Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
28. Berita bahagia


__ADS_3

Keesokan paginya Stanley memanggil seorang dokter kenalannya untuk datang ke penthouse yang saat ini sedang mereka tempati untuk menikmati suasana bulan madu kedua setelah mereka berhasil melewati masa tersulit dalam kehidupan rumah tangga mereka.


Sakinah tampak begitu excited ketika dia bangun pagi dan melihat suaminya yang sudah segar-bugar untuk menyambut kedatangan dokter yang telah dia panggil.


" Mandilah dulu sayang. Lalu kau gunakan pakaian yang pantas. Karena aku tidak mau orang lain melihatmu menggunakan pakaian seperti ini. Hanya aku yang boleh melihatmu seperti ini sayang. Paham?" tanya Stanley sambil mencium kening Sakinah yang merona seketika mendapatkan perlakuan begitu manis di pagi hari dari sang suami tercintanya yang sejak kemarin selalu menghujaninya dengan penuh cinta dan kasih sayang.


" Iya aku tahu aku juga tidak mungkin memperlihatkan bentuk tubuhku seperti ini kepada laki-laki yang bukan mahramku! Tapi sayang. Bisakah kau membantuku untuk menggendong ke kamar mandi? Aih, tubuhku benar-benar remuk redam rasanya!" ucap Sakinah sambil merentangkan kedua tangannya dan bersiap untuk digendong melesetan nih yang tentu saja dengan senang hati mengabulkannya.


Stanley sangat bahagia karena akhirnya Sakinah sekarang bisa memperlihatkan kemajuannya terhadap dirinya dan dia sangat bahagia sekali melihat kemajuan sang istri yang sudah bisa berpikir positif tentang rumah tangga mereka.


Stanley kemudian menggendong Sakinah ke dalam kamar mandi dan tidak lupa, Stanley juga mempersiapkan semua kebutuhan istrinya setelah selesai mandi.


Bahkan sarapan pun sudah disiapkan semuanya oleh Stanley dengan layanan hotel kualitas premium.


" Sayang cepatlah dokter sebentar lagi sudah sampai kemari Aku tidak mau kalau sampai dia melihatmu tidak menggunakan pakaian! Karena itu hanya hak istimewa milikku dan tidak boleh dimiliki oleh orang lain!" ucap Stanley di balik pintu kamar mandi.


Sakinah hanya bisa tertawa pelan di dalam kamar mandi melihat kelakuan suaminya yang begitu posesif dan juga absurd.


" Iya sayang. Ini juga aku sudah mau keluar kok. Sayang cepat sini! Tolong kau bantu aku!" ucap Sakinah berteriak dari dalam kamar mandi.


Stanley pun kemudian masuk ke dalam kamar mandi dan membantu Sakinah untuk keluar. Dengan sangat telaten Stanley melayani sang istri. Bahkan dia pun membantu Sakinah untuk mengeringkan rambut Sakinah dengaj menggunakan hair dryer. Sakinah benar-benar merasa layaknya seorang Ratu yang begitu dicintai oleh suaminya.


Setelah selesai. Stanley pun kemudian membawakan sarapan untuk istrinya dan dengan telaten dia menyuapi Sakinah. Untung saja pagi ini perut sakit nah tidak bergolak lagi seperti tadi malam sehingga dia bisa makan dengan lahap.


Setelah selesai sarapan berdua. Stanley lalu membuka pintu penthouse-nya karena dokter sudah datang.

__ADS_1


" Selamat pagi Stanley. Bagaimana? Apakah istrimu masih tampak sakit seperti yang kau katakan tadi malam?" tanya Arman kepada Stanley yang mempersilahkannya untuk masuk ke dalam kamar di mana Sakinah saat ini masih berbaring di sana.


Tubuh Sakinah saat ini masih lemas dan dia belum sanggup untuk melakukan perjalanan ataupun melakukan sesuatu yang butuh untuk menggunakan tenaga.


" Katakan padaku gejala apa saja yang kau rasakan saat kau minta tadi malam?" tanya Dokter Arman sambil melihat ke arah Sakinah yang terlihat mengingat-ingat sesuatu.


Sakinah kemudian menjelaskan semua hal yang dialami tadi malam. Betapa Dia merasakan perutnya begitu mual dan bergolak setiap kali di mencium aroma tubuh suaminya. Dan dia bahkan tidak bisa berdekatan dengan Stanley sama sekali.


" Kau sudah buang air kecil pagi ini atau belum?" tanya dr. Arman sambil terus memeriksa Sakinah yang terlihat menggelengkan kepalanya.


" Binggo! Stanley bisa kau tolong ambilkan gelas untuk menampung air seni istrimu? Aku curiga kalau saat ini istrimu sedang hamil!" ucap dr Arman sambil menatap Stanley.


Demi apapun! Stanley sampai terbelalak kaget ketika Stanley mendengarkan penuturan dari sahabatnya itu. Seakan tidak percaya sama sekali.


" Hei! Cepat ambilkan gelas untuk ku. Aku butuh gelas sekarang. Aku tidak butuh kamu yang sedang bengong seperti itu!" ucap dokter Arman sambil menggelengkan kepalanya merasa lucu dengan ekspresi Stanley yang seperti orang bodoh.


Stanley dan dokter Arman bisa dikatakan adalah sahabat dekat mereka dulu pernah satu kampus dan kemana-mana selalu bersama Baru kali ini dia melihat ekspresi bodoh seperti itu di wajah sahabatnya dan itu benar-benar sangat menyenangkan baginya.


" Bisakah kau membantu istrimu untuk mengambil air seninya? Supaya aku bisa memeriksa. Apakah benar istrimu sedang hamil atau tidak!" ucap dr. Arman sambil tersenyum kepada Stanley.


Stanley yang saat ini sedang penasaran sekali, dengan senang hati dia menggendong Sakinah menuju kamar mandi dan juga membantunya untuk mendapatkan apa yang diinginkan oleh sahabatnya.


Sakinah sampai malu sekali karena harus melakukan itu di hadapan suaminya.


Tetapi Stanley malah tersenyum layaknya orang bodoh yang membuat Sakinah ingin sekali mengkeplak wajah suami mesumnya itu yang sempat-sempat nya berbuat aneh-aneh padanya, padahal di luar sana dokter sedang menunggu mereka.

__ADS_1


" Ih kamu apaan sih? Malu tahu, di luar dokter sedang menunggu kita!" protes Sakinah ketika Stanley sudah mulai jahil terhadap dirinya sehingga membuat Stanley pun akhirnya mundur teratur.


Stanley tersenyum melihat istrinya yang terlihat begitu menggemaskan baginya. Entah kenapa Stanley merasa istrinya begitu cantik hari ini, berkali-kali lipat dari biasanya.


Kecantikan Sakinah hari ini telah membuat Stanley ingin menyerang istrinya saat ini juga. Kalau tidak ingat di luar ada dokter Arman, pasti Stanley sudah membuat perhitungan dengan Sakinah karena sejak tadi terus saja menertawakan dirinya yang begitu excited tentang kabar bahwa dirinya akan menjadi seorang ayah dari wanita yang amat dia cintai seumur hidupnya.


Stanley kemudian membantu istrinya untuk kembali ke ranjang agar bisa berbaring lagi.


Tubuh Sakinah memang seakan begitu lemas bahkan bisa dikatakan tidak bertenaga. Sakinah merasa beruntung karena pagi ini, perutnya tidak bergolak. Walaupun sejak tadi Stanley terus berdekatan dengannya.


Sakinah tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya. Ketika perutnya kumat lagi seperti tadi malam. Padahal dia saat ini benar-benar membutuhkan bantuan Stanley untuk melakukan semua aktivitas.


" Ini yang kau inginkan!" ucap Stanley sambil menyerahkan kelas yang berisi air seni Sakinah yang tadi diminta oleh Arman.


Wajah Stanley bahkan sampai merona karena menahan rasa malu sungguh seumur hidupnya Ini baru pertama kali dia lakukan dan ini benar-benar sangat gila untuknya.


Sakinah sejak tadi hanya bisa menundukkan kepalanya karena dia benar-benar tidak sanggup untuk melihat wajah suaminya yang sejak tadi terus menatapnya dengan tatapan sejuta misterius yang tidak bisa dia baca.


Wajah bodoh Stanley saat ini benar-benar membuat dia ingin tergelak. Tetapi dia tidak mau kalau sampai membuat Stanley merasa malu dan marah. Apalagi saat ini di kamar mereka ada sahabatnya Stanley.


" Selamat ya Bro! Istrimu memang benar hamil sekarang. Segera bawa dia ke rumah sakit untuk mendapatkan laporan yang jauh lebih spesifik dan akurat!" ucap dokter Arman sambil menyalami Stanley dan mengucapkan selamat kepada sahabatnya yang akhirnya berhasil menjadi seorang ayah.


Stanley seperti tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Arman dia rasanya seperti mimpi dengan kabar bahagia itu.


Stanley langsung meloncat ke atas panjang dan memeluk sakinah dan menciumnya dengan begitu antusias membuat dokter Arman menjadi Malu sendiri dan akhirnya dia keluar dari kamar daripada mendiami obat nyamuk dari pasangan yang sedang berbahagia itu.

__ADS_1


" Aku pulang dulu. Oh ya, selamat sekali lagi untuk kalian dan ingat jagalah istrimu baik-baik. Jangan sampai dia merasa tertekan batinnya maupun tenaganya. Karena ini adalah kehamilan pertamanya jadi harus dijaga baik-baik!" pesan dokter Arman sebelum dia meninggalkan penthouse.


__ADS_2