
Fic sangat terkejut mendapatkan berita dari Stanley bahwa saat ini Raymond sudah kembali ke Swiss dan tidak di ketahui kapan lagi dia kembali ke Indonesia.
" ****!! Aku bergerak terlalu lamban!" Fic benar-benar sangat kesal dengan berita itu.
" Tenanglah Fic. Nanti kita akan gunakan kesempatan ketika mengunjungi proyek kita di Swiss untuk mendapatkan sampel DNA milik Amanda. Kamu jangan khawatir. Aku pasti akan membantumu untuk dapat segera mengkonfirmasi tentang identitas anak gadis itu. Sudahlah!! Sekarang fokuslah untuk bekerja. Selama beberapa hari ini pekerjaan kamu banyak yang salah. Sehingga membuat aku kelimpungan. Karena harus memperbaiki semua kerjaanmu!" Stanley meletakan Kembali berkas yang tadi diberikan oleh Fic kepadanya.
Fic bisa melihat kekecewaan di wajah atasannya yang selama ini sudah begitu baik dan selalu memahami perasaannya.
" Maafkan aku bos yang tidak profesional dalam pekerjaanku. Aku akan berusaha semampuku agar bisa bekerja dengan baik seperti dulu." Fic kemudian mengambil kembali berkas yang tadi dia serahkan kepada Stanley dan memeriksa ulang hasil pekerjaannya.
Fic mendesah frustasi merasa kesal dengan dirinya sendiri yang sangat kesulitan untuk kembali fokus dengan pekerjaannya.
Fic sendiri benar-benar tidak mengerti kenapa dirinya akhir-akhir ini sangat sulit sekali untuk mengkondisikan diri sendiri.
"Aaahhh! Sepertinya sudah saatnya aku mengundurkan diri sebagai seorang asisten pribadi. Sekarang performa kerjaku semakin menurun dan malah membuat Tuan Stanley menjadi kerepotan gara-gara aku. Aku lebih baik fokus dengan bisnisku sendiri dan meninggalkan tugasku sebagai asisten." Fic akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan milik Stanley.
Bagaimanapun Fic tidak mau menjadi beban untuk Stanley yang sudah terlalu banyak memberikan kebaikan untuk dirinya selama ini. " Sudah cukup semua kerepotan yang aku berikan kepada Tuan Stanley!" Fic rupanya benar-benar sudah mantap dengan keputusannya.
Fic kemudian membuat aplikasi pengunduran dirinya dan langsung diserahkan kepada bagian personalia agar segera diproses.
" Ah, lega rasanya!! Semoga Tuan Stanley bisa menemukan seorang asisten yang lebih baik dari aku. Aku sudah lelah dan mulai sekarang, aku harus beristirahat dan menangkan pikiranku dulu!" Fic kemudian membaringkan tubuhnya di sofa yang ada di dalam ruangan miliknya. Ruangan yang sebentar lagi tidak akan menjadi miliknya. Setelah aplikasi pengunduran dirinya di acc oleh Kepala personalia, Craig group.
__ADS_1
Pada saat Fic sudah mulai memejamkan matanya. Tiba-tiba saja seseorang menerobos masuk ke dalam ruangannya membuat Fic terkejut bukan kepalang.
Fic merasa lega setelah melihat siapa yang masuk ke dalam ruangannya tanpa permisi dan main nyelonong saja. Pria yang tadi hampir saja membuat jantungnya copot.
" Ya ampun Bos kau hampir saja membunuh aku dengan kelakuanmu!" Fic bahkan sampai mengelus dadanya yang terasa berdebar sangat kencang karena kaget.
Stanley tidak menanggapi apapun yang dikatakan oleh Fic. Tetapi dia langsung melemparkan aplikasi pengunduran diri yang tadi diserahkan oleh Fic kepada bagian personalia.
" Jelaskan apa maksud dari surat ini!" Stanley saat ini sedang menatap tajam ke arah Fic yang langsung lemas seketika.
