Kesabaran Seorang Sakinah

Kesabaran Seorang Sakinah
38. Sabarlah


__ADS_3

Fic yang biasanya akan langsung segera menghentikan Starla ketika dia mulai mengkonsumsi alkohol. Sekarang dia hanya menatap Gadis itu yang sedang menangis tersedu-sedu karena cintanya yang di tolak oleh Stanley yang lebih mencintai Sakinah daripada dia.


" Memangnya apa yang tidak kumiliki Fic? Sehingga Stanley tidak pernah mau melirik kepadaku? Padahal aku adalah seorang artis yang saat terkenal di negeri ini. Banyak pengusaha yang sampai rela mengeluarkan uang ratusan juta hanya untuk sekedar makan malam bersamaku. Tapi kenapa Stanley seakan tidak pernah menganggapku ada di atas dunia ini kenapa Fic. Kenapa?" tanya starla sambil menatap mata Fic yang saat ini sedang melihat ke arahnya.


" Sudahlah Starla! Tidurlah! Bukankah besok kau ada pemotretan di Amerika? Kalau sampai wajahmu nanti jadi jelek kau tidak akan laku lagi sebagai seorang model ataupun seorang artis. Maka itu adalah bencana paling besar di dalam hidupmu!" ucap Fic tanpa menatap kepada Starla sedikitpun. Karena dia tidak mau hatinya terguncang melihat penderitaan gadis yang selama ini mengisi ruang hatinya. Tetapi dia tidak berani untuk mengungkapkan perasaan cintanya kepada Starla.


Karena Fic tahu bahwa cinta starla hanyalah milik Stanley dan itu tidak akan pernah bisa berubah.


" Untuk apa aku menjadi seorang artis terkenal Fic? Kalau laki-laki yang kucintai sama sekali tidak pernah melirikku ataupun menganggap aku hidup di dunia ini? Huh? Untuk apa?" tanya Starla yang mulai lepas kontrol dan mulai terisak kembali menangis di dalam pelukan Fic yang benar-benar merasa sedih melihat starla yang tampaknya tidak bisa menguasai hatinya yang sedang patah karena cinta yang ditolak.


" Bersinarlah untukku Starla! Kalau kau tidak keberatan dengan itu! Bersinarlah seperti bintang yang ada di atas langit. Setidaknya ada aku yang akan mengagumi cahayamu. Ada aku yang akan mencintai keindahanmu dalam diamku!" ucap Fic lirih ketika dia melihat salah yang sudah mulai tertidur di sampingnya.


Setelah melihat starla yang sudah terlelap Fic kemudian keluar dari apartemen gadis itu.


Bagaimanapun dia tidak mau berlama-lama berada di dalam apartemen Starla karena itu akan berbahaya untuk mereka berdua.


Starla adalah aset yang sangat berharga di dalam perusahaan Craig yang dikepalai oleh Stanley dan Fic tidak berani untuk bermain-main dengan hal itu.


Setelah memindahkan Starla ke atas ranjangnya. Fic pun kemudian keluar dari kamar gadis itu dan kemudian meninggalkan apartemennya.


Fic menuju ke klub malam yang menjadi tugasnya untuk diawasi pada malam ini. Otaknya terus berpikir dan berputar untuk mencari cara agar bisa menolong Starla dari situasi buruk yang saat ini sedang menghancurkan garis itu secara perlahan.


" Apa yang sebenernya diinginkan oleh starla Apakah dia benar-benar menginginkan menjadi istrinya Tuan Stanley? Akan tetapi tuhan Stanley sangat mencintai Nyonya Sakinah dan itu benar-benar sesuatu yang sangat mustahil untuk memisahkan mereka berdua. Apalagi saat ini nyonya Sakinah sedang hamil. Pasti Tuan Stanley semakin mencintai istrinya. Memisahkan Mereka berdua adalah pekerjaan yang sangat mustahil dan itu adalah sebuah dosa besar!" Fic terus bermonolog dengan dirinya sendiri.

__ADS_1


Fic benar-benar tidak sanggup kalau harus melihat air mata di wajah Starla yang sudah lama berada di dalam hatinya.


Akan tetapi Fic adalah seorang pribadi yang sangat tertutup dan dia tidak pernah memperlihatkan perasaannya kepada siapapun. Wajahnya selalu datar dan nyaris tanpa ekspresi. Oleh karena itu tidak ada satu orang pun yang bisa mengetahui kedalaman hati seorang Fic.


Saat ini ada seorang gadis malam yang mendekati Fic dan berusaha untuk menggoda pemuda tampan itu. Akan tetapi Fic langsung mengusirnya tanpa berpikir dua kali.


" Pergilah dari hadapanku kalau kau masih sayang dengan nyawamu!" ancam Fic sambil memperlihatkan pistol yang ada di balik jasnya di hadapan perempuan itu yang auto kabur dan ketakutan.


" Dasar pria gila!" umpat gadis malam itu.


Fic sangat tahu tipe-tipe Gadis seperti dia. Gadis yang hanya sedang mengincar pria-pria kaya untuk memenuhi standar hidup mereka yang tidak sesuai dengan kemampuan kehidupan mereka. Tetapi Fic bukanlah tipe laki-laki yang mudah tergoda dengan pesona seorang perempuan.


Bisa dikatakan Fic adalah orang nomor 2 di dalam organisasi yang dipimpin oleh Stanley dan dia pun memiliki harta yang tidak kalah melimpah daripada Stanley.


" Ah sebaiknya Aku pulang saja ke Mansion. Siapa tahu Tuan Stanley membutuhkan bantuanku!" Fic pun kemudian bangkit dari kursi yang sejak tadi menemaninya dengan Setia dalam kebisuan dan juga kediaman.


Anak buah Stanley yang lain tidak ada yang berani mendekati Fic mengingat karakter dan juga sifatnya yang sama-sama keras seperti Stanley.


Apalagi mengingat status spek sebagai orang nomor 2 di dalam organisasi dan juga perusahaan sungguh tidak ada satu orang pun yang berani mati untuk menyinggung perasaan seorang Fic.


Di dalam organisasi mereka. Tidak ada yang meragukan kemampuan Fic di dalam menginterogasi maupun menyelesaikan sebuah kasus. Dia selalu yang terdepan dan memiliki kecerdasan yang luar biasa. Hal itulah yang menjadi sebab kenapa Stanley begitu mempercayai pemuda tampan itu.


Banyak kasus pengkhianatan yang selalu dibongkar oleh Fic sehingga menyelamatkan organisasi dari kerugian.

__ADS_1


Bahkan kasus percobaan pembunuhan beberapa saat yang lalu yang terjadi kepada Stanley pun adalah jasa seorang Fic yang telah berhasil menemukan dalang dari rencana pembunuhan tersebut. Sekarang orang itu sudah mendekam di dalam ruangan penjara organisasi yang ada di ruangan bawah tanah di markas besar mereka.


Orang tersebut masih menunggu Stanley untuk mengintrogasi secara langsung. Karena saat ini kondisi Stanley memang masih belum terlalu stabil untuk melakukan tugas-tugas organisasi yang terlalu berat untuk dirinya yang masih dalam proses pemulihan kesehatannya.


Begitu sampai di mansion Fic langsung mencari Stanley yang pasti saat ini masih bersama dengan Sakinah di dalam ruangan keluarga.


Fic sangat mengenal Stanley dan juga jadwal hariannya. Jadi dia bisa langsung menemukan keberadaan Bos besarnya tanpa susah payah.


Jadi kalau sampai Fic melakukan sebuah pengkhianatan kepada Stanley. Maka hanya dalam hitungan detik saja Stanley pasti sudah mati terkapar di bawah kuasanya.


Mengingat Stanley yang 100% mempercayai hidupnya kepada Fic sehingga dia tidak memiliki kewaspadaan apapun terhadap pemuda tampan itu yang sudah mengabdikan hidupnya lebih dari 20 tahun untuk melindungi Stanley.


" Kau baru pulang Fic? Kenapa wajahmu ditekuk seperti itu huh? Apakah ada seorang perempuan yang berani mati mengganggumu huh?" tanya Stanley ketika melihat Fic yang masuk ke dalam rumah dengan wajah yang tidak bahagia.


" Gara-gara tuan yang mengganti donor darah Tuan. Sudah membuat Starla menjadi sedih. Semalaman dia hanya mabuk dan terus mencaci maki mu dan tanpa dia sadari, dia malah melampiaskan semua emosi dan kemarahannya padaku. Bagaimana aku bisa bahagia Tuan?" tanya Fic sambil mendaratkan pantatnya di atas sofa dan terus memperhatikan interaksi antara Stanley dan sakinah yang sekarang sudah semakin membaik.


Fic merasa bahagia karena sekarang ada seorang wanita yang sudah berhasil menaklukkan Stanley dan membuat Bos besarnya berhenti berpetualang di dunia malam seperti dulu.


Stanley selalu membuat Fic pusing tujuh keliling. Ketika dia memiliki hobi berpetualang dengan gadis-gadis cantik. Khususnya para model dan artis di negeri ini. Sehingga dia harus selalu kesulitan untuk menyelesaikan semua masalah yang bisa sebabkan oleh Stanley yang tidak pernah ada habisnya setiap hari.


Oleh karena itu Fic sangat bahagia dengan kehidupan percintaan Stanley dan Sakinah yang sekarang semakin bagus perkembangan dan kemajuannya. Bahkan mereka akan memiliki anak sebentar lagi. Dia sangat bahagia dengan hal itu dan selalu mendoakan kebahagiaan Bos besarnya tanpa terkecuali.


" Tidak apa-apa kalau dia marah-marah padamu. Kenapa kau tidak rayu dia saja dan jadikanlah dia sebagai istrimu huh? Aku akan melamarkan dia untukmu Fic!" ucap Stanley dengan senyum tampan terpancar di wajahnya yang menara.

__ADS_1


__ADS_2