak merepotkan Stanley sebagai Bos besarnya yang sudah pasti memiliki banyak sekali urusan selain perusahaan dan juga organisasi mereka.
" Sudahlah Fic tidak apa-apa! Jangan terlalu di pikirkan! Selain bosmu aku juga kan adalah saudara dan juga sahabatmu. Sudah layaknya seorang kakak untuk membantu adiknya yang sedang bermasalah!" Fic merasa terharu dengan apa yang dikatakan oleh Stanley.
Fic benar-benar merasa beruntung memiliki Bos sebaik Stanley yang walaupun di mata musuh maupun rivalnya adalah seorang yang sangat keras dan juga kejam. Akan tetapi Stanley adalah pribadi yang hangat dan memiliki hati yang sangat lembut.
Stress dan juga merasakan tekanan batin. Serta merasa takut kehilangan Agnes benar-benar telah menghilangkan fokus seorang Fix di dalam pekerjaannya.
Oleh karena itu Stanley merasa sangat perlu sekali untuk segera menghilangkan penyakit itu dari hidup Fic agar asistennya bisa kembali menjalani kehidupan yang normal tanpa merasa takut lagi.
***
Sakinah yang saat ini berada di dalam kamarnya terlihat terus mondar-mandir dia merasa bahwa ada sesuatu yang aneh di dalam diri suaminya akhir-akhir ini.
Suaminya sekarang terlihat begitu Sibuk mengatur banyak hal dan ponselnya pun terus saja berdering tanpa henti. Sungguh sesuatu yang benar-benar membuat Sakinah menjadi tidak nyaman.
" Apakah aku harus menyelidiki suamiku ataukah bertanya pada Fic? Apa sebenarnya senang terjadi kepada mereka? Apa yang sedang di urus oleh suamiku akhir-akhir ini?" monolog Sakinah benar-benar merasa terganggu dengan semua hal yang dilakukan oleh Stanley di belakangnya.
__ADS_1
Sakinah langsung duduk di pembaringan ketika dia melihat suaminya yang masuk ke dalam kamar mereka dengan tampang yang begitu kusut dan tampak begitu stress.
" Kok belum tidur sayang?" tanya Stanley sambil memijat pelipisnya yang terasa begitu pusing dan pening sekali.
Sakinah bisa merasakan bahwa suaminya saat ini sedang merasa tidak nyaman.
" Apakah kau ingin aku memijitmu?" tanya Sakinah yang merasa tidak tega melihat suaminya yang saat ini sedang merasa kesakitan dan tersiksa dengan kepala yang pening dan tampak limbung tubuhnya.
" Boleh sayang kalau kau tidak keberatan!" Stanley tersenyum setelah Sakinah mulai mendekatinya dan memijat kepalanya dengan begitu lembut.
Hal yang paling disukai oleh Stanley dari istri tercinta nya adalah keahlian Sakinah dalam memijit dirinya yang dalam keadaan lelah dan letih.
" Aku perhatikan beberapa bulan terakhir ini kau dan Fic tampaknya begitu sibuk dan sangat kelelahan. Katakanlah padaku sayang! Apakah kau sedang ada masalah di kantor?" tanya Sakinah yang benar-benar tidak mampu untuk menahan rasa penasaran di hatinya yang sudah meronta-ronta sejak tadi.
Stanley sebenarnya sudah memprediksi pertanyaan Sakinah tetapi tetap saja Ketika istrinya mengungkapkan apa yang ada di kepalanya auto Stanley berasa gemetar.
Stanley paling tidak bisa berbohong kepada Sakinah. Karena istrinya itu pasti akan selalu tahu semuanya hanya dari raut muka dan juga nada suaranya.
Begitulah Sakinah yang sangat mengenali standing luar dalam sehingga dia tidak bisa menyembunyikan apapun dari sang istri tercinta.
Sehingga akhirnya dengan begitu lancar Stanley pun menceritakan semua masalah Fic, Vivian dan Agnes kepada sang istri tanpa ada sensor sedikitpun.
" Dasar memang laki-laki! Kalau sudah disuguhkan ikan pasti seperti kucing yang tidak bisa menolak!" seng Sakinah dengan amarah yang terlihat jelas di matanya.
Stanley seketika merasakan kepalanya tambah pening melihat emosi sang istri yang mulai meluap.
Stanley tahu bahwa hidupnya akan memulai sesuatu yang sangat berat. Setelah dirinya menceritakan semua masalah keluarga Fic kepada sang istri tercinta.
__ADS_1
" I i kan salahku juga sayang. Karena aku yang waktu itu meminta kepada dia untuk mewakili ku di acara kapal pesiar itu. Seandainya waktu itu aku tidak memerintahkan Fic untuk mewakiliku. Mungkin kejadian seperti ini tidak akan pernah terjadi pada Fic!" Stanley berusaha untuk membujuk Sakinah agar tidak terlalu cepat untuk mengambil kesimpulan dalam masalah Fic dan Vivian.