Fic menarik nafasnya dengan dalam. " Bos aku hanya merasa lelah dan ingin beristirahat. Mungkin aku akan fokus dengan bisnisku sendiri. Selama hampir satu bulan ini pikiranku tidak bisa fokus untuk bekerja. Aku merasa malu karena sudah membuatmu kerepotan karena kinerjaku yang semakin memburuk setiap hari. Sungguh Bos!! aku benar-benar malu denganmu." Fic menundukkan kepalanya karna stress tingkat dewa yang saat ini ada di dalam kepalanya.
Stanley duduk di hadapan teks dan menatap wajah asisten yang sekaligus sebagai sahabatnya di dunia nyata.
" Baiklah bos Kau boleh menginap di rumahku selamanya bila kau mau. Aku akan sangat senang sekali. Bukankah selama ini aku yang selalu menginap di rumahmu?" Fic malah meringis di hadapan Stanley.
Stanley langsung mendekat dan memfitting leher Fic yang benar-benar sudah membuatnya sangat gemas luar biasa.
" Sudah tidak takut lagi denganku rupanya? Huh? Apa sudah merasa dirimu sebagai Bos karena memiliki beberapa usaha di luar sana yang membuatmu menjadi orang kaya?" tanya Stanley yang tidak mau melepaskan leher Fic yang saat ini ada di dalam kekuasaannya.
" Bos lepaskan Leherku! Astaga!! Apa kau membunuhku?? aku sudah tidak bisa bernafas Bos!" Fic berusaha melepaskan diri dari kekuasaan seorang Stanley yang sejak tadi terus saja memfitting lehernya.
__ADS_1
" Makanya cepat kau tarik surat pengunduran dirimu!" ucap Stanley yang malahan semakin kencang memfitting leher Fic.
Saat Agnes masuk ke dalam ruangan suaminya. Betapa terkejutnya dia ketika melihat suaminya yang sudah hampir menggap-megap kehabisan nafas gara-gara lehernya di fitting oleh Stanley.
" Ya ampun!! Tuan Stanley. Apa yang sedang kau lakukan pada suamiku? Lepaskan!" Agnes berusaha untuk melepaskan suaminya dari cengkraman tangan seorang Stanley.
Stanley yang terkejut melihat kedatangan Agnez yang tiba-tiba akhirnya melepaskan cekalan tangannya di leher Fic.
" Ya ampun sayang! Kamu baik-baik saja?" Agnes terlihat begitu khawatir dengan kondisi Fic yang bahkan sampai biru lehernya.
Agnes Auto menggeplak tangan Stanley yang tadi hampir saja membunuh suaminya.
" Jahat ih!! Kenapa Tuan mau membunuh suamiku, huh? Kenapa? Apa Tuan mau membuat aku menjadi janda dan Mark menjadi seorang yatim?" tanya Agnes sambil menatap tajam kepada Stanley yang hanya bisa meringis kepadanya.
Stanley Berusaha menjelaskan kepada Agnes tentang semua yang terjadi di dalam ruangan Fic pada saat dirinya masuk.
" Kau Lihatlah sendiri. Kertas yang ada di atas meja itu dan bacalah hal gila apa yang sudah dilakukannya!" Stanley kemudian duduk di hadapan Fic yang masih menggap-megap setelah difitting lehernya oleh Stanley.
Akan tetapi Fic tidak merasa bahwa dirinya sedang dianiaya oleh Bos besarnya. Fic malah merasa senang sekali atas bantuan Bos besarnya. Karena bosnya melakukan itu membuat otaknya kembali jernih.
" Apa yang sudah kau lakukan, sayang?? Kenapa kau ingin mengundurkan diri dari posisimu sebagai asisten Tuan Stanley? Bukankah pekerjaan ini sejak dulu menjadi impianmu? Bahkan dulu kita bersaing begitu sengit untuk mendapatkannya." Agnes bertanya kepada suaminya yang sampai saat ini masih memegang lehernya yang terasa sakit gara-gara perbuatan Stanley.
__ADS_1
" Kalau kau mengundurkan diri. Maka aku yang akan mengisi posisimu. Kau tahu kan? Kalau sejak dulu aku sangat menginginkan untuk menjadi asisten dari CEO Craig group? Tetapi sejak dulu kau yang selalu menang dalam persaingan perebutan jabatan ini," Agnes tersenyum kecut kepada suaminya yang masih belum mengatakan apapun kepada dirinya.