
Stanley menuju pulau pribadi miliknya dengan menggunakan jalur darat dengan membawa pasukan elit dan pengawal bayangan miliknya. Sebagian ada juga yang naik menggunakan helikopter untuk meminta situasi di sana yang dicurigai sedang ada dalam bahaya.
Stanley sudah merasa tidak enak hatinya. Karena sejak dua jam yang lalu dia menghubungi Sakinah maupun Fic tidak ada jawaban sama sekali dari mereka.
Stanley juga mencoba menghubungi anak buahnya yang dia tugaskan untuk menjaga Pulau juga tidak ada jawaban sama sekali.
" Aku yakin kalau ada sesuatu yang buruk terjadi di Pulau. Kita harus mengerahkan pengawal terbaik untuk mengarah ke sana!" ucap Stanley berkata kepada anak buahnya.
" Benar Tuan! Aku juga mengira begitu! Tidak biasanya Diego sangat sulit di hubungi sejak tadi. Perasaan saya juga tidak enak Tuan!" ucap Mark mulai was was.
Stanley merasa benar-benar bodoh karena mengerahkan 90% kekuatannya di mansion miliknya untuk menghadapi Markus dan anak buahnya.
Stanley lupa bahwa Sakinah adalah bagian terpenting dalam hidupnya. Dia pikir pulau pribadinya adalah tempat paling aman bagi istri tercinta nya bersembunyi. Karena tidak ada yang mengetahui siapapun kecuali orang-orang yang sudah menetap di sana.
Dengan jantung yang berdebar-debar Stanley menuju ke pulau untuk menyusul sang istri tercinta.
Sementara itu Sakinah dan Fic dan beberapa pengawal lainnya yang ditempatkan oleh Stanley di Pulau itu, kini sudah di jadikan sandra oleh Robert dan Starla.
Starla yang merasakan dendam kesumat karena posisinya sebagai pendonor darah digantikan dengan orang lain oleh Stanley dengan sewenang-wenang. Dia bekerja sama dengan Robert untuk menyingkirkan Sakinah hanya untuk membalaskan sakit hatinya kepada Stanley.
" Kita lihat apakah Stanley rela melepaskan seluruh perusahaannya dan organisasi milik dia, hanya untuk menyelamatkanmu!" ucap starla dengan senyum licik yang tergambar di wajahnya yang cantik.
Cinta bertepuk sebelah tangan yang telah merubah dia menjadi wanita yang berhati dingin dan tidak berperasaan.
Sementara Robert yang merasa bahwa Stanley telah menghancurkan seluruh impiannya di organisasi. Dia telah lama sekali menyimpan dendam kesumat yang luar biasa kepada mantan bosnya.
" Percayalah Stanley pasti rela memberikan apapun untuk dia apalagi ada anaknya di dalam perut istrinya. Kalau sampai dia tidak mau, maka aku akan memberikan kamu untuk di perkosa oleh semua anak buahku yang ada di pulau ini. Hahaha!" ucap Roberts sambil tertawa terbahak-bahak.
Sakinah hanya menatap kedua orang yang saat ini hatinya sedang sakit karena cinta yang tak berbalas dari suaminya.
" Kalian lakukan saja apa yang kalian inginkan padaku. Aku tidak takut sama sekali! Ketika suamiku datang, maka hidup kalian akan tamat!" ucap sakinah dengan tersenyum sinis kepada Robert dan Starla.
Robert hendak memukul Sakinah, Sakinah langsung mengatakan sesuatu yang membuat nyali Robert menciut.
__ADS_1
" Kau tahu? Hari ini suamiku sedang menghukum orang yang kemarin menyentuh tubuhku. Bahkan tangannya sampai patah karena di pukuli habis-habisan!" Robert seketika menciut nyalinya dan mundur.
Plak
Starla yang merasa cemburu mendengarkan penuturan dari Sakinah. Dia langsung menampar Sakinah sekuat tenaga.
Fic yang saat ini tangan dan kakinya sudah diikat oleh Robert. Sontak langsung menjatuhkan dirinya dan bersiap untuk menghajar Starla yang sudah lancang menampar istri bos tercintanya.
" Dasar kau perempuan tidak tahu diri Starla!!! Selama ini aku selalu menjagamu baik-baik, begini balasanmu huh?" ucap Fic yang emosi luar biasa melihat Sakinah ditampar oleh Starla.
Fic benar-benar menyesal pernah mencintai wanita itu yang ternyata berarti iblis dan sangat jahat.
" Kau menjagaku bukan karena kau inginkan tapi karena membutuhkan darah yang ada di dalam tubuhku untuk Stanley bukan?" tanya Starla yang sekarang menginjak tubuh Fic dengan kakinya.
Fic benar-benar sangat menyesal bahwa dia pernah berpikir bahwa Starla adalah wanita yang baik. Fic bersumpah bahwa dia akan memberikan pelajaran kepada Starla saat dia punya waktu untuk melakukan itu.
" Kau hanyalah anjing untuk Stanley, tapi kau begitu bangga huh? Ketika dia sudah tidak membutuhkanmu, maka kau akan ditendang olehnya tanpa perasaan!" ucap Starla memanas-manasi Fic yang sedang kesakitan setelah tadi disiksa habis-habisan oleh Robert.
Robert maupun starla tidak ada yang berani menyentuh Sakinah karena mereka tahu kalau Sakinah saat ini sedang hamil.
Mereka sangat kenal siapa itu Stanley yang memiliki banyak pengawal bayangan dan juga pasukan inti yang sangat hebat.
Sementara itu pasukan inti yang sudah sampai duluan dengan menggunakan helikopter. Mereka baru saja mendarat di pulau pribadi milik Stanley.
" Waspadalah semuanya! Tampaknya ada yang mencurigakan di Pulau ini. Cepat! Segera laporkan kondisi kita kepada Tuan Stanley. Minta untuk dikirimkan bantuan yang lebih banyak ke pulau ini!" ucap kepala pasukan inti kepada pilot yang membawa mereka dengan menggunakan helikopter.
Setelah semua pasukan yang di bawa turun dari helikopter. Helikopter itu pun kemudian kembali terbang untuk mengambil pasukan yang lain yang sudah menunggu di mansion miliknya Stanley.
Dengan langkah hati-hati dan sangat waspada. Pasukan inti yang berjumlah sekitar 20 orang. Kemudian mengendap-ngendap untuk melihat situasi terbaru yang ada di pulau yang terlihat begitu sunyi di bagian luar.
Salah satu di antara mereka ada yang melihat ke dalam mansion di pulau itu dengan menggunakan teropong.
" Tuan tampaknya Tuan Fic dan Nyonya Sakinah serta seluruh anak buah yang berada di Pulau ini, telah disandera oleh Robert dan Nona Starla!" ucap salah seorang anggota pasukan inti.
__ADS_1
" Toni tetap awasi keadaan di dalam sana. Kita akan atur strategi jitu untuk bisa membebaskan semua yang ada di dalam sana. Sekarang kita harus melaporkan situasi ini ke Tuan Stanley agar beliau bisa mengatur strategi juga!" ucap March selaku ketua dari rombongan pasukan inti.
" Siap Tuan!"
Kemudian laki-laki yang bernama Toni itu pun menghubungi Stanley untuk mengabari situasi yang ada di pulau.
Stanley benar-benar terkejut mendengarkan kabar itu. Bahwa saat ini istrinya sedang disandera oleh Robert dan Starla. D?ia benar-benar geram dan bersiap untuk segera berangkat ke pulau dengan helikopter yang saat ini sedang dalam perjalanan menjemput pasukan inti yang lainnya.
Stanley yang saat ini hatinya benar-benar sedang kacau hingga tidak mampu untuk berpikir dengan jernih.
" Mark! Tolong pikirkanlah sesuatu. Karena saat ini otakku betul-betul sedang tumpul dan tidak bisa berpikir dengan baik!" ucap Stanley sambil memijat pelapisnya yang terasa begitu berdenyut dan nyeri.
Mark kemudian mengarahkan mobil yang saat ini ditumpangi oleh mereka menuju markas besar organisasi mereka.
" Anak buah kita yang ada di Mansion saat ini, sebaiknya tidak diganggu gugat karena pertahanan di sana juga sangat dibutuhkan. Karena dikhawatirkan kalau sampai Markus dan anak buahnya melakukan sesuatu untuk mengambil kembali surat-surat yang tadi ditandatangani olehnya maka itu akan sangat berbahaya untuk kita." ucap Mark yang disetujui oleh Stanley.
" Pasukan yang ada di markas besar pun tidak boleh kurang dari 30% untuk menjaga stabilitas organisasi. Kita akan membawa pasukan sisanya ke pulau. Aku yakin Tuan, pasukan yang kita bawa sudah cukup untuk mengalahkan Robert dan Starla." Stanley menyetujui semua yang sudah diatur oleh Mark Karena bagaimanapun dia percaya dengan penilaian pimpinan pengawal bayangan yang selama ini sudah memberikan banyak jasa kepadanya.
" Lakukan semua yang menurutmu baik Mark aku percaya padamu!" tubuh Stanley rasanya lemas seketika. Hanya karena memikirkan Sakinah yang saat ini sedang dalam bahaya di tangan Robert yang ternyata seseorang laki-laki b*******.
" Aku menyesal kenapa dulu tidak menghabisi Robert dan Starla. Aku menyesal dengan kebaikan hatiku yang terlalu besar. Sehingga membiarkan makhluk-makhluk sampah itu masih hidup sampai sekarang!" ucap Stanley dengan begitu geram tanpa kedua tangannya yang mengepal ketika dia mengingat tentang Robert yang telah diampuni walaupun telah melakukan penghianatan terhadapnya.
" Dasar makhluk tidak tahu diri! Telah diberikan hidup malah berbuat makar seperti ini!" Stanley benar-benar geram luar biasa ketika memikirkan Bagaimana nasib anaknya ada di dalam kandungan Sakinah.
Mark sangat tahu bahwa saat ini kondisi Stanley tidak baik-baik saja karena memikirkan Sakinah dan anak yang ada di dalam kandungannya membuat Stanley menjadi lemah.
" Tenanglah Tuan semuanya pasti akan bisa kita tangani dengan baik. Selama kita tetap berpikir jernih dan memikirkan strategi untuk memenangkan peperangan ini!" Mark erus memberikan sugesti positif dan juga kekuatan untuk Stanley agar tidak sampai Down dan kalah sebelum berperang.
Bagaimanapun keyakinan dan kekuatan Stanley sangat dibutuhkan oleh pasukan mereka sebagai penyemangat untuk menang.
Begitu sampai di markas besar Mereka pun langsung membuat strategi untuk bisa memancing Robert agar tidak berbuat nekat.
" Aku akan berpura-pura menjadi adik dia, dan meminta dia pulang!" ucap anak buah Mark.
__ADS_1
" Lebih baik sekarang kau jemput Adiknya Robert, nanti bisa kita gunakan untuk bernegosiasi!" ucap Mark.
" Orang seperti Robert tidak akan mungkin memperdulikan hubungan seperti itu. Kita pikirkan strategi yang lain!" ucap Stanley yang tidak mengerti kenapa otaknya sekarang menjadi tumpul seketika.