Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
27. Bulan madu?


__ADS_3

Setelah selesai Stanley kemudian langsung menggendong tubuh Sakinah ke dalam kamar mereka yang telah di siapkan layaknya kamar untuk honey moon.


Sakinah tampak terkesiap melihat kelopak bunga mawar yang bertebaran di atas ranjang dan juga di sekitar lantai. Benar-benar sangat indah dan membuat kamar begitu harum dengan bunga mawar.


" Apakah kau suka?" tanya Stanley dengan wajah berbinar penuh cinta terhadap sang istri yang sangat lama dia impikan.


Sakinah hanya bisa menganggukkan kepala merasa benar-benar sangat terharu karena selalu dimanjakan oleh Stanley dengan suasana romantis dan juga sikapnya yang manis sebagai seorang suami.


" Terima kasih karena kau selalu membuatku merasa bahagia dengan semua cinta yang selalu kau tunjukkan padaku!" ucap Sakinah dengan berderai air mata penuh rasa haru.


Stanley tahu bahwa selama ini Sakinah tidak pernah diperlakukan dengan baik oleh suaminya yang tidak pernah menghargai dia sebagai seorang istri.


Bahkan Renaldi sampai tega menjual Sakinah untuk membayar hutang judinya terhadap Stanley. Untung saja pada saat itu Sakinah berhasil kabur dan tidak dijadikan sebagai jaminan hutang oleh suami sampahnya itu.


" Aku pasti akan selalu membuatmu bahagia!" ucap Stanley sambil mengucapkan insang istri yang saat ini sedang terisak dalam pelukannya.


Ya sejak Sakinah menikah dengan Stanley, hatinya selalu merasa mellow atas semua perlakuan Stanley yang selalu menunjukkan banyak cinta untuknya yang tidak pernah dia dapatkan dari Renaldi.


" Terima kasih karena kau sudah menjadi suami yang baik untukku dan menunjukkan banyak cinta yang selama ini tidak pernah kudapatkan dari suamiku yang pertama!" ucap Sakinah terharu.


Suaranya bahkan tergetar karena begitu merasakan keharuan yang luar biasa. Merasa cintai oleh orang yang kita cinta itu sesuatu yang sangat luar biasa dan Sakinah saat ini sedang merasakannya.


Akan tetapi tiba-tiba saja Sakinah merasa mual perutnya. Seperti bergolak ketika dia mencium aroma tubuh sang suami yang begitu menusuk hidungnya.


Stanley mengikuti Sakinah yang saat ini sedang ada di wastafel yang ada di kamar mandinya. Dia merasa kasihan dan tidak tega melihat Sakinah yang sejak tadi terus bolak balik ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya yang belum ada isinya.


Karena sejak tadi siang Sakinah belum makan apa-apa. Dia tertidur di sofa di kantor Stanley. Hal itu benar-benar sesuatu yang sangat jarang dilakukan oleh Sakinah.


" Kamu tidak apa-apa? Apa kita perlu ke rumah sakit?" tanya Stanley ketika melihat muka Sakinah yang terlihat begitu pucat setelah bolak-balik ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.

__ADS_1


" Bisakah kau jangan dekat denganku? Gak tahu kenapa aku rasanya sangat mual ketika mencium aroma tubuhmu!" ucap Sakinah sambil menatap sayur ke arah Stanley yang terkejut mendengarkan ucapannya.


Wwalnya Stanley merasa sedih. Tetapi dia pun tidak tega kalau harus melihat Sakinah yang harus menderita seperti itu.


" Baiklah sekarang kau berbaringlah dulu di ranjang. Aku akan mengambilkan makanan untukmu dulu. Tunggulah sayang!" pinta Stanley sambil pergi keluar kamar untuk mengambil makanan yang tadi sudah disiapkan di meja makan.


Sakinah bahkan masih menggunakan handuknya dan belum menggunakan pakaian ganti yang tadi dibawa oleh sekretaris Stanley yang mengambil pakaian itu dari butik langganan Stanley, pada saat dulu dia masih berstatus sebagai seorang Casanova The Most Wanted para wanita terkenal di negeri ini. Stanley terkenal sebagai pribadi yang royal sehingga banyak wanita yang senang ketika mendapatkan panggilan darinya.


Setelah Stanley membawa makanan dan menaruhnya di atas nakas. Stanley pun kemudian membantu Sakinah untuk menggunakan pakaian ganti yang telah dia bawa dari ruang tamu.


" Sayang, kau ingin aku menyuapimu atau bagaimana? Tampaknya kau begitu lemas setelah muntah bolak-balik sejak tadi!" ucap Stanley merasa benar-benar prihatin melihat Sakinah yang terlihat begitu menderita.


Akan tetapi Sakinah menggelengkan kepalanya dan mengambil piring yang berada di tangan suaminya.


" Kau Pergilah dulu ke ruangan lain. Sungguh! Aku mencium aroma tubuhmu malah membuatku sangat mual dan aku jadinya tidak bisa makan apapun!" ucap Sakinah sambil mendorong tubuh Stanley untuk menjauh darinya.


Stanley akhirnya menuruti keinginan Sakinah dan dia membiarkan istrinya untuk makan sendiri. Sementara dia pun kemudian menikmati makan malamnya di meja makan dalam keheningan malam dan sendirian.


Sakinah saat ini sedang berjuang mati-matian untuk bisa menghabiskan makanan yang tadi dibawa oleh suaminya ke dalam kamarnya.


" Apa yang sekarang dilakukan oleh Sakinah? Kenapa sejak tadi tidak ada suara apapun di dalam sana?" tanya Stanley merasa sangat khawatir dengan keadaan istrinya di dalam kamar sendirian saja.


Setelah menyelesaikan makan malamnya. Stanley kemudian langsung mencuci piring yang telah dia gunakan. Kemudian dia pun memberanikan diri untuk masuk ke dalam kamar. Hanya sekedar untuk memeriksa apa yang saat ini sedang dilakukan oleh Sakinah.


Stanley tercengang saat melihat istrinya yang sekarang sudah kembali tertidur dan tampak begitu damai.


Makanan yang tadi dia bawa hanya disantap setengahnya saja dan yang setengah masih tersisa di atas piring yang diletakkan oleh Sakinah di atas nakas di sebelah ranjangnya.


Awalnya Stanley ingin membaringkan tubuhnya di sebelah sang istri. Tetapi dia kembali mengingat bahwa Sakinah merasa sangat menderita ketika dirinya ada di samping Sakinah.

__ADS_1


Stanley juga tidak mengerti kenapa istrinya tiba-tiba begitu aneh dan sangat membuatnya frustasi. Akan tetapi Stanley pun tidak mau membiarkan kalau sampai Sakinah nanti harus terbangun lagi dan memuntahkan kembali makanan yang sudah susah payah disantap oleh sang istri.


Stanley akhirnya mengalah dan dia lalu mengambil bantal dan juga selimut dan kemudian memilih untuk tidur di sofa yang letaknya lumayan jauh dari ranjang yang saat ini sedang ditempati oleh Sakinah.


Karena tubuhnya juga sudah sangat lelah setelah bekerja seharian. Stanley kemudian tidur dengan lelap tampa membutuhkan waktu yang lama. Tanpa mempermasalahkan Sakinah yang tidak bisa berdekatan dengannya untuk saat ini.


Pada tengah malam, Sakinah terbangun dan melihat suaminya yang tidur di sofa. Sakinah merasa bersalah kepada sang suami. Tetapi dia pun tidak berdaya untuk mengendalikan dirinya sendiri. Yang tidak tahu, kenapa sekarang dirinya sangat merasa terganggu dengan aroma tubuh sang suami yang terus mengaduk perutnya hingga harus muntah dan bolak balik ke kamar mandi.


Sakinah bangkit dan kemudian dia membetulkan letak selimut Stanley yang tadi terjatuh karena tertendang oleh kakinya.


Terlihat Sakinah yang mencium kening Stanley dengan penuh cinta kasih.


Akhirnya kesabaran Sakinah menjadi istri Stanley telah sekarang berbuah manis.


" Terima kasih karena sekarang kau telah menjadi seorang suami yang selalu membuat bahagia dan merasa dicintai olehmu!" ucap Sakinah dengan mata berkaca-kaca.


Perjalanan cinta dirinya dengan Stanley memang termasuk tidaklah mudah. Sakinah harus menerima kenyataan bahwa ternyata janji sang suami tidak 100% ditepati olehnya ketika dulu Sakinah dilamar oleh Stanley.


Lambat laun Sakinah pun berusaha untuk mengerti bahwa tidak semua hal berada di bawah kendali sang suami. Walaupun Stanley adalah pimpinan dari organisasi yang saat ini dia pegang.


Di dalam sebuah organisasi pasti ada tetua yang juga memiliki hak suara yang sama dengan seorang ketua yang menjadi pimpinan organisasi.


Apabila ketua tidak bisa menaklukkan pikiran para tertua organisasi, maka akan sangat sulit untuk mengambil keputusan yang tidak disetujui oleh para tetua tersebut.


Akhirnya Sakinah memilih untuk bersabar. Seperti apa yang dikatakan oleh Stanley bahwa dia secara perlahan akan memenuhi janjinya kepada sang istri.


Selama ini pun Stanley selalu berusaha untuk menyingkirkan orang-orang yang dia anggap berbahaya untuk organisasinya. Karena memiliki ambisi pribadi yang tidak bisa dikendalikan oleh dirinya.


Selama beberapa minggu ini Stanley telah mengirimkan orang kepercayaannya untuk selalu mengawasi semua kegiatan Robert yang mulai menampakan gelagat ingin menguasai organisasi atas tangannya sendiri.

__ADS_1


Stanley sangat tahu tentang ambisi seorang Robert yang tidak merasa puas hanya berstatus sebagai asisten pribadi nya.


__ADS_